
Sebuah mobil van melaju sangat kencang dari arah depan menuju tempat dimana Wawan berada.
Beberapa pengguna jalan berteriak kala terdengar suara tabrakan yang sangat keras
" Brak duaaarrrrrrrrrr. " tanpa tahu apa yang ditabrak, mobil tersebut hancur parah dibagian depan dengan pengemudi terlontar ke depan dan terpelanting kearah belakang.
Pemilik toko pun terkejut saat melihat kecelakaan tunggal yang mengakibatkan mobil tersebut rusak parah sedangkan anak yang diikuti nya telah menghilang.
" Kenapa diriku begitu ceroboh. Semoga anak itu tidak membuat perhitungan denganku nanti. "
*****
" Apakah bapak bisa membantu untuk menginvestasikan uang yang saya miliki ke salah satu Bank ? " pinta Wawan ke Pak Nuruddin.
" Sangat mudah kalo jumlahnya sedikit akan tetapi jika jumlahnya segitu banyaknya akan timbul masalah. "
" Berapa kompensasi yang harus saya keluarkan ? "
" Jangan dibahas sekarang yang penting akan saya usahakan. "
" Sebaiknya sekarang kamu pergi. "
" Ingat, lain kali jika ingin bertemu dengan saya jangan begini caranya. "
" Hehehe ...Maaf Pak soalnya ini sangat mendesak. "
Saat memikirkan bagaimana cara Wawan menyimpan uang tersebut tiba-tiba dia teringat seseorang yang bisa membantu nya untuk menyimpan uang di Bank.
Seketika dia muncul di ruang kerja Pak Nuruddin tanpa mengikuti prosedur. Membuat beliau kaget karena tiba-tiba Wawan hadir di depannya dan meminta pertolongan nya untuk menyimpan uang.
*******
Sari menyerahkan jabatan untuk sementara waktu ke Bu Ratna dengan alasan masih fokus pendidikan.
Dengan penambahan modal baru proyek pengembangan yang dipimpin Bu Ratna terus berjalan membuat Lidya kebakaran jenggot.
Lidya termasuk perempuan berbakat. Di usia nya yang baru dua puluh berhasil menyelesaikan studinya di Oxford. Dalam kamus hidupnya pantang mendapatkan penolakan dan kegagalan.
Mendapat uang kompensasi yang cukup besar tidak mampu memuaskan hatinya.
Justru membuat rasa penasarannya makin menjadi. Kini muncul keinginan untuk segera mengambil alih perusahaan milik Sari.
Lidya mengerahkan orang terpercaya nya untuk mencari tahu siapa orang dibalik layar yang menggagalkan rencananya.
****
" Apa benar anak itu yang telah menggagalkan rencanaku ? "
" Benar Bu..... Akan tetapi kami masih belum bisa menemukan siapa orang yang mendukung anak itu. "
" Kalau begitu biar aku yang mencari tahu sendiri. "
Lidya turun dari mobilnya dan menghampiri Wawan yang sedang mendiskusikan sesuatu bersama Claudia, Monica serta tiga sahabatnya.
Lidya adalah sosok wanita metropolitan. Tinggi, cantik, berkarisma dibakut dengan baju karya desainer terkenal. Aroma arfum yang digunakan mampu menciptakan suasana menjadi damai dan mampu menyebarkan aroma kedamaian dibalik rencana liciknya.
Dengan sepatu hak tinggi dan rambut panjang lurus yang diikat model ekor kuda menambah pesona kemewahannya.
Keindahan tubuhnya memanjakan setiap mata yang memandang. Sejenak mampu menghilangkan penat selepas setelah seharian menuntut ilmu. Tidak sedikit yang memperhatikan nya sampai lupa berkedip. Termasuk Dwi
" Waduh siapa itu yang berjalan ke arah kita ? " Ucap Dwi membuat yang lain ikut memperhatikan.
" Siapa diantara kalian yang bernama Wawan ? " tanya Lidya memandang dwi dan teman-temannya
__ADS_1
" Ada masalah apa tante mencari Wawan ? " tanya Claudia selidik
" Bukan urusanmu anak cantik. Sekali lagi saya bertanya siapa diantara kalian yang bernama Wawan ? "
Semua anak diam
" Ada urusan apa tante mencari saya? "
" Bisakah kita berbicara empat mata ? "
" Baiklah. " Wawan berpamitan dengan teman-temannya dan berbicara lirih ke telinga Claudia.
" Kamu tidak perlu khawatir. Setelah urusan ini selesai aku akan menghubungi mu. "
" Hati-hati Mas. " Wawan mengangguk
" Cantik juga kekasih mu. " puji Lidya
" Terima kasih. " Wawan berjalan dibelakang Lidya.
Wawan sesekali menelan ludah melihat melihat cara berjalan Lidya dari belakang.
" Pantatnya bulat amat.... goyang kanan... goyang kiri. " bathin Wawan
" Sudah cukup menikmati nya. "
" Belum tante. " jawab Wawan asal
Lidya memutar tubuhnya dan berhenti sedangkan Wawan terus berjalan sambil berfikir sesuatu hingga tubuhnya merasakan sesuatu yang lunak menempel di dadanya.
" Maaf tante tidak sengaja. Sakit ngga "
Reflek Wawan mengusap-usap yang tadi ditabraknya membuat perasaan Lidya tidak menentu dan wajahnya bersemu merah.
Untung kejadian tersebut tidak terjadi di depan umum hingga Lidya tidak kehilangan muka.
" Heh...Kalau jalan jangan sambil ngalamun. Perhatikan langkahmu. " bentak Lidya
" Sebenarnya kita mau kemana tante ? "
" Kita bicara ditempatku. "
Saat mobil yang akan dituju Wawan telah menunggu tiga orang pria dengan posisi rebah dibelakang kursi tengah.
" Kalau untuk berbicara empat mata disini pun sudah cukup atau kita bicara di tempat saya. " ajak Wawan sambil memegang tangan Lidya
" Blubbb. " seketika tubuh mereka berdua menghilang.
****
Wawan bersyukur kepada Tuhan karena mendapatkan pembimbing yang sangat baik dan diberikan keberuntungan yang luar biasa yang tidak dimiliki semua orang.
Lidya terkejut manakala dia berada di sebuah rumah yang sangat indah dengan fasilitas yang luar biasa mewah.
" Dimana aku ? " Wawan tersenyum
" Kamu berada di rumah saya. Dan disini hanya ada kita berdua. "
" Sekarang giliranku untuk bertanya. "
" Apa tujuanmu mencari saya ? "
Lidya diam tidak menjawab
__ADS_1
" Sebenarnya tidak perlu bertanya pun saya tahu siapa kamu, apa isi hati dan pikiranmu. "
" Nama Lidya Rahmawati anak dari pasangan Arifin dan Farida. Memiliki indeks prestasi yang gemilang di sekolah nya. Usia dua puluh tahun lebih tiga bulan. Masih belum punya pasangan karena takut disakiti dan menginginkan pasangannya yang lebih dari dia. "
" Penyuka lingerie warna hitam dengan hiasan kelinci di dalamnya. "
" Binatang kesukaan kelinci alasannya adalah hanya kamu dan ayahmu yang tahu. "
" Meskipun kelinci binatang yang sangat lucu dan imut tetapi termasuk hewan yang lincah. "
" Bermata merah sesuai dengan prinsip mu dibalik keindahan ada bara api yang selalu memacu semangat untuk pantang menyerah. "
Lidya kagum dengan tebakan Wawan yang semua nya benar.
" Kamu mencari saya untuk mengetahui siapa orang yang sudah menggagalkan rencanamu. "
" Kamu adalah orang yang pantang mendengar kata gagal. "
" Dibelakang mobil yang akan kita tumpangi ada tiga orang yang bersembunyi kan. "
Tanpa sadar Lidya mengangguk. Matanya memandang Wawan tanpa berkedip. Hatinya terpukau. Kekagumannya menumbuhkan benih-benih kecil.
Tujuannya berubah, ingin dia mendapatkan Wawan.
" Jangan kamu pandangi saya terus.... semakin lama kamu pandang maka semakin sulit kamu melupakan saya. "
Lidya mengangguk
Air matanya bahagia membasahi pipinya
Wajahnya bersemu merah.
" Hadeuh....." Wawan hafal betul dengan ekpresi dari Lidya
" Setelah tujuanmu sudah aku ketahui sekarang apa maumu. "
" Kamu.... Kamu yang aku inginkan. "
jawab Lidya jujur. Memang itu salah satu sifatnya berkata jujur meski terkadang kejujuran nya membuat hati seseorang tersakiti.
" Siapa mereka ? "
kata Wawan sambil menunjuk tiga orang yang nampak kebingungan berada dalam sebuah kurungan besi.
Lidya hanya melirik sebentar kemudian memandang Wawan kembali.
" Mereka adalah intelijen negara yang kebetulan masuk dalam organisasi milik ayahku. "
" Organisasi macam apa yang dikelola ayahmu. "
" Aku tidak bisa mengatakannya. " jawab Lidya
" Apa kamu suka padaku.... " Lidya mengangguk
" Dalam sebuah hubungan tidak ada sesuatu yang ditutupi. "
" Baiklah akan aku katakan. "
****
Di dalam kurungan besi
" Jok, kita dimana ? " kata Irfan temannya
__ADS_1
" Aku sendiri juga kebingungan. Bukannya tadi kita berada di dalam mobil. " jawab Joko
Irfan segera mngambil handphone dari dalam tas pinggangnya. Handphone adalah barang mahal kala itu. Berukuran hampir sama dengan dua bungkus rokok yang berjajar memanjang dan lapis tiga.