
" Michael, kalian jangan bergerak terlebih dahulu. Tunggu perintah dariku dan matikan semua radio panggil di setiap mobil. " Perintah Wawan sebelum membuka segel ruang dan waktu.
" Siap.... " Setelah mendengar jawaban dari Michael Wawan menghilang membuat Michael kebingungan.
" Mari kita kembali ke markas !!!! " Puluhan mobil dengan berbagai merek memutar arah dan bergegas menuju ke arah kota yang berjarak sekitar lima jam.
" Berhenti......!!!! " Perintah Michael pada supirnya seara mendadak
Karena terkejut sopir segera menginjak rem dalam-dalam
" Cieeeeet. " Terdengar suara yang sangat memekakkan telinga akibat gesekan antar besi dan meninggalkan bekas hitam di atas aspal.
Beberapa orang segera beranjak turun dan berlari dengan cepat menghampiri mobil Michael.
" Ada apa ketua hingga berhenti mendadak ? " Tanya seseorang mewakili semuanya.
" Coba kamu perhatikan, saat ini kita ada dimana ? " Semua orang mengikuti arah tangan Michael dan memperhatikan papan penunjuk arah dimana tertulis:
" Kota Paris sepuluh kilometer ".
" Bagaimana mungkin, bukankah kita baru berjalan lima belas menit ? " jawab anak buah Michael.
Suasana yang semula tenang menjadi riuh akibat komentar dari masing-masing orang.
" Sudah jangan berisik...!!! "
" Cepat kita cari tempat persembunyian sambil menunggu perintah selanjutnya. " Ucap Michael masuk ke dalam mobil diikuti yang lain.
****
Dalam sebuah gedung lantai lima di utara kota Paris.
" Kita sekarang berada di mana Wan ? "
Tanya Paramitha
" Kita di salah satu tempat dimana anak buah Flamingo bersembunyi. "
" Tuan, kami tinggal menunggu perintah mu. " Sapa Blacky begitu melihat Wawan, Paramitha dan Sengkulu sudah berada di lokasi
" Sengkulu, beri tahu apa yang sudah saya lakukan tadi pada Blacky dan rekrut mereka untuk dijadikan pasukan kita. "
" Baik Tuan. " Setelah itu Sengkulu memberitahu apa saja yang terjadi sebelum nya. Setelah selesai mendengar cerita Sengkulu mereka segera bergerak.
Di dalam sebuah ruangan yang nampak mewah dan tertata rapi tiba-tiba lampu padam. Sengkulu dan Blacky berdiri di dekat sudut jendela meskipun begitu bayangan mereka berhasil ditangkap oleh John salah satu orang kepercayaan Flamingo.
" Hei siapa kamu ? " Bentak John saat dia melihat dua sosok berdiri di dekat jendela dalam kantornya yang cukup luas.
__ADS_1
" Aku Blacky dan ini Sengkulu. " Mereka berdua keluar dari kegelapan diikuti puluhan pasukan yang tiba-tiba muncul entah dari mana langsung berdiri di belakang mereka dan segera memenuhi ruangan karena fisik mereka yang besar.
" Sssse... setan. " Ucap John terbata-bata melihat wujud asli Blacky dan Sengkulu berdiri dan mundur hingga menabrak tembok.
Orang-orang yang bersamanya pun ikut merapat pada dirinya.
" Apa yang kamu inginkan ? " Ucap John memberanikan diri meskipun seluruh tubuhnya bergetar ketakutan melihat Blacky dan Sengkulu dari tubuhnya mulai mengeluarkan api.
" Aku ingin kalian bergabung dengan kami untuk menyerang Flamingo dan sebagai balasannya akan kuberikan kekuatan mutlak yang didambakan banyak orang. " Ucap Blacky langsung tanpa basa-basi.
" Apa yang terjadi jika kami menolak ? " Tanya John
Seketika salah satu anak buah John seperti ditarik oleh magnet kepalanya langsung masuk ke dalam genggaman Blacky.
" Pyak..... " Kepala orang itu seperti kerupuk yang sangat renyah hancur hingga isi kepala bercampur darah menyebar ke segala arah.
Pemandangan mengerikan tersebut membuat siapapun yang melihatnya merasa ngeri dan syok termasuk Paramitha. Dirinya langsung muntah di tempat
" Hoek... hoeks. " Setelah sedikit tenang dia mencoba bicara dengan Wawan
" Wan, apa tidak ada cara yang lebih baik untuk merekrut mereka ? "
" Mereka semua adalah penjahat jika tidak mereka yang mati bisa dipastikan orang lain atau kita yang mati. "
Meskipun Paramitha tahu itu tapi dia tetap tidak setuju meskipun pada akhirnya dia hanya diam.
Tanya Blacky yang tiba-tiba sudah berdiri di samping John dan mencengkeram lehernya
" Saya bersedia Tuan. " Ucap John ketakutan
" Kalau begitu segera kumpulkan semua anak buah mu. " Perintah Blacky disertai matanya yang berubah semakin merah menyala.
" Tunggu apa lagi.... Kumpulkan rekan-rekan kalian sekarang. " Perintah John pada anak buahnya.
"Jangan berani macam-macam jika tidak ingin seperti temanmu. " Ancam Blacky pada beberapa anak buah John yang menghampiri meja radio dan memerintahkan mereka semua untuk berkumpul.
Gedung pertemuan.
Berbaris dengan rapih empat ratusan orang dengan tubuh kekar dan badan penuh dengan bekas luka maupun tato.
Mereka nampak kebingungan kenapa harus dikumpulkan malam ini karena sebelumnya mereka habis melakukan hal yang sama.
" Maaf ketua, sebenarnya apa yang terjadi hingga kita harus berkumpul untuk kali kedua ?"
" Malam ini kita akan melakukan penyerangan ke kantor pusat. " Ucap John datar.
Mendengar kantor pusat akan mereka serang ekspresi beberapa orang nampak terkejut.
__ADS_1
" Apakah kita akan melakukan pengkhianatan? " Tanya pimpinan regu yang lain
Mendapat pertanyaan dari orang-orang kepercayaan nya dia nampak kebingungan karena John adalah orang yang paling di percaya oleh Flamingo.
Namun saat matanya bertemu pandang dengan Blacky seketika keraguan nya hilang.
" Bagi yang tidak setuju saya menghormati pilihan kalian tapi saya mohon tetaplah kalian tinggal disini hingga rencana yang akan kami kerjakan selesai. "
" Kalian saya jamin tidak akan ada yang berani menyakiti kalian mengingat kita adalah saudara. "
" Terima kasih ketua. " Ucap pemimpin regu
" Sekarang buat kelompok baru bagi yang setuju dengan tujuan saya. "
Tak berapa lama kini di depan John nampak dua kelompok yang berjumlah hampir sama dari sembilan ratus orang yang di pimpinnya.
" Kalian bersiaplah dan langsung turun ke bawah. Bawa persenjataan yang banyak mengingat kita akan menyerang kantor pusat. "
Saat ini didepan John tinggal orang-orang yang masih setia dengan Flamingo.
" Saya harap kalian tetap tinggal disini dan tidak melakukan kontak dengan mereka." Pinta John
" Siap. " Jawab mereka serempak
Meskipun dari mulut mereka setuju tapi dari tatapan mata mereka mengatakan lain membuat hati John gelisah.
" Tugasmu sudah selesai. " Tiba-tiba Blacky dan Sengkulu muncul di samping John membuat kelompok yang tersisa mundur jauh ke belakang.
" Aku tahu kamu sangat melindungi anak buahmu tapi kenyataan nya mereka lebih setia pada Flamingo bukan setia sama kamu. "
Entah dari mana datang nya, ratusan prajurit iblis telah berdiri mengelilingi anak buah Flamingo dan langsung menabrak tubuh mereka.
Tubuh mereka langsung tersungkur di lantai dan mengejang tiada henti. Terjadi tarik ulur tidak terima jika tubuh mereka di tempati oleh ras iblis. Setelah dua menit berlalu kini mereka kembali berdiri dan memberi hormat pada Blacky, Sengkulu dan John.
" Ketua, kami siap menerima perintah mu. " Ucap mereka pada John membuat dirinya terpana.
" Bagaimana mereka bisa begitu hormat padaku sekarang ? " Tanya John pada Blacky
" Mereka takluk padamu setelah melihat simbol yang terdapat pada lenganmu. " Mata John menatap lengannya dan nampak sebuah simbol berbentuk segitiga dengan sebuah pedang di tengahnya.
" Pimpin mereka menuju kantor pusat dan tunggu perintah selanjutnya. " Ucap Blacky
" Baik. " John bersama anak buah yang tersisa langsung turun ke bawah dan segera menuju kantor pusat.
Ruangan menjadi hening kembali.
" Tuan, baru saja anak buah ku memberi laporan jika mereka telah menaklukkan tiga kelompok yang lain dan sekarang mereka sudah menuju ke kantor pusat.
__ADS_1
*****