
Orang tua Wawan kebingungan kala anaknya hingga pukul sembilan malam belum pulang dari sekolah. Semua sahabat nya dihubungi termasuk Sari dan Claudia.
Semua mengatakan tidak tahu.
Jessica, mamah Wawan terduduk lemas di teras depan rumah. Hingga saat ini belum mendengar khabar dimana anaknya berada.
Semua temannya hanya mengatakan Wawan pergi bersama seorang perempuan dewasa.
" Siapa wanita itu sebenarnya ? "
kata Jessica
" Sebaiknya mamah masuk dulu. Papah yakin tidak terjadi apa-apa dengan Wawan. " Kata Pak Edi membujuk istrinya untuk menunggu di dalam.
*****
Wawan terbangun saat jam menunjukkan pukul sebelas malam. Badannya terasa sakit semua. Di sebelah nya nampak Lidya sedang tertidur pulas dibawah selimut.
" Aku harus segera pulang.... Mamah pasti mencariku. "
Meski basah baju tersebut tetap dipakainya.
Wawan meninggalkan pesan yang ditulis pada secarik kertas dan meletakkan nya diatas nakas.
Wawan mengedarkan pandangannya ke seluruh kamar. Semuanya rapih hanya tempat tidur yang kondisinya paling berantakan. Bantal selimut semua bertebaran di lantai.
Wawan sedikit merapikan kondisi tempat tidur dan menemukan bercak noda darah yang masih baru diatas seprei.
" Apakah Lidya menyerahkan kehormatan nya padaku ? "
" Haish.... " Wawan ketakutan memikirkan akibat selanjutnya.
" Yang terpenting sekarang adalah aku pulang dulu.Masalah ini dipikirkan nanti. "
Setiba di kamarnya Wawan segera ganti baju. Dilihat nya mamah dan papah duduk di ruang tamu sedang memperhatikan gerbang.
" Mah, pah lagi nungguin siapa ? "
Mendengar suara anaknya Jessica menoleh ke belakang.
" Mas Wawan, dari mana saja kamu ? "
" Kenapa mamah tidak melihat kamu masuk? "
Diperiksa nya kondisi tubuh Wawan dari atas sampai bawah. Semuanya di chek gaya ibu-ibu kalo beli baju di pasar barangkali ada yang rusak.
Mamah mencium sesuatu, untuk memastikan mamah minta waktu ke papah untuk bicara empat mata dengan Wawan.
" Mas, apa yang sudah terjadi tolong katakan dengan sejujurnya ? "
Wawan cerita apa adanya termasuk kelebihannya kepada mamah hingga pada bagian akhir Wawan tidak sanggup menceritakan nya.
" Sewaktu Wawan hendak kembali pulang Wawan seperti orang bingung mah. "
" Wawan beberapa kali datang ke tempat yang salah. "
" Contohnya... "
" Wawan tiba-tiba berada kamar pondok milik Pak Tohari, terus Wawan berada di lapangan sekolah, pindah lagi Wawan berada di kamar Mba Citra yang sedang begituan bersama suaminya. "
Wawan menghentikan ceritanya sejenak sambil menelan ludah dan reaksi tersebut diperhatikan dengan betul oleh Jessica.
" Mba Citra sempat melihat Wawan Mas dengan kode mata Mba Citra meminta Wawan segera pergi. Pikiran Wawan makin kalut mah. "
" Semua berawal dari pelukan Lidya mah."
Wawan diam kembali
" Lanjutkan cerita nya Mas.... "
__ADS_1
Dilihat nya Wawan nampak sangat gelisah dan tertekan sama seperti saat Wawan tidak sengaja memukul adiknya tanpa sengaja hingga keluar darahnya.
Dibawanya Wawan ke dalam pelukannya. Aroma tubuh dan parfum makin tercium jelas menusuk hidungnya.
Wawan menghela nafas panjang. Dia merasakan ketenangan dalam pelukan mamahnya.
" Apa yang terjadi dengan gadis itu ? "
Wawan segera melepaskan pelukan nya
" Bagaimana mamah tahu ? "
" Karena mamah pernah muda sayang. "
Diusap rambut kepala Wawan dengan lembut.
" Wawan bisa berpindah tempat jika mengingat aroma suatu tempat atau tubuh seseorang mah. "
Wawan kembali diam. Jessica berusaha sabar mendengar nya meski jantung nya mulai berdebar kencang.
Wawan kemudian melanjutkan cerita kembali hingga dia melihat noda darah menghiasi seprei tempat tidur Lidya.
Seperti disambar petir. Tangan Jessica gemetar hebat. Meski kedua tangannya sudah saling bertautan semua itu masih bisa dilihat oleh Wawan.
" Haruskah aku marah dengan kejujuran yang dikatakan oleh anakku ? "
" Jessica kamu harus kuat. Kamu terguncang apalagi anakmu. "
Hati kecilnya mengingatkan
" Sekarang Mas Wawan harus tenang ya. Ini rahasia kita berdua. "
" Apa yang terjadi besok kita hadapi bersama ? "
" Sekarang Mas Wawan istirahat dulu. Besok masih harus sekolah. "
Selepas Wawan pergi Jessica masih diam di tempat.
" Mereka berdua dalam kondisi dan waktu yang salah hingga semua terjadi. "
Wawan tidak dapat memejamkan mata karena gelisah. Dia segera mandi bersih dan berwudlu.
Selesai semuanya dilanjutkan dengan meditasi. Terdengar seseorang mengucapkan salam diakhirinya meditasi dan dijawab salam tersebut.
" Apa yang membuat mu gelisah ? "
" Kejadian hari ini kek. " jawab Wawan ke Kakek Kencana
" Apa kamu menyesalinya ? " Wawan mengangguk
" Bagus kalo begitu. Kalo begitu pondasi keilmuan mu meningkat satu tahap. Kumbang kemarilah. "
" beliau ini adalah gurumu yang kedua. "
" Maksud Kakek paman kumbang. "
" Benar..... Beliau akan mengajarimu mengendalikan pasukan tak kasat mata. "
Kedua kumbang tersebut menempelkan telapak kakinya ke kening Wawan. Wawan secara cepat menyerap segala informasi yang didapatnya.
" Apa kamu sudah mengerti ? "
ucap dua perempuan dihadapan Wawan
" Hah paman kumbang ternyata kalian adalah perempuan. "
" Ekspresi yang aku harapkan terjadi. Benar ngga Kencana. " mereka semua tertawa termasuk Wawan
" Benar-benar seperti melihat kejadian waktu itu. "
__ADS_1
" Namaku Anggita dan saudariku bernama Anggini. Biasa dipanggil gi-gi. "
" Akan kuingat nama bibi semua. "
" Kehebatan dari ilmu yang kami wariskan adalah sebenci apapun musuhmu dia akan bertekuk lutut jika kamu memandang matanya atau menyentuh tubuhnya. "
" Ilmu terawanganmu meningkat tiga puluh tingkat dari 99 tingkat yang ada. "
" Ilmu pengendali pikiranmu pun meningkat bahkan kamu bisa menyuruh sesuatu yang tidak nampak untuk melakukan sesuatu padamu. "
" Sebagai contoh makhluk A kamu masukkan ke dalam manusia untuk membuatkan minum."
" Selain untuk menundukkan musuh kamu bisa menundukkan lawan jenis. "
" Seperti kejadian tadi malam. "
" Benar. "
" Selanjutnya regenerasi tubuhmu akan lebih cepat waktunya karena Qi yang kamu miliki meningkat. Apa perut bawahmu merasa sedikit hangat sekarang. "
" Benar bibi. "
" Pelajarilah ilmu bertarung yang sudah kami berikan kepadamu. "
"Terima kasih atas kebaikan guru semua."
Wawan segera mengambil sikap lotus untuk memasuki dunia bayhunnya dan berlatih ilmu yang sudah diberikan kepadanya.
__________
Dunia bathin dan dunia semesta
Dunia bathin adalah dunia yang diciptakan Wawan lewat pikiran siapapun tidak dapat memasukinya tanpa seijinnya
Sedangkan dunia semesta adalah dunia yang tercipta saat Wawan melakukan meditasi dan bertemu gurunya
__________
Pikiran Wawan kembali segar setelah melakukan meditasi. Dipeluknya Jessica sebelum Wawan berangkat sekolah.
"Mamah tenang saja tidak perlu khawatir."
Jessica yang semula nampak kusut karena kurang tidur dan banyak pikiran seketika menjadi lebih tenang dan lebih segar karena mendapatkan transfer energi dari Wawan.
Claudia tersenyum saat melihat pujaan hati berjalan memasuki gerbang sekolah. Diusap-usap matanya beberapa kali. Dia merasa hari ini Wawan lebih tampan dari sebelumnya.
Tubuhnya seperti bercahaya memikat siapa saja yang berpapasan dengannya. Ada perasaan cemburu melihat beberapa anak perempuan salah tingkah mendapatkan senyuman dari wawan.
" Mulai besok kita jalan sendiri sendiri Wan. " kata Kartika
" Emangnya kenapa ? "
" Dekat kamu aku jadi ngga laku. " disambut tertawa dan pukulan pelan dari temannya
"Santai kawan mulai nanti sore kalian semua aku ajari caranya. "
" Apa ada yang tertarik ? "
Anton langsung berkata paling cepat
" Aku mau " diikuti semua sahabat nya
" Nanti malam jam tujuh datang ke rumah ya. "
" Beres. " semua mengacungkan ibu jarinya
" Halo Mas.... semalam aku ngga tidur nungguin khabar dari kamu. " kata Claudia cemberut
" Maaf semalam ada urusan pentt sampai tidak bisa memberi khabar termasuk orang rumah. "
__ADS_1
" Ayo aku antar kamu masuk ke kelas. "
Tepuk Wawan ke bahu Claudia untuk memberikan suatu sugesti supaya tidak terlalu khawatir dan untuk meningkatkan aura dari Claudia sendiri.