
Waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Kini Wawan dan Paramitha sedang duduk dalam kamar.
" Wan, sekarang apa rencana mu untuk menyelesaikan permasalahan mereka semua ? " Tanya Paramitha
" Dari tiga kelompok yang sudah berbicara tadi **k**esimpulan nya adalah mereka saat ini sedang berhadapan dengan sebuah kelompok mafia yang dipimpin oleh Flamingo. "
" Mereka menguasai berbagai lini dari olahraga raga, narkoba, perjudian belum lagi yang lainnya . "
" Saat ini aku sedang menunggu informasi tentang siapa Flamingo sebenarnya dan siapa tokoh yang berdiri di belakangnya ? "
Wawan kemudian terdiam sambil memikirkan sesuatu. Sedangkan Paramitha mulai menganalisa penjelasan dari Wawan sambil memikirkan jalan keluar yang akan Wawan tempuh.
" Apakah kamu mau ikut ? " Ucap Wawan membuat Paramitha tersenyum kecut saat mendengar pertanyaan Wawan yang tiba-tiba.
" Apakah mungkin kejadiannya seperti beberapa hari yang lalu ? " Tanya Paramitha yang masih trauma dengan kejadian beberapa hari yang lalu.
" Apa kamu takut ? " Tanya Wawan balik
Paramitha segera mengangguk.
" *Meskipun aku polisi,tapi jika harus berhadapan dengan makhluk astral seperti kemarin menyerah dech."
" Semua diluar kemampuan yang aku miliki Wan. "
Jawabnya dengan bergidik ketakutan dan segera masuk dalam pelukan Wawan serta menyandarkan kepala nya di dada bidangnya.
" Bukankah sebuah pengalaman merupakan guru terbaik, sedangkan kamu memiliki pondasi yang cukup untuk belajar itu semua. "
" Tapi jangan sekarang..... Okay. " Tolak Paramitha lembut sambil menatap wajah Wawan.
" Baiklah.... Sebaiknya kamu tidur. " Ucap Wawan melepas pelukan Paramitha kala melihat Blacky telah berdiri diujung gelap ruangan kamar.
Paramitha mengikuti arah pandangan Wawan dan langsung bersembunyi di punggung Wawan.
" Mendekat lah !! " Wawan meminta Blacky untuk berdiri di depannya, sedang kan Paramitha menenggelamkan kepalanya di punggung wawan.
" Wan, bukankah itu iblis yang kemarin ? "
Bisik Paramitha
" Benar ... "
" Kamu jangan takut. "
Blacky segera menundukkan kepala memberi hormat.
" Maaf Nona atas tindakan saya beberapa hari yang lalu. " Ucap Blacky dengan santun.
Dengan perasaan takut Paramitha mengintip serta mengangguk dan berkata lirih
" Saya maafkan. " Jawabnya singkat
" Oh ya.... Dimana Sengkulu sekarang ? " Wawan segera teringat akan Sengkulu
" Maaf Tuan saya hampir lupa. "
__ADS_1
Seketika Sengkulu berdiri dihadapan Wawan dengan kondisi mengenaskan.
Meskipun dia iblis namun jika yang menyakiti adalah sebangsa dengan dia maka luka yang di derita nya hampir mirip seperti manusia.
Wajah membiru serta penuh dengan sayatan, berdiri sedikit membungkuk karena salah satu kakinya patah belum lagi luka yang terdapat pada perutnya.
" Apa kamu baik-baik saja ? " Sebelum menjawab Sengkulu sempat melirik ke arah Blacky.
" Saya baik-baik saja Tuan. "
Mendengar jawaban dari Sengkulu, Blacky langsung merasa tidak enak hati telah menyiksa Sengkulu dengan kejam.
Walau bagaimana pun dia kini adalah bawahan dari Wawan maka secara tidak langsung Sengkulu adalah temannya.
Tanpa diperintah Blacky langsung mentransfer energi berwarna merah terang seperti api ke tubuh Sengkulu.
Terjadi perubahan yang sangat menakjubkan. Tubuh Sengkulu yang semula terluka parah seketika sembuh bahkan kekuatan nya meningkat pesat diikuti dengan tubuhnya yang membesar dua kali lipat dari ukuran semula.
" Terima kasih Tuan, telah menyembuhkan saya dan memberi tambahan kekuatan yang begitu besar. " Ucap Sengkulu sambil menangkup kan tangan pada Blacky
" Yang saya lakukan hanya bentuk dari permintaan maaf telah berlaku tidak baik padamu. " Ucapnya lembut namun tetap bersahaja.
" Terima kasih. " Ucap Wawan memecah suasana yang begitu sungkan.
" Bagaimana perkembangan investigasi mu Blacky ? " Tanya Wawan langsung pada tujuan kenapa Blacky berdiri di hadapan nya.
" Posisi Flamingo saat ini sedang berada di dalam Gereja dan dia sedang memperkuat pasukan. "
" Dia saat ini memiliki anggota sebanyak dua ribu orang yang menyebar di seluruh kota. "
" Dan satu lagi, ada sekitar dua ratus orang bersenjata diperintahkan mencari keberadaan dua orang yang hilang, kemungkinan beberapa saat lagi mereka akan menuju kemari. "
" Apakah kamu tahu dimana posisi setiap anggota Flamingo ? "
" Tahu Tuan. "
" Bagus kalo begitu, siapkan anak buah mu untuk bersiap di sekitar mereka. "
" Baik Tuan. " Blacky segera menghilang dan menjalankan perintah Wawan.
" Sengkulu buat formasi jebakan menggunakan alat ini. " Wawan menyerah kan empat buah sumpit kepada Sengkulu.
" Wan, apa yang barusan kamu berikan pada Sengkulu ? "
" Tadi adalah array pelindung dan juga jaring ruang hampa. "
" Siapapun yang masuk ke dalam jaringan tersebut maka dia akan berpindah ke dimensi lain. "
" Darimana kamu belajar itu semua ? "
" Bagaimana kedua iblis tersebut patuh pada kamu padahal kalian kemarin sempat bertarung habis-habisan ? " Paramitha menghujani Wawan dengan banyak pertanyaan.
" Apa perlu penjelasan dari ku sekarang ?"
" Kalo kamu ada waktu. " Ucapnya sambil memegang tangan Wawan
__ADS_1
" Baiklah....Mereka berdua sudah berhasil aku taklukkan waktu itu, meski sangat beresiko bekerja sama dengan mereka. Namun dengan kekuatan yang mereka miliki saat ini setidaknya aku bisa menuntaskan permasalahan dengan cepat. "
" Sedangkan ilmu yang aku miliki berasal dari seseorang yang aku sendiri tidak tahu. " Jawabnya asal.
" Tuan, portal ruang hampa sudah terpasang. " Ucap Sengkulu melalui telepati.
" Dua puluh menit lagi mereka akan tiba. "
*****
" Kamu yakin mereka berada disana. " Tanya Diego selaku pimpinan penyergapan.
" Berdasarkan informasi yang saya peroleh dua orang itu berada di sana dan belum meninggalkan tempat. "
" Seperti semua orang sudah meninggalkan tempat itu. " Ucap Diego ketika berpapasan dengan puluhan mobil.
" Kenapa jalanan menjadi lengang ? " Ucap Diego merasakan keanehan.
" Berhenti. " Perintahnya melalui radio mobil
" Ciiiitttt. " Terdengar suara gesekan ban dengan aspal.
" Cekrek krek. " Terdengar suara senjata di kokang secara bersamaan. Ratusan orang berdiri dengan sikap siaga memperhatikan keadaan sekitar yang nampak sunyi.
" Ketua Diego, kenapa keadaan begitu tenang, bahkan hembusan angin pun tak ada. " Ucap salah satu bawahan Diego.
" Ketua, radio panggil tidak berfungsi sama sekali, beberapa kali saya coba menghubungi pusat namun tidak ada sinyal yang di dapat. "
Semakin banyak anak buahnya memberikan laporan semakin besar kecurigaan Diego.
" Sebenarnya kita dimana ? "
" Apakah informasi yang kamu dapatkan benar ? "
Nampak dari kejauhan sekumpulan awan hitam bergerak mendatangi mereka membuat suhu yang awalnya hangat menjadi dingin. Perubahan itu dirasakan oleh semua orang.
" Ketua, barusan saya dapat laporan bahwa kita seperti berada dalam ruangan. "
" Maksud kamu apa.....Bicara yang jelas."
" Sejauh lima ratus meter ke belakang dan ke depan irang yang saya suruh seperti membentur dinding transparan. Sangat lentur tapi tidak bisa di robek meski menggunakan pisau. "
Diego sangat paham betul dengan ketajaman pisau di setiap anggota nya.
" Selanjutnya apa yang harus kita lakukan ? " Tanya bawahan tersebut
" Michael, apa kamu merasakan jika suhu makin disini semakin dingin ? " Tanya Diego
" Saya juga merasakan, bahkan dinginnya sangat terasa menusuk hingga ke dalam tulang. " Jawab Michael sambil menggigil menahan dingin
Tubuh anak buah Diego sudah mulai menggigil parah, bahkan dari kumis dan cambang beberapa anak buah yang ikut bersama dengan Diego mulai membeku.
" Hei..... Apa yang terjadi padamu ? " Tanya rekan di sebelah nya
*****
__ADS_1