
Awalnya Wawan tidak tahu apa tujuan dari semua kejadian ini.
Pergi meninggalkan keluarga, bersembunyi dari kejaran orang yang tak dikenal, beberapa kali hampir terbunuh dan harus pergi meninggalkan tanah air dan terpaksa harus hijrah ke negeri orang.
Belum lagi dia harus menyelesaikan sebuah misi dari orang lain yang masih belum usai ditambah lagi dirinya menerima beban benda pusaka yang sangat mengerikan untuk anak seusia dia saat ini.
Andai boleh memilih Wawan ingin jadi seperti anak-anak yang lain, bisa belajar, bermain bahkan taruhan kalo pulang sekolah di kios yang menyediakan mesin ding dong.
Namun setelah mendengar kisah hidup Kakek Kencana, Wawan baru menyadari maksud dan tujuan diberikannya anugrah tersebut.
Uang bukan sebuah patokan dalam hidup meski hidup perlu uang. Diberi umur panjang adalah anugrah namun jika terlalu panjang makan itu sebuah kutukan dan satu satu lagi dimana ada yang hebat pasti akan muncul seseorang yang memiliki kehebatan diatas kita. Karena di atas langit masih ada langit.
Bahagia itu sederhana kata Kakek Kencana barusan asal kita bisa hidup bersama dan menua bersama serta dikelilingi dengan orang yang dicintainya itu lah yang sejatinya bahagia.
Setelah diam dan merenung beberapa saat akhirnya Wawan angkat bicara.
" Baiklah Kek, kita selesai kan permasalahan yang ada disini dan selanjutnya Wawan akan bantu untuk menyelesaikan misi dari Raden Setyawan. "
" Oh ya.... Sebelumnya Wawan mau tanya kemana perginya dua orang itu ? "
" *Mereka sedang berlatih supaya fisik mereka lebih kuat dan nantinya mereka akan ditugaskan membantu kamu. "
" Meskipun mereka nampak muda namun sebenarnya usia mereka sudah seratus enam puluh tahun* sama seperti mu. "
" Lho Wawan Khan masih muda Kek. "
" Betul kamu masih muda tapi usia tulangmu sudah seumuran dengan mereka karena lamanya kamu berlatih di dunia batin. Apa kamu lupa perbedaan waktu yang kamu buat ? "
" Hehehe.... Betul juga ya Kek. "
" Sebaiknya kamu dengarkan apa yang ingin disampaikan anak itu terlebih dahulu dan masih ada satu masalah lagi di dunia luar. "
" Katakan maksud dan tujuan kedatangan mu kemari !! " Tanya Wawan pada anak perempuan tersebut
" Namaku Imelda dan aku adalah keturunan terakhir dari timekeeper atau penjaga waktu. "
" Apa anak ini ada hubungannya dengan Janus Kek ? " Tanya Wawan sambil memandang ke arah Kakek Kencana
" Benar...... Janus adalah salah satu pimpinan timekeeper hanya saja setelah dia mendapat hukuman maka tugas nya di dunia terbagi atas beberapa keluarga tersembunyi dan salah satunya keluarga anak ini. "
" Jadi Imelda masih termasuk keturunan dewa seperti dua orang tadi. " Tanya Wawan pada anak perempuan itu.
__ADS_1
" Bukan.... Kami hanya manusia biasa yang diberi kemampuan untuk menjaga bumi dari orang-orang yang memiliki kekuatan merusak dan kami bisa pergi kesemua waktu baik masa lalu maupun masa depan. "
" Lantas tujuanmu kemari ada apa ? "
" Saya ingin minta tolong kepada Anda Tuan untuk membantu saya menemukan keberadaan Kakek dan ayah saya yang telah menghilang seratus tahun yang lalu. "
" Jadi usiamu yang sesungguhnya lebih dari seratus tahun. " Tanya Wawan tidak percaya karena penampilan orang di depan mereka masih anak-anak sedangkan dirinya justru anak-anak yang berpenampilan dewasa.
" *Saya sendiri kurang tahu Tuan kenapa saya tidak berubah menjadi tua dan masih berpenampilan seperti anak-anak. Hanya saja pada waktu itu terjadi sebuah fenomena alam yang sangat aneh di langit.
" Kakek, ayah dan ibu saat itu begitu gelisah hingga memintaku masuk ke dalam kamar khusus dan mereka meminta ku supaya tidak keluar apapun yang terjadi. "
" Berhari-hari dalam satu ruangan dan hanya ditemani dua orang pelayan membuatku merasa bosan, meskipun dilarang akhirnya dengan memberanikan diri aku berjalan keluar meninggalkan ruangan tersebut. "
" Semua masih nampak sama dan tidak ada yang berubah kecuali peralatan elektronik. "
" Sedangkan para pelayan hanya sedikit menua, namun yang membuat saya dan kedua pelayan yang selalu menemani begitu terkejut karena merasa hanya beberapa hari di dalam namun kenyataan nya waktu telah berjalan begitu cepat di luar ruangan. "
" Karena penasaran aku pergi ke ruangan yang biasa di pakai ayah dan kakek untuk bekerja. "
" Setelah mencari ke sana kemari akhirnya tanpa sengaja masuk ke dalam ruang rahasia di balik dinding. "
" Dimana dalam catatan tersebut menyebutkan bahwa keturunan Janus dan Februus telah lahir dan tepat dimana terjadi sebuah fenomena alam menandakan bahwa keduanya telah bertemu*. "
" Dan dalam catatan tersebut juga dikatakan bahwa seiring pertemuan tersebut akan diikuti dengan bangkit nya ras iblis. "
" Dari catatan perjalanan waktu milik ayah yang tertinggal ada hal yang menarik yang berkaitan dengan kedua orang tadi. "
" Apa itu...? " Tanya Kakek Kencana penasaran
" Sebenarnya saat istri Janus melahirkan masih terdapat satu janin lagi yang masih tertinggal di dalam kantung ketuban dan belum berkembang. "
" Oleh dukun beranak yang membantu persalinan tersebut kantong ketuban berikut potongan plasenta dimasukkan pada sebuah kotak logam dan kemudian di kubur. "
" Atas berkah langit janin tersebut masih tetap hidup dan demi melindungi janin tersebut kantung ketuban mulai membungkus janin tersebut dan mengkristal. "
" Hingga suatu saat kotak tersebut ditemukan oleh seorang pendekar dari timur dan dijadikan penghias sebuah pedang. "
" Selama ribuan tahun pedang tersebut telah menyelamatkan pemilik nya dari peperangan dan sebagai imbalan janin yang mengkristal mendapat keuntungan dari darah yang mengalir dari pedang tersebut. "
" Namun naasnya ibu meninggal dunia saat hendak merebut pedang tersebut dan ayah tidak berhasil menyelamatkan nya. "
__ADS_1
" Bersama dengan Kakek mereka berusaha menemukan keberadaan janin tersebut dan menyembunyikan ku dalam ruangan. " Ucap anak perempuan tersebut mengakhiri cerita nya sambil berurai air mata.
" Hmm.... Aku merasa ada yang aneh. " Ucap Kakek Kencana pada Wawan menggunakan telepati.
" Kenapa kakek berbicara lewat telepati. " Tanya Wawan
" Sebaiknya kita perlu menjaga jarak dengan anak ini. " Ucap Kakek Kencana pada Wawan dan Paramitha masih dengan telepati
" Sebaiknya kamu pulang ke rumah nanti aku segera ke sana. " Ucap Wawan sambil memberikan sebuah kalung pada Paramitha dan memintanya untuk mengenakan pada anak perempuan tersebut.
" Bagaimana caramu menemukan ku sedangkan kediaman ku sangat sulit di temukan ? " Tanya Imelda
" Aku punya cara sendiri untuk menemukan mu. " Seketika Imelda langsung menghilang.
" Huft.... " Kakek Kencana menghela nafas dengan kasar.
" Mulai sekarang jangan biarkan seseorang masuk ke dalam alam batin mu. " Perintah Kakek Kencana melalui telepati
" Tuan.... " Tiba-tiba Blacky menampakkan wujudnya setelah sedari tadi hanya bersembunyi.
" Apa yang ingin kamu sampaikan ? "
" Sebaiknya Tuan jangan berurusan dengan anak itu karena aku merasa ada kekuatan besar yang menakutkan dibalik wajah polosnya. "
" Tadi aku sengaja hendak mempelajari nya namun seketika ada aura kegelapan mirip denganku merembes keluar dari tubuhnya dan langsung membelenggu kekuatan ku hingga tak berdaya. "
" Jangan-jangan...... " Ucap Wawan ngambang
" Yang penting kita mulai hati-hati sekarang. " Ucap Kakek Kencana sebelum menghilang
" Paramitha, kemas barang-barang mu dan segera tinggalkan negara ini. "
" Bagaimana dengan tamu yang diluar ? "
" Kepergian anak perempuan itu pasti diikuti oleh mereka. "
" Apakah mereka satu kelompok ? "
" Benar Nona.... " Jawab Blacky
" Mereka sudah menemukan kita, sebaiknya tinggalkan tempat ini sekarang juga. " Seketika Blacky, Sengkulu menghilang dan Wawan bersama Paramitha menuju ruangan Dimitri untuk berpamitan.
__ADS_1