Sang Pendamping

Sang Pendamping
Ch. 86 Aku datang


__ADS_3

Di dalam sebuah gudang dekat pelabuhan nampak dua orang pria dewasa sedang berdiri dengan penuh nafsu di depan seorang gadis yang nampak ketakutan dan duduk di sudut ruangan.


" *Paman, tolong lepaskan aku.......Saya mohon ambilah semua yang kalian inginkan. " Ucap gadis itu disela-sela tangis dan penuh ketakutan.


" Saya ini masih keponakan kalian Paman....Tolong hargai ikatan keluarga yang kita miliki. "


" Hahaha...... Pasti keponakan ku........ Pasti... Semua akan aku ambil termasuk kesucian mu..... " Ucap Farid pamannya


' Hahaha..... "


Gadis itu semakin ketakutan dan dia berusaha mencari apa saja untuk menutupi tubuhnya yang kini telah setengah telanjang dan tersisa hanya dua kain yang menutupi organ pentingnya saja. Bajunya telah koyak sedari tadi akibat dibuka paksa oleh kedua manusia yang telah dikuasai nafsu binatang.


" Mana kesombongan mu yang kemarin." Tanya Sanusi pamannya yang lain


" Hahaha..... "


" Tubuhmu sangat enak dipandang Sari..... Sama seperti milik ibumu..... " Ucap Farid mengakui keindahan tubuh keponakannya


" Dulu pun ibumu juga memohon seperti dirimu hanya saja dia hanya memberi sedikit perlawanan. "


Mendengar hal itu darah Sari mendidih, orang yang selama ini nampak tenang dan baik ternyata serigala berburu domba.


Semenjak meninggalnya nenek dan Wawan sebagai pelindung keluarga setahun yang lalu, satu sisi perusahaannya semakin besar ditambah lagi proyek yang pernah Wawan kembangkan sudah mulai jalan dan berkembang namun di sisi yang lain keluarga besar dari neneknya mulai mengincar perusahaan yang dia pimpin.


Berkat bantuan dari kedua pamannya Farid dan Sanusi Sari bisa menjalankan semua.


Kenyataan berkata lain, ternyata selama ini mereka membantu hanya untuk mempelajari dan berniat mengambil alih perusahaan yang dia miliki.


" Tolong....... Tolong........ " Sari berusaha minta pertolongan hingga suara nya serak


" Sampai besok pun tidak akan ada yang datang... Hahaha.... " Ucap Farid


Saat harapan sudah tidak ada tiba-tiba Sari teringat akan janji Wawan yang akan selalu melindunginya


" Wawan.... ttttolong aku..... "


Mendengar ucapan Sari Farid dan Sanusi tertawa makin keras.


" Anak itu sudah mati..... Jangan kau bangunkan dia dari kuburnya. "


Wawan secara tiba-tiba telah berdiri di dalam ruangan saat melihat Sari dalam keadaan terikat kedua tangan dan kakinya di atas tempat tidur dengan posisi telentang dan disisi lain nampak dua orang sedang membuka baju sambil tertawa.


Wawan berjalan menuju kedua orang itu dan langsung melayangkan pukulannya.


" Wush....... wush.... " Ternyata serangan Wawan hanya mengenai angin. Berkali-kali mencoba namun upayanya selalu gagal.


" Apa yang terjadi denganku ? " Ucapnya


Dia begitu kesal dan marah saat melihat orang yang dicintainya sudah hampir dinodai orang.


" Aaaaaaargh...... " Wawan teriak sekencang-kencangnya

__ADS_1


" Tanpa tubuh mu kamu sama halnya hantu gentayangan saat ini dan seluruh kekuatan mu hilang. " Ucap Kakek Kencana yang muncul di samping Wawan diikuti Dewi Rengganis.


" Apa yang harus kulakukan Kek ? " Tanya Wawan putus asa


" Tidak ada yang bisa kamu lakukan karena tubuh aslimu ada di dalam alam batin kecuali..... "


" Kecuali apa Kek.... Tolong sampaikan yang jelas. " Ucap Wawan memelas


" Kamu harus tenang dan cari solusinya. "


Sebenarnya bisa saja Kakek Kencana meminta Dewi Rengganis untuk membantunya, namun ini juga termasuk salah satu ujian buat Wawan. Siapapun yang memiliki benda pusaka tidak boleh terpancing emosi dan selalu berfikir jernih.


Wawan mengambil sikap lotus dan mulai fokus untuk menjernihkan pikiran. Segala suara yang masuk ke dalam telinganya baik tangis Sari maupun tawa dari manusia laknat tersebut sedikit demi sedikit mulai menghilang dan dirinya telah berpindah tempat ke alam semesta.


Tempat dimana dia pertama kali datang untuk ditempa, dididik dan dilatih oleh Dewi Rengganis begitu juga saat ini. Hati yang semula gelisah kini kembali tenang dan saat membuka mata dia sangat terkejut dan mencari keberadaan Sari.


Wawan bangun dari tempat tidur dan berlari keluar namun keberadaan Sari tidak ditemukan.


" Apa yang kamu cari ? " Tanya Paramitha dengan perasaan campur aduk antara bingung, senang dan marah.


" Mitha, apa kamu tahu dimana Sari berada ? "


" Duduk dulu dan tenangkan diri mu lebih dulu dan cerita kan apa yang terjadi. " Pinta Paramitha sambil menggandeng tangan Wawan


" Waktu kita tidak banyak...... " Ucap Wawan menahan marah


" Plakkkk.... " Tiba-tiba Paramitha menampar pipi Wawan


" Ini alasan kenapa aku tidak banyak terlibat urusan dengan perempuan Yud. Mereka terlalu sensitif. "


" Diam kalian. " Bentak Paramitha


" Apa bicara ku terlalu kencang hingga Bu Paramitha mendengar. " Ucap Bang Dicky masih dengan berbisik


" Jika kalian masih belum bisa diam akan ku buat kalian menyesal seumur hidup. " Ucap Paramitha sambil melotot pada Bang Dicky dan membuat mereka berdua langsung terdiam dan tidak berani berbicara.


" Apa kamu lupa bahwa disini dan diluar ada perbedaan waktu yang panjang ? " Kembali bicara pada Wawan


" Maaf..... aku lupa. " Jawab Wawan lirih namun di wajahnya nampak kekhawatiran.


" Dia cinta pertama Wawan Bu. " Tiba-tiba Bang Dicky buka bicara


Mendengar penjelasan dari Bang Dicky seketika Paramitha semakin emosi


" Lantas aku kamu anggap apa Wan ? "


" Kamu adalah orang yang kucintai sama dengan cintaku pada Sari, Lidya. "


" Jika hal ini terjadi padamu atau Lidya aku tetap akan bersikap sama seperti saat ini. " Ucap Wawan tegas


" Karena aku tidak ingin orang yang ku sayangi dan kucintai di lecehkan orang lain. "

__ADS_1


" Baiklah kalo begitu.... Aku akan toleransi pada wanita yang hadir sebelum aku tapi jika ada gadis baru setelah nya maka kamu akan menyesal. "


" Hmm. " Wawan mengangguk tanda setuju lantas dia mulai menjelaskan apa yang sedang dialami Sari saat ini.


Paramitha terus mengepalkan tangan dan tubuhnya bergetar saat mendengar cerita Wawan dan energinya seketika meningkat seperti beberapa hari yang lalu di dunia batin dan nampak geram dan ingin menghajar orang tersebut


" Kapan kita bergerak......? "


" Sudah tidak sabar aku ingin segera menghajar mereka. "


" Aku belum tahu situasi di sana namun yang aku tahu saat ini Sari sangat membutuhkan bantuan kita. "


" Bang Dicky dan Bang Yudi...... Mau ikut pesta ngga ? " Ajak Wawan


"Pak Arifin mau ikut juga ngga ? "


" Apa aku boleh keluar dari dunia ini ? " Tanya Pak Arifin


" Seperti nya sudah tidak ada yang perlu di khawatir kan. "


" Mari kita jemput semua orang yang kita sayangi. "


" Siap.... " Ucap Pak Arifin diikuti Bang Dicky dan Bang Yudi


" Kita bawa pasukan Flamingo dan biarkan Pak Arifin yang memimpin. " Ucap Wawan meminta saran pada Paramitha


" Terserah kamu saja. " Ucap Paramitha


" Diego... Hadir... " Ucap Wawan sambil mengibaskan tangannya


" Wush... " Angin berhembus sedikit kencang di hadapan Wawan dan kini di hadapan Wawan nampak ratusan pria dengan tubuh tinggi dan tegap telah berjajar rapih. Dan dari dalam barisan berjalan seorang pria.


" Saya siap menerima tugas Tuan. " Ucap Diego bekas anak buah Flamingo.


" Nanti kamu dan pasukan mu akan di pimpin oleh Tuan Arifin. "


Diego hampir saja tidak setuju bahwa dirinya akan di pimpin oleh orang Asia namun seketika diurungkan niatnya dan lebih memilih diam kala melihat cincin yang melingkar di jari telunjuk Pak Arifin.


Sesama orang dari organisasi bawah tanah mereka diajari simbol dan tanda dari tiap organisasi yang ada. Namun baru kali ini dia bertemu orang dari suatu organisasi yang sudah berdiri ribuan tahun dan kebetulan yang kini berdiri di hadapan nya mempunyai kedudukan tinggi di sebuah organisasi.


" Diego siap di pimpin oleh Tuan Arifin. " Ucapnya sambil membungkuk kan sedikit badannya memberi hormat.


" Terima kasih telah berkenan saya pimpin. "


" Dengan senang hati Tuan. "


" Kakek, boleh minta tolong tunjukkan dimana Sari berada. " Ucap Wawan lewat telepati.


" Ikuti petunjuk ku. " seketika sebuah tanda menyala dan Wawan kini tahu tempat yang akan dituju.


" Persiapkan anak buah mu dan ikuti arahan dari Pak Arifin. Kita akan menuju ke Indonesia. "

__ADS_1


" Sari.... Aku datang. "


#####


__ADS_2