Sang Pendamping

Sang Pendamping
Ch. 79 Masa lalu


__ADS_3

" Wan, Flamingo telah melarikan diri cepat tangkap dia. " Ucap Paramitha sambil menggoyang-goyangkan tangan Wawan dengan keras.


" Iya aku tahu..... Tapi jangan panik seperti itu. "


" Gimana ngga panik.... Dia khan target dari tindakan kita kali ini. " Jelas Paramitha


" Aku tahu..... Tapi dia hanya ikan kecil yang kuj adikan umpan untuk menarik ikan besar supaya keluar. "


" Maksudmu di belakang Flamingo masih ada yang mendukung ? "


" Betul sekali. "


" Sekarang kamu perhatikan sekali lagi tayangan di layar itu. " Paramitha segera fokus melihat layar yang menampilkan saat helikopter Flamingo mulai terbang meninggalkan gereja.


Kala helikopter mulai terbang tinggi dan maju ke depan seperti menabrak sebuah dinding dan menembusnya. Setelah diperhatikan lebih jauh nampak sebuah ruang berbentuk persegi menyelimuti nya.


" Bukankah ruang persegi itu seperti portal yang biasa kamu gunakan ? "


" Hmm..... Jadi mau sejauh apapun dia pergi aku bisa langsung menariknya kemari. "


" Tapi aku ingin tahu siapa yang akan dia hubungi ? "


Selang lima menit kemudian helikopter yang digunakan Flamingo telah mendarat di sebuah bangunan yang sangat besar.


" Mitha, kamu perhatikan terus layar ini sedangkan aku ingin melihat situasi di dalam gereja. "


" Bagaimanapun mereka adalah pasukan yang aku bentuk. "


Selanjutnya di hadapan wawan muncul sebuah layar satu lagi dan menggambarkan situasi di dalam gereja.


" Ketua bagaimana langkah kita selanjutnya setelah anak buah Flamingo sudah kita habisi?"


Tanya Michael pada John


" Kumpulkan semua barang berharga milik Flamingo setelah itu berkumpul lah di satu tempat, nanti aku akan menjemput kalian. "


John terkejut mendengar suara Wawan namun tidak buat Michael karena dia sudah pernah bertemu.


" Mari kita kerjakan dan tinggalkan tempat ini secepatnya. "


Bersama dengan anak buahnya mereka mengumpulkan semua senjata, uang dan beberapa surat dan dokumen yang masih tersisa terutama formula dari racikan obat. Setelah didampingi oleh anak buah Sengkulu dan Blacky tubuh mereka semua sangat ringan dan lincah serta cepat.


Hanya dalam sepuluh menit semuanya sudah terkumpul dan mereka telah berdiri di satu tempat yang sudah Wawan pasangi sebuah portal. Setelah memastikan tidak ada satupun anggota yang tertinggal mereka pun menghilang tanpa jejak.


Situasi didepan gereja masih sibuk setelah ratusan polisi berkumpul dan mengamankan situasi. Kini yang nampak santai adalah kedua polisi patroli.


****


" Paramitha, dari penyergapan gereja itu siapa yang paling berjasa di sana ? " Tanya Wawan iseng sambil memperhatikan layar


" Kamu, Blacky dan Sengkulu. " Jawab Paramitha penuh dengan keyakinan namun matanya masih tetap memperhatikan layar yang memantau Flamingo.


" Salah..... " Jawab Wawan sambil tersenyum dan menatap Paramitha begitu juga Paramitha hingga dua pasang manik saling bertemu.


" Apanya yang salah ? "


" Coba Mitha perhatikan dua polisi yang sedang duduk sambil makan burger, mereka lah yang paling berjasa dalam mendukung penyergapan kita. "

__ADS_1


" Kenapa kamu justru menganggap mereka yang paling berjasa dalam hal ini. "


" Mereka nampak seperti menghindari pekerjaan saat orang lain sedang sibuk. "


" Justru mereka petugas polisi teladan meski sudah berakhir jam kerjanya tapi tetap mengamankan situasi menunggu bala bantuan datang. Padahal istri salah satu dari mereka sedang melahirkan. "


" Mereka juga yang menjauhkan warga dari lokasi jadi jika ada peluru yang nyasar tidak akan mengenai sembarang orang dan juga sinar dari lampu Hazzard mereka membuat anak buah Flamingo seperti terkepung dari dua arah. "


" Jadi mulai sekarang perhatikan semua yang berada di sekitar mu dengan detail maka kamu akan lebih waspada. "


" Baiklah. " Jawab Paramitha mendengar penjelasan dari Wawan.


" Eh, ngomong-ngomong kamu khan lebih muda dari aku kenapa berani sekali menasehati. "


" Hehehe.... " Wawan langsung garuk-garuk kepala nya meski tidak gatal.


" Wan, kamu kayak kurang kerjaan sampai memperhatikan sesuatu yang bukan jadi target mu. "


" Perhatikan...... Siapa yang sedang dihubungi Flamingo. " Ucap Wawan mengalihkan pembicaraan.


" Sepertinya umpan kita telah dimakan. " Ucap Paramitha dengan senang


" Betul. " jawab Wawan


****


" Boss, kantor pusat telah diserang oleh seseorang dan sampai saat ini saya tidak bisa menghubungi siapapun. " Lapor Flamingo.


( " Yang terpenting saat ini kamu selamat jika tidak makan urusannya makin panjang. " )


( " Sebaiknya kamu tetap bersembunyi disana, jangan melakukan kontak dulu denganku. Karena kita belum tahu siapa musuh yang bersembunyi di dalam kegelapan. " )


" Sengkulu, kamu tetap ikuti terus kemanapun Flamingo berada. " Dengan cara yang sama Wawan memberikan perintah pada Sengkulu.


( " Bagaimana dengan catatan formula yang baru, apakah kamu turut membawanya ? " )


" Tentu Tuan, karena formula itu yang paling penting dari segalanya. " Jawab Flamingo sambil memeriksa isi dalam tasnya namun yang dia cari tidak ada.


" Aduh..... " Keluh Flamingo


( " Ada apa....? " ) Tanya orang diseberang sana curiga


" Tidak ada apa-apa Boss, hanya terkejut saja tiba-tiba lampu padam. "


( " Nanti malam kita bertemu di pemakaman seperti biasa dan bawa sekalian catatan dari formula tersebut. " )


" Baik Boss. "


Setelah telepon ditutup Flamingo langsung menumpahkan semua isi dalam tasnya diatas meja.


" Perasaan tadi sudah kumasukkan kenapa sekarang tidak ada. "


Melihat Flamingo seperti kebingungan Steven langsung bertanya :


" Sedang mencari apa Boss ? "


" Apa kamu melihat flashdisk yang berisi data formula terbaru ? "

__ADS_1


Tanpa disadari oleh Flamingo sebenarnya flashdisk tersebut masih berada di tempat nya, namun atas ulah Sengkulu pandangan Flamingo ditutup jadi sampai kapanpun tidak akan ditemukan.


" Saya masih menyimpan salinannya Boss, sesuai perintah waktu itu. " Flamingo bernafas lega


" Kenapa tidak bilang dari tadi... Mau copot jantungku. "


" Lha Boss tidak bertanya khan. "


" Ya sudah jangan dibesarkan. Nanti malam kita kita akan bertemu dengan Boss besar jadi simpan flashdisk itu dengan aman..... Kalo masih punya flashdisk lagi kamu buat cadangan lagi buat berjaga-jaga. "


*****


Waktu telah menunjukkan pukul delapan malam. Sesuai dengan perjanjian Flamingo telah berada di tempat yang telah ditentukan. Suasana pemakaman kali ini terasa berbeda dari beberapa waktu yang lalu.


Entah kenapa saat ini perasaan Flamingo begitu cemas. Sedari tadi dia selalu menoleh ke kanan dan ke kiri dan merasa seperti diawasi.


Dari kejauhan nampak sorot lampu menerangi kegelapan malam hingga berhenti tidak jauh dari tempatnya menunggu.


Seorang pria bertubuh tinggi dan gemuk turun dari bangku belakang diikuti dua pengawalnya.


" Apakah kamu sudah membawa catatan formula tersebut ? " Tanya pria gemuk tersebut.


" Sudah Boss. " Flamingo menyerahkan sebuah amplop berwarna coklat yang berisi flashdisk.


" Coba kamu periksa isi file di dalamnya !! " Perintah Pria gemuk tersebut pada asisten yang berdiri di belakangnya.


Setelah menunggu beberapa saat asisten tersebut memberi laporan


" Semua sesuai dengan data yang pernah ditunjukkan dan sangat lengkap. "


" Bagus.... "


" Sebaiknya kamu menghilang untuk beberapa saat. " Pesan pria gemuk tersebut sambil berjalan kembali ke mobil


Setelah pria gemuk tersebut masuk ke dalam mobilnya tiba-tiba dari arah samping beberapa peluru menghantam kepala Flamingo.


" Pyar..... " Kepala Flamingo seketika pecah berantakan.


" Akhir yang indah buat orang yang sangat ceroboh.... Cepat tinggalkan tempat ini. "


Setelah mayat Flamingo dikuburkan suasana menjadi sunyi kembali.


" Apa kamu sudah melihat akhir dari kisahmu ?"


Tanya Wawan pada Flamingo


Flamingo masih tidak percaya dengan apa yang barusan dia lihat. Lima belas tahun mengabdi dan menjadi bawahan yang setia namun harus berakhir mengenaskan.


Dia bersyukur bahwa yang mati bukan dirinya tapi Steven yang didandani mirip dengannya.


" Kasihan anak itu. Dia sangat pandai dan cekatan dalam mengerjakan semua pekerjaan yang ku berikan. "


" Sekarang beritahu padaku siapa orang itu sebenarnya dan apa latar belakangnya ? "


Tanya Wawan.


" Jangan takut, setelah rekaman video ini ku serahkan ke yang berwajib mereka tahu nya kamu telah mati dan ke depannya kamu bisa memperbaiki sikapmu dan bisa menjalani hidup dengan tenang serta jauh dari masalah. "

__ADS_1


Setelah pikirannya sedikit tenang Flamingo mulai bercerita di depan kamera yang akan menjadi bukti kesaksiannya pada polisi.


*******


__ADS_2