Sang Pendamping

Sang Pendamping
Ch. 72 Klasifikasi Aura


__ADS_3

Semua orang sedang menunggu di luar kamar untuk bertemu dengan Wawan yang sedang beristirahat.


Belum ada satupun orang yang berani masuk kecuali Dimitri.


" Nak Wawan, banyak orang yang ingin bertemu denganmu. " Ucap Dimitri setelah terdiam cukup lama.


" Ijinkan saya untuk memulihkan kondisi terlebih dahulu barang tiga puluh menit Pak Dimitri. " Ucap Wawan segera mengambil sikap lotus.


" Baiklah nanti akan saya beritahu mereka. "


" Oh ya, diluar ada utusan dari kantor kepresidenan ingin berbicara empat mata denganmu. " Wawan hanya mengangguk setelah itu memejamkan mata.


Memasuki alam semesta Wawan segera memanggil gurunya :


" Kakek Kencana, Rengganis hadirlah. "


Suasana ruang kamar seketika berubah menjadi alam semesta, udara yang awalnya dingin karena ruangan tersebut menggunakan pendingin ruangan seketika menjadi hangat.


" Ada apa memanggil kami kemari Nak ? "


" Kakek, kenapa makin kesini tujuan Wawan semakin tidak jelas ? "


Kakek Kencana memandang Wawan dengan lekat. Dia paham dengan kegundahan hati Wawan. Jauh dari keluarga, dikejar oleh organisasi yang menginginkan pedang pusaka negara dan sekarang harus menghadapi para Iblis.


" Setiap orang memiliki takdirnya masing-masing. "


" Semua ini adalah bagian dari proses pendewasaan dirimu. "


" Kakek hanya menyarankan, perdalam ilmu yang sudah kamu peroleh dan bantulah setiap orang yang meminta pertolongan. Semakin kamu menghadapi masalah maka akan banyak ilmu yang bisa kamu peroleh. "


" Terima kasih atas saran yang diberikan untukku, Kek. " Wawan segera menoleh ke arah Rengganis dan bertanya :


" Bagaimana dengan khabar keluarga ku di sana ? "


" Mereka semua sehat dan sudah mulai mengikhlaskan kepergian mu. "


" Beberapa orang dari organisasi itu telah pergi dan telah melepas beberapa alat pendeteksi di sekitar rumahmu. "


" Meski begitu kamu belum bisa mengunjungi mereka karena masih ada satu orang yang tinggal, hanya saja keberadaan nya belum bisa ku deteksi. "


Meski sedih Wawan bersyukur karena musuh yang bersembunyi di kegelapan mulai mengendurkan pengawasan nya.


" Oh ya Kek, kenapa sekarang kalian jarang membantu jika aku dalam kesulitan ? "


" Bukankah kalian pernah berjanji untuk selalu ada dalam segala situasi ? "

__ADS_1


" Bukannya tidak mau tapi beliau sendiri yang sekarang mendampingi mu. "


" Guru sejati. "


" Benar. "


" Sekarang bangunlah, banyak orang yang menginginkan bantuan mu. Jika kamu ingin kami membantu, kami akan minta ijin terlebih dahulu pada beliau. "


Wawan segera mengakhiri meditasi nya dan bergegas keluar kamar.


Nampak puluhan orang tersenyum dan membuka jalan untuknya saat menuju ruang keluarga yang sudah mengalami renovasi.


" Selamat malam Bapak ibu sekalian. Senang rasanya bisa duduk diantara kalian. " Ucap Wawan sambil mengedarkan pandangan.


Matanya terus berpindah dari satu tempat ke tempat lain namun sosok yang dicari tidak ada hingga sebuah tangan menepuk bahunya.


" Apakah kamu sedang mencariku ? " Tanya Paramitha sambil duduk dan dijawab anggukan oleh Wawan.


" Ada yang bisa saya bantu ? " Tanya Wawan langsung tanpa basa basi kepada semua orang yang berdiri dan menatap nya penuh harap.


Semua orang angkat tangan dan berebut untuk bisa bicara.


Dimitri segera membuka suara :


" Saya mohon jangan berisik kita undi aja siapa yang bertanya lebih dulu. "


Sebenarnya Dimitri sangat keberatan dengan kehadiran mereka karena rumahnya bukan balai pengobatan.


Yang membuat nya berubah pikiran adalah selain memohon bantuan Wawan, mereka juga menawarkan kerja sama. Ditambah lagi beberapa orang penting negara menawarkan hal yang sama hingga mau tidak mau akhirnya Dimitri membuka pintu untuk mereka semua.


Kini omset perusahaan nya meningkat dengan tajam dalam beberapa hari terakhir. Banyak peluang bisnis ditawarkan dan semua pintu terbuka untuknya.


Wawan mulai mengedarkan pandangan spiritual nya. Nampak di belakang setiap orang berbagai macam warna aura. Ada yang hitam, biru, coklat, oranye, hijau, putih, ungu dan abu-abu.



SETIAP manusia tidak lepas dari aura yang terpancar dari dalam tubuhnya. Aura-aura tersebut menunjukkan aspek spesifik yang dominan dari keadaan emosi seseorang, kesejahteraan spiritual dan kekuatan pribadi.


Setiap warna dari aura manusia membawa makna interpretasi. Beberapa orang memancarkan warna aura secara berurutan, dalam semburan yang melebar, atau lapisan yang sulit dideteksi.


Warna-warna aura ini terkait erat dengan kondisi fisik.


Warna merah


adalah indikasi emosi yang kuat seperti kemarahan, cinta, dan kesombongan. Ini juga merupakan warna paling mendasar untuk bertindak agresif, atau menunjukkan kekuatan pribadi.

__ADS_1


Ketika cahaya merah memudar menjadi merah muda adalah indikasi pasti bahwa seseorang merasa rentan dalam beberapa hal.


Warna biru


Orang dengan aura biru yang sangat kuat adalah individu kuat dan tenang. Orang dengan aura biru sering sangat intuitif, dan condong ke disiplin yang melibatkan interaksi manusia.


Aura biru yang sangat kuat adalah indikasi bahwa seseorang memiliki kemampuan sensor luar biasa yang dapat mencakup kemampuan psikis yang belum dimanfaatkan


Warna Oranye


Aura oranye adalah indikator dari kekuatan dan vitalitas. Warna ini umum pada orang yang kompetitif secara atletik dan sukses di bidang kinerja pribadi. Beberapa orang yang tertutup dalam interaksi mereka dengan orang lain menunjukkan aura oranye yang kuat.


Warna coklat


Coklat adalah aura yang menunjukkan kepribadian untuk berjuang dengan aspek kehidupan logis dan metodis. Perjuangan ini dapat ditutup dengan perhitungan dingin, atau formula emosional dan sering dianggap orang lain sebagai orang yang tegang dan sulit dipahami.


Warna hijau


Hijau muncul ketika seseorang dalam masa penyembuhan, atau dalam kondisi kesehatan yang sangat baik. Ini adalah warna yang menunjukkan keseimbangan sempurna antara kesehatan tubuh, keamanan mental, hubungan pribadi, dan pandangan emosional. Orang yang menunjukkan aura dominan hijau secara konstan adalah penyembuh alami.


Warna putih


Aura putih yang jernih dan cemerlang sangatlah langka dan hanya ada pada orang-orang yang memiliki kesadaran spiritual yang kuat. Aura ini banyak ditemukan pada para pemimpin spiritual.


Warna hitam


Umumnya disalahpahami sebagai aura yang negatif. Meski demikian hal ini tidak pernah menjadi indikator pasti akan adanya kualitas spiritual yang buruk. Aura ini menunjukkan, bahwa seseorang berada di bawah perlindungan. Aura berwarna hitam ini bisa disebabkan oleh penyakit fisik, atau emosi seperti khawatir dan takut.


" Saya mohon semuanya tenang, saya akan membantu mengklasifikasi permasalahan kalian semua. "


Dengan berdiri di atas kursi Wawan mulai memilah orang banyak berdasarkan aura yang nampak.


Kini di depan Wawan telah berdiri dua puluh lima orang yang terbagi atas lima kelompok. Yang memiliki aura merah ada dua belas orang, berwarna oranye empat orang, abu-abu enam orang, putih dua dan biru satu.


Semua orang berdiri dengan rapih berdasarkan aura dan dari warna aura terlemah hingga ter pekat.


Setelah semua terdiam Wawan membuka suara :


" Maaf sebelumnya jika ucapan saya menyinggung perasaan Bapak ibu semua. Tidak ada maksud untuk menggurui hanya sekedar mengingatkan."


" Saat ini aturan yang berlaku dalam dunia seperti hukum rimba dimana golongan yang hebat karena memiliki kekayaan dan kekuasaan bisa menindas kaum yang lemah. Alangkah baiknya kekuasaan dan kekayaan yang kita miliki digunakan untuk membantu sesama. "


" Kita tidak pernah tahu siapa yang sudah kita sakiti tapi yang kita tahu adalah mereka pasti akan mendoakan hal buruk untuk kita. "


" Musuh terberat dalam peperangan bukanlah lawan yang kuat dan tangguh tapi justru musuh yang terberat adalah memerangi hawa *****."

__ADS_1


*****


__ADS_2