Sang Pendamping

Sang Pendamping
Ch. 58 Perburuan Mustika 2


__ADS_3

Wawan terdiam sambil berfikir


" Saya jadi penasaran dengan cincin tersebut. "


" Bolehkah saya melepasnya ? "


" Heh bocah...."


" Kalo ngomong yang benar..."


" Kamu mau jadikan saya kelinci percobaan. "


" Apa kamu punya pengalaman bedah perut orang ? "


Wawan hanya tersenyum.


" *Apakah pada waktu itu Pak Arifin tahu bahwa yang membedah perut bapak adalah seorang dokter*." Pak Arifin hanya diam mendapat pertanyaan seperti itu.


" Apakah dia menggunakan peralatan lengkap atau hanya menggunakan peralatan sederhana untuk melakukan nya ? "


Pak Arifin sedang berusaha mengingat kejadian yang sudah berlalu tiga puluh lima tahun yang lalu.


Sebuah peristiwa yang tidak pernah dia lupakan seumur hidup akan betapa sakitnya proses operasi saat itu.


" Seperti halnya artis.... Demi penampilan mereka berani mengoperasi wajah dan tubuhnya supaya terlihat cantik dan mendongkrak popularitas dirinya. "


" Begitu juga dengan keilmuan demi mendapatkan kekuatan tubuh pasti membutuhkan penempaan yang hebat dan penuh dengan kesakitan. "


" *Ada spekulasi dalam hal ini. "


" Andai berhasil maka Pak Arifin bisa mempelajari bagaimana cara menyerap energi dan meningkat ke jenjang berikutnya dan jika gagal maka Pak Arifin akan meninggal*. "


" *Apa yang dikhawatirkan Pak Arifin saat ini. "


" Kenyataan nya semua orang juga tahu jika Pak Arifin sudah meninggal*. "


Semua nya terdiam dan suasana menjadi sepi. Pak Arifin berusaha mempertimbangkan ucapan Wawan.


Sambil menunggu jawaban dari Pak Arifin Wawan segera menghubungi Dewi Rengganis dan kakek Kencana lewat telepati nya untuk bermusyawarah.


" Ada apa nak Wawan memanggil saya ? "


Tanya Kakek Kencana.


Kemudian Wawan menceritakan permasalahan yang dihadapi nya kepada kakek Kencana dan Dewi Rengganis


" Pendapatku adalah cincin tersebut menyimpan memori dari pemilik sebelum nya baik kekuatan dan cara menggunakannya. "


" Termasuk untuk mengendalikan pemilik nya supaya tidak berkhianat. "


" Apakah cincin tersebut bisa mendeteksi keberadaan pemilik nya ? "


" Sepertinya begitu ...."


" Karena melihat bagaimana organisasi tersebut masih mengawasi keluarga Pak Arifin itu artinya bahwa cincin itu masih mengirimkan sinyal dan tanda bahwa pemilik nya masih hidup. "


" Jadi andai Pak Arifin keluar dari dunia batin maka keberadaan nya langsung terdeteksi. "


" Hmm...." Kakek Kencana mengangguk


" Apakah cincin tersebut bisa diambil ? "


" Dengan kemampuan kamu saat ini sulit tapi kalo yang melakukan Pangeran Sethyawan dan Anjani bisa. " Kakek Kencana memberi saran


" Bukannya Sengkulu dan Reksageni sedang mengikuti organisasi tersebut. "


Balas Dewi Rengganis


" Apa hubungannya dengan mereka. "

__ADS_1


Tanya Wawan


" Justru mereka ahli dalam hal ini. "


" Pekerjaan mereka awalnya khan di bidang santet. "


" Pasti mudah buat mereka mengambil dan memindahkan nya. "


Wawan tanpa membalas menunggu lama segera melakukan telepati supaya Reksageni dan Sengkulu datang menemuinya.


" Apa yang bisa saya bantu Tuan ? "


Tanya Reksageni saat berdiri di depan Wawan


" Apakah ada perkembangan dari orang yang kamu ikuti saat ini ? "


" Maaf Tuan.... saya mendapat informasi bahwa mereka mulai bergerak ke Surabaya terkait dengan fenomena alam yang terjadi sekitar dua jam yang lalu. "


" Fenomena alam apa yang terjadi sehingga mereka bergerak kemari ? "


" Apakah Tuan tidak menyadarinya ? "


" Saya sedang berada di alam batin hingga tidak tahu apa yang terjadi di luaran sana. "


" Saya akan mengirim informasi terkait fenomena alam dan pembicaraan mereka Tuan. "


Seketika di depan Wawan terlihat sebuah layar dan berisi tentang fenomena alam yang terjadi.


Langit nampak sangat gelap gulita dimana pancaran sinar matahari tidak mampu menembus awan tersebut.


Petir saling menyambar di atas langit. Hujan badai terjadi di tengah lautan belum lagi terjadi angin topan yang menumbangkan beberapa pohon yang dilewati nya.


Gunung yang tadinya tertidur lama mulai menampakkan aktivitas nya membuat tanah bergetar yang mengakibatkan beberapa bangunan roboh akibat pergerakan tanah.


Langit yang awalnya gelap gulita berubah menjadi warna biru dan terpusat menjadi satu titik.


Cuaca menjadi cerah kembali meninggalkan duka bagi yang terkena efek dari peristiwa tersebut dan menjadi pertanyaan bagi kebanyakan orang.


Bagi orang yang mengetahui akan apa yang terjadi semua mulai bergerak ke tempat dimana jatuhnya titik biru tersebut.


Layar segera berganti dengan pemandangan disebuah kantor yang sangat besar. Terdapat sekitar lima belas orang sedang berdiri di dekat pintu. Nampak seorang pria dewasa sedang menerima telepon dan Wawan tahu siapa dia Sumitro. "


Pria tersebut sedang menjawab telepon dari seberang sana.


" ( Menurut pantauan kami peristiwa tersebut terjadi di sekitaran kota Surabaya). "


" ( Segera kamu kerahkan seluruh anak buahmu menyebar di sana). "


" Sebagian anggota yang berada tidak jauh dari lokasi akan segera merapat ke Surabaya Pemimpin. "


Sambil memberikan perintah lewat kode kepada salah satu dari lima belas orang tersebut untuk bergerak dan dijawab dengan anggukan serta segera meninggalkan ruangan.


" ( Bagus..). "


" Bagaimana cara saya bisa menemukan keberadaan dari barang tersebut ? "


" ( Tempatkan seluruh anggota mu disetiap sudut kota) "


" ( Tepat pukul sembilan malam tembakkan suar ke langit dan dari tempatku akan memberikan sinyal.)


" ( Meskipun bersembunyi ke dalam bumi maka keberadaan nya tetap akan terlihat). "


" ( Oh ya satu lagi.... Cincin milik Arifin terlihat di sekitaran rumah sakit kota dan tidak bergerak selama lebih kurang dua minggu.) "


" ( Coba kamu cari informasi seseorang yang sakit atau koma selama lebih dari dua minggu terhitung dari tanggal yang saya berikan). "


" Maaf pemimpin bukannya Arifin sudah meninggal. "


" Soalnya saya sendiri turut menyaksikan jenazah nya di kremasi. "

__ADS_1


" ( Saya sendiri juga sempat dibuat bingung dengan cincin milik Arifin yang tiba-tiba menyala lemah berada di Surabaya) "


" ( Mungkin ada seseorang yang mengetahui rahasia cincin tersebut dan dia mengambilnya) "


" Jadi keberadaan cinncin tersebut di sekitaran rumah sakit bisa jadi dia sedang memasangnya. "


" ( Mungkin saja.... Coba kamu sekalian mencari tahu) "


" Baik.... Saya akan memesan tiket penerbangan sekarang juga. "


" Klik... " telepon diujung sana dimatikan.


Pasca menerima telepon semua orang nampak sibuk menghubungi seseorang di seberang sana. Setelah lima belas menit kemudian semua berjajar dengan rapih.


" Bagaimana dengan tim kalian? " Tanya Sumitro


" Semua sedang bergerak menuju Bandara dan stasiun untuk segera menuju titik pertemuan Pak. "


" Bagus kalo begitu..... Sudah pesan pesawat untuk penerbangan satu jam ke depan ? "


" Beres Pak... "


" Mari kita berangkat. "


Setelah itu tayangan pada layar di depan Wawan menghilang.


" Apa perintah buat kami selanjutnya Tuan ? "


Wawan berfikir sejenak melihat pergerakan musuh yang sangat cepat.


"Aha.... " Wajah Wawan tersenyum setelah menemukan ide.


" Sekarang saya minta tolong kamu untuk melepas cincin yang terpasang pada dantian Pak Arifin. "


" Siap Tuanku..... "


Setelah itu Reksageni dan Sengkulu muncul di hadapan Pak Arifin yang membuatnya lari terbirit-birit.


Bukannya diam justru mereka malah mengejar nya.


Lewat telepati Wawan menegur mereka


" Apa yang sedang kalian lakukan ? "


" Tuan beri kami sedikit hiburan setelah kami bekerja sekian waktu. "


" Tolong...... Tolong...... Ada setan.... "


Teriak Pak Arifin yang sedang berlari kesana kemari.


" Sudah cukup..... Hentikan..... Waktu kita tidak banyak.... " Segera Reksageni dan Sengkulu


Pak Arifin mulai nampak kelelahan setelah berlari kesana kemari setelah dia merasa tidak diikuti kemudian berlari ke arah Wawan.


" Tolong ..... Aku tadi melihat setan..... "


" Tenang Pak.... Mereka semua adalah teman saya.... "


Nafas Pak Arifin tersengal-sengal sambil berkata


" Kenapa tidak bilang dari tadi.... "


Wawan hanya terdiam karena bingung harus menjawab apa.


" Saya sudah memiliki cara untuk mengambil cincin tersebut dan saya harap bapak bersiap diri. "


*****


Maaf jika cerita yang Qinan paparkan banyak terdapat typo dan sedikit dewasa

__ADS_1


__ADS_2