
Memasuki rumah, Mas Wahid langsung dipanggil oleh Abah.
" Darimana aja.... Seharian pergi main.Ngga ingat waktu. "
" Besok lagi kalo ajak Wawan kamu cerita. Abah sampai khawatir."
" Sampai Abah nelpon ke orang tuanya barangkali Wawan kabur. "
Memang sudah menjadi rahasia umum anak-anak kabur meninggalkan pondok karena berbagai macam hal. Alasan utama biasanya ngga betah.
******
Selepas salat Maghrib sudah menjadi rutinitas Abah membimbing anak-anak seusia Wawan ngaji Qur'an.
Abah menunjuk beberapa anak untuk membaca masing-masing 10 ayat dan yang lain menyimak sambil menunggu giliran. Sedangkan Wawan dipanggil untuk duduk disamping Abah
" Wan, sudah bisa baca Qur'an.... "
" Sampun Bah ( sudah Bah). "
" Sekarang tugasmu pijetin kaki Abah ya sambil menyimak "
" 😔😔😔😔"
" Lho katanya di pondok suruh ngaji.... Lha ini malah suruh mijet. Salah kaprah. " bathin Wawan
" Kenapa diam aja....? "
" *Ngga mau...."
"Malu*..... " Tanya Abah
" Mau Abah "
" Ya sudah ...cepat mulai. "
Abah duduk dengan bersandar pada dinding ruangan dengan mata terpejam, tangan kanan memegang ilir ( kipas dari bambu) sedangkan tangan kiri jari telunjuk mengetuk-ketuk lantai sambil menyimak bacaan.
Wawan sibuk memijat telapak kaki Abah dengan hati dongkol awalnya.
Mendengar ayat-ayat Qur'an yang dibacakan anak-anak seusianya membuat hatinya menjadi tenang.
Ayat demi ayat terpatri dengan kuat masuk ke dalam alam bawah sadar Wawan. Ditambah lagi Abah mulai mengkaji setiap ayat yang dibacakan para santri hingga waktu Isya datang.
*****
Hari sabtu sore Mas Wahid mengajak Wawan pergi lagi.Kali ini kita pergi ke rumah cewek.
" Kita mau kemana Mas... "
" Main ke rumah teman. " sambil membelokkan kemudi kuda binter mercynya kearah kiri
" Lho Mas, rumah Mba Citra Khan lurus kok kita malah belok. "
" Citra giliran nya nanti sore habis Isya, nah sekarang masih jam 4. Giliran berkunjung ke sana masih lama. "
" Oalah wedhus... wedhus.. " umpat Wawan lirih
Sesaat kemudian di depan pintu rumah yang lumayan agak besar Mas Wahid mengetuk pintu.
" Hey Wahid, tumben aku dapat kunjungan yang pertama... "
Wawan " ??????? "
" Mari masuk.... "
" Wahid, ini siapa.... "
" Kenalin namanya Wawan keponakan ku. Wawan kenalin ini Mba Indah. "
keduanya saling berjabat tangan.
" Tangannya halus " ujar Wawan lirih dijawab dengan senyuman Mba Indah
" Makasih.... meski begitu aku rajin lho beberes rumah. " Indah mempromosikan dirinya.
" Iya Mba, sama kayak mamah. Meskipun mamah kerja di rumah sakit, tapi kegiatan rumah juga masih bisa dikerjakan meski dibantu bibik."
Saat asisten rumah tangga Mba Indah membawa minuman untuk mereka.
" Makasih Bik. " ucap Wawan
" Nggih... monggo di unjuk. "
Kesan pertama Wawan ke Mba Indah.... tinggi putih, cantik rambut sebahu. Yang uniknya antara Mba Indah dan Mba Citra sangat mirip bagai pinang dibelah dua cuma pas pembagian di area dada Mba Citra banyakan dikit 😁😁😁.
Pengalaman ini menjadi pembelajaran di usia Dewasa.
__ADS_1
________________
note:
Disini Qinan velvet mengambil kesimpulan bahwa selera seseorang tidak akan berubah. Pembedanya hanya tipis layaknya orang selingkuh yang di rumah sudah tidak muda karen faktor usia, aktivitas mengurus rumah tangga dan cerewet sedangkan yang baru masih muda sudah pasti masih kencang, lebih manja akan tetapi secara fisik mereka memiliki kesamaan. Versi muda dan versi tuanya
_________________
" Asem kok lama-lama aku jadi obat nyamuk ya." bathin Wawan
" Mas, Wawan ke depan dulu ya."
" Panas disini. "
" Oh ya Wan, dari tadi kek.... hahahaha. "
Wawan segera menuju ke arah depan sambil menggerutu.
Dilihatnya banyak batu bulat yang ditata dengan rapih untuk menghiasi pekarangan milik keluarga Mba Indah. Sesekali dia ambil dan dilempar ke arah jalan.
Lemparan yang kesekian kali batu tersebut mengenai sebuah mobil starlet kalo ngga salah.
" Prak.... ciiiiitttt. " terdengar suara gesekan ban dengan aspal.
" Siapa yang melempar batu. " kata pemilik mobil marah. Dan matanya bertemu pandang dengan Wawan.
" Kamu sini.. " panggil pemilik mobil tersebut dan Wawan segera mendekat
" Kurang ajar kamu ya .....Lempar-lempar batu sembarangan. "
" Maaf Om, Wawan ngga sengaja. "
" Ngga sengaja gimana... jelas-jelas kamu melempar batu. "
" Orang tuamu mana....? "
" Di Semarang Om. Kebetulan lagi main disini. "
Mendengar keributan diluar Mas Wahid dan Mba Indah segera keluar.
" Maaf Pak, ada masalah apa ya..? "
" Ini adikmu ya.... " sambil menunjuk ke arah Wawan
" Betul Pak. "
" Ngga sengaja Mas. " kata Wawan tertunduk malu. "
" Solusinya bagaimana Pak..... "
" Sebagai kakaknya kamu harus ganti kaca mobil ini. "
" Glek..... " Wawan dan Mas Wahid sama-sama menelan ludah
" lima puluh ribu rupiah.. "
" 😥😥😥😥 "
Pada waktu itu bakso satu mangkok masih boleh 500 rupiah sedangkan sekarang 20.000.
Jadi asumsi harga sekarang ya 50.000 x 40 \= 2.000.000.
Memang kala itu harga mobil sangat mahal tak terjangkau. Motor juga masih bisa dihitung dengan jari.
" Sebentar Ya Pak saya ke depan dulu mau pinjam uang ke teman. "
" Kamu jangan kabur lho. "
" Dia teman saya Pak. Ngga usah khawatir. "
Mas Wahid segera menyalakan motornya.
" Wan, kamu ikut. " Mas Wahid khawatir jika terjadi sesuatu yang diinginkan pada Wawan karena bapak itu sedang kalut.
Sedikit jauh dari lokasi Mas Wawan mengeluarkan 5 lembar uang 500 an gambar monyet
" Buat apa Mas "
" Sssttt.... kamu diam aja. Kalo ngga terpaksa hal ini sangat dilarang. "
Keajaiban terjadi uang kertas pecahan 500 menjadi pecahan 10.000.
Wawan takjub dengan apa yang dilihatnya.
" Mas, apa ngga bahaya kalo tiba-tiba uangnya bisa berubah ? "
" Batas waktu nya 48 jam. Setidaknya masalah hari ini bisa teratasi. "
__ADS_1
" Yuk ke warung depan sana. "
" Mas Wahid mau makan.. " saat motor melaju ke warung depan
" Titip motor. " jawab Mas Wahid singkat
Setelah menitipkan motor kita kembali ke rumah Mba Indah dengan jalan kaki.
" Mas, boleh ngga Wawan diajari cara tadi ? "
" Kenapa ngga boleh.... Nanti Mas Wahid ajari. "
Sambil terus berjalan mereka berdua terus ngobrol hingga rumah Mba Indah
" Nah itu teman saya datang Pak. " kata Mba Indah menunjuk ke arah Wawan. Mungkin Bapak itu merasa bahwa kita berdua kabur.
" Ini uangnya Pak. " sambil menyerahkan 5 lembar uang pecahan 10.000
" Maaf Pak agak lama. Saya jalan kaki karena motor yang saya pakai saya terpaksa saya titipkan ke teman. "
" Ngga masalah. Yang penting kalian ada itikad baik. " sambil tersenyum.
" Saya tinggal dulu. Mau langsung ke dealer Toyota dulu. "
" Hati-hati di jalan Pak. "
" Lho motormu kemana...? "
" Emang kamu punya teman daerah sini. "
" engga. "
"Motor ku di warung diujung jalan sana. Tak titipin disitu. "
" Lha terus dapat uang dari mana ? "
" Dari Allah..."
" 🤔🤔🤔"
Tak lama terdengar suara adzan berkumandang. Wawan hendak pamit karena motornya masih dititipin di warung.
" Salat jamaah disini sekalian ya. Kebetulan di rumah cuma berdua sama bibik. Trus warung diujung sana masih sodara. Nanti tak anterin selepas salat. "
******
Mba Indah senyam senyum sendiri saat dia mencium tangan Mas Wahid.
" Hayo... lagi membayangkan apa...? "
" Rahasia... "
Memang bergaul dengan orang paling ganteng dan populer di sekolah sangat menguntungkan.
Kembali Wawan berboncengan bertiga. Karena motor cewek terpaksa harus duduk saling berdesakan.
Aroma wewangian yang terpancar dari tubuh Mbak Indah berlalu lalang di hidung Wawan.
Harum, ada aroma manisnya, lembut, dan kenyal menempel dipunggung Wawan saat Mas Wahid mengurangi kecepatan dengan menginjak rem.
Setelah motor diambil, Mas Wahid segera berpisah dengan Mba Indah menuju terminal berikutnya.
" Mas, tau ngga parfum Mba indah wanginya ngga mau hilang. Nempel di baju Wawan."
" Hahaha. Mas sudah tau. "
" Kok bisa. "
"Itu jurus perempuan menandai miliknya."
" 😱😱"
" Jadi gini Wan, kalo di tubuh kamu ada bau parfum perempuan trus kalo punya perempuan lain pasti akan terjadi keributan. Siapa yang diuntungkan dalam hal ini. "
" Mba Indah. "
" Kamu cerdas. "
" Artinya dia menang perang tanpa bertanding. "
" Atau setelah ini menurut pemikiran Indah bau parfum ini sebagai pengingat akan dirinya. "
" Kalo kamu punya lebih dari satu minimal harus punya stok baju dua. "
" Wkwkwkkwk." Ucapan Mas Wahid terpatri ke dalam kepalanya.Ilmu baru
" Ternyata selingkuh itu perlu strategi juga ya Mas ....kayak perang. " dilanjutkan obrolan ngga penting supaya perjalanan tidak terasa.
__ADS_1
Akhirnya motor memasuki pekarangan rumah Mba Citra.