
Berita penangkapan Gustavo kini menghiasi layar kaca. Kecaman dan hujatan tidak hanya datang dari dalam negeri tapi juga dari komnas HAM internasional.
Pemerintah mulai mendapat tekanan untuk segera menuntaskan penyelidikan saat video rekaman Gustavo mulai menghiasi dunia maya.
Semua orang yang disebut dalam video Gustavo mulai gelisah dan berusaha melarikan diri. Namun berkat kerjasama antara pemerintah dan masyarakat yang saling bahu membahu membuat mereka tidak dapat bersembunyi.
" Konspirasi selama puluhan tahun akhirnya terungkap dan skandal politik terekspos dan para pelaku kini sedang menjalani proses persidangan dan minimal hukuman bagi yang terlibat langsung adalah penjara seumur hidup atau hukuman mati. " Ucap pembawa acara.
" Dari semua peristiwa yang terjadi tidak mungkin hanya s buah kebetulan belaka. "
apa orang yang telah berjasa mengungkap kejahatan mereka ? " Nampak sebuah siluet foto hitam dengan tanda tanya di tengahnya.
" Sekian Terima kasih. "
Wawan mematikan televisi dan duduk termenung.
" Apa yang sedang kamu pikirkan sekarang ? "
Tanya Paramitha saat melihat Wawan yang sedang melamun.
" Aku ingin pulang. " Paramitha tertegun manakala melihat butiran-butiran air mengalir dari sudut mata Wawan dan segera dia berdiri dan menempelkan kepala Wawan ke pelukan nya.
" Tuntaskan segera masalah yang disini dan pergi ke negara tirai bambu. " Dewi Rengganis muncul tiba-tiba membuat Paramitha dan Wawan terkejut
" Aku lelah..... " Jawab Wawan lirih
" Ada aku dan Rengganis yang selalu mendampingi mu. " Jawab Kakek Kencana tiba-tiba muncul di sebelah Rengganis
" Kami selalu ada untukmu Tuan. " Ucap blacky dan Sengkulu bersamaan.
" Semangat..... " Ucap Paramitha
" Kamu jangan pernah merasa sendiri..... Ada kami disisi mu. "
" Tok.... Tok.... " Terdengar suara pintu di ketuk
Paramitha berjalan dan segera membuka pintu.
" Tuan Wawan ada ? " Tanya Dimitri
" Mari silahkan masuk. "
" Ada apa Pak Dimitri mencari saya ? " Tanya Wawan saat Dimitri sudah berdiri di dekatnya.
" Ada tamu dari kantor kepresidenan. " Ucap Dimitri lirih
" Baik, saya akan segera menemui mereka. "
__ADS_1
" Oh ya bagaimana khabar orang-orang itu ? "
" Apakah keluarga mereka sudah berkumpul kembali ? "
" Sudah Tuan, mereka sebenarnya sudah datang kemari beberapa kali tapi saya katakan bahwa Tuan sedang tidak ingin diganggu. "
" Terima kasih atas pengertian yang diberikan. "
" Tolong panggil tiga orang tamu yang belum saya ketahui permasalahannya kemari. "
" Maaf jika saya tidak sopan meminta tolong pada Pak Dimitri. " Ucap Wawan tulus
" Sudah sewajarnya sebagai tuan rumah melayani tamu nya. " Balas Dimitri dengan penuh hormat. Baginya keberadaan Wawan di rumahnya adalah sebuah anugrah.
" Sampaikan pula pada utusan dari kantor kepresidenan jika saya minta waktu sebentar untuk mengerjakan sesuatu. " Pinta Wawan
" Blacky, Sengkulu apakah masalah pemimpin pendeta sudah kamu ketahui siapa dukun yang melakukan nya ? "
" Pendeta tersebut sudah berhasil saya bebaskan dari pengaruh guna-guna Tuan. Sedangkan dukun yang melakukannya telah Tuan bunuh waktu itu. "
" Berarti waktu itu sebenarnya kita telah menyelesaikan permasalahan tersebut. "
" Benar Tuan, hanya saja perintah dukun tersebut tetap akan dijalankan meski Tuannya telah meninggal. "
" Terima kasih atas bantuannya. "
" Tok.... Tok.... " Kembali pintu diketuk dari arah luar
" Biarkan mereka masuk. " Pinta Wawan pada Paramitha
Berdiri di hadapan Wawan dua orang pria dan satu orang anak perempuan berusia dua belas tahun.
" Sekiranya apa yang bisa saya bantu ? " Tanya Wawan pada mereka bertiga.
Mendapat kesempatan untuk bicara anak perempuan itu angkat tangan.
" Siapa namamu ? " Tanya Wawan
" Namaku Silvia, sebenarnya maksud dan kedatangan ku hendak...... " Wawan langsung angkat tangan untuk menghentikan ceritanya.
" Cukup..... Saya ingin kamu diam dulu tidak perlu menjelaskan. Sekarang diam lah dulu dan dengarkan kedua pria ini berbicara. " Mendengar hal ini Silvia hanya mampu diam dan bersungut-sungut.
" Dimana-mana anak kecil selalu tidak di dengarkan dan dipedulikan. " Ucap Silvia dalam hati.
" Jangan berprasangka buruk terhadap ku, coba kami dengarkan cerita mereka dahulu. Barangkali ada hubungannya dengan ceritamu. " Silvia seketika melihat ke arah Wawan dan di jawab dengan anggukan.
Paramitha yang sedari tadi diam langsung mendekat ke arah Silvia atas perintah Wawan melalui telepati.
__ADS_1
" Kamu tenang dulu ya...... Dia tidak mengabaikan mu. " Ucap Paramitha sambil mengelus rambut Silvia
" Hmmm.... " Jawab Silvia sambil mengangguk
" Apakah tadi beliau yang berbicara padaku ? "
" Benar.... "
" Baiklah sekarang cerita kan dengan jelas maksud kedatangan kalian. "
Tanpa sungkan pria tersebut langsung berbicara
" Begini Tuan, saya berdua adalah saudara kandung yang telah terpisah selama tiga puluh tahun karena kedua orang tua kami bercerai. "
" Sesaat setelah kedua orang tua kami meninggal dan mewariskan sebuah liontin pada kami maka muncul sebuah keniatan untuk membuktikan mimpi yang selalu datang. "
" Entah sebuah kebetulan atau memang sudah takdir kita bertemu di tempat dan waktu yang sama dan langsung bisa mengenali satu dengan yang lain. "
" Mimpi yang kita alami bisa dikatakan semua terjadi namun masih tersisa sebuah penggalan cerita tentang perjalanan menuju gunung es. "
" Gunung es...... " Ucap Wawan dan Silvia hampir bersamaan.
Sebelum Silvia hendak berbicara Wawan segera berkata
" Tunjukkan liontin itu padaku. " Pinta Wawan
Kedua orang itu maju dan menyerahkan dua keping liontin berbentuk segitiga sama sisi.
Wawan terus memperhatikan kedua liontin tersebut lalu meminta Dewi Rengganis dan kakek Kencana untuk hadir kembali dan mendekat.
Namun sebelum dia melakukan itu semua tanpa semua sadari Wawan telah memindahkan mereka ke alam batinnya dan memasang perisai terlebih dahulu untuk mencegah sesuatu yang tidak diinginkan.
Kehadiran Kakek Kencana dan Dewi Rengganis membuat tiga orang tersebut tersentak kaget dan bingung karena sedari tadi mereka tidak melihat kedatangan seseorang ditambah lagi kecantikan paras Dewi Rengganis membuat perhatian mereka sedikit teralihkan. Bagi mereka kecantikan Paramitha sudah cukup membuat semua orang iri ditambah lagi kini ada sosok perempuan yang memiliki kecantikan yang berbeda.
" Mari kita mulai. " Ucap Wawan memberi perintah
Dengan kemampuan yang dimilikinya saat ini serta dibantu oleh Dewi Rengganis dan kakek Kencana Wawan mulai menyatukan kedua liontin tersebut.
Awalnya proses penyatuan liontin tersebut tidak menunjukkan suatu keanehan dan Wawan mengira bahwa apa yang dilakukan ada yang salah. Setelah beberapa saat muncul akar-akar cahaya dari kedua liontin tersebut dan mulai saling menyatu sesuai warna. Merah dengan merah, kuning dengan kuning, biru dengan biru dan hijau dengan hijau.
Liontin itu mulai bergetar dan memancarkan keempat warna tersebut dari sela-sela jari milik Wawan serta meronta-ronta untuk bisa keluar dari genggaman Wawan.
Wawan terus berusaha menggenggam dengan erat liontin tersebut supaya tidak lepas membuat dirinya terbawa terbang bersama dengan liontin tersebut keatas.
" Lepaskan..... Biar dia menunjukkan jati diri aslinya. " Kakek Kencana berteriak mengingatkan kala tubuh Wawan sudah mulai membumbung tinggi.
****
__ADS_1
Maaf jika update sering terlambat karena kesibukan saya di dunia nyata yang makin banyak karena menjelang HPL