Sang Pendamping

Sang Pendamping
Ch. 57 Perburuan Mustika 1


__ADS_3

Wawan dan Pak Arifin sepakat untuk latih tanding atas apa yang sudah dipelajari Pak Arifin sekaligus ingin tahu kemampuan bertarungnya.


Pak Arifin tidak menunggu aba-aba langsung menyerang Wawan dengan pukulan yang cukup mematikan.


Gerakan tubuh Pak Arifin sangat lincah dengan usia yang bisa dikatakan tidak muda lagi.


Pak Arifin berhasil membuat Wawan kewalahan dengan serangan tanpa jeda dan membuat tubuh nya menjadi samsak hidup.


" Pukulan nya sangat sulit untuk diprediksi membuatku tidak mampu berfikir. "


" Bruakkkk... " Wawan terpelanting ke belakang saat dia sedang berfikir tiba-tiba sebuah pukulan yang sangat keras menghantam pelipis kirinya membuat dia condong ke kanan dan disusul oleh pukulan di dagu nya.


" Heh bocah.... Mau sampai kapan kamu akan tiduran disitu ? " Ejek Pak Arifin setelah menjatuhkan Wawan yang kesekian kali


" Bagaimana kamu bisa berurusan dengan organisasi itu jika menghadapi ku saja kamu seperti ini."


" Aku baru menggunakan seperempat dari kekuatanku dan hasilnya seperti yang terlihat sekarang. "


" Hehehe... "


" Santai Pak....."


" Aku tadi hanya melakukan pemanasan saja Pak Arifin."


" Sekarang waktu nya untuk serius. " Wawan mulai mengalirkan energi ke tangan dan kaki.


Badannya terasa hangat dan lebih ringan.


Wawan segera bangkit dan mulai serius dalam pertarungan melawan Pak Arifin.


Dengan gerakan yang sama dengan yang digunakan Pak Arifin Wawan mulai menyerang dengan kecepatan yang sulit diikuti oleh mata orang awam.


Pak Arifin yang sudah cukup berpengalaman dalam pertarungan dibuatnya kewalahan. Dia hanya mampu menangkis dan menghindari setiap pukulan dan tendangan yang diarahkan padanya.


" Kenapa wawan bisa menggunakan jurus kumiliki..... "


" Hanya orang dalam organisasi saja yang yang bisa mempelajari nya..... " ucapnya dalam hati.


" Siapa yang menjadi pembimbing anak ini. "


" Pak Tua kenapa sekarang malah ngelamun ? "


" Gunakan semua kemampuan mu. "


" Mana kesombongan yang tadi diucapkan ? " Ucap wawan memprovokasi.


Wawan tidak membiarkan Pak Arifin untuk beristirahat sejenak segera wawan mulai bersiap untuk menyerang kembali.


Pak Arifin mulai menanggapi dan membalas setiap serangan dari Wawan.


Hingga pada suatu kesempatan Wawan melakukan gerakan memutar dan hendak menendang kepala Pak Arifin. Tendangan tersebut dibatalkan Wawan kala Pak Arifin bersiap menggunakan punggung lengannya untuk melindungi kepala nya.


Secara mendadak Wawan merubah dari yang awalnya tendangan menjadi pukulan.


Dan kali ini serangan nya berhasil mengenai dada dan samping kepala dengan gerakan yang tidak bisa diprediksi.

__ADS_1


" Buk... Prakkk. "


Pak Arifin muntah darah setelah dirinya mendarat dengan indah di atas tanah.


Wawan tersenyum karena berhasil menipu Pak Arifin.


" Jangan puas hati. " Pak Arifin segera bangkit dan berlari menuju ke arah Wawan.


" Sekarang terima serangan ku ."


Wawan segera mempraktikkan jurus yang beberapa waktu lalu dipelajari nya.


" Jurus cermin waktu - memukul bayangan. "


Wawan segera melakukan pukulan ke samping kiri kemudian berpindah lima langkah ke samping kanan dan meloncat sambil berguling ke depan sambil melakukan pukulan ke atas.


Yang terjadi adalah saat Pak Arifin hampir tiba di dekat Wawan tanpa dia tahu tiba-tiba dari arah kiri muncul sebuah tangan mengenai pipinya membuat tubuhnya miring ke kanan.


Tidak cukup disitu saat tubuh Pak Arifin sedikit terhuyung dari arah kanan dirinya terkena pukulan kembali hingga tubuhnya hampir roboh ke depan dan disambut oleh sebuah pukulan dari bawah mengenai dagunya kembali untuk kedua kalinya.


Tubuhnya melayang di udara hingga punggung nya menghantam tanah dengan keras.


" Bruak..... Aaaargh... " Wawan berjalan menghampiri Pak Arifin.


" Beri waktu sejenak buat aku istirahat. "


Ucap Pak Arifin sambil mengangkat tangan dan memberi isyarat supaya Wawan berhenti.


Wawan duduk di samping Pak Arifin.


" Hehehe... Wawan hanya meniru gerakan yang dilakukan Pak Arifin saja. " Jawab Wawan bohong. Dia menduplikasi jurus milik Pak Arifin saat dirinya terkena pukulan.


Pak Arifin hanya mengangguk sambil berkata dalam hati


" Memang anak berbakat. "


" Apa saja yang kamu ketahui tentang jurus organisasi Bunga Kencana ? "


"Semua tentang jurus organisasi saya tahu hanya saja perlu contoh dalam praktek nya. Kebetulan tadi saat kita tanding bapak memberikan contoh dan efek yang terjadi saat dipukulkan ke lawan. "


" Apa Bapak mau tahu apa saja yang sudah saya pelajari ? " Pak Arifin mengangguk


Wawan segera mempraktikkan lima jurus milik organisasi Bunga Kencana.


" Jurus pertama Tangan Besi - Membelah angin. "


Wawan segera memantapkan pondasi kuda-kuda dan melakukan gerakan seperti tari awalnya lembut dan tidak bertenaga hingga diakhir jurus Wawan mengalirkan energi ke genggaman kedua tangannya dan dipukulkan ke depan


" Jegerrrrrrr.... " Pohon yang ada di alam batin Wawan di ujung sana hancur berkeping-keping.


Pak Wawan tidak percaya bahwa jurus yang selama ini dipelajari nya bisa menghancurkan sesuatu dari jarak jauh.


" Jurus kedua Tangan besi - Membelah Bumi. "


Wawan melanjutkan gerakan nya dan diakhiri dengan memukul ke tanah.

__ADS_1


"Grek.... grekkkkk.... " Tanah sepanjang lima kilometer nampak retak dan terbuka selebar lima meter


" Jurus ketiga Tangan Besi - Menggenggam Sukma. "


Wawan mengalirkan energi ke kedua kaki dan dangan dan melakukan gerakan yang sangat kaku dan bertenaga sambil berlari dia menghantam bebatuan yang berjajar rapih di depan nya.


" Plashhhhh...... Duar.... duar.... duar.... "


Batu yang dipukul Wawan masih utuh depannya namun di bagian belakang hancur diikuti hancurnya batu yang berada di belakang nya.


" Berhenti.... " Teriak Pak Arifin dan Wawan menoleh ke arahnya.


" Kemari lah..... " Wawan segera menghampiri Pak Arifin.


Wawan mengambil sikap berdiri tegak kemudian mengalir kan energi ke genggaman tangan kanan kanannya. Dia memukul ke arah depan dan membuka telunjuk tangannya serta melakukan gerakan menggores.


Yang terjadi adalah lilin terpotong miring dengan rapih sedangkan bagian sumbu yang masih jatuh kesamping dan tetap hidup.


Pak Arifin melongo menyaksikan nya.


" Jurus ini yang sering digunakan pemimpin untuk mengeksekusi para pengkhianat. "


" Bagaimana cara kamu menguasainya. Sedangkan saya sudah sepuluh tahun tapi tidak menunjukkan hasil. "


" Selama ini yang digunakan Pak Arifin hanya tenaga dalam murni. "


" Sedangkan yang barusan Bapak lihat adalah kombinasi antara tenaga dalam dan energi dalam tubuh yang berasal dari pusat dantian. "


Pak Arifin tidak mengerti dengan penjelasan Wawan


" Bisa kamu jelaskan lebih detail. "


" Dantian adalah pusat energi dari seorang kultivator. Jika dantian seseorang memiliki kualitas yang baik maka dia mampu menyimpan energi dalam bentuk besar. "


" Energi bisa diperoleh dari alam dan sebuah benda. "


" Bisakah kamu mengajari saya ? "


Dijawab dengan anggukan


" Sekarang Pak Arifin duduk dengan sikap lotus. " Perintah Wawan


Setelah itu Wawan memeriksa kondisi dantian Pak Arifin dan terkejut


" Pak Sepertinya dantian anda seperti dipasang segel oleh seseorang. "


Nampak sebuah cincin melingkar di ujung jaringan milik dantian Pak Arifin.


" Dantian itu apa dan bentuknya seperti apa ?" Tanya Pak Arifin


" Dantian itu memiliki berbentuk bulat seperti mata ikan, bening dan berwarna seperti air tajin."


........


Maaf jika beberapa hari tidak update... Qinan sedang tidak enak badan😊😊😊😊

__ADS_1


__ADS_2