
Pagi-pagi sekali saat mentari baru menampakkan diri dikediaman pondok bambu terlihat Jim Bei sedang menyapu halaman pondok bambu tersebut sambil bernyanyi.
"***Potong bebek angsa.... Angsa di kuali....
Nona minta dansa... Dansa empat kali....
Dorong kekiri.... Dorong kekanan....
La la la la la la......
Masuk ke hutan... Ambil rambutan
Dikejar-kejar orang utan wo wo wo***...."
Jim Bei bernyanyi tanpa memperdulikan sekitarnya.
Feng Teng yang mendengar suara orang bernyanyipun terbangun dari tidurnya dan keluar menuju kedepan rumahnya untuk melihat siapa orang bernyanyi di kediamannya.
__ADS_1
"Huft.... Ha ha ha...." Feng Teng pun tertawa saat mengetahui bahwa muridnya sedang menyapu tapi yang membuat tertawa karena melihat bahwa muridnya itu sedang bernyanyi dengan semangat sambil mengeluarkan suara yang fals.
Jim Bei yang mendengar suara ada orang yang tertawapun menghentikan nyanyiannya dan langsung menoleh ke arah belakang.
Dan terlihatlah sosok Feng Teng yang sedang tertawa dengan kerasnya. Melihat gurunya tertawa Jim Bei pun menjadi merah karena malu dan diapun tertunduk.
Menyadari kalau muridnya sedang tertunduk malu karena ketawanya yang keras Feng Teng pun merasa bersalah dan berusaha menghilangkan suasana yang canggung tersebut.
"Ehemm.... Bei'er bisakah engkau memasak untuk gurumu ini karena gurumu ini sudah merasa sangat lapar" kata Feng Teng berusaha bersikap tenang dan berwibawa.
"Baik guru murid akan segera menyiapkan makanan untuk guru" jawab Jim Bei dan langsung segera berlari menuju dapur sambil menahan rasa malunya.
*****
Tak beberapa lama setelah itu Feng Teng selesai membersihkan diri dan mengganti pakaian keluar dari kamarnya menuju dapur. Dan terlihatlah makanan yang sudah tertata rapi di tempat makan.
"Guru mari makan" sapa Jim Bei mengagetkan Feng Teng yang dari tadi tidak menyadari keberadaan Liu Bai.
__ADS_1
"Oh iya Bei'er mari kita makan" jawab Feng Teng sambil mengambil piring untuk makan. "Iya guru semoga guru menyukai masakanku" kata Jim Bei sambil mengambil piring juga.
saat Feng Teng merasakan makanan masakan muridnya itu membuat dirinya bertanya kepada Jim Bei " guru tidak tau kalau kamu bisa memasak makanan seenak ini Bei'er" puji Feng Teng terhadap muridnya.
"Terimakasih guru.... murid dulu sering sekali belajar memasak ke pada ibu jadi murid sedikit tahu bumbu masakan" jawab Jim Bei sambil terlihat ada kesedihan di wajahnya.
Feng Teng yang menyadari kalau muridnya itu merindukan keluarganya pun menarik nafas yang dan berkata "Maafkan guru Bei'er guru tidak bermaksud menyinggung masalah keluarga
Mari kita lanjut makannya nanti makanannya keburu dingin, kan sayang kalo Sampek dingin" lanjut Feng Teng sambil mengusap kepala muridnya itu.
Tak berselang lama merekapun selesai makan dan Feng Teng pun pergi kedepan kediamannya sambil menyeduk secangkir teh, Sedangkan Jim Bei setelah makan dia pergi untuk mencuci piring.
"Bei'er jika kamu sudah selesai dengan urusanmu di belakang segeralah kesini" kata Feng Teng dengan sedikit berteriak.
Jim Bei yang mendengar panggilan gurunya diapun mempercepat mencuci piringnya dan pergi ke tempat gurunya. "Murid disini guru" sapa Jim Bei setelah sampai di tempat Feng Teng.
"Wah cepat juga ya ternyata kamu" kata Feng Teng sambil menunjukkan senyuamannya.
__ADS_1
"Kamu pergi ganti pakaianmu sekarang karena setelah ini guru akan memberikan latihan untukmu untuk meningkatkan kekuatan fisikmu Bei'er" lanjut Feng Teng.
Jim Bei yang mendengar apa yang diperintahkan gurunya dengan penuh semangat segera pergi masuk ke kamarnya untuk mengganti pakaiannya.