
"Istirahatlah dulu besok kita lanjutkan lagi pembicaraan kita. Kau bisa menggunakan kamar yang berada di sebelah kanan itu." ucap putri Nawang.
Raden Sanjaya memasuki sebuah kamar dan beristirahat. Keesokan paginya, Sekar Wulan nampak sibuk mempersiapkan makanan. Sedangkan raden Sanjaya terlihat sedang menyiapkan ramuan untuk menyembuhkan titik cakra ibunya yang rusak akibat racun penghancur sukma dan ramuan penguat fisik dan jiwa untuk Ibu nya dan Sekar Wulan. Selir Ling yang sangat kagum dengan kemampuan raden Sanjaya dalam membuat ramuan.
"Raden, kalau boleh aku mengetahui, darimana raden belajar membuat ramuan..? Pengetahuan dan ketrampilanmu dalam membuat ramuan sungguh luar biasa.." tanya selir Ling.
"Ki Sumali, kakekku lah yang telah mengajariku tentang tanaman herbal dan membuat ramuan. Beliau adalah orang yang sangat hebat dalam membuat ramuan." jawab raden Sanjaya.
"Aku sangat kagum padamu. Selain raden memiliki kemampuan kanuragan yang tinggi, ternyata raden juga seorang yang ahli dalam membuat ramuan. Apakah raden berkenan untuk mengajari ku membuat ramuan..?" tanya selir Ling.
"Tentu saja nyonya, aku pun berharap bisa belajar tentang racun dari nyonya." jawab raden Sanjaya.
"Maaf nyonya, bisakah nyonya memanggilku dengan sebutan nama saja..? Jangan memanggilku raden, itu membuatku tidak nyaman. Bagaimanapun ayahku sangat menghormatimu, sehingga aku tidak layak menerima penghormatanmu.." ucap raden Sanjaya.
"Hahahaha.. buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Baiklah, permintaan yang sama seperti permintaan ayahmu. Sebagai gantinya, kau bisa memanggilku bibi.." ucap selir Ling sambil mengusap kepala raden Sanjaya.
Ramuan yang dibuat raden Sanjaya telah siap. Setelah menikmati makanan yang disiapkan Sekar Wulan, Raden Sanjaya meminta ibunya dan Sekar Wulan untuk meminum ramuan dan dilanjutkan dengan bermeditasi untuk menyerap inti sari ramuan tersebut. Sambil menunggu keduanya bermeditasi, raden Sanjaya belajar teknik racun kepada Selir Ling.
Begawan Sabdawala yang mengamati dari kejauhan merasa sangat bangga dengan kemampuan cicitnya tersebut. Setelah hampir setengah hari, tiba-tiba ledakan energi tenaga dalam terjadi. Sekar Wulan berhasil naik tingkat, kini Sekar Wulan memasuki tingkat guru tahap puncak, sedangkan 10% titik cakra Putri Nawang Sari berhasil diperbaiki oleh ramuan raden Sanjaya.
"Walau hanya sekitar sepuluh persen, tapi aku merasa aliran energiku menjadi lebih kuat. Putraku memang sangat hebat. Aku sangat bangga padamu.." batin putri Nawang.
"Guru... aku berhasil naik tingkat.. Raden, terimakasih telah membantuku naik tingkat.." ucap Sekar Wulan sambil memeluk raden Sanjaya.
Sebuah jeweran mendarat di telinga Sekar Wulan.
"Mau sampai kapan kau memanggilku guru..? Dan, kalian belum menikah, jangan asal memeluk putraku.." Putri Nawang menjewer telinga Sekar Wulan.
" Aduuuh.. sakiit.. sakiit.. Ah.. gu.... eh ibu.." ucap Sekar Wulan malu-malu.
Raden Sanjaya merasa sangat senang hingga tersenyum..
"Kenapa kamu cengar-cengir..? Senang bisa dipeluk Sekar Wulan..?" goda Ibunya.
Raden Sanjaya hanya menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal dan tersenyum malu. Setelah itu, raden Sanjaya mengeluarkan kitab pedang kilisuci untuk diberikan kepada Sekar Wulan.
"Nona Wulan, ini kitab pedang Kilisuci. Pelajarilah dan sempurnakan gerakanmu. Aku akan membantumu untuk memahami apa yang tertulis di dalam kitab ini." ucap raden Sanjaya.
__ADS_1
"Terima kasih raden. Aku akan berusaha sekuat tenaga untuk dapat menguasai kitab ini.." jawab Sekar Wulan.
Sekar Wulan menerima kitab pedang kilisuci dan mulai mempelajarinya. Dengan didampingi Begawan Sabdawala, raden Sanjaya dan Putri Nawang Sari, Sekar Wulan mempelajari kitab pedang kilisuci.
"Bukankah ibu juga menguasai kitab pedang kilisuci..? tapi mengapa pedang es justru ayah yang menggunakannya..? tanya raden Sanjaya.
"Roh pedang es tidak mengakui ibu, karena ibu hanya mempelajari jurus pedang kilisuci saja. Guruku, beliau menghilang sebelum mengajariku jurus pukulan kilisuci.." jawab ibunya.
"Hanya mempelajari jurus pedangnya saja kombinasi ibu dan ayah dapat menggemparkan dunia persilatan. Apalagi kalau ibu menguasai seluruh isi kitab pedang Kilisuci.." batin raden Sanjaya.
Raden Sanjaya terus memperhatikan gerakan Sekar Wulan. Sesekali dia memberikan instruksi kepada Sekar Wulan tentang beberapa gerakannya yang kurang sempurna.
"Hanya dengan melihat isi kitab pedang kilisuci, Sanjaya bisa mengetahui detail dari gerakan pedang kilisuci. Benar-benar jenius." batin begawab Sabdawala.
"Kakek begawan, ada yang ingin aku tanyakan.." ucap raden Sanjaya.
"Katakan, apa yang ingin kamu ketahui.." jawab begawan Sabdawala.
"Apakah kakek begawan pernah mendengar tentang penculikan bayi dan para gadis yang dilakukan oleh Tengkorak Hitam akhir-akhir ini..?" tanya raden Sanjaya.
"Ya aku mendengarnya, karena itulah akhir-akhir ini kakek melakukan penyelidikan. Hanya bayi yang berumur kurang dari 3 bulan yang mereka ambil." jawab begawan Sabdawala.
"Kakek juga tidak yakin, tapi kakek rasa ini semua pasti berhubungan dengan Kala sang Penguasa Kegelapan." jawab begawan Sabdawala.
"Penguasa Kegelapan..? Kala..? Siapakah dia kek..?" raden Sanjaya bingung dengan informasi yang baru saja didapatnya.
"Kala sang Penguasa Kegelapan adalah anak dari Durga Kali, dia sumber dari segala angkara murka dan muslihat yang ada di muka bumi ini. Dia dan ibunya, Durga Kali bertugas menyesatkan manusia untuk meninggalkan jalan kebenaran. Dan juga segala kekuatan hitam yang ada di muka bumi ini bersumber dari Penguasa Kegelapan. Tapi diperlukan tumbal untuk mempelajari kekuatan hitam tersebut." jawab begawan Sabdawala.
"Hhmmmmm.. sekarang semuanya menjadi sedikit lebih jelas. Mungkin benar apa yang dikatakan kakek Begawan, para bayi dan gadis itu pasti akan digunakan sebagai tumbal pemujaan Tengkorak Hitam kepada Penguasa Kegelapan. Tapi apakah memang dibutuhkan banyak bayi dan gadis..?" batin raden Sanjaya.
-->
Setelah beberapa hari berlatih, Sekar Wulan telah berhasil menguasai pedang kilisuci dengan sempurna. Seperti seorang dewi yang sedang menari, dia memainkan pedang di tangannya seolah-olah pedang itu bagian dari tubuhnya. Tebasan dan tusukan yang tegas dan kuat, serta hindaran yang gesit dan lincah mampu dilakukannya.
"Hanya tinggal menyerap energi mantram sakti dari pedang kilisuci, Nona Wulan akan benar-benar menguasai pedang kilisuci ini.." batin raden Sanjaya.
"Nona Wulan, kau telah menguasai jurus pedang ini dengan sangat baik. Selanjutnya pelajarilah mantram sakti pedang kilisuci, dan seraplah energinya." ucap raden Sanjaya.
__ADS_1
"Baik raden. Aku akan mencoba mempelajarinya.." jawab Sekar Wulan.
-->
Sementara itu terjadi keributan di dekat pasar desa Gadungsari. Sekelompok orang sedang berusaha merebut seorang bayi dan menyeret beberapa orang gadis. Sekte Tengkorak Hitam yang dipimpin oleh Karman sedang merebut bayi dari seorang wanita.
OOEEEEEKK.. OOEEEEEKK.. OOOEEEEEEKK..
"Tolong lepaskan anak ku keparaaatttt..!! teriak seorang laki-laki sambil menyerang dengan sebuah pentungan.
Beberapa orang pemuda lainnya terlihat sedang berusaha menyelamatkan para gadis yang sedang diseret oleh Tengkorak Hitam.
"Bajingaaan kalian.. lepaskan calon istriku. Kalian memang bukan manusia, kalian biadap.." teriak salah seorang sambil maju menyerang.
JBUUUUUGGG..
JDAAAAAGG.. CTAAAAAAKK..
JDUUUUUUGG..
Tendangan dan pukulan telak mengenai penduduk yang berusaha menyerang mereka. Penduduk itupun terpental dan tidak dapat berdiri lagi untuk melanjutkan pertarungan.
"Hahahaha.. kalian sekumpulan semut beraninya kalian menghalangi Tengkorak Hitam. Kalian memang cari mati."
"Bunuh mereka semua.." teriak Karman.
Beberapa orang dengan senjata golok maju hendak menyerang penduduk yang sudah tidak berdaya itu. Sebelum mereka sempat menyerang tiba-tiba seseorang melompat dari kuda dan menyerang anggota tengkorak hitam yang bersenjata itu..
"Pukulan Api Bumi.." teriaknya.
BOOOOMMM.. JDAAAAARR..
Anggota Tengkorak Hitam pun terpental dan jatuh tidak bernafas lagi. Sementara itu seorang lainnya menyerang Karman yang sedang menggendong bayi.
JBUUUUUUGG..
Sebuah tendangan telak mengenai perut karman dan membuat bayi itu terlempar. Karman terpental belasan meter dan jatuh tidak sadarkan diri.
__ADS_1
"Pangeran, tangkap bayi itu, jangan sampai dia terjatuh.." teriaknya.