Sang Pendekar

Sang Pendekar
BAB XXXIII


__ADS_3

"Aku akan membantu kakek tuan Jaka dengan seluruh kekuatan dan kemampuan ku. Dan aku bersumpah atas nama langit dan bumi, aku akan setia kepada tuan Jaka dan kakek tuan Jaka." ucap topeng hitam.


"Kami pun akan melakukan hal yang sama dengan topeng hitam tuan.." ucap anak buah topeng hitam serempak.


Setelah semalam mereka menunggu, keesokan harinya Topeng perak dan topeng merah sampai di tempat kelompok topeng hitam menunggu.


"Rupanya kau telah sampai dulu disini topeng hitam. Bagaimana hasil pencarianmu..? dan siapa mereka berdua ini..?" tanya topeng perak.


"Kau bisa tanya sendiri kepada mereka berdua.." jawab topeng hitam.


"Siapa kalian ini dan apa tujuan kalian datang kemari..?" tanya topeng merah dengan sombong.


"Kakek, tolong bantu aku hadapi topeng perak. Aku akan menghadapi topeng merah." bisik raden Sanjaya yang disusul anggukan ki Sumali.


"Keparaaaatt..!! beraninya kalian tidak menghiraukan pertanyaan topeng merah..!" ucap topeng perak.


"Kau belum tau siapa ka........" topeng merah tidak melanjutkan ucapannya.


Belum sempat topeng merah melanjutkan ucapannya, raden Sanjaya dengan gerakan yang sangat cepat sudah berdiri tepat di hadapan topeng merah dan membuat topeng merah terkejut.


"Sejak kapan pemuda ini berada di depanku..? Aku bahkan tidak sempat melihat gerakannya.." ucap topeng merah dalam hati.


Hal yang sama juga dialami topeng perak. Walaupun tidak secepat raden Sanjaya, gerakan Ki Sumali membuat topeng perak tidak sempat bereaksi saat Ki Sumali berdiri tepat di depannya.


"Apakah mereka benar-benar tingkat guru tahap menengah..?" batin topeng perak.


Topeng perak menyerang ki Sumali, tapi dengan gesit ki berhasil menangkis dan menghindari serangan dari topeng perak.


TAAAAAAKK... SEEEETTT.. SEEEEET.. TAAAAAAPP


Tak terasa puluhan jurus telah mereka keluarkan. Anak buah topeng perak pun membantu melakukan serangan. Tapi ki Sumali dengan tenang membalas serangan anak buah topeng perak dan melumpuhkannya.


JDHEEEESS.. JBUUUUUG.. JDUUUUUUG..


Tendangan dan pukulan ki Sumali mendarat di tubuh anak.buah topeng perak, membuat mereka kesakitan dan tak mampu meneruskan pertarungan. Dengan ganas topeng perak menyerang ki Sumali dengan tombaknya.


"Kau pengguna tombak. Akan kuuji seberapa hebat ilmu tombakmu topeng perak.." ucap Ki Sumali sambil mengeluarkan tombak.

__ADS_1


Sementara itu, tangan raden Sanjaya mencengkeram pundak topeng merah saat dia hendak bereaksi dan membuat topeng merah tidak dapat bergerak.


JBUUUUUUUG..


Sebuah tendangan mendarat di perut topeng merah dan membuat topeng merah jatuh berlutut memegangi perutnya. Anak buah topeng merah tampak begitu ketakutan mengetahui topeng merah jatuh hanya dengan satu tendangan. Mereka pun ikut berlutut dan menundukkan kepala.


SWIIIING.. WHUUUUUSS.. TAAAAAKK..


Suara serangan tombak topeng perak dengan mudah dihindari dan ditangkis oleh Ki Sumali. Topeng perak menjadi geram karena setiap serangannya tidak ada satu pun yang mengenai musuhnya.


"Kau jangan hanya bisa menghindar saja pak Tua. Keluarkan seluruh kemampuanmu.." ejek topeng perak.


WHUUUUNG.. TRAAAAK.. TRAAAAKK.. TRAAAAANG..


JBLAAAAAAKKK...


Mereka sudah bertukar ratusan jurus, sampai akhirnya sabetan gagang tombak Ki Sumali mengenai paha topeng perak dan membuatnya jatuh ke tanah..


"Tombak Halilintar.." teriak ki Sumali


"Ampuni aku Ki.. Aku mengaku kalah.." topeng perak berteriak ketakutan.


"Jurus tombakmu cukup lumayan, apa nama jurus tombakmu itu..?" tanya ki Sumali.


"Jurus tombak Patmayoni, dari perguruan Wiji Sejati." jawab topeng perak.


"Kau berkhianat kepada perguruan Wiji Sejati dan bergabung dengan Tengkorak Hitam..?" ucap Ki Sumali marah..


"Tidak.. aku adalah mantan pengawal raja. Jurus tombak Patmayoni adalah jurus tombak yang diajarkan perguruan Wiji Sejati kepada tentara kerajaan Kawi." ucap topeng perak.


"Topeng hitam, mengapa kamu diam saja dan tidak membantu kami. Kau berkhianat kepada Tengkorak Hitam..?" tanya topeng merah sambil menahan sakit.


Topeng hitam berdiri dan berjalan ke arah topeng merah dan topeng perak.


"Sudahlah, lebih baik kalian dengarkan penjelasan dari tuan Jaka Pengalasan.." ucap topeng hitam sambil melepas topengnya.


"Aku akan mengampuni kalian semua, asalkan kalian mau menjadi pengikutku dan kakeku. Apakah kalian bersedia..?"

__ADS_1


"Jika kalian bersedia, aku akan menghancurkan semua jurus kalian, tapi tidak dengan tenga dalam kalian. Sebagai gantinya, kakekku akan mengajari kalian jurus baru yang lebih hebat tentunya."


"Jika kalian tidak bersedia, maka aku akan membunuh kalian semua disini.." ucap pangeran Sanjaya tegas.


"Apa untungnya kami menjadi pengikutmu..?" tanya topeng merah.


"Aku dan kakekku tidak memberi keuntungan apa-apa. Justru aku akan meminta kalian membantu kakekku mendirikan padepokan yang akan menghancurkan Tengkorak Hitam.." jawab raden Sanjaya.


"Sudahlah, terima saja tawaran tuan Jaka. Apakah kalian mau selamanya berada di bawah cengkraman Tengkorak Hitam..? ucap Ujang.


"Aku bersedia tuan. Aku akan menjadi pengikut tuan dan kakek tuan." jawab topeng perak.


"Topeng perak dan kau topeng hitam, mengapa kalian berkhianat kepada Tengkorak Hitam.? Apa kalian tidak takut Tengkorak Hitam mengejar kalian..?" tanya topeng merah.


"Topeng merah, aku sudah muak dengan semua pekerjaan kotor ini. Dan aku tidak mau lagi hidup dalam kebohongan ini.." ucap topeng perak sambil membuang topengnya.


"Apakah kamu ingin selalu hidup di balik topengmu itu..?" ucap Ujang.


Topeng merah merasa hatinya tersiram air mendengar ucapan Ujang. Dia sadar bahwa selama ini hidup yang dijalaninya penuh dengan kebohongan dan bertentangan dengan hati nuraninya.


"Aku bersedia tuan. Aku akan menjadi pengikutmu.." ucap topeng merah sambil membuka topengnya.


"Baik.. apa kalian bersedia semua jurus kalian aku hancurkan..?" tanya raden Sanjaya.


"Kami bersedia tuan.." jawab mereka serempak.


"Jangan kau hancurkan jurus topeng perak cucuku. Aku merasa jurus tombaknya akan lebih hebat bila digabungkan dengan jurus tombak halilintar" ucap Ki Sumali disusul dengan anggukan kepala raden Sanjaya.


Dengan menggunakan Mantram Kalimasada dan Mantram Kadampurnan, raden Sanjaya menghancurkan jurus topeng merah dan anak buahnya. Atas permintaan ki Sumali, jurus topeng perak tidak dihancurkan. Selain itu raden Sanjaya juga menghancurkan watak angkara dari dalam diri topeng perak, topeng merah dan anak buahnya.


"Sesampainya di desa Lawean, kakekku akan mengajari kalian jurus baru. Jika kalian berkhianat, maka aku akan menghancurkan lautan jiwa kalian.." ucap raden Sanjaya.


Lalu mereka memperkenalkan diri mereka masing-masing. Topeng merah bernama asli Slamet, dan topeng perak bernama Barno. Raden Sanjaya mencari tahu penyebab Tengkorak Hitam bisa begitu berkuasa di kerajaan Kawi.


"Bagaimana Tengkorak Hitam bisa berkembang begitu cepat dan nyaris tidak ada yang bisa menghentikannya..?" tanya Raden Sanjaya.


"Ini semua berawal dari lima tahun setalah kematian pangeran Mahkota, saat diketahui bahwa raden Sanjaya belum mati." Barno memulai ceritanya.

__ADS_1


"Raja Dewayana dan seluruh pengikutnya dimasukkan ke dalam penjara bawah tanah, lalu Pangeran Pranoto memerintahkan Tengkorak Hitam untuk memburu raden Sanjaya. Akan tetapi berita yang ku dengar, raden Sanjaya berlari ke dalam alas Purba dan mati di alas Purba."


"Mengetahui berita itu, pangeran Pranoto naik tahta dan mengangkat Ki Karto pimpinan Tengkorak Hitam menjadi patih luar dan Manto diberikan jabatan Senopati Kiri." Barno menjelaskan.


__ADS_2