
Baru saja matahari terbit dari ucuk timur Feng Teng sudah dikejutkan oleh seorang anak kecil yang baru saja selesai menyapu halaman pondok bambu di kediaman miliknya.
"Akhirnya selesai juga" kata Jim Bei sambil mengelap keringat dikeningnya.
"Bei'er apa ini semua kamu yang menyapunya...?" Feng Teng pura-pura bertanya kepada Jim Bei walaupun dia sendiri sudah menyaksikannya kalau Jim Bei sendirilah yang menyapunya.
"Murid memberi salam kepada guru" Jim Bei memberi salam kepada gurunya. "Iya guru murid yang menyapu halaman ini, jika murid melakukan kesalahan murid siap menerima hukuman" lanjut Jimbei sambil berlutut di hadapan gurunya itu.
"Tidak Bei'er kamu tidak melakukan kesalahan apapun, guru hanya kagum kepadamu" jawab Jim Bei dengan senyuman yang melengkung di bibirnya.
"Terimakasih karna guru sudah memuji murid" Jim Bei sekali lagi memberi hormat dan tersenyum kepada gurunya.
Walaupun Jim Bei masih anak kecil yang baru berumur lima tahun tapi mental dan kecerdasannya melebihi anak-anak seumurannya.
"Bei'er kamu mandi dan istirahat saja dulu, dan guru akan menyiapkan sarapan buat kita berdua" ucap Feng Teng kepada Jim Bei dengan lemah lembut.
"Baik guru, murid undur diri" Jim Bei memberi hormat dan pergi masuk kedalam pondok kediamannya.
__ADS_1
Feng Teng pun tidak bisa menyembunyikan rasa senang dan kekagumnya kepada muridnya itu.
*****
"Murid memberi salam kepada guru" hormat Jim Bei kepada Feng Teng saat memasuki kediaman gurunya itu.
"Duduklah Bei'er mari kita makan bersama" kata Jim Bei dengan senyuman yang terus melengkung dari bibirnya dari tadi pagi.
"Terimakasih guru" Jawab Jim Bei dengan sangat sopan.
"Anak ini benar-benar sangat cerdas, rajin, dan sikapnya juga sangat sopan sekali" Feng Teng berbicara dalam hatinya sambil menilai tentang muridnya itu.
Tak lama setelah itupun mereka berdua sudah selesai makan. "Guru.. biar murid saja yang mencuci piringnya" kata Jim Bei menawarkan diri sambil mengambil piring dan berjalan menuju dapur.
"Baiklah Bei'er kamu itu sudah kemauanmu" kata Feng Teng sambil membiarkan Jim Bei mencuci piring.
Tak berselang lama Feng Teng memanggil Jim Bei " Bei'er guru akan menghadap ke kepala sekte dulu dan jika kamu sudah selesai mencuci piringnya kamu boleh pergi berjalan-jalan untuk melihat-lihat sekte".
__ADS_1
"Baik guru, terimakasih sudah mengijinkan murid untuk pergi berjalan-jalan" Jawab Jim Bei sambil tetap melanjutkan mencuci piring.
Feng Teng pun pergi meninggalkan Jim Bei sendirian di pondok bambu tanpa ada rasa khawatir. Karna dia yakin dengan kecerdasan dan status Jim Bei sebagai muridnya Jim Bei bisa menjaga dirinya di sekte.
*****
"Hormat kepada kepala sekte" Feng Teng memberi hormat kepada kepala Sekte Naga Langit yang bernama Zhao Li.
Terlihat seorang Laki-laki sepuh yang terlihat seperti berumur enam puluh sampai tujuh puluh tahunan yang sebenarnya umur aslinya lebih dari itu duduk di tempat duduk sebuah aula yang besar.
"Teng'er kamu sudah kembali dan aku tidak menyangka kalau kamu bisa kembali dari misi secepat ini padahal tetua yang lain masih membutuhkan waktu lebih lama dari kamu" kata kepala sekte yang bernama Zhao Li itu.
Zhao Li adalah tetua pertama di urutan posisi ketua dan sekaligus kepala sekte Naga Langit yang sudah mencapai tingkat pendekar Langit tahap menengah.
"Mungkin Junior ini hanya beruntung bisa menyelesaikan misi ini dengan cepat" Jawab Feng Teng dengan penuh sopan.
Author mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya buat yang sudah mendukung karya author ini. Semoga Tuhan membalas kebaikan kalian Aamiiin....
__ADS_1