
Di dalam dimensi jiwanya, Raden Sanjaya melihat sesosok perempuan yang sangat cantik, berambut panjang dengan kulit putih seperti es. Kabut tebal menyelimuti bagian dada sampai lutut perempuan itu sehingga hanya tampak kepala, tangan dan sebagian kakinya saja. Raden Sanjaya tampak terpesona oleh kecantikannya.
"Ss... si... siapa kau..? kenapa kau ada di dimensi jiwaku..?" tanya raden Sanjaya terbata-bata.
"Tuan, aku adalah roh dari pedang es yang tuan bawa. Kekuatan jurus pedang kalimasada telah membangkitkan aku dan membawaku masuk ke dalam dimensi jiwa tuan"
"Tapi siapakah kamu..? Apa kamu punya nama..? Dan bagaimana kamu bisa berada pada pedang es..?" tanya raden Sanjaya.
"Aku adalah salah satu bagian kecil dari kesadaran roh semesta ini yang dititahkan oleh Sang Hyang Agung untuk menuntun seseorang yang berjiwa suci membuka Hastana Hyang Asa."
"Aku adalah Kilisuci dan aku adalah pasangan dari Kalimasada"
"Lalu apa maksudmu mengatakan bahwa pintu Hastana Hyang Asa terbuat dari kayu pohon jati..? Apa makna sebenarnya..?" tanya Raden Sanjaya.
"Aku tidak dapat mengatakannya, aku hanya bisa memberi tuan petunjuk itu saja. Dengan pemahaman tuan, aku yakin tuan dapat menemukan jawaban dari petunjukku itu."
"Aku hanyalah kunci, tuan lah yang harus memutar kunci itu agar pintu bisa terbuka."
Perlahan Roh Kilisuci menghilang dari dimensi jiwa raden Sanjaya dan kembali bersemanyam di pedang es. Pedang es pun kembali ke wajud asalnya. Di dalam dimensi jiwa, raden Sanjaya bersemedi memikirkan makna dari pohon jati. Tiba-tiba dimensi jiwa raden Sanjaya bergetar dan muncul sebuah pohon jati yang sangat besar di tengah dimensi jiwanya.
"Mengapa ada pohon jati di tengah dimensi jiwaku..? Pohon ini muncul dengan sendirinya saat aku memikirkan makna dari pohon jati itu.." pikir Raden Sanjaya.
__ADS_1
Raden Sanjaya mendekati pohon jati itu dan memeriksa dengan seksama. Akhirnya raden Sanjaya dapat memahami makna kayu pohon jati setelah beberapa saat melihat dengan seksama pohon jati yang berada di dimensi jiwanya. Bersamaan dengan pemahaman yang didapat raden Sanjaya, pohon jati itu tiba-tiba menghilang dari dimensi jiwa raden Sanjaya, yang membuat raden Sanjaya semakin yakin akan apa yang dipahaminya.
"Ahhhhhh... aku mengerti sekarang maknanya. Saat aku memikirkan pohon itu muncul dan saat aku memikirkan hal lain pohon itu tiba-tiba menghilang.."
Kayu yang dalam bahasa kawi (jawa kuno) berarti kajeng, adalah keinginan dan jati adalah kependekan dari kahanan jati atau keadaan sejati. Sebenarnya kayu jati bermakna keinginan yang sebenarnya dan pohon adalah induk kehidupan dari kayu jati, sama seperti manusia adalah induk dari keinginan sejati.
"Jadi pintu itu adalah aku sendiri. Jadi keinginan ku membuka pintu itu sama hal nya aku harus membuka pintu hatiku untuk menerima apapun yang ada di balik pintu itu dengan ikhlas." batin Raden Sanjaya.
Raden Sanjaya pun akhirnya keluar dari dalam dimensi jiwanya kembali ke kesadaran fisiknya. Perlahan raden Sanjaya mendekati pintu itu dan meletakkan telapak tangannya pada pintu itu.
"Wahai pintu, aku tau sesungguhnya siapa kamu. Kamu adalah perwujudan dari keinginanku, kesadaranmu tak berbeda dengan kesadaranku. Aku memintamu untuk terbuka seperti aku sedang membuka hatiku.." gumam raden Sanjaya.
Pintu Hastana Hyang Asa berubah menjadi sinar biru dan masuk ke dalam tubuh raden Sanjaya. Dimensi jiwa raden Sanjaya bergejolak sesaat sampai akhirnya tenang kembali.
Energi spiritual berhembus dari dalam Hastana Hyang Asa. Ki Sumali dengan tertatih-tatih berjalan mendekati raden Sanjaya. Dia sangat takjub dengan keberhasilan raden Sanjaya.
"Aku tidak tau apa yang kau lakukan raden, tapi aku benar-benar tidak menyangka raden berhasil melakukannya. Sedalam apa pemahaman yang kau miliki, bahkan aku yang setua ini belum tentu mampu menyelesaikan ini semua.." batin Ki Sumali bangga.
KAMU TELAH BERHASIL MENYELESAIKAN UJIAN MU MANUSIA MUDA. SELANJUTNYA APA YANG ADA DI DALAM HASTANA HYANG ASA ADALAH MILIKMU
"Terimakasih Yang Mulia, semua ini karena kemurahan hati Yang Mulia yang telah memberikan ujian sesuai dengan kemampuan hamba.." jawab Raden Sanjaya
__ADS_1
DAN KAU ORANG TUA, KARENA KESABARANMU MENDIDIK DAN MENJAGA DIA, AKU AKAN MENGABULKAN SATU PERMINTAANMU. TAPI SETELAH ITU AKU AKAN MEMBERIKAN TUGAS BARU UNTUKMU.
"Terimakasih atas anugrah yang Engkau berikan kepada Hamba. Permintaan hamba adalah bisa selalu bersama dengan cucu hamba, mendampingi setiap perjalanannya hingga akhir hayat hamba. Hamba ingin menjadi saksi perjalanan cucu hamba, Raden Sanjaya.." pinta ki Sumali.
AKU TIDAK BISA MENGABULKAN PERMINTAANMU ITU, TAPI KAU AKAN TETAP MENJADI SAKSI DARI KEBERHASILAN MANUSIA MUDA INI. AKU INGIN KAU MENGABDIKAN DIRIMU UNTUK MENJADI PANDHITA MENGAJARKAN BUDI PEKERTI KEPADA SEMUA ORANG SEPERTI KAU MENGAJARINYA.
SEBAGAI GANTINYA AKU AKAN MENGHILANGKAN RACUN DINGIN YANG BERSARANG DI TUBUHKU. MASUKLAH KAU KE DALAM HASTANA, DUDUKLAH DIATAS SALAH SATU BATU PUALAM HIJAU YANG ADA DI DALAM.
"Hamba sangat berterima kasih atas kemurahan Yang Mulia. Hamba akan menjalankan apa yang Yang Mulia perintahkan. Mohon berilah hamba petunjuk." jawab ki Sumali.
PERGILAH KE SALAH SATU DESA YANG ADA DI NEGERI INI. DIRIKANLAH SEBUAH PADEPOKAN DAN BERI NAMA PADEPOKAN NAGA LANGIT
"Hamba akan menjalankannya Yang Mulia.." jawab Ki Sumali.
Raden Sanjaya dan Ki Sumali memasuki bangunan Hastana Hyang Asa. Di dalam bangunan tersebut terdapat sebuah patung Kalacakra dengan tinggi sekitar enam meter dan terbuat dari emas murni. Tepat di depan patung terdapat sebuah batu berwarna hitam yang setinggi perut raden Sanjaya, dan terdapat tulisan kawi kuno yang berbunyi Selo Kresno.
Diatas batu Selo Kresno tersebut terdapat sebuah kotak dari kayu jati dan disampingnya terdapat sebuah pedang dengan sarung pedang berwarna keperakan dengan hiasan ukiran. Pada gagang pedangnya terdapat sebuah permata merah delima yang berada diantara dua batu permata safir hitam. Energi Spiritual yang kental keluar dari dalam kotak kayu dan pedang yang berada disampingnya. Tepat di depan Selo Kresno terdapat kotak berukuran cukup besar.
Di samping kiri dan kanan Selo Kresno masing-masing terdapat tujuh batu pualam hijau. Batu pualam hijau mempunyai fungsi yang hampir sama dengan batu wulung hitam, tapi batu pualam hijau ini mempunyai kelebihan lain yaitu menetralkan segala jenis racun yang diakibatkan bahkan oleh hewan spiritual suci. Walaupun batu pualam hijau ini ringan, tapi batu ini tidak sangat kuat dan tidak mudah pecah.
Ki Sumali langsung duduk di atas salah satu batu pualam hijau dan melakukan meditasi mengalirkan tenaga dalam ke seluruh tubuhnya. Hal yang tidak pernah dilakukan Ki Sumali setelah mengetahui racun dingin bersemayam di dalam tubuhnya. Perlahan tampak kabut berwarna hijau kehitaman dengan bau menyengat keluar dari pori-pori tubuh ki Sumali. Raden Sanjaya yang dari awal menatap kotak diatas batu Selo Kresno sampai terpengaruh dengan bau menyengat yang keluar dari dalam tubuh ki Sumali.
__ADS_1
"Inikah racun dingin yang diderita kakek..? Sungguh racun yang cukup ganas dan pastinya sangat menyiksa kakek.."
"Semoga racun yang diderita kakek bisa benar-benar hilang dari tubuh kakek." ucap raden Sanjaya dalam hati.