
"Apakah aku sudah mati? tapi kenapa seluruh badanku terasa sakit semua" kata Jim Bei didalam benaknya.
Setelah itu Jim Bei berusaha membuka matanya tapi yang pertama kali terlihat Jim Bei adalah langit-langit sebuah Gua. Jim Bei pun terus memperhatikan suasana yang ada di dalam gua tersebut dan setelah itu tatapan Jim Bei jatuh ke seorang laki-laki yang berumur sekitar tiga puluh tahunan yang terlihat seperti seorang pendekar dari sebuah aliran sekte sedang duduk bersilah disudut gua tersebut.
Tapi tiba-tiba Jim Bei dikejutkan oleh sebuah suara. "Apakah kamu sudah bangun nak..?" tanya pemuda itu sambil membuka kelopak matanya dan melihat ke arah Jim Bei.
Jim Bei yang merasa terkejut tadi menjadi kebingungan dan tidak bisa berkata apa-apa. Lalu laki-laki tersebutpun bangun dari tempat duduknya menghampiri Jim Bei yang sedang terbaring tak berdaya, dan setelah itu laki-laki tersebutpun memeriksa keadaan Jim Bei sambil berkata "Keadaanmu sudah hampir membaik, tapi lebih baik kamu beristirahat dulu dan tidak terlalu banyak bergerak agar luka-lukamu tidak terbuka lagi".
Jim Bei yang mendengarkan apa yang dikatakan laki-laki itu mencoba untuk berbicara ke laki-laki itu, tapi sebelum Jim Bei bisa berkata apapun laki-laki itupub langsung mengatakan sesuatu kepada Jim Bei.
"Aku tau ada banyak hal yang ingin kamu tanyakan, tapi karna kamu sudah bangun aku akan mencarikan kamu makanan dan obat-obatan terlebih dahulu dan aku akan menjawab semua pertanyaanmu nanti" kata laki-laki tersebut seperti bisa mengerti apa yang dipikirkan oleh Jim Bei.
Tak lama setelah itu laki-laki itupun pergi untuk mencari makanan dan obat-obatan untuk Jim Bei dan meninggalkan Jim Bei sendirian didalam gua.
Jim Bei yang melihat Laki-laki itu pergi berjalan keluar meninggalkan gua membuat Jim Bei semakin dipenuhin dengan pertanyaan-pertanyan didalam kepalanya dan membuat kepala Jim Bei menjadi sangat sakit. Setelah itu Jim Bei memutuskan untuk tidur agar bisa menghilangkan rasa sakit yang dirasakannya.
__ADS_1
*****
"Bangun nak, ayok kita makan" terdengar suara yang terdengar untuk membangunkan Jim Bei. Mendengar ada suara yang berusaha membangunkannya Jim Bei pun membuka matanya.
"ini nak cepatlah makan agar kamu cepat punya tenaga" terlihat sesosok laki-laki yang sedang menjulurkan tangan memberikan makanan kepada Jim Bei.
Jim Bei yang sudah merasa kelaparan tanpa banyak bertanya langsung mengambil makanan dari tangan laki-laki itu dan langsung memakannya.
"Kalau sudah selesai makan nanti kamu langsung saja meminum obat ini agar luka-lukamu cepat sembuh" kata laki-laki tersebut sambil menaruh botol obat di depan Jim Bei sambil tersenyum dan berjalan kearah sudut goa yang dilanjutkan bersila dan memejamkan matanya.
*****
"Senior.... Terimakasih sudah menyelamatkan saya dan apakah saya boleh tau senior ini siapa..?" Kata Jim Bei setelah selesai makan sambil memberi hormat kepada laki-laki tersebut.
Saat mendengar apa yang dikatakan oleh Jim Bei laki-laki itupun membuka matanya dan melihat Jim Bei sedang memberi hormat dengan cara mengepalkan kedua tangannya kedepan dan sedikit membungkuk.
__ADS_1
"Namaku Feng Teng dari sekte Naga Langit, aku menemukanmu dipinggir sungai didekat gua ini" kata laki-laki itu.
Mendengar apa yang dikatakan oleh laki-laki itu Jim Bei pun lanjut bertanya kepada Feng Teng.
"Senior Feng apakah engkau menemukan ibuku juga disekitar sungai tersebut..? Kata Jim Bei dengan nada yang agak berat dan dengan wajah penuh harap.
"Maaf nak, aku cuma menemukanmu dan aku tidak melihat siapapun ditepi sungai itu selain kamu" Feng Teng berkata dengan lemah lembut seakan dia merasakan apa yang dirasakan oleh Jim Bei.
Jim Bei yang mendengar itupun langsung menangis dan jatuh tertunduk ke tanah. Melihat Jim Bei menangis Feng Teng pun meraih dan memeluk Jim Bei sambil berusaha menenangkannya.
"Sudahlah nak, jangan menangis lagi" kata Feng Teng sambil berusaha menenangkan dan memluk Jim Bei.
Beberapa setelah itu Jim Bei pun berhenti menangis dan sudah terlihat agak tenang tapi keadaannya yang sesungguhnya terlihat sangat kacau.
"nak kalau boleh tau, apa yang terjadi kepadamu. dan ibumu sampai-sampai kamu harus menangis seperti itu..?" kata Feng Teng yang terlihat kebingungan.
__ADS_1
Jim Bei yang mendengar pertanyaan Feng Teng tersebutpun langsung menarik nafas dan diam beberapa saat dan setelah itu Jim Bei melihat Wajah Feng Teng dan mulai menceritakan kejadian yang dialamin oleh keluarganya dan orang-orang desanya pada malam itu.