
"Lancang sekali kau berani membuat kekacauan di perguruan istana. Katakan pada permaisuri Mai, tidak ada satupun yang dapat mengganggu perguruan istana.."ucap laki-laki itu.
"Tunggu saja bocah... kau hanya belum tau dengan siapa kau berurusan..!!" teriak Lembupati lalu pergi meninggalkan perpustakaan perguruan.
"Ketua..... Terimakasih atas bantuan ketua. Senopati Lembupati adalah pendekar pilih tanding. Aku bukanlah tandingannya.." ucap Ki Samba.
"Jadi pemuda ini adalah ketua perguruan Istana. Tapi... tidak.. tidak, dia hanya terlihat muda, tapi sebenarnya dia adalah orang yang sudah berumur setidaknya sama dengan Ki Sasongko. Sungguh luar biasa ketua perguruan ini.." batin Ki Mahesa.
"Kisanak.... mengapa engkau memperhatikanku sedemikian tajam, apakah aku berbuat salah kepadamu..? Jika memang demikian, aku mohon maaf kisanak.." sapa ketua Perguruan mengagetkan Ki Mahesa.
"Eehhh.. ahhhh.. tii.. tidak ketua. Aku hanya merasa takjub kepada anda. Aku yakin anda tidak semuda seperti yang terlihat. Perkenalkan, namaku Mahesa, aku berasal dari Padepokan Mahesa Sura. Jika boleh aku tau, siapakah anda ini..?" ucap Ki Sumali memperkenalkan diri.
"Tidak kusangka aku bisa bertemu dengan salah satu pendekar hebat dari negeri Kawi. Namaku Surojoyo, aku adalah ketua perguruan istana ini. Ternyata dengan mudahnya anda menebak keadaanku yang sebenarnya. Apa gerangan yang membawa Ki Mahesa sampai ke perpustakaan ini..? Adakah yang bisa aku bantu..?" tanya Surojoyo.
"Anda terlalu merendah ketua, dihadapan anda aku bukanlah apa-apa. Eehhhmmm... ada hal yang memang ingin aku bahas dengan anda, tapi aku tidak tau harus memulai darimana mengatakannya.." ucap Ki Mahesa.
"Ooohhhh.. baiklah, jika seperti itu, mari ikut aku ke dalam. Kita bisa membahas ini sambil menikmati secangkir kopi.." ucap Surojoyo.
Surojoyo mengajak Ki Mahesa menuju halaman belakang perpustakaan dan duduk di sebuah gubuk diantara tanaman herbal perpustakaan.
"Jadi apa yang Ki Mahesa inginkan dari tempat ini..? Aku yakin pasti sesuatu yang penting.." Surojoyo memulai pembicaraannya.
"Maaf ketua, sebenarnya kedatanganku kemari untuk mengambil kitab sakti Bolo Srewu. Raden Sanjaya, cucu dari raja Dewayana yang mengutusku untuk mengambil kitab sakti itu. Jika kitab itu sampai jatuh ke tangan permaisuri Mai, maka seluruh kerajaan Banon Sewu ini akan jatuh kedalam bencana.." ucap Ki Mahesa.
"Eeemmmm.. Kitab Bolo Srewu adalah kitab iblis. Bagaimana mungkin kitab itu ada di perpustakaan perguruanku..? Perguruan Istana hanya mempelajari ilmu putih, lalu bagaimana anda yakin bahwa kitab iblis itu berada di sini..?" tanya Surojoyo.
Ki Mahesa menceritakan bagaimana dia yakin bahwa kitab Bolo Srewu ada di perpustakaan perguruan Istana dan menjelaskan mengapa permaisuri Mai menyuruh perpustakaan dikosongkan adalah pasti berhubungan dengan kitab Bolo Srewu.
__ADS_1
"Jika cerita anda benar, sangat masuk akal bila kitab itu berada di perpustakaan ini. Tapi aku sendiri belum pernah menemukan dan menjumpai kitab itu sebelumnya.." ucap Surojoyo.
"Apakah aku bisa membawa kitab itu ketua..?" tanya Ki Mahesa.
"Baiklah, mari kita buktikan bahwa yang Ki Mahesa rasakan adalah benar.." ucap Surojoyo lalu mengajak Ki Mahesa menuju ruang kitab kuno.
-->
Lembupati melaporkan semua kejadian yang dia alami kepada Senopati Karyomarno.
"Bedebah... mereka berani menentang kita. Kita tidak bisa melaporkan kejadian ini kepada permaisuri. Beliau sedang mengadakan pertepaan tertutup. Sebaiknya, kumpulkan orang terbaikmu dan kita kembali ke perpustakaan istana." ucap Karyomarno geram.
"Baik tuan. Aku pamit, akan mengumpulkan orang-orang terbaik kita.." Lembupati undur diri dan segera mengumpulkan orang-orang terbaiknya.
Bertapanya permaisuri Mai membuat aura gelap di istana menyebar dan membuat siapapun akan merasakan ketakutan. Permaisuri Mai sedang melatih kekuatan fisiknya agar dia bisa keluar di bawah terik matahari.
"Jika saja aku mempunyai kitab Bolo Srewu, maka aku tidak akan takut lagi pada matahari. Sementara ini aku harus berlindung dari matahari dan kekuatanku akan turun setengahnya saat siang hari. Kuharap Karyomarno segera mendapat kitab itu.." batin permaisuri Mai.
"Sepertinya permaisuri Mai sedang melakukan pertapaan. Hawa dari istana sungguh tidak mengenakkan. Rasanya aura gelap sedang menyelimuti istana.." batin Ki Harso.
Ki Harso segera pergi dari tempat persembunyiannya dan menemui Ki Woko di penginapan.
"Bagaimana hasil pengamatanmu Ki..?" tanya Ki Woko.
"Sepertinya permaisuri Mai sedang melakukan pertapaan. Hawa di istana sangat tidak nyaman, aura gelap menyelimuti istana kerajaan.." jawab Ki Harso.
"Beberapa hari ini aku mengawasi kediaman patih Murjaya. Sepertinya patih Murjaya tidak ada di kepatihan, kepatihan tampak sepi dan lengang hanya beberapa prajurit dibawah pimpinan Senopati Surtani yang berjaga. Menurut informasi yang ku dengar, Senopati Surtani adalah bawahan permaisuri Mai. Banyak pejabat istana yang tidak suka dengan permaisuri Mai.." jawab Ki Woko
__ADS_1
"Lalu dimana patih Murjaya sekarang..?" tanya Ki Harso.
"Entahlah, aku juga masih mencari tau keberadaan patih Murjaya.." jawab Ki Woko.
Tidak berapa lama datang seekor merpati raja membawa pesan dari Raden Sanjaya.
"Merpati Raja ini dikirim oleh Ketua. Raden Sanjaya telah berhasil menghancurkan pasukan kapak darah, dan saat ini sedang berjalan menuju kota kerajaan. Raden Sanjaya juga memberikan perintah kepada kita untuk menelusuri penjara istana.." ucap Ki Woko.
"Baiklah, nanti malam kita coba menyusup ke dalam penjara istana. Aku tau lokasi penjara istana ada di sebelah timur istana, satu lokasi dengan tempat latihan prajurit istana.." ucap Ki Harso.
-->
Sementara itu Ki Mahesa dan Surojoyo memasuki ruangan kitab kuno perpustakaan perguruan Istana. Aura gelap dari kitab bolo srewu langsung menyebar mengintimidasi kedua orang itu. Tapi kemampuan mereka dapat menetralisir kekuatan gelap itu.
"Beberapa kali aku memasuki ruangan ini, baru kali ini aku merasakan tekanan yang luar biasa. Ada apa gerangan ini..?" tanya Suryojoyo.
"Kekuatan ini keluar karena kitab bolo srewu merasakan kekuatan lembu sekilan yang aku kuasai. Lihatlah ketua, kotak hitam yang berada dibawah tumpukan kitab-kitab itu, darisanalah sumber energi kegelapan itu berasal. Sebaiknya kita tetap waspada.." ucap Ki Mahesa.
Ki Mahesa mendekati kotak hitam itu. Dengan kekuatannya, ki Mahesa berusaha menekan kekuatan gelap yang menyebar dari dalam kotak hitam itu, akan tetapi sepertinya kekuatan gelap melawan kekuatan dari Ki Mahesa. Ki Mahesa terdorong mundur beberapa langkah dan dengan seluruh kekuatannya, dia berhasil menyegel kekuatan gelap dari kitab bolo srewu dan menyimpan kotak berisi kitab bolo srewu dan meminggalkan ruangan kitab kuno tersebut.
"Serahkan barang itu, atau aku akan merebutnyadari tangan kalian dengan paksa.." teriakan Karyomarno mengagetkan ki Mahesa dan Surojoyo.
"Kau...!! apa hak mu memerintah kami. Bahkan raja pun tidak berani memerintah kami..!!" jawab Surojoyo geram.
"Wongso, Lembupati maju..!! rebut barang itu dari tangannya..!!" ucap Karyomarno sambil menunjuk Ki Mahesa.
Pertempuran tidak dapat dihindari. Surojoyo dengan gesit menangkis serangan Lembupati dan membalas serangan dengan pukulan yang mengenai dada Lembupati.
__ADS_1
TAAAAPPP.. DHUEEEEESSSS...
Sementara itu, Ki Mahesa dengan sigap menangkis serangan Wongso, salah seorang Tumenggung kepercayaan Karyomarno. Pertarungan keduanya seimbang, puluhan bahkan ratusan serangan telah mereka keluarkan dan membuat ruangan perpustakaan memjadi berantakan. Ki Mahesa dan Surojoyo melompat keluar perpustakaan dan melanjutkan pertempuran mereka di halaman depan perpustakaan.