Sang Pendekar

Sang Pendekar
Ch. 8 - Yun Bei Vs Xiao Li


__ADS_3

"Mungkin Junior ini hanya beruntung bisa menyelesaikan misi ini dengan cepat" Jawab Feng Teng dengan penuh sopan.


"Haha... seperti biasa kamu selalu rendah hati Teng'er" kata Zhao Li sambil tersenyum kearah Feng Teng.


Feng Teng menanggapi perkataan Zhao Li itu dengan tersenyum dan berkata "Ketua maafkan atas kelancanganku ini tapi hamba ingin meminta suatu hal kepada ketua".


"Kamu ingin memintaku untuk mengizinkan muridmu itu belajar beladiri kan...?" Zhao Li langsung bisa menebak apa keinginan yang dikatakan oleh Feng Teng. "Tapi maafkan aku Teng'er aku tidak bisa mengabulkan permintaanmu itu" lanjut jawab Zhao Li.


Sejak hari kepulangannya Feng Teng ke Sekte Naga Langit orang-orang didalam sekte tak terkecuali Tetua Zhao Li sudah mendengar tentang Jim Bei yang diangkat menjadi murid oleh Feng Teng.


"Jika itu sudah menjadi keputusan ketua sekte hamba tak berani untuk melanggarnya" jawab Feng Teng dan sekaligus berpamitan untuk kembali ke Pondoknya " Dan hamba mohon pamit untuk kembali ke Pondok Tetua".


*****


Jim Bei terlihat sedang asik berjalan-jalan sendirian di Sekte Naga Langit sambil melihat setiap bangunan-bangunan yang ada didalam sekte.

__ADS_1


"Ternyata bangunan-bangunan tempat tinggal milik tetua yang ada disini hampir empat sampai lima kali lipat lebih besar dari pondok bambu tempat tinggal yang menjadi milik guru.


Tapi kenapa guru mendapatkan tempat tinggal sekecil itu padahal posisinya didalam peringkat tetua sekte berada didalam peringkat dua puluh besar". Kata Jim Bei didalam hati sambil tetap berjalan dan melihat-lihat Sekte Naga Langit.


Tak beberapa lama kemudian Jim Bei tertarik kepada beberapa kerumunan orang yang tidak jauh dari tempat Jim Bei berdiri "Ada apa yah disana kok ramai sekali...?" Kata Jim Bei sambil berjalan mendekati kerumunan orang-orang tersebut.


Terlihat dua orang pemuda yang sedang berdiri diatas panggung yang berukuran sepuluh kali sepuluh meter sambil saling menatap satu sama lain dengan keinginan pertarungan Dimata mereka.


"Hari ini aku akan mengalahkanmu Yun Bei" kata seorang pemuda yang berumur sekitar empat sampai lima belas tahun sambil menunjuk lawannya menggunakan pedang yang terhunus ditangannya.


"Jangan sombong kamu Yun Bei". Jawab Xiao Li sambil berlari menyerang Yun Bei, tapi disaat yang bersamaan Yun Bei berhasil menghindar dari serangan Xiao Li.


"Hahaha... Apakah cuma ini kemampuanmu Xiao Li". Kata Yun Bei mengejek Xiao Li sambil terus menghindari serangan-serangan yang dilakukan oleh Xiao Li kepada dirinya.


Tujuh gerak, delapan gerak.... Pertarunganpun sudah bisa di tebak siapa pemenangnya karena Xiao Li yang terus-terusan menyerang sudah terlihat kelelahan

__ADS_1


tapi kebalikannya dengan Yun Bei yang sama sekali tidak kelihatan kelelahan sama sekali karena dari awal sampai sekarang dia hanya terus-terusan menghindari serangan dari Xiao Li tanpa sekalipun membalasnya.


"Pengecut ... apa kamu cuma tahu caranya menghindar saja...?" Teriak Xiao Li saat sadar kalau Yun Bei sedari tadi cuma menghidar dan sama sekali tidak berbalik balas menyerangnya.


"Haha... Kalau aku menyerangmu dalam satu gerakan aku sudah bisa mengalahkanmu" Jawab Yun Bei tertawa sambil menghindari serangan Xiao Li ke sembilan kalinya.


Saat akan mau memasukin sepuluh gerak Xiao Li berteriak " kalau begitu kita lihat saja apakah kamu bisa menghindari jurus andalanku ini".


"Jurus pedang Ilusi membelah bumi" Xiao Li menggunakan jurus andalannya untuk menyerang Yun Bei.


Yun Bei yang melihat Xiao Li menyerang kearahnya menggunakan jurus andalannya langsung mencabut kedua pedang kembarnya yang sedari tadi berada di punggungnya.


"Jurus Tarian Naga Kembar" Yun Bei pun menggunakan jurus andalannya karna Yun Bei kalau jurus yang digunakan oleh Xiao Li dapat mengancam nyawanya bahkan bisa juga melukai pendekar ahli.


Dua serangan yang mematikan berbenturan menghancurkan segala sesuatu yang ada di dekatnya dan menghasilkan kepulan-kepulan asap dan debu yang menutupin dua orang yang sedang beradu jurus tersebut.

__ADS_1


Terimakasih buat kawan-kawan yang sudah mau mendukung karya saya. Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu memberikan kesehatan rohani dan jasmani untuk kawan-kawan Aamiin ya rabbal alamin...


__ADS_2