Sang Pendekar

Sang Pendekar
CH2.5 Markas Pasukan Kapak Darah


__ADS_3

Pandu Bergolo berlutut di hadapan raden Sanjaya dan memohon pengampunan dan berjanji akan menceritakan semuanya kepada Raden Sanjaya. Raden Sanjaya menghancurkan seluruh kanurahan mereka dan membawa mereka semua ke tempat yang lebih aman untuk mengintrogasi mereka.


"Jelaskan siapa kalian sebenarnya dan apa hubungan kalian dengan Kapak Darah..!!" raden Sanjaya memulai mengintrogasi Pandu Bergolo.


"Kami hanya sekelompok orang yang memanfaatkan situasi yang ada di kerajaan Banon Sewu. Kami menjadi kaki tangan Kapak Darah untuk memberikan informasi dimana ada pemuda dan gadis kepada tuan Pragoto, ketua regu dari pasukan kapak darah. Dan tuan Pragoto bersedia memberi kami sekantong emas atas informasi kami atau jika kami membawa pemuda ke maras mereka.." jawan Pandu Bergolo.


"Dimana markas mereka..? Dan untuk apa mereka mencari pemuda dan gadis..? Apakah benar mereka akan menjual para pemuda dan gadis itu sebagai budak..?" tanya raden Sanjaya.


"Aku tidak tau dimana markas utama mereka. Ada salah satu markas mereka di dekat sini, di Lereng sebelah barat gunung Maskumambang. Tuan Pragoto lah yang menjadi pemimpinnya. Tapi darimana kau tau bahwa para pemuda dan gadis akan dijual sebagai budak..?" tanya Pandu Bergolo.


"Kau tidak perlu tau darimana aku tau informasi itu. Kemana mereka menjual para pemuda dan gadis itu..? Bukankah di negeri ini tidak menganut sistem perbudakan..?" tanya raden Sanjaya.


"Aku tidak tau dijual kemana budak-budak itu. Aku hanya memberikan informasi saja kepada mereka dimana ada pemuda dan gadis, atau aku mengantarkan para pemuda dan gadis itu sendiri ke markas mereka yang berada di lereng gunung Maskumambang.." ucap Pandu Bergolo.


"Aku pernah mendengar bahwa permaisuri Mai kadang juga meminta disediakan budak, biasanya permaisuri meminta setiap tiga bulan sekali pada pertengahan bulan. Permaisuri selalu meminta dua yang masih perjaka dan satu gadis cantik yang masih perawan.." sahut Jarot.


"Hhmmmmm... sepertinya mereka digunakan sebagai tumbal untuk ritual.. Sungguh ini tidak boleh dibiarkan berlangsung lebih lama lagi.." batin raden Sanjaya.


"Lalu bagaimana caramu untuk masuk ke markas Kapak Darah..?" tanya raden Sanjaya.


"Dengan membawa pemuda atau gadis di depan markas mereka. Anggota kapak darah akan menjemput dan membawa ku masuk ke dalam markas.." ucap Pandu Bergolo.


"Baiklah klo seperti itu. Aku dan anak buahmu akan berpura-pura menjadi pemuda yang telah kau dapatkan, dan istriku akan menjadi gadis yang telah terperdaya olehmu.." ucap raden Sanjaya.


Merekapun berangkat ke markas Kapak Darah yang ada di lereng gunung Maskumambang. Butuh waktu hampir setengah hari untuk mereka sampai di depan gerbang markas Kapak Darah. Sebuah gerbang yang terbuat dari bambu itu dijaga oleh dua orang anggota kapak darah.


"Tolong beritahu tuan Pragoto, kami dari lencana besi membawa beberapa orang yang ingin bergabung dengan pasukan kerajaan dan seorang gadis yang ingin menjadi pelayan permaisuri.." ucap Pandu Bergolo.


"Tunggu sebentar, aku akan memberitahu tuan Pragoto.." ucap penjaga.


Tidak butuh waktu lama, gerbang markas kapak darah terbuka. Dua orang berkulit hitam berbadan tegap mempersilahkan mereka untuk masuk ke dalam markas. Seorang perempuan mengantar mereka menuju aula markas untuk bertemu dengan pimpinan markas kapak darah.


"Silahkan masuk tuan, ketua sudah menunggu kalian di dalam.." ucap wanita itu sambil membuka pintu aula.


"Hahahaha... Silahkan duduk kawan... berapa orang kali ini yang kau bawa..?" tanya Pragoto sambil melemparkan sekantong koin emas kepada Pandu Bergolo.

__ADS_1


"Terimakasih tuan Pragoto.. Aku membawa delapan pemuda dan seorang gadis. Lihatlah mereka adalah pemuda-pemuda yang gagah, dan seorang gadis yang sangat cantik.." ucap Pandu Bergolo.


"Hhmmmmm... luar biasa. Mereka benar-benar spesial. Dan tubuh gadis ini benar-benar indah.. Tapi mengapa pemuda dan gadis ini membawa pedang..? Apakah kau lupa peraturan disini Pandu..?" tanya Pragoto.


"Pedang ini untuk menghukummu karena kau telah berperilaku merendahkan wanita.." ucap Sekar Wulan sambil menghunuskan pedangnya ke leher Pragoto.


"Apa maksudnya ini Pandu..? Apakah kalian hendak melawanku..? Dan kau nona, apakah kau pikir pedang ini bisa melukaiku..?" ucap Pragoto geram


Dengan cepat Sekar Wulan menebas lengan Pragoto, akan tetapi pedang es hanya mampu membuat luka goresan saja di lengan Pragoto.


"Aaarrgg...!! tidak mungkin....!! Pedang apa yang kau gunakan, bahkan tubuh waja ku sampai terluka.." ucap Pragoto sambil melompat ke belakang.


Pandu Bergolo dan ketujuh anak buahnya segera keluar dari aula markas kapak darah. Teriakan Pragoto membuat anggota kapak darah datang ke aula dan mengepung aula. Beberapa anggota kapak darah menerobos masuk ke dalam aula dan langsung menyerang raden Sanjaya. Keributan yang terjadi di aula, dimanfaatkan oleh Pandu Bergolo dan anak buahnya melarikan diri.


SEEEETTT.. SEEEEEET.. JDAAAAAG...


JBUUUUUUG.. JBUUUUUUGG.. BRAAAAAAKKK...


Dengan tangkas raden Sanjaya menghindari serangan beberapa anggota pasukan tapak darah. Sebaliknya serangan raden Sanjaya membuat anggota tapak darah terpental dan menabrak dinding yang terbuat dari kayu hingga jebol. Pertarungan sengit terjadi antara Sekar Wulan dan Pragoto. Sekar Wulan dengan lincah dapat menangkis dan menghindari serangan Pragoto.


Pragoto semakin ganas menyerang Sekar Wulan, tapi serangannya tidak ada satupun yang tepat sasaran. Dua orang wanita dengan senjata cambuk membantu Pragoto untuk menghadapi Sekar Wulan.


CTAAAAARRRR... TRIIIINGGGG..


WHUUUUUUUGG... CTAAAAARRR..


Serangan cambuk kedua anak buah Pragoto dapat ditangkis oleh Sekar Wulan dengan pedang es miliknya, serangan lainnya pun dapat dihindari oleh Sekar Wulan. Sementara itu, raden Sanjaya menerobos keluar dan bersiap menghadapi puluhan anggota kapak darah. Kemampuan raden Sanjaya yang diatas anggota kapak darah, membuatnya tidak kesulitan untuk melumpuhkan belasan anggota kapak darah dalam waktu yang relatif singkat.


"Tapak Kalimasadaaa...." batin Raden Sanjaya.


BLAAAAARRRR.....!!


Puluhan anggota kapak darah terpental hingga tidak dapat melanjutkan pertarungan kembali. Sementara itu, Sekar Wulan yang telah berhasil melompat keluar aula dengan cepat mengeluarkan jurusnya untuk menghancurkan aula tersebut.


"Energi Pedang Kilisuci....." batin Sekar Wulan.

__ADS_1


Sebuah energi pedang raksasa terbentuh dan menghantam aula yang terbuat dari kayu itu.


DHUAAAAAARRRR.....!!


Aula itupun hancur, dua wanita yang membawa cambuk tertimpa reruntuhan atap aula dan tidak dapat melanjutkan pertarungan mereka. Kini Pragoto menghadapi Sekar Wulan dan Raden Sanjaya sendiri. Seluruh anak buahnya terkapar, pingsan bahkan ada yang mati.


"Diajeng.... istirahatlah. Aku yang akan menghadapi Pragoto.." ucap raden Sanjaya.


"Iya kakang. Berhati-hatilah kakang..." jawab Sekar Wulan disusul dengan senyuman raden Sanjaya.


"Siapa sebenarnya kalian dan mengapa kalian menyerang markasku..?" tanya Pragoto.


Tanpa menunggu lagi, Pragoto maju dan menyerang raden Sanjaya. Dengan santai raden Sanjaya dapat menghindari serangan Pragoto, bahkan membuat Pragoto terpental dengan pukulannya hingga menabrak tumpukan puing aula..


JDUAAAAASSS.. BRAAAAAKKK...!!


Memiliki jurus tubuh waja membuat Pragoto tidak mengalami luka sama sekali. Bahkan dia segera bangkit dan kembali menyerang raden Sanjaya. Kemampuan raden Sanjaya yang berada diatas Pragoto, membuat raden Sanjaya dengan mudah menghindari dan menangkis serangan Pragoto. Bahkan pukulan dan tendangan raden Sanjaya dengan mudah mendarat di dada dan wajah Pragoto. Merasa lawannya selalu tidak merasakan pukulan dan tendangannya, membuat raden Sanjaya mengeluarkan jurusnya.


"Tapak Kalimasadaa...." batin raden Sanjaya.


Pragoto yang mengetahui lawannya mengeluarkan jurusnya, dia pun melawan jurus raden Sanjaya dengan jurus andalannya.


"Tapak Sewuu..." Pragoto mengekuarkan jurusnya.


DHUUUUUAAAARRRR....


Energi yang besar membentuk ribuan telapak tangan berbenturan dengan tapak kalimasada milik Raden Sanjaya. Progoto terpental belasan meter. Raden Sanjaya dengan secepat kilat melesat ke belakang Pragoto, dan sekali lagi mengeluarkan jurus andalannya.


"Tapak Kalimasada.....!!


DHUAAAAARRR...


Pragoto kembali terpental dan jatuh tersungkur. Jurus tubuh baja tidak mampu menahan tapak kalimasada. Pragoto menderita luka dalam yang cukup parah dan berulang kali terbatuk dan memuntahkan darah segar..


"Uhhhhuukk... hhuuuuuukk.. Si.. siapa kalian sebenarnya..? Me.. mengapa kalian ikut campur uu.. urusan ku dan menyerang markas ku..?" ucap Pragoto sambil memegang dada.

__ADS_1


Luka dalam yang cukup parah membuat Pragoto jatuh pingsan sebelum mendengar jawaban Raden Sanjaya.


__ADS_2