
"Tolong... tolong..." suara kegaduhan diluar rumah membuat keluarga Jim Bei yang sedang makan menjadi terkejut dan kebingungan.
"ada apa diluar?.. kata ayah Jim Bei sambil menatap wajah istrinya sambil kebingungan.
"biar aku lihat dulu" lanjut ayah Jim Bei.
Baru saja ayah Jim Bei bangun dari tempat makannya untuk membuka pintu dan melihat keadaan diluar, tiba-tiba ayah Jim Bei menjadi terkejut dan penuh dengan rasa khawatir di wajahnya.
"Duubrakkk..." Bunyi pintu yg hancur membuat ayah dan ibu Jim Bei terkejut dan dipenuhi rasa kekhawatiran, tapi setelah itu terlihat beberapa orang yg menerjang masuk kedalam rumah sambil membawa golok yang membuat suasana hati ayah dan ibu Jim Bei semakin tidak karuan.
"Ibuu... Aku takut" Jim Bei berkata pada ibunya dengan wajah ketakutan karna terkejut mendengar suara pintu yang hancur dan melihat orang-orang yang masuk kedalam rumahnya dengan membawa golok.
"Siapa kalian?..." Kata ayah Jim Bei dengan penuh waspada terhadap sekelompok orang-orang tersebut.
"Kami dari kelompok perampok Kalajengking Merah, cepat serahkan semua barang-barang berhargamu" kata kepala pimpinan kawanan kelompok perampok tersebut.
"Kami tidak memiliki barang berharga apapun tuan" kata ayah Jim Bei dengan wajah yang penuh ketakutan dan kekhawatiran.
__ADS_1
"Kalau begitu kamu sudah tidak berguna lagi... Cepat bunuh mereka semua dan bakar gubuk ini" kata kepala pimpinan kelompok perampok Kalajengking Merah tersebut kepada para bawahannya.
"Cepat larii..... Aku akan menahan mereka" kata ayah Jim Bei sambil berteriak dengan penuh tekad ke arah Ibu Jim Bei.
"Tapi..." Ibu Jim Bei terlihat khawatir dan tidak mau pergi meninggalkan suaminya yang telah dikepung oleh para perampok.
"Sudah tidak perlu berdebat lagi, kamu harus memikirkan keselamatan Jim Bei" kata ayah Jim Bei dengan penuh kesedihan yang terlihat diwajahnya dan disaat yang bersamaan setelah Jim Bei mengambil kayu yang ada didekatnya sambil menerjang ke arah pimpinan perampok tersebut untuk memberikan perlawanan.
"mati kau bang**t...." kata kepala pimpinan perampok itu saat dia melihat ayah Jim Bei menerjang ke arahnya.
Tapi hanya dalam satu gerakan ayah Jim Bei sudah jatuh ke tanah dalam keadaan yang sudah tak bernyawa karena tidak dapat menghindari tebasan yang mematikan dari golok pimpinan perampok itu.
"Cepat tangkap mereka" kata pimpinan perampok. Dan disaat yang bersamaan beberapa orang-orang dari kawanan perampok tersebut mengejar Ibu Jim Bei.
Tak butuh waktu yang lama bagi kelompok kawanan perampok itu untuk mengejar Ibu Jim Bei yang berusaha melarikan diri dari mereka, karna dalam sekejap mereka sudah mampu menyusul dan membuat Ibu Jim Bei terpojok di tepi jurang yang sangat dalam.
Karna Ibu Jim Bei sudah terpojok dia berusaha memohon kepada beberapa orang-orang kawanan perampok yang mengejar Ibu Jim Bei tersebut.
__ADS_1
"Kalian boleh membunuhku tapi tolong biarkan anakku hidup" kata ibu Jim Bei dengan wajah pasrah dan tidak mempunyai harapan lagi.
"Hahaha..." Tawa seram dari para perampok tsb terdengar hampir bersamaan.
"Kamu tidak usah memohon kepada kami, karna kamu dan anakmu akan segera menyusul suamimu ke neraka haha...." Kata salah satu perampok yang berjalan mendekati Jim Bei dan Ibunya sambil membawa golok yang sudah penuh dengan darah dari para penduduk desa yang mereka bunuh.
"Jim Bei... maafkan ayah dan ibumu ini yang telah gagal membesarkan dan melindungimu dengan baik nak" kata ibu Jim Bei dengan air mata berlinang membasahi pipinya. Setelah itu Ibu Jim Bei melompat kedalam jurang yang sangat dalam dan terseret aliran sungai yang sangat deras dibawah dasar jurang.
Melihat Ibu dan anak itu melompat kedalam jurang para perampok itu kebingung harus melakukan apa.
" mereka pasti akan mati karna jurang ini sangat dalam dan aliran sungai yang dibawah sangat deras" kata salah satu perampok itu dan memecahkan kebingungan dari rekan-rekan sekelompoknya.
"kalau begitu kita kembali ke desa dan melaporkan kejadian ini kepada kepala pimpinan" kata salah satu rekan kawanan perampok tersebut.
Didalam dasar jurang yang dalam Jim Bei dan ibunya terbawa arus sungai yang sangat deras sehingga ibu Jim Bei tak sadarkan diri dan tenggelam, tak terkecuali Jim Bei yang masih anak-anak yang baru berumur lima tahun.
******************************************************************************************************************************************
__ADS_1
Perhatian: lebih nikmat membaca cerita ini apabila ditemani kopi dan rokok, dan jangan lupa like, vote, dan share ya... :)