
Raden Sanjaya bersiap untuk melakukan serangan lagi. Akan tetapi serangan kali ini tidak ada sedikitpun keinginan untuk mengalahkan atau menghancurkan kedua patung kalacakra tersebut.
"Patung kalacakra, sekarang aku tau apa sebenarnya dirimu. Kamu sebenarnya penggambaran perwujudan dari manusia itu sendiri. Itulah sebabnya kamu dibuat dengan memiliki empat wajah dan empat tangan.."
"Masing-masing wajah dan tanganmu itu mewakili keinginan dan nafsu dari manusia, sedangkan tubuhmu adalah keberadaan manusia itu sendiri."
"Aku bukan ingin mengalahkan mu, tapi aku ingin mengalahkan diriku sendiri yang tergambar pada bentuk tubuhmu. Patung kalacakra, maafkan aku, bagaimanapun kamu adalah perwujudan dari diriku, diri pribadiku.." ucap raden Sanjaya.
"TAPAK KALIMASADAA...."
BLAAAAAARRRR... JDHAAAAAARRRR..
Kedua patung kalacakra tersebut hancur, raden Sanjaya dengan keyakinan yang dia dapat mengalahkan kedua patung kalacakra tersebut. Tapi belum sempat raden Sanjaya bernafas lega, kedua patung yang telah hancur itu tiba-tiba menyatu kembali. Raden Sanjaya tidak mengurangi kewaspadaannya, dia telah bersiap jika kedua patung itu menyerang.
"Aahhhh.. yang benar saja, patung kalacakra telah hancur dan kini menyatu kembali.." pikir raden Sanjaya.
Kedua patung kalacakra tidak lagi menyerang raden Sanjaya, tetapi kembali ke posisi awalnya yaitu di depan kiri dan kanan pintu. Raden Sanjaya dapat bernafas lega sekarang. Setelah patung itu kembali, tiba-tiba ada energi hitam yang keluar dari seluruh tubuh raden Sanjaya. Energi hitam itu mengarah ke empat tangan patung kalacakra. Sepertinya kedua patung kalacakra sedang menghisap energi hitam tersebut dari tubuh raden Sanjaya. Energi yang awalnya tebal, berangsur-angsur menghilang terserap masuk ke dalam empat tangan patung kalacakra.
Selanjutnya kepala kedua patung kalacakra berputar dan berhenti pada gambar wajah yang tersenyum. Dari dahi kedua patung kalacakra keluar sinar putih dengan sangat cepat dan masuk ke dalam jantung pangeran Sanjaya. Bersamaan dengan masuknya sinar putih itu, suara mantram terdengar di telinga raden Sanjaya dan kalimat mantram tergambar di pikiran raden Sanjaya. Raden Sanjaya lalu duduk bersila untuk memahami mantam yang baru saja memasuki jantungnya itu..
YAMARAJA JARAMAYA, YAMARANI NIRAMAYA, YASILAPA PALASIYA, YAMIDORO RODOMIYA, YAMIDOSA SADOMIYA, YADAYUDA DAYUDAYA, YASIYACA CAYASIYA, YASIHAMA MAHASIYA.
Setiap kata yang tergambar di pikiran raden Sanjaya berubah menjadi energi murni dan satu per satu masuk ke dalam dimensi jiwanya. Energi itu terus mengalir ke dalam tiap-tiap titik cakra dan titik tubuh raden Sanjaya, membuat tubuh raden Sanjaya mengeluarkan sinar putih yang menyilaukan. Ki Sumali yang memperhatikan raden Sanjaya, lagi-lagi dibuat takjub dengan apa yang dialami muridnya itu.
"Mungkin raden Sanjaya memang benar-benar manusia pilihan Hyang Agung untuk membawa kedamaian di negeri ini." batin Ki Sumali.
Butuh waktu hampir setengah hari bagi raden Sanjaya untuk menyerap energi mantram itu. Akan tetapi Raden Sanjaya masih tidak bisa memahami maksud dari mantram yang baru saja diserapnya.
__ADS_1
"Mantram apa sebenarnya tadi..? Walaupun aku belum memahaminya tapi aku bisa menyerapnya. Energi mantram itu tidak seperti energi mantram lainnya. Energi yang benar-benar murni."
Aku merasakan kekuatan jiwa ku semakin kuat dan dimensi jiwaku juga sepertinya bertambah luas. Aku juga merasa tubuhku menjadi jauh lebih kuat dari sebelumnya.." batin raden Sanjaya.
KAMU TELAH LOLOS UJIAN TAHAP PERTAMA. TERNYATA KAMU MEMPUNYAI KEMAMPUAN YANG LEBIH DARI ORANG-ORANG SEBELUMNYA
"Terimakasih Yang Mulia. Semua ini karena kemurahan hati Yang Mulia memberikan ujian yang aku bisa menyelesaikannya. Sungguh kemampuanku ini masih sangatlah dangkal.."
"Kalau hamba boleh tau, mantram apakah yang tadi masuk ke dalam tubuh hamba dan untuk apa mantram itu..?" tanya Raden Sanjaya.
ITU ADALAH MANTRAM KALACAKRA, YANG BERFUNGSI UNTUK MENAKLUKKAN SEMUA JENIS MAKHLUK YANG ADA DI MUKA BUMI INI, KECUALI MANUSIA DAN DEWA.
SEKARANG JALANI UJIAN KEDUAMU MANUSIA MUDA. JIKA KAMU DAPAT MEMBUKA PINTU INI, MAKA APA YANG ADA DI DALAMNYA AKAN MENJADI MILIKMU. KAMU DAPAT MENGGUNAKAN CARA APAPUN UNTUK MEMBUKANYA.
Dengan menggunakan Tapak Kalimasada raden Sanjaya menghantam pintu itu. Akan tetapi pintu itu seperti menyerap kekuatan tapak kalimasada dan memantulkannya ke arah Raden Sanjaya. Raden Sanjaya terkejut dan tidak sempat menghindari pantulan tapak kalimasada, dan hanya bisa menangkis pantulan serangannya dengan jurus tapak kalimasada.
Suara benturan antara pantulan jurus tapak kalimasada dan jurus tapak kalimasada yang dikeluarkan oleh raden Sanjaya tedengar sangat keras. Raden Sanjaya terpental ke belakang dan memuntahkan darah segar..
"Kekuatan tapak kalimasada tidak berdampak apapun pada pintu itu, bahkan tapak kalimasada dipantulkan ke arah ku."
"Aku benar-benar merasakan sendiri jurus ku, sunggu kekuatan yang sangat besar. Badanku terasa remuk.." ucap raden Sanjaya dalam hati.
Raden Sanjaya perlahan mendekati pintu itu dan memeriksa dengan seksama pintu yang ada di depannya. Pintu setinggi empat meter yang terbuat dari kayu jati dan penuh dengan ukiran.
"Pintu ini seperti pintu pada umumnya, tapi terdapat ukiran yang sangat indah. Tapi apa rahasia dari pintu ini..? Kenapa tenaga ku seakan diserap dan dipantulkan oleh pintu ini..? tanya raden Sanjaya dalam hati.
Setelah beberapa saat memeriksa pintu itu, teringat raden Sanjaya akan ucapan ayahandanya.
__ADS_1
"Pedang Es adalah kunci untuk membuka istana penguasa." ingatan raden Sanjaya
Raden Sanjaya mengeluarkan pedang es dari penyimpanannya. Dengan jurus Pedang Kalimasada, raden Sanjaya menebas pintu menggunakan pedang es.
PEDANG KALIMASADAA..
SLAAAAAASH...
Akan tetapi pintu itu tetap tertutup rapat, tidak ada bekas goresan pedang pada pintu tersebut. Raden Sanjaya mecoba menebas dan menusuk pintu itu dengan harpan pintu dapat terbuka. Akan tetapi sama hal nya dengan jurus tapak kalimasada, kekuatan jurus pedang kalimasada seperti diserap oleh pintu itu. Bedanya pintu itu tidak memantulkan kekuatan jurus pedang kalimasada. Raden Sanjaya tampak bingung dan hampir saja menyerah.
"Bagaimana cara membukanya..? bahkan pedang es dengan jurus pedang kalimasada tidak berdampak apapun terhadap pintu jati itu. Apa rahasia dari pintu itu..?" Raden Sanjaya merasa bingung..
Saat berada pada puncak kebingungannya, pedang es yang berada di tangan raden Sanjaya bergetar dan berbicara kepada raden Sanjaya.
"Tuan.. kau tidak akan bisa membuka pintu itu dengan cara seperti yang baru saja kau lakukan.."
"Siapa yang berbicara..?" tanya raden Sanjaya.
"Aku yang tadi berbicara tuan. Aku adalah roh pedang es ini.."
"Roh pedang..? Lalu apa maksudmu aku tidak akan bisa membuka pintu itu dengan cara ku tadi..? Lalu bagaimana aku membukanya..?" tanya raden Sanjaya.
"Tuan, lihatlah pintu itu. Dari apa pintu itu dibuat..? Bukankah pintu itu terbuat dari kayu pohon jati..?
"Tuan carilah makna dari kayu pohon jati atau kayu jati, dengan menggunakan aku maka tuan dapat membuka pintunya"
Raden Sanjaya lalu duduk bersila, bermeditasi untuk mencari makna kata yang diucapkan oleh roh pedang. Tiba-tiba pedang es yang berada di tangan raden Sanjaya perlahan-lahan berubah menjadi cahaya dan masuk ke dalam tubuh raden Sanjaya dan menarik raden Sanjaya ke dalam dimensi jiwanya.
__ADS_1