
Raden Sanjaya kembali mengamati kedua benda di depannya. Perlahan raden Sanjaya membuka kotak kayu jati yang berada di atas batu Selo Kresno. Sebuah kitab dan sebuah lontar terdapat di dalamnya. Kitab Pedang Kilisuci dan Lontar Mantram Kasampurnan.
"Ini kitab pedang Kilisuci, nama yang sama dengan nama roh pedang es. Mungkin pedang es adalah pedang yang digunakan untuk melengkapi kitab pedang ini."
"Dan pedang disamping kotak ini pastilah pedang kalimasada." batin raden Sanjaya.
Raden Sanjaya lalu membuka gulungan lontar yang ada disamping kitab pedang kilisuci. Mantram Kasampurnan tampak tertulis bagian paling atas dari lontar tersebut. Raden Sanjaya mengambil lontar itu dan duduk di batu pualam hijau. Sementara itu tampak kabut hijau kehitaman yang keluar dari tubuh Ki Sumali semakin menipis dan akhirnya benar-benar habis. Ki Sumali tidak lantas berhenti begitu saja, dia tetap melanjutkan meditasinya untuk meningkatkan kekuatannya.
Raden Sanjaya duduk bersila di atas batu pualam dan mulai membaca mantram kasampurnan yang terdapat dalam gulungan lontar itu. Sekali, dua kali, tiga kali, raden Sanjaya membacanya sambil berusaha untuk memahami apa arti dan tujuan mantram kasampurnan itu.
"Tan samar pamoring sukma, Sinuksmaya winahya ing ngasepi, Sinimpen telenging kalbu, Pambukaning warana, Tarlen saking liyep layaping aluyup, Pindha pesating sumpena, Sumusuping rasa jati. Sejatine kang mangkana, Wus kakenan nugrahaning Hyang Widhi, Bali alaming ngasuwung..................." mulut raden Sanjaya membaca mantram kasampurnan.
Tiba-tiba gulungan lontar mantram kasampurnan melayang dari tangan raden Sanjaya dan seberkas sinar berwarna kuning keemasan keluar dari dalam lontar dan menyelimuti tubuh raden Sanjaya dan secepat kilat membawa kesadaran roh raden Sanjaya ke tempat yang tidak pernah dibayangkan raden Sanjaya bahkan dalam mimpi sekalipun. Tempat yang tidak terbayangkan keindahannya, dan penuh dengan energi kehidupan. Di tengah-tengah terdapat sebatang pohon yang sangat besar dan rindang yang selalu menghembuskan energi kehidupan tanpa henti. Siapun yang berada disana pasti akan merasa nyaman dan damai. Energi kehidupan hanya dapat dirasakan dan diserap oleh kesadaran roh, dapat memperkuat dimensi jiwa, meningkatkan tenaga dalam dan memperkuat kesadaran roh.
"Tempat ini sangat menakjubkan, tempat apakah ini..? Dan kekuatan apa ini..? aku baru pertama kali merasakannya. Terasa begitu hangat dan menenangkan.."
"Bagaimana aku bisa sampai ke tempat ini..? Semua ini diluar kemampuan akal ku.." batin raden Sanjaya
INI ADALAH ALAM KESEJATIAN DAN YANG KAU RASAKAN ADALAH ENERGI KEHIDUPAN. DAN AKU LAH YANG MENGATUR TEMPAT INI. AKU ADALAH SANG HYANG ASA, PARA LELUHURMU MENGENALKU DENGAN SEBUTAN SANG HYANG WENANG. MANTRAM KASAMPURNAN TELAH MEMBANGKITKAN KESADARAN ROH MU DAN MEMBAWAMU KEMARI.
Suara ghaib itu terdengar dan seakan menjawab pertanyaan yang ada di pikiran raden Sanjaya.
__ADS_1
"Maafkan atas ketidak tahuan hamba Yang Mulia, hamba benar-benar tidak mengetahui tempat ini dan ini pertama kalinya hamba mendatanginya."
KAU TIDAK PERLU MERASA BERSALAH ATAS KETIDAK TAHUANMU. SUDAH MENJADI KEHARUSAN BAHWA MANUSIA ADALAH TEMPATNYA SALAH, LUPA DAN KETIDAK TAHUAN. MAKA DARI ITU SUDAH MENJADI KEWAJIBAN BAGI MANUSIA UNTUK TERUS BELAJAR DAN BERJALAN PADA JALAN KEBENARAN. JALAN KEBENARAN AKAN MENUNTUN MANUSIA KE DALAM KESEMPURNAAN.
Raden Sanjaya tidak pernah berhenti dari ketakjubannya akan keindahan tempat itu. Bahkan di dunia pun tidak ada tempat yang dapat menyamai keindahan dari Alam Kesejatian.
DUDUKLAH DI BAWAH POHON ITU, DAN SERAPLAH ENERGI KEHIDUPAN DARI POHON INI SESUAI DENGAN BATAS KEMAMPUANMU. INGAT JANGAN PERNAH MENGAMBIL SESUATU DILUAR BATAS KEMAMPUANMU.
Dengan dituntun oleh suara Sang Hyang Asa, raden Sanjaya menyerap energi kehidupan yang dihembuskan oleh pohon besar itu hingga merasakan kesadaran roh nya telah penuh terisi energi. Mungkin hanya sekitar sepuluh persen energi kehidupan yang mampu diserap oleh raden Sanjaya. Walaupun hanya sepuluh persen, energi kehidupan itu membuat dimensi jiwa raden Sanjaya menjadi lebih kuat dan tenaga dalam raden Sanjaya meningkat ratusan kali lipat. Selain itu pemahaman raden Sanjaya pun juga semakin tajam.
Bersamaan dengan itu, tubuh fisik raden Sanjaya seperti mendapat aliran tenaga dalam dalam jumlah besar dan mengeluarkan sinar biru yang perlahan berubah menjadi ungu. Ledakan tenaga dalam terjadi di dalam tubuh raden Sanjaya. Titik Cakra Ajna raden Sanjaya terbuka, cahaya ungu dalam tubuh raden Sanjaya bersinar semakin terang. Sinar pelindung dari mantram kasampurnan menahan hempasan ledakan tenaga dalam Raden Sanjaya saat naik ke tingkat raga abadi tahap awal.
"Tempat ini membuatku merasa damai, apakah aku bisa tetap tinggal disini Yang Mulia..?"
TIDAK, ADA TUGAS YANG HARUS KAU LAKUKAN YAITU MEMBASMI ANGKARA MURKA DAN MEMBAWA KEDAMAIAN DI BUMI INI, SETIDAKNYA DI NEGERI MU SENDIRI. WALAU DEMIKIAN, KESADARAN ROH MU AKAN TETAP TERHUBUNG DENGAN ALAM KESEJATIAN.
SEKARANG KEMBALILAH KE TUBUHMU. INGAT AKAN TUGASMU. UNTUK MEMBASMI ANGKARA MURKA TIDAK HARUS DENGAN MEMBUNUH MANUSIANYA, KAMU BISA MENGHANCURKAN WATAK ANGKARA DI DALAM ORANG TERSEBUT SEPERTI PATUNG KALACAKRA YANG MENGHANCURKAN WATAK ANGKARA YANG ADA DI DALAM DIRIMU.
"Apakah kabut hitam yang keluar dari tubuhku itu adalah perwujudan dari watak angkaraku..? tanya raden Sanjaya.
BENAR.. TAPI WALAUPUN SEKARANG WATAK ANGKARAMU TELAH DIHILANGKAN, TAPI KAU HARUS TETAP ELING DAN WASPADA, JANGAN SAMPAI KAMU MERASA SOMBONG YAITU MERASA BAHWA KAMU LEBIH BAIK DARI ORANG LAIN. KESOMBONGAN ADALAH AWAL MULA MUNCULNYA WATAK ANGKARA DALAM DIRI MANUSIA.
__ADS_1
"Baik Yang Mulia, hamba akan selalu mengingatnya." jawab raden Sanjaya.
Kesadaran roh raden Sanjaya melesat kembali masuk kedalam tubuhnya, memasuki dimensi jiwanya dan kembali bersemayam dalam telenging kalbu, yaitu sebuah tempat yang berada di dasar dimensi jiwanya.
Perlahan-lahan sinar yang menyelimuti raden Sanjaya menyatu dengan tubuh raden Sanjaya membentuk sebuah baju pelindung tak kasat mata untuk raden Sanjaya. Kekuatan fisik raden Sanjaya pun meningkat puluhan kali lipat, bersamaan dengan itu lontar Mantram Kasampurnan menghilang entah kemana.
Raden Sanjaya membuka matanya. Dia merasakan kekuatannya meningkat dengan sangat besar.
"Inikah perbedaan antara tingkat master tahap akhir dan raga abadi tahap awal..?"
"Sungguh perbedaan yang sangat besar. Tapi aku tidak boleh cepat berpuas diri. Bagaimanapun diatas langit ada langit.." batin raden Sanjaya.
Entah dari mana datangnya, Raden Sanjaya tiba-tiba dapat memahami makna dari mantram kalacakra dan mantram kasampurnan sepenuhnya. Dia juga menjadi tau fungsi dari mantram kalacakra dan mantram kasampurnan
"Mantram kalacakra dan kasampurnan ini bagaimana aku bisa mengetahui semua kegunaannya..?" batin raden Sanjaya.
Selain sebagai penakluk hewan spiritual suci, mantram kalacakra juga bisa berfungsi membuat dan menghancurkan dimensi pelindung, menghancurkan ilmu sihir, menghancurkan watak angkara dalam diri seseorang, kecuali orang yang bersekutu dengan penguasa kegelapan.
Sedangkan mantram kasampurnan, selain sebagai pelindung untuk tubuh dan jiwa raden Sanjaya, juga memiliki fungsi untuk memberikan tekanan kepada lawan, menyembunyikan tingkatan seseorang, dan menghancurkan ilmu seseorang. Seseorang dapat dihancurkan ilmunya apabila orang tersebut dengan sukarela menyerahkan dirinya untuk dihancurkan ilmunya.
Pada saat yang sama, Ki Sumali juga telah menyelesaikan meditasinya dan berhasil naik ke tingkat master tahap puncak. Seluruh racun dingin di dalam tubuhnya juga telah hilang sepenuhnya.
__ADS_1