
"Kakek, bagaimana keadaanmu..? Sepertinya kekuatan kakek juga meningkat, kakek sekarang di tingkat master tahap puncak.." pangeran Sanjaya merasa sangat senang.
"Kakek merasa jauh lebih baik dari sebelumnya. Racun dingin benar-benar hilang dari tubuh kakek dan benar kakek telah naik ke tingkat master tahap puncak" jawab Ki Sumali.
"Tapi mengapa tingkatanmu malah turun..? bukankah sebelumnya kamu berada pada tingkat master tahap puncak juga..? Apa yang sebenarnya terjadi..?" tanya Ki Sumali heran.
"Tidak kek.. aku hanya menutupi tingkatan ku yang sebenarnya. Sekarang kakek lihatlah.." jawab raden Sanjaya dengan tersenyum.
Raden Sanjaya menunjukkan tingkatannya kepada Ki Sumali. Ki Sumali sampai tidak dapat mengukur tingkatan raden Sanjaya karena tingkatan ki Sumali berada di bawah tingkatan Raden Sanjaya.
"Sungguh luar biasa. Kakek sampai tidak bisa melihat tingkatanmu. Seharusnya kamu telah mencapai tingkat raga abadi.." Ki Sumali merasa bangga dengan raden Sanjaya.
"Tapi bagaimana kamu bisa menutupi tingkatanmu yang sebenarnya..?" tanya Ki Sumali heran.
"Salah satu fungsi dari mantram kasampurnan adalah dapat menutupi tingkatan seseorang. Bahkan aku bisa menutupi semua tingkatanku sehingga orang mengira aku bukanlah pendekar.." jawab raden Sanjaya sambil menutup kembali tingkatannya.
"Aku akan mengajarimu kek.." ucap raden Sanjaya.
Raden Sanjaya lalu mengajari ki Sumali bagaimana menyembunyikan kekuatannya. Tidak butuh waktu lama, dengan pemahaman raden Sanjaya, Ki Sumali langsung memahami apa yang diajarkan raden Sanjaya dan bisa menguasai ilmu itu. Siapapun sekarang hanya melihat raden Sanjaya dan Ki Sumali sebagai pendekar biasa di tingkat guru tahap menengah.
"Aku memberi nama ilmu ini Jurus Hanglimunan."
"Mari kek, kita harus segera meninggalkan tempat ini dan mencari tempat untuk kakek mendirikan padepokan Naga Langit sesuai perintah Sang Hyang Asa." ucap raden Sanjaya.
"Baiklah.. Kita menuju desa Lawean tempat kita dulu bersama dengan Ki Tejo dan Ki Joyo. Kakek akan mendirikan padepokan Naga Langit disana.." jawab Ki Sumali.
"Baik kek, kita akan bersama-sama menuju desa Lawean. Sebelumnya aku minta kakek untuk membuka kotak besar ini." kata raden Sanjaya sambil menunjuk kotak yang berada di depan batu Selo Kresno.
Sebelum mereka pergi, raden Sanjaya mengambil kitab pedang kilisuci dan menyimpannya bersama dengan pedang es. Lalu raden Sanjaya mengambil pedang kalimasada yang berada di samping kotak jati tempat kitab pedang kilisuci.
"Tuan, aku adalah roh pedang kalimasada. Mulai saat ini aku mengakui tuan sebagai pemilik pedang kalimasada."
Raden Sanjaya sangat senang dengan pengakuan pedang kalimasada. Raden Sanjaya lalu mengalirkan tenaga dalamnya ke dalam pedang kalimasada sebagai tanda ikatan antara raden Sanjaya dan roh pedang kalimasada.
__ADS_1
Di dalam kotak yang dibuka ki Sumali, terdapat ratusan keping koin emas yang tersimpan di sepuluh kantong. Atas ijin dari raden Sanjaya, Ki Sumali membawa semua kantong itu dan menyimpannya.
Mereka pun meninggalkan Hastana Hyang Asa. Sebelum mereka melangkah keluar gerbang, raden Sanjaya menoleh ke belakang untuk melihat Hastana Hyang Asa untuk terakhir kalinya. Tapi Hastana Hyang Asa tiba-tiba terlihat seperti bangunan yang runtuh, sama seperti bangunan di sekitarnya. Raden Sanjaya sama sekali tidak terkejut, kesadaran roh raden Sanjaya mengetahui kebenaran dari Hastana Hyang Asa.
Meraka melanjutkan perjalanan ke arah barat menuju desa Lawean. Belum lama mereka berjalan, mereka bertemu dengan kelompok topeng hitam. Mereka adalah orang-orang sekte Tengkorak Hitam suruhan dari senopati Manto untuk menyelidiki kejadian di alas Purba.
"Berhenti kisanak..! Siapa kalian berdua ini..?" tanya tengkorak hitam.
"Seharusnya sebelum kalian bertanya identitas seseorang, kalian harus memperkenalkan diri kalian terlebih dahulu." jawab raden Sanjaya tenang.
"Lancang sekali mulutmu anak muda. Kau belum tau siapa kami. Saat kau tau siapa kami, aku khawatir kau akan kencing di celana karena ketakutan. Hahahahahah.." jawab salah seorang anggota disambut tawa anggota lainnya.
"Kalau kalian tidak mau memberitahu siapa kalian, lebih baik biarkan kami pergi. Aku dan kakekku tidak ada urusan dengan kalian.." jawab raden Sanjaya.
"Aku adalah topeng hitam dari Sekte Tengkorak Hitam. Mereka bertiga adalah anak buahku.." sahut Topeng Hitam sombong.
Mendengar kata Tengkorak Hitam membuat darah raden Sanjaya mendidih, Tapi raden Sanjaya menahan berhasil amarahnya.
"Mereka hanyalah anggota kecil dalam Tengkorak Hitam. Baik, aku akan memanfaatkan mereka.." batin Raden Sanjaya.
"Lancang sekali mulutmu orang tua."
"Serang mereka....!!" teriak topeng hitam.
"Aku akan mengurus topeng hitam, kakek uruslah ketiga anak buahnya. Jangan sampai membunuh mereka kek.." ucap raden Sanjaya sambil maju menghadapi topeng hitam.
SEEEEET.. SEEEEET.. TAAAAAAKK.. SSREEEEETT..
Raden Sanjaya dengan gesit menghindari dan menangkis serangan topeng hitam. Topeng hitam menjadi sangat geram karena merasa dipermainkan oleh raden Sanjaya.
"Sungguh tidak masuk akal. Walaupun pemuda ini berada di tingkat guru tahap menengah, tapi kecepatannya sungguh luar biasa." batin topeng hitam.
Belum hilang rasa keterkejutannya tiba-tiba sebuah pukulan mendarat tengkuk topeng hitam.
__ADS_1
JDUUUUUUUGG.....
"Sejak kapan anak muda ini ada di belakangku..?" batin topeng hitam dan selanjutnya jatuh tersungkur tak sadarkan diri.
Di saat yang bersamaan ki Sumali juga berhasil mengalahkan ketiga anak buah topeng hitam. Ki Sumali mengikat tubuh mereka berempat di sebatang pohon.
"Kita istirahat sebentar disini sambil menunggu mereka siuman. Aku akan menanyakan beberapa hal kepada mereka." ucap raden Sanjaya.
"Kenapa tidak langsung kita bujuh saja..?" tanya ki Sumali.
"Tidak kek, aku merasa bahwa mereka akan bermanfaat untuk kita. Sepertinya mereka bukan orang yang benar-benar jahat." jawab Raden Sanjaya.
Tidak lama pun mereka sadar. Melihat keadaan mereka yang terikat pada sebatang pohon, membuat mereka ketakutan.
"Ampuni aku tuan, aku memang bersalah. Biarkan kami hidup tuan.." ucap topeng hitam memelas..
"Mengampuni kalian..? Sebelumnya jawab pertanyaanku, apa tujuan kalian masuk ke alas Purba ini..?"
"Jawab dengan jujur..!!" ucap raden Sanjaya tegas.
"Aku hanya menjalankan perintah dari pimpinan sekteku untuk mencari keberadaan kitab kalimasada dan orang yang bernama raden Sanjaya di alas Purba ini."
Topeng hitam menceritakan semuanya dengan jujur perihal tujuannya datang ke alas Purba dan semua anggota yang diperintahkan oleh pimpinan sekte Tengkorak Hitam.
"Jadi seperti itu.. Sekarang katakan apa yang kamu ketahui tentang sekte Tengkorak Hitam dan siapa pemimpinnya.." perintah raden Sanjaya.
"Aku pun juga tidak begitu mengetahui tentang sekte Tengkorak Hitam tuan. Yang aku tau wakil ketua sekte Tengkorak Hitam adalah Senopati Kerajaan Kawi bernama Manto. Mungkin salah satu temanku tau tentang Tengkorak Hitam tuan."
"Sebenarnya aku berasal dari Padepokan Cakrawala, padepokan aliran putih. Tengkorak Hitam telah menghancurkan padepokanku dan beberapa padepokan aliran putih lainnya."
"Padepokanmu dihancurkan, tapi kamu malah memilih bergabung dengan Tengkorak Hitam..? Dimana hati nuranimu..?!" bentak Ki Sumali..
"Anggota padepokan yang tidak bergabung dengan Tengkorak Hitam, semua dibunuh dengan alasan mereka makar terhadap kerajaan. Aku tidak bisa berbuat apa-apa, karena aku harus menghidupi keluargaku. Sebenarnya hati nuraniku juga menolak bergabung, tapi aku tidak punya pilihan lain Ki.." jawab topeng hitam sedih.
__ADS_1
"Siapa temanmu itu topeng hitam..? lalu dimana dia sekarang..?" tanya raden Sanjaya.
"Dia adalah topeng merah. Dia dulu seorang pengawal raja, tapi memilih bergabung ke dalam sekte. Enam hari lagi kita akan berkumpul di pintu masuk alas Purba." jawab topeng hitam.