
~ Tempat Persembunyian Paramarta dan Patih Lembu Ireng ~
“Bodoh... kalian semua, mengapa sampai sekarang kalian semua tidak berhasil menangkap Putri Sekar Ayu” ucap Paramarta dengan penuh amarah.
“Ampun... Paramarta..., prajurit yang saya bayar untuk melacak jejak Putri Sekar Ayu menghilang tidak ada kabar, mungkin dia sudah mati di tangan Ajisaka,” ucap Patih Lembu Ireng.
“Kenapa kerja kalian semua tidak ada yang becus. Aku sudah banyak membuang keping uang tapi tak ada hasilnya.”
“Ini semua karena Putri Sekar Ayu dikawal oleh Ajisaka, prajurit itu selain punya ilmu bela diri yang hebat dia sangat cerdas, dia tidak mudah ditaklukkan,” ucap Patih Lembu Ireng.
Tiba-tiba ada salah seorang anak buah Paramarta datang dengan tergopoh-gopoh.
“Gawat... gawat... sekali..., para prajurit pengawal Putri Sekar Ayu sudah berhasil meloloskan diri dari penjara ruang bawah tanah.”
“Apa... bagaimana mungkin, siapa yang telah membebaskan mereka semua, bukankah tempat itu sangat tersembunyi di tengah hutan belantara?”
“Ampun... saya menemukan banyak jejak serigala di sekitar ruang penjara bawah tanah.”
“Gawat... di dalam penjara itu ada Danu orang yang dapat mengendalikan serigala dengan suling pasti dia yang membuat semua prajurit pengawal Putri Sekar Ayu bebas,” ucap Patih Lembu Ireng.
“Bukankah Danu adalah orang yang telah kita bayar agar membuat kekacuan di desa Karangmojo, kenapa dia bisa ikut rombongan prajurit pengawal Putri Sekar Ayu dan mengkhianati kita?” tanya Paramarta.
“Sewaktu di desa Karangmojo, Ajisaka berhasil menangkap Danu dan menyeretnya di hadapanku dan Putri Sekar Ayu. Aku pura-pura menghukumnya menjadi budak, tidak kusangka ini menjadi senjata makan tuan. Aku harus segera kembali ke istana Kerajaan Dananjaya dengan tubuh penuh luka. Aku harus pura-pura berhasil lolos dari sekapan berandal pemberontak Bajing Alas, jangan sampai Raja Nagendra dan Putri Sekar Ayu mencurigai pengkhianatanku,” ucap Patih Lembu Ireng.
“Pergi sekarang juga, aku masih membutuhkanmu untuk menjadi mata-mata di dalam istana Kerajaan Dananjaya. Aku harus tahu semua gerak-gerik kakak tiriku Raja Nagendra yang bodoh itu. Heh... kalian semua, kerahkan semua anggota berandal pemberontak Bajing Alas untuk mencegat prajurit pengawal Putri Sekar Ayu, jangan sampai mereka sampai di istana Kerajaan Dananjaya” ucap Paramarta.
__ADS_1
Patih Lembu Ireng segera keluar dari rumah persembunyiaannya, dia akan berkuda menuju istana Kerajaan Dananjaya. Tubuhnya sudah dipenuhi luka akibat pedangnya sendiri. Sungguh sangat licik Patih Lembu Ireng.
----------
Putri Sekar Ayu dan Ajisaka segera melanjutkan perjalanan setelah makan dan beristirahat di sebuah kedai. Wanita pemilik kedai berbaik hati memberikan banyak bekal, karena cincin emas terlalu berharga kalau hanya ditukar dengan 2 porsi ikan bakar dan nasi. Sore hari mereka sampai di sebuah padang rumput penuh bunga.
“Setelah melewati tiga desa lagi, kita akan sampai ke istana kerajaan,” ucap Ajisaka.
“Iya aku tahu, setelah aku kembali ke dalam istana bisakah kita terus bersama?” tanya Putri Sekar Ayu.
“Apa maksud tuan putri?”
“Maksudku... aku tetap ingin terus bertemu denganmu... bersamamu... karena di istana aku tidak bisa melakukan apapun sesuka hati, semuanya ada aturannya.”
“Aku tidak akan sanggup jauh darimu, aku benar-benar mencintaimu, aku tidak bisa membohongi hatiku,” ucap Putri Sekar Ayu dengan nada sedih.
Ajisaka hanya terdiam, walaupun dia juga mencintai Putri Sekar Ayu, tetapi dia harus bisa menempatkan posisinya. Dia hanya seorang prajurit pengawal kerajaan tidak pantas bersanding dengan Putri Raja.
Dari kejauhan tampaklah beberapa prajurit berkuda dan kereta yang ditarik dengan kuda. Ajisaka menajamkan pandangannya, tidak salah lagi mereka adalah prajurit pengawal Putri Sekar Ayu.
“Tuan putri lihat di depan ada rombongan prajurit pengawal, rupanya mereka selamat dan akan pulang ke istana kerajaan Dananjaya,” ucap Ajisaka dengan semangat.
Putri Sekar Ayu dan Ajisaka segera memacu kudanya dan menyusul rombongan prajurit pengawal. Rombongan prajurit pengawal merasa kaget dan lega mengetahui Putri Sekar Ayu dan Ajisaka selamat. Mereka memutuskan untuk berhenti dan menunggu perintah selanjutnya dari Putri Sekar Ayu.
“Bagaimana kalau kita tetap melanjutkan misi kunjungan, semua pasukan pengawal masih lengkap dan perbekalan juga masih banyak. Kita baru mengunjungi dua desa, aku tidak mau mengecewakan ayahanda karena gagal menyelesaikan misi kunjungan ini,” ucap Putri Sekar Ayu.
__ADS_1
“Apa tidak sebaiknya kita pulang saja demi keselamatan Putri Sekar Ayu? Berandal pemberontak Bajing Alas terus menyerang kita. Patih Lembu Ireng juga entah dimana, apa dia masih hidup atau sudah mati di tangan pemberontak Bajing Alas? Aku yakin Raja Nagendra tidak akan kecewa, keadaan yang memaksa kita harus segera kembali ke istana Kerajaan” ucap Ajisaka.
“Baiklah... kita akan pulang ke istana Kerajaan tapi kita harus menginap di tiga desa yang akan dilewati untuk menanyakan situasi desa itu dan memberikan jalan keluar jika ada permasalahan di desa itu,” ucap Putri Sekar Ayu.
“Kami siap melaksanakan perintah Putri Sekar Ayu,” ucap para prajurit pengawal Putri Sekar Ayu bersamaan.
“Syukurlah den Ayu selamat, simbok khawatir sekali terjadi sesuatu dengan den Ayu?” ucap mbok Atmo berurai air mata.
“Aku baik-baik saja mbok, Ajisaka telah menyelamatkanku dari penculikan pemberontak Bajing Alas.”
“Apa yang terjadi mbok saat aku dan Ajisaka dikejar-kejar pemberontak Bajing Alas?”
“Saat itu semua pasukan pengawal tersirep dan tidur dengan pulas sampai tidak terasa saat mereka berjatuhan dari kuda. Setelah semua sadar, simbok dan para pasukan pengawal sudah berada di penjara bawah tanah. Tempat itu sangat dingin dan berbau apek, para pasukan pengawal yang sakit hampir saja meregang nyawa di tempat itu. Untung saja Paijo mempunyai ide menyuruh Danu memanggil gerombolan serigala untuk membebaskan kita semua,” ucap mbok Atmo.
“Pemberontak Bajing Alas memang harus segera ditumpas ke akar-akarnya. Aku tidak peduli meskipun pemimpinnya adalah pamanku sendiri Paramarta. Mereka telah banyak membuat keonaran di wilayah kekuasaan Kerajaan Dananjaya. Mereka tak segan-segan membunuh, merampok dan berbuat semena-mena pada rakyat kecil,” ucap Putri Sekar Ayu dengan geram.
Dari kejauhan tampaklah seekor kuda berjalan mendekat ke arah rombongan Putri Sekar Ayu. Kuda itu berjalan dengan kecepatan sedang namun orang yang menaikinya tidak tampak sepertinya orang yang menaikinya terkulai di atas kudanya. Ajisaka segera menghampiri kuda itu. Mukanya tampak kaget saat mengetahui Patih Lembu Ireng setengah sadar terluka di atas kudanya.
“Cepat bantu aku, bawa Patih Lembu Ireng ke dalam tenda, dia harus segera diobati,” teriak Ajisaka.
Patih Lembu Ireng dibawa masuk ke dalam tenda. Ajisaka segera membersihkan luka-luka bekas sabetan pedang dan segera membubuhkan racikan obat di atasnya.
“Ini semua... perbuatan pemberontak Bajing Alas. Mereka menyiksaku agar aku mau memberitahu dimana keberadaan Putri Sekar Ayu yang telah kau bawa lari. Untung saja aku berhasil meloloskan diri saat mereka lengah,” ucap Patih Lembu Ireng.
“Lebih baik Patih Lembu Ireng beristirahat saja, nanti Patih bisa menceritakan kejadiannya saat sudah lebih baik. Kami di sini merasa lega Patih telah kembali bergabung ke rombongan ini.”
__ADS_1