SATRIA

SATRIA
Awal Jumpa Dengan Mu


__ADS_3

 


Namanya Satria Dirgantara, dy memiliki postur tubuh yang cukup tinggi 185cm, warna kulit kuning langsat, dy termasuk orang yg sangat dingin dg yg lain (apa lagi dg kaum hawa) memiliki tatapan mata yg tajam, memiliki rahang yang begitu kokohnya.


dy atlet basket sekaligus incaran para siswi disekolahnya dan juga dy termasuk siswa pintar dalam akademis.


 


Satria menyukai seorang gadis yang sangat menawan, sangat cantik dan penuh dengan keceriaan. entah kenapa dia bisa menyukainya pada saat pertama kali jumpa.


hehe.. entahlah, mungkin ini ya yang dinamakan dengan 'cinta pada pandangan pertama'.


awalnya saat jumpa dengan nya pada saat di dalam bus, ya.. memang di dalam bus waktu dia sepulang sekolah.


hari ini cuaca sangatlah mendung, cahaya mataharipun tak terlihat walaupun hari sudah siang sekitar jam 1, hanya awan gelap lah yg ada dilangit sana. hujanpun turun hingga lebatnya.


didalam bus Satria duduk di deket cendela mendengarkan lagu dg earphonenya.udah kebiasaanya, itu juga bisa dibilang hal yang disukai Satria saat berada didalam bus.


beberapa detik sepersekian tak lama ada Seseorang yang menepuk bahu satria 2x. yaa.. Seseorang itu sengaja menepuk bahu satria, jika tak menepuk satria tak bakal mendengar apa yang orang itu katakan karna dengan jelas terlihat Satria memakai earphone agar tak mendengar kebisingan di dalam bus.


"maaf kak bisa geser merapat ke cendela?" merasa ada yang menepuk bahunya, Satria menoleh dan langsung melepas earphonenya


"boleh aku duduk disini?" tanya sang gadis itu karna memang hanya disebelahnya saja yang tak ada orang yang mendudukinya dan Satria pun hanya mengangguknya mengiyakan permintaan seorang tersebut.


"Terimakasih" Ucapnya dengan senyuman yang begitu manisnya tertoreh dibibir nya bak semanis gula dicampur madu (agak lebay sedikit authornya hehe 😂😅)


'oh busyed dah, cantik bener nih cewek' cicit Satria dalam hati, dia mencoba menelan salivanya, sangat susah sekali amat sangat kesusahan.


Satria pun tak bisa berkata-kata karena wajah yang sangat cantik sekarang berada di depannya dan sekarang satria duduk disebelahnya. tak pernah Satria berjumpa dengan gadis secantik dia ini.


sungguh satria ingin menyapanya sekedar basah basih lah nanya dimana rumahnya ataupun hanya nanya nama kamu siapa dan dikelas berapa? karena melihat seragam nya itu sama dengan apa yang Satria pakai sekarang. Ya... Seragam sekolah SMA Harapan Jaya.


'kita sepertinya satu sekolah tapi aku tak pernah melihatnya.


aah apa karna aku selama ini terlalu cuek dg semua gadis yg hampir mendekatiku ya?' cicit Satria lagi dalam hati.


Entahlah.. memang satria sangat dingin bagaikan gunung es dan begitu cuek bebek terhadap siswi2 yg tergila gila mendekatinya. bukan karena mereka tak cantik, melainkan mereka tidak bisa membuat satria kagum malah membuat satria RISIH dan JENUH oleh tingkah para penggemarnya itu.


Bus pun melaju menerjang hujan yg sangat lebat dan Satria pun terdiam begitu juga sang Gadis.


Entah kenapa jantung Satria berdegub dengan kencang seakan-akan jantungnya itu sedang lomba lari maraton. Wajah Satria mendadak memerah dan berkeringat dingin, tak hanya wajahnya hampir seluruh badan Satria mulai berkeringat dari telapak tangan, leher, punggung dan kaki juga ikutan berkeringat dingin


'ini kenapa??' keluhnya dalam hati 'apa aku lagi sakit, oh tidak deman kok' oceh satria dalam hati dengan telapak tangannya menyentuh dahinya, merasakan suhu tubuhnya apakah panas, dan ternyata tidak (itu mah gejala orang nerves hehehe) tapi Satria tak menyadari itu 😪😪.


Bus melaju terus hingga sebentar lagi sampe ketempat tujuan Satria tapi entah kenapa dia enggan meninggalkan kursi penumpang ini dan malah berdiam diri begitu asyik dan menikmatinya.


"halte 5.. halte 5.. segerah merapat ke pintu" Suara cempreng kenek bus terdengar sangat lantangnya untuk menginfokan bahwa bentar lagi halte 5 segera sampai.


Banyak penumpang yang turun di halte 5 termasuk Satria sendiri. Tapi entah kenapa rasa nyamannya berada disisi gadis itu dan dia enggan nan malas sekali meninggalkan kursi ini. Hanya terdiam saja dirinya mematung dengan sesekali dia melirik ke arah gadis penumpang yg berada disebelahnya itu.

__ADS_1


'oh maiiigot.. dia juga melirik.ku' pekik Satria dalam hati. Dia gugup dan cepat2 ia buang muka menghadap ke cendela.


bus pun melaju lagi dengan hal yang sama seperti tadi tetap menerjang hujan yg ada.


'gapapa lah ga turun ya, itung2 nemenin cewek cantik' pekik satria dalam hati dengan kegiatan yang sama seperti tadi Satria melirik lagi ketempat penumpang di sebelahnya itu. Tak pernah lelah Satria curi-curi pandang terhadap gadis cantik itu.


"halte 10 halte 10... cepat.. cepat.. bagi yg mau turun halte 10 silahkan merapat" tetap


dengan suara cempreng kennek itu melengking keras didalam bus.


Gadis cantik itu berdiri dan berjalan mendekati pintu keluar, sontak Satria pun mengikuti nya dari belakang untuk turun di halte 10.


'oh ternyata dy turun disini toh, oke mulai dari sekarang saat pulang sekolah aku akan tutun di halte 10' cicit Satria di dalam hatinya.


Kebetulan hujannya sudah redah.


Entah kenapa keinginannya tiba2 seperti ini ingin membuntutinya, ingin berlama-lama dengannya. Padahal Satria tak kenal dengan gadis itu, namanya saja tak diketahuinya. Karena mungkin terlalu takjub dan kagum terhadap gadis itu Satria melakukan hal-hal yang diluar nalar logikanya tersebut saat ini. Seperti terhipnotis oleh kecantikan gadis tersebut.


'ah gila aku ya.. sudah jadi penguntit' cicitnya sendiri didalam hati sambil bejalan menuruni bus tersebut dan menuju bangku di halte tersebut.


Seumur-umur Satria tak pernah sepenasaran ini pada gadis manapun, tak pernah seingin ini mengikuti seorang gadis, tak pernah seberdebar ini tak pernah gugup tak pernah curi2 pandang saat di dalam bus kepada gadis manapun, malah seakan-akan Satria cuek bebek tak menghiraukan pada setiap gadis yg mencoba mendekati dan menggodanya, walaupun saat itu gadis yg mendekatiku tak kalah cantik(menurut pandangan orang lain) tapi tetap tidak termasuk oleh pandangan/penilaian dari pihak Satria. Hanya gadis yang baru saja duduk di sebelahnya saja yang dia rasa paling cantik. ah seperti Satria sudah gila..mungkin! 😪😪


Satria terdiam duduk dibangku halte tersebut dengan tetap memandangi punggung gadis tadi sampai menghilang dari hadapan nya dan tak terlihat lagi entah menghilang kemana disekitar kerumunan orang pejalan kaki.


Satria pun menyebrang ke halte di sebrang jalan. Dia menunggu bus untuk kembali ke halte 5.


'Aah... bodohnya aku, kan gini makan waktu banyak!' Tapi entak kenapa malah hatinya senang dengan kebodohan yang dia lakukan saat ini.


@Rumah_Satria


"kok tumben sore sekali kamu pulang sat..?" tanya sang nenek penuh khawatir.


Yaa.. Satria hanya tinggal dengan neneknya seorang. Satria anak yatim piatu, Ayahnya meninggal disaat dia usia 3 tahun dan Ibunya meninggal diusia nya menginjak 10 tahun.


"iya nek tadi aku berteduh dulu karna ujan" hehe aku tak berbohong sepenuhnya juga sih memang tdi ujjan dan aku pun tak mungkin kan mengatakan jika aku mengikutu seorang gadis yang telah mencuri perhatianku tanpa kompromi dulu tadi didalam bus.


"ya sudah kamu mandi dulu sana bersihin badanmu terus sini makan nasi goreng kesukaanmu, nenek sudah masakin tadi"


"*siap nek.. *" dengan gaya berhormat aku pada nenek "makasih ya nek udah dimasakin nasi goreng yang aku suka" dg tersenyum aku pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badanku.


Setelah 20 menitan Satria keluar dari kamar, yaa Satria uda selasai mandi dan berganti dengan celana hitam pendek selutut dan memakai kaos oblong hitamnya menuju meja makan untuk memakan nasi goreng buatan neneknya itu.


Satria menarik kursinya dan mulai duduk didepan neneknya, tak lama dia menyuapkan satu sendok nasi goreng kedalam mulutnya.


"kamu ga capek apa tiap malam hari kerja part time?" tanya nenek pada Satria


"Apa kamu tak belajar Sat? sekolah itu penting, bentar lagi kan kamu ulangan Semester".


Satria menghentikan kegitan makannya sejenak dan memandang neneknya penuh dengan kelembutan dan tersenyum.

__ADS_1


"Satria belajar kok nek, belajar sambil kerja. Nenek tenang saja ya Satria akan mempertahankan nilai-nilai Satria kok"


"kalau masalah uang, kan kamu bisa pakai uang nenek dari penjualan toko. Nenek masih bisa membiayai kamu Sat.."


Satria menggeleng kepalanya dengan cepat.


"tidak.. tidak.. jangan Nek, uang penjualan toko ditabung saja. Satria tak mau merepotkan nenek" ucap Satria dan sambil tersenyum lagi Satria melanjutkan makannya hingga nasi gorengnya habis.


Satria kerja part time di sebuah Rumah makan sebagai pengantar makanan ke meja-meja. Satria mulai kerja dari jam 6 hingga jam 10 malam. seperti hari hari sebelumnya Rumah makan itu sangat lah ramai dengan pengunjung. Jarang sekali Rumah makan tersebut sepi dari pengunjung.


"Satria.. kamu dipanggil tuh ama bos" kata salah satu karyawan di Rumah makan itu pada Satria. "oke.. makasih ya" balas Satria


Satria mulai menuju ruangan yang di beri sebutan BOS tersebut dan mulai mengetuk sebelum membukanya


Took.. tok.. suara pintu ketukan.


"Masuk.." sahutan suara dari dalam ruangan


"Bos memanggil say, ada apa ya Bos?" tanya Satria penuh penasaran "Apa saya melakukan kesalahan Bos?" ucap Satria penuh takut.


"Tidak Sat... malah aku suka dengan kinerjamu. sangat baik, cekatan dan ini gaji untuk minggu ini buat kamu" dengan menyodorkan amplop yang berisi uang kepada Satria untuk menerima gaji minggu ini.


Senyum di bibir Satria mulai nampak "Terima kasih Bos" satria menerimanya dengan senang.


"ya udah kamu balik kerja lagi sana" perintah Bos nya itu pada Satria.


"baik bos.. saya undur diri dulu bos"


setelah satria meninggalkan ruangan bos nya itu dia mulai melanjutkan pekerjaannya tersebut hingga tak terasa jam 10 udah tibah. Waktunya Satria siap-siap untuk pulang kerumah.


@Rumah_Satria


Satria sampai dirumah jam 11 malam.


Malam ini Rembulan yang indah sudah terpampang nyata diatas langit sana. Satria duduk dekat cendela dengan menatap keatas langit yg jauh sambil memandangi rembulan itu.


Satria sedang memikirkan gadis di dalam bus tadi siang.


"siapa ya gadis itu tadi? cantik, sangat cantik apalagi waktu tadi dy tersenyum padaku, hemm menyejukan" ocehnya sendiri tetap sambil memandang rembulan itu.


Sambil memukul kepalanya sendiri dengan pelan, sangat pelan hingga tak menimbulkan rasa sakit Satria mengeluh


"begok aku ini, kenapa tadi tak menanyakan saja dy di kelas apa,minimal aku tau lah namanya siapa?" Satria mulai menyesali tak menanyakan itu tadi.


"Semoga besok bisa berjumpa dengannya lagi" ucap Satria sambil menutup cendela kamarnya karna angin malam yang begitu dingin mulai memasuki kamarnya. Satria mulai naik keatas ranjangnya untuk istirahat malam alias tidur.


Dia berencana besok berangkat sekolah lebih pagi lagi karena dia akan berangkat naik bus dari halte 10 dan sepulangnya Dia juga akan turun ke halte 10 juga.


Semoga sukses buat Satria.

__ADS_1


note: maaf ya tulisannya kurang bagus, mohon kritik dan sarannya ya.. agar saya lebih baik lagi memperbaiki cerita ini. ini pengalam pertama saya membuat novel, bila ada penulisan ataupun tanda baca yang kurang tepat mohon diingatkan ya.. mohon jangan lupa like dan komennya ya.. 🤗😘😍 terimakasih banyak.


__ADS_2