
............Happy reading🌹 ...........
Sehari setelah pembicaraan rencana pernikahan yang di awali dengan ketegangan kemarin. Kini Satria juga Gadis sedang berada di Restoran milik Satria, setelah tadi pagi-pagi sekali Pria itu sudah menjemput Gadis untuk di bawanya ke Restorannya juga nanti ke beberapa tempat setelahnya.
Tujuan mereka ke Restoran, berhubungan dengan persiapan pernikahan mereka. Satria sengaja mengajak Gadis ke restorannya, agar wanita itu bisa memilih sendiri menu yang akan di sajikan saat pernikahan mereka yang tinggal menghitung hari itu.
"Sayang, Bagaimana?" Tanya Satria ketika Gadis baru saja mencicipi berbagai sampel hidangan yang di sediakan restoran calon suaminya itu.
Gadis pun memberitahukan semua yang dia suka dan inginkan untuk berada di pernikahan mereka. Dan semua itu, tentu Satria menyetujuinya tanpa saran atau bantahan sedikitpun. Karena dia tahu, selera wanita pasti yang terbaik. Terutama selera Gadis, tak dia ragukan sedikitpun.
"Baiklah, nanti kita tanya juga pendapat Mami juga bunda yah. Aku nggak mau di bilang ambil keputusan sendiri." Ucap Gadis setelahnya mendapat persetujuan Satria. Dan permintaan Gadis pun, lagi-lagi Satria menyetujuinya.
...****************...
Usai urusan mereka tentang makanan, kini Gadis juga Satria sedang menuju ke tempat selanjutnya rencana mereka hari ini. Namun Sebelum itu, Satria mengajaknya untuk mampir ke kampus sebentar kerena ada yang harus dia urus di sana dahulu.
"Sayang, kamu mau ikut atau mau tunggu di mobil saja?" Tanya Satria ketika mobilnya baru saja memasuki gerbang kampus, dan dirinya sedang memarkirkan mobilnya di parkiran.
"Dady lama atau cepat urusannya?" Tanya Gadis, Karena dia tak mau akan mengganggu Satria jika memang urusan Satria membutuhkan waktu yang lama. Kalaupun cepat, lebih baik dia menunggu saja di mobil pikirnya.
"Panggil sayang saja yang, kan kita cuman berdua nggak ada Cila sayang." Protes Satria.
"Ya yah, lama atau cepat urusannya sayang?" Ulang Tanya Gadis dengan wajah gemasnya mendengar protes Satria terhadapnya itu, hingga membuat pria itu ingin sekali memakannya saja saat ini.
"Hahaha, gemes banget kamu yang. Aku gigit niih. Aku sebentar saja kok, nggak lama." Ucap Satria namun dia malah mencubit pelan ujung bibir Gadis gemas, membuat wanita itu meringis sakit palsu di buatnya.
"Auuuww, sakit tahu." Bohong Gadis namun dia menahan tawanya karena melihat kegemasan Satria terhadapnya namun tak bisa berbuat apa-apa saat ini.
"Ngaco kamu yang, mana ada sakit. Mana mungkin juga aku nyakitin aset berharga aku itu. Di sayang itu baru benar." Ucap Satria yang tahu Gadis mengerjainya.
"Nggak asik kamu." Cibir Gadis.
"Hahahha, emang sekarang nggak asik. Entar kalau udah nikah baru aku asikin yang." Ucap Satria menatap mesum Gadis, membuat wanita itu bergidik ngeri di buatnya.
"Dasar, mes*m." Cibir Gadis.
"Mes*m-mes*m gini tapi cinta kan kamu."
__ADS_1
"Tau ah, sana turun." Usir Gadis karena kini dia sadar pasti wajahnya kini pasti sudah sangat memerah karena ucapan Satria barusan.
"Hahaha, kamu sangat menggemaskan yang. Sayang sekali ini bukan di kamar dan lagi ada yang harus aku urus sekarang. Kalau enggak otw deh adiknya Cila selanjutnya niih." Ucap jahil Satria sembari dia dengan cepat membuka pitu mobilnya untuk keluar sebelum Gadis mengamuk kepadanya.
"Dasar pria mesuuummmm kamu Om." Teriak Gadis namun Satria sudah keburu menutup pintu mobilnya. "Tapi ko aku cinta ya, semua kemesuman kamu." Lirih Gadis selanjutnya.
"Dih, perasaan tadi Tertawanya puas banget. Ko malah bisa datar tuh muka secepat itu setelah keluar mobil." Ucap heran Gadis yang kini melihat Satria yang berjalan masuk lobi fakultas dengan wajah datar kakunya itu.
Namun selanjutnya dia malah menarik sudut bibirnya hingga membentuk segaris sedikit melengkung, hingga membuat dia begitu manis.
Gadis bersyukur, dia bisa menikmati senyum bahkan tawa Satria sepuasnya yang dia mau. Karena orang di luaran sana, mungkin saja tak akan mendapatkan itu dari calon suaminya. Mengingat betapa datarnya pria itu ketika berada diluar dari orang terdekatnya seperti tadi yang dia saksikan di depan matanya barusan.
...****************...
Tanpa terasa kini, Gadis sudah menunggu hingga hampir dua puluh menit. Satria tak kunjung datang membuatnya memutuskan untuk keluar mobil sebentar, demi meraup udara segar di luar.
"Hay Gadis." Sapa suara pria yang Gadis kenali, membuat Gadis yang sedang fokus dengan ponselnya pun mengangkat pandangannya ke arah sumber suara.
"Eh kak Rayan, hay." Ucap Gadis namun selanjutnya matanya beralih melirik ke arah lobi tempat tadi Satria masuk.
"Sedang apa di sini? Apa ada urusan?" Tanya Rayan.
"Oh, Baiklah. Aku masuk yah dek, ada kelas soalnya." Ucap Rayan yang tahu kegelisahan Gadis, karena dia tahu Satria bagaimana. Sebab dia sudah melihat sendiri bagaimana perlakuan Satria pada Gadis saat bersama dirinya waktu itu.
"Iya kak, semangat mengajar yah." Sahut Gadis dengan senyum manisnya, membuat Rayan meleleh seketika melihatnya. Namun pria itu buru-buru pergi, tak mau nantinya terlihat aneh di hadapan Gadis. Sampai sampai dia lupa menjawab ucapan Gadis tadi.
Selepas kepergian Rayan, Gadis pun memutuskan duduk di kursi panjang yang berhadapan langsung dengan mobil Satria. Dirinya mengambil tempat kosong yang tak di duduki mahasiswa lainnya.
Tak berapa lama, Satria pun datang dan langsung masuk mobilnya. Namun Gadis tak menyadarinya karena dia malah fokus dengan ponsel di tangannya itu.
"Sayang, eh." Ucap Satria saat membuka mobil dan tak menemukan Gadis di sana.
Melihat Gadis yang tak berada dalam mobil, Satria pun kembali turun dan memutuskan untuk menelfon nomor Gadis. Namun saat dia sudah menghubungi Gadis dan mengangkat wajahnya, dia malah melihat Gadis sedang duduk Santai dan hendak menjawab panggilannya.
"Mau aku jemput, atau jalan sendiri." Tanya Satria jahil sambil dia memamerkan senyum manisnya itu, namun kini Gadis malah sedang kesal melihat kearahnya karena kini banyak mahasiswa di samping kiri kanannya sedang membicarakan Satria sekarang.
Banyak yang mengagumi ketampanan Satria, juga mereka berpikir jika Satria kini sedang tersenyum ke arah mereka. Padahal Gadis tahu betul Satria melempar senyum itu padanya. Namun entah kenapa dia tak suka dengan senyum Satria saat ini. Sungguh menyebalkan pikirnya.
__ADS_1
"Jangan tersenyum, aku mau di jemput." Ucap Kesal Gadis membuat Satria tersadar akan tingkah Gadisnya itu.
Tanpa menjawab, Satria langsung mematikan panggilan mereka dan berjalan ke arah Gadis. Membuat semua mahasiswa yang melihat itu heboh sendiri di buatnya.
"Sayang, kenapa di sini. Katanya kan tadi tunggu di mobil." Ucap Satria ketika dia sampai di hadapan Gadis dan mengusap sayang puncak kepala Gadis.
Semua yang ada di sana sontak saja di buat meleleh sekaligus sakit melihat tingkah Satria pada Gadis.
"Ayo balik." Kata Gadis dan dia langsung menarik tangan Satria untuk pergi dari sana.
Saat mereka memasuki mobil, yang di dapat Satria malah wajah cemberut Gadis.
"Sayang, kenapa?" Tanya Satria yang tak paham dengan cemberutnya Gadis saat ini.
"Senyummu tadi menyebalkan tahu Om, sengaja yah mau tebar pesona buat cewek cewek tadi." Ucap Gadis sedikit sewot, membuat Satria langsung membalikan wajahnya kembali melihat ke arah belakang mobilnya dan melihat banyak mahasiswa yang kini sedang berbincang dengan melihat mobilnya.
"Oh astaga kamu cemburu, aku bahkan tadi tak melihat seorang pun di sana. Pandanganku semua di penuhi kamu sayang." Ucap Satria jujur apa adanya. Dia jelas tadi hanya menatap Gadis, sampai sampai dia tak melihat sedikitpun ada orang di samping kiri kanan wanitanya itu.
"Jangan bohong, pokonya aku mau ngajar di sini setelah menikah nanti." Ucap Gadis sudah memutuskannya, dia jadi ngeri sendiri Satria di tatap lapar banyak pasang mata tadi.
"Hahaha, Gadisku kalau cemburu ngeri juga yah. Akan aku kabulkan yang."
"Jangan meledekku Om."
"Siapa yang ngeledek, orang aku suka. Sering-sering yah kaya gini. Aku suka di cemburuin kamu tahu. Ini sangat langkah."
"Dasar aneh."
"Hahaha."
"Tuhan lancarkanlah pernikahan kami, aku sungguh sudah tak tahan melihat kegemasan yang kau suguhkan di sampingku ini." Ucap Satria tiba-tiba sambil mengangkat kedua tangannya dan mengusapnya di wajahnya setelah mengucapkan itu.
Maaf baru Up lagi sekarang, Author drop soalnya dua hari kemarin.
Dan tadinya mau Up lebih awal, eh malah tulisan di draf Author ke hapus karena ada sedikit masalah tadi. Akhirnya nulis ulang lagi ini, apes apesssss ada aja gangguannya😭..
...Btw, Jangan lupa like komennya yah🥰...
__ADS_1
...Terima kasih sudah meluangkan waktunya untuk membaca cerita ini🙏🤗...
...Sehat-sehat untuk kalian semua di manapun kalian berada😇...