
"Ini kenapa cucian piringnya banyak sekali sih, apa habis ada tamu yah." Ucap Tante Mia saat dirinya baru sampai di dapur milik Satria.
Tante Mia jadi menunda memanaskan makanan mereka, dan memilih mengerjakan cucian piring Satria yang nampak menumpuk merusak pandangannya.
Usai membereskan pekerjaannya itu, barulah Tante Mia memanaskan makanan.
Sambil menunggu, ia memutuskan untuk menemui kedua ponakannya itu di kamar sekalian agar melihat sang cucu yang sedang di mandikan oleh Maminya.
"Heboh banget sih mereka." Batin Tante Mia tersenyum mendengar samar tawa dari dalam kamar.
Dengan semangat Tante Mia melangkah membukakan pintu dengan tak sabaran.
"Satria kenapa piring kotor kamu banyak se..ka llli..." Ucap Tante Mia saat masuk ke kamar Satria, namun beliau langsung memperlambat perkataannya ketika melihat pemandangan di depan, dimana Satria sedang memeluk seorang wanita dari arah belakang dan ketika mereka semua berbalik menatap ke arahnya, beliau sedikit terkejut dengan keberadaan Gadis.
Namun saat beliau mengingat lagi tawa bahagia yang berada di ruangan itu tadi saat masuk, seketika itu juga Tante Mia mengembangkan senyumnya. Tak mau jika raut terkejutnya itu akan membuat orang yang di cintai ponakannya itu merasa tak nyaman dengan ekspresinya.
"Hay sayang." Sapa Tante Mia di tujukan pada Gadis yang nampak terlihat memucat dan menunduk takut menatapnya, membuat ke dua kakak beradik yang tadinya nampak salah tingkah menjadi tersenyum seketika namun tidak dengan Gadis yang masih belum tersenyum karena masih canggung dengan wanita dewasa di depannya itu.
"Hey, apa kamu nggak mau balas sapaan Tante?" Ucap Tante Mia lagi dan Gadis langsung menatap ke arah Satria sebelum tadi dia memberanikan diri menatap Tante Mia.
Melihat anggukan kepala dan senyuman Satria, Gadis langsung beranjak mencium tangan Tante Mia dengan gerakan pelan.
"Hay Tante, maafkan jika aku masih bersama Om Satria. Maaf jika aku tak bisa menjauh darinya." Ucap Gadis usai mencium punggung tangan wanita yang masih nampak terlihat mudah di matanya itu.
"Kenapa minta maaf sayang, harusnya Tante yang harus minta maaf ke kamu karena masa lalu Tante kamu mendapat penolakan dari kakaknya Tante Papinya Satria. Maaf atas sikap kami waktu itu, maaf juga sudah memisahkan kalian berdua. Tapi Tante bersyukur kalian masih bersama sekarang ini." Ucap Tante Mia tulus sambil memegang satu punggung tangan Gadis dengan dua tangannya. Mengusapnya lembut hingga membuat sang empunya tangan merasa nyaman akan hal itu.
"Jangan pernah ninggalin Satria yah sayang, apapun yang terjadi." Lanjut Tante Mia lagi dengan tatapan harapnya.
"Terima kasih banyak Tante." Ucap Gadis dengan menganggukkan kepalanya sementara Satria dengan cepat memeluk Tantenya itu sakin bahagianya dia karena gadisnya itu ternyata bisa di terima sang oleh Tante.
"Terima kasih, dan maafkan Satria. Terima kasih sudah mau menerima orang yang Satria cintai." Ucap Satria sambil memeluk erat dari belakang tubuh Tante Mia.
"Ya sayang, maafkan Tante juga yah. Karena masalah Tante di masa lalu membuat hubungan kalian jadi di tentang." Balas Tante Mia sambil satu tangannya mengelus pipi Satria yang sedang bertengger di pundaknya dan satu tangannya lagi masih menggenggam tangan Gadis.
Melodi yang melihat adegan penuh bawang itu jadi ikut terharu, dia bangga dengan Sang Tante yang mau berdamai dengan masa lalu dengan cara menerima Gadis dengan tulus.
"Sayang kita berdua jadi di lupakan, kamu jangan nangis yah." Jahil Melodi berbicara pada Sky putranya yang nampak anteng, sekedar mencairkan suasana haru yang hampir membuat matanya berembun karena mereka.
Mendengar itu seketika semuanya jadi tertawa, membuat Sky yang nampak anteng tak siap jadi menangis nyaring karena terkejut dengan tawa mendadak orang dewasa di sekelilingnya itu.
"Oh astaga sayang kamu harusnya ikut ketawa, kenapa jadi nangis sih. Apa kamu juga ikut terharu sama kaya Mami ya nak, cup cup." Ucap Melodi sambil menepuk-nepuk paha Sky.
"Sini sama Tante Oma sayang." Ucap Tante Mia sambil beranjak mengambil alih Sky dan lanjut memandikan Baby gembul yang nampak terdiam dalam gendongannya itu saat di ambil alih olehnya dari Melodi.
"Sayang, kamu senang." Tanya Satria sambil memeluk pinggang Gadis dan membisikan kalimat itu pada Gadis, sebab dia melihat gadisnya itu nampak tersenyum melihat Tante Mia yang mulai memandikan Sky.
__ADS_1
"Sangat Om, aku sangat bahagia." Jawab Gadis sambil mendogak menatap Satria dengan senyum bahagianya.
"Lalu ini apa?" Tanya Satria sambil penghapus setitik air di sudut mata Gadis.
Tanpa menjawab Gadis malah langsung berhamburan dalam pelukan Satria.
"Ehemm." Melodi yang melihat keduanya langsung menjahili mereka.
"Kita masih ada loh, main pelak peluk saja kalian." Lanjut Melodi.
Sementara Gadis langsung melepas pelukan Satria karena malu, namun tidak dengan pria yang dia peluk malah tak suka aksinya di ganggu Melodi.
"Ck, ganggu saja kamu Dek." Gerutu Satria sambil hendak meraih pinggang Gadis namun di tolak gadis itu.
"Biarin, masih ada kita juga. Ah jadi rindu Dady nya Sky kan jadinya, mana lagi jauh lagi." Ucap Melodi namun di akhir kalimatnya membuat dia cemberut sendiri ketika mengingat suaminya yang sedang memenuhi tugas KKN nya di pedesaan yang cukup jauh dari tempat mereka.
"Hahaha, sabar-sabar ini ujian Mel." Usil Tante Mia yang sedang mengeringkan tubuh Sky yang baru selesai ia mandikan, membuat Satria tertawa puas.
****
"Sayang Tante balik yah, masalah Papinya nya Satria jangan di pikirin. Biar itu urusan Tante juga Satria." Ucap Tante Mia ketika mereka akan pulang.
"Benar Dis, percayakan semuanya pada Bang Bima saja." Kata Melodi menimpali.
"Iya sayang, kita balik yah. Sat, ingat jangan macam-macam belum resmi kalian." Peringat Tante Mia, sebab sejak tadi beliau selalu melihat Satria yang nampak tak pernah menjauh dari Gadis.
"Hehehe, iya Tan." Ucap Satria dengan menggaruk belakang kepalanya, sementara Gadis hanya tersenyum canggung mendengar peringat Tante Mia.
Setelahnya Mereka pun pergi meninggalkan apartemen Satria setelah tadi saling peluk pamit sebentar.
"Lepas Om jangan macam-macam, baru juga di peringati." Tegur Gadis ketika mereka baru menutup pintu apartemen dan Satria malah langsung memeluknya.
"Nggak macam-macam kok, satu macam saja yah." Ucap Satria dan tanpa permisi dia langsung menggendong tubuh Gadis dan membawanya masuk ke kamarnya.
"Om lepasin." Teriak Gadis saat tubuhnya di angkat Satria.
"Aku ngantuk, temani aku tidur sebentar yah. Setelah itu baru aku antar pulang." Ucap Satria saat mereka sampai di kamar.
Pria itu langsung merebahkan Gadis di atas kasur dan setelahnya dia pun ikut membaringkan tubuhnya di sebelah Gadis sambil memeluk tubuh gadis itu bagaikan guling.
Gadis yang di perlakukan seperti itu hanya pasrah, sebab dia sudah percaya akan Satria yang tak pernah berbuat jauh selain ciuman saja.
"Om." Panggil Gadis namun tak di jawab Satria.
"Dih, beneran tidur ternyata." Batin Gadis saat dia mendengar nafas beraturan Satria di atas kepalanya, karena kini posisinya tepat di dada Pria itu.
__ADS_1
Gadis pun memutuskan untuk memejamkan matanya mengikuti Satria untuk tidur sebentar karena sakin nyamannya di peluk pria itu.
***
Keesokan harinya...
Tepat pukul setengah delapan pagi Gadis dan keluarganya kini sedang sarapan sebelum mereka memulai aktifitas pagi mereka masing-masing.
"Sayang?" Panggil Bunda Gadis membuka obrolan. Sementara Dimas nampak asik dengan makanannya.
"Ya Bun."
"Semalam pulang jam berapa?" Tanya Bunda membuat Gadis menelan saliva nya, sebab dia semalam pulang jam sepuluh malam lewat karena ketiduran dan baru terbangun setengah sepuluh malam sakin nyenyak nya tidur diperlukan Satria.
Entah tahu dari mana Sang Bunda dia pulang malam, sebab Bundanya itu baru saja subuh tadi sampai rumah karena beberapa hari di luar kota.
"Lo pulang malam Mel?" Tanya Dimas yang juga baru tahu, karena dia pun tak mengecek Gadis lagi saat sampai rumah semalam habis dari bengkel.
"Permisi buk, ada tamu." Ucap Art membuat Gadis yang hendak menjawab jadi terhenti.
"Siapa?" Tanya Bunda.
"Satria katanya buk."
Mendengar itu tiba-tiba Gadis yang hendak minum jadi tersedak sakin kagetnya mendengar nama Satria.
Sementara Bunda dan Dimas yang tadinya menatap Art jadi kembali beralih menatap Gadis.
.
.
.
Yang minta Visualnya ini yah, maaf kalau nggak sesuai. Author sukanya yang ini soalnya😁✌️
Satria
Gadis
__ADS_1