
Selamat malam teman teman.
RedPink kembali lagi 🤗
Semoga episode kali ini mengobati rasa rindu kalian terhadap Satria.
Happy reading 🤗
💞 💞 💞 💞 💞
Satria sekarang berada dikamar Davit, hari ini Satria libur kerja part time nya. Davit meminta Satria main kerumah nya, Quality time menurut Davit karna mereka berdua jarang jarang menikmati Qtime bareng seperti ini. Davit sangat merindukan itu semua.
"Bruuw aus nich. Minumnya mana?" Pinta Satria ke Davit.
"Ya elah bruw kayak dirumah sapa. Noh.. kedapur ambil sendiri, masih apal kan ya dimana dapur nya?" Tanya Davit.
Satria mengangguk saja.
"Bibik lagi pulang kampung belum balik. Ambilin buat gue juga ya.... ama camilannya ya mas Satria.... ya.. yaa.. ya.. " Davit berkata sok dimanja manjain agar Satria mau mengambilkan untuknya sambil menggoyang goyangkan tangan Satria.
"Dasar Luh kalau ada mau nya ajja. iiih jijik gue liat Luh kayak gitu nyet.. mendadak merinding gue." Satria menonyor kepala Davit lalu pergi ke lantai bawah menuju ke dapur.
Ketika sampai dilantai bawah, Satria berpapasan sama mama nya Davit yaitu Ny. Alexander yang sedang duduk di meja makan menikmati teh sambil membaca majalah.
"Tante apa kabar?" Satria menyapa mama Davit sambil mencium tangan mama Davit.
"Ooh nak Satria.. Tante baik Sat. kamu sendiri gimana kabarnya, nenek kamu sehat?"
"Alhamdulillah Satria dan nenek baik, sehat Tante." Satria tersenyum pada mama Davit.
"Sini kamu duduk dulu sebelah tante, udah lama ga ketemu kamu Sat." Ny. Alexander sambil menepuk kursi disebelah nya agar Satria duduk di situ.
Satria pun beranjak duduk di sebelah kursi Ny. Alexander.
"Oiyah Sat, bagaimana Davit di sekolah itu. Apa masih sering suka bolos tuh anak? Apa dia masih punya banyak pacar? Dasar ya emang tuh bocah bandel." Ny. Alexander geleng geleng mengingat semua ulah anaknya itu.
"Hehehe Davit udah ga pernah bolos kok Tan, dia udah insaf Tan.. kan udah kelas tiga."
"Tapi kalau masalah pacar Satria kurang paham Tante karna Satria tak begitu mengikuti masalah pribadi Davit." Satria berbohong tentang masalah pacar ini karna Satria tau betul Davit pacarnya bejibun sekali di sekolah.
Satria tak mau membuat Mama Davit marah marah ke Davit hanya karna jawaban Satria yang jujur, nanti dikira ngaduh lagi ama si Davit.
Ny. Alexander seperti nya percaya dengan apa yang Satria katakan, terlihat jelas dia hanya mengangguk angguk saja dengan jawaban Satria tadi.
"Oiyah kamu sampai sekarang masih sering melakukan kerja part time Sat?" tanya Ny. Alexander.
Mama Davit udah menganggap Satria anaknya sendiri, makanya beliau tahu kehidupan Satria seperti apa. Yang jelas Ny. Alexander tau semua itu dari Davit anak semata wayangnya itu.
Ny. Alexander hanya mempunyai anak tunggal yaitu Davit Alexander. Beliau tak bisa memiliki anak lagi karna kecelakaan yang beliau alami di sepuluh tahun yang lalu itu membuat rahim yang ada di perut Ny. Alexander diangkat.
Ny. Alexander sangat senang dulu ketika Davit memperkenalkan Sahabatnya yaitu Satria, karna Satria bisa membuat Davit anaknya tak kesepian lagi jika Tuan dan Ny. Alexander pergi keluar negri ubtuk menjalankan bisis mereka.
Dulu Satria sering menginap dirumah Davit jika Davit sendirian dirumah. Sebenarnya tak sendiran juga sih karna ada pembantu dan Satpam dirumah.
"Iya Tante masih kok, tapi hari ini libur Tan makanya bisa main kesini disuruh Davit. Davit sudah ngamuk ngamuk karna Satria jarang main kesini." jawab Satria dengan cengiran.
"Iya Sat.. kasian Davit. Hanya kamu yang paling dekat ama Davit selain Om dan Tante siapa lagi yang peduli ama tuh bocah."
"Oiyah Sat... Tante mau nawarin kamu pekerjaan. Tante berharap sih kamu mau menerima nya. Pekerjaan ini cocok sekali buat kamu Sat." Ny. Alexander tersenyum ke arah Satria dan mengusap punggung Satria.
"Memang pekerjaan apa Tante. Kalau lebih baik dari pekerjaan part time nya Satria, nanti Satria pertimbangkan Tante."
"Pasti kamu mau dan suka. Pekerjaan nya ga menguras tenaga kok. dan juga tak begitu sulit. Kamu hanya bergaya dan berpose di depan kamera saja, gampang kan Sayang."
Satria masih belum jelas dengan apa yang dikatakan Ny. Alexander.
"Maksut Tante gimana? Satria tidak mengerti." Satria dengan muka bingungnya meminta penjelasan lebih jelas lagi.
"Di perusahaan Tante kekurangan model. Model yang ada memang sih cakep cakep tapi itu udah wajah lama tak menarik lagi, ini mau mencari wajah baru yang fres dan sesuai dengan anak milenial zaman now. Tante berencana nawarin kamu jadi model majalah ini." Ny. Alexander menyodorkan majalah yang tadi beliau baca ke arah Satria.
Satria menerima majalah itu dan mulai membuka satu persatu halaman itu dan membacanya.
"Tante janji, agensi di perusahaan nanti tante suruh membuat jadwal diluar jam sekolah kamu Sat biar sekolah kamu tak terganggu. Kamu mau ya Sat.. sayang banget wajah setampan kamu tidak digunakan untuk yang lebih baik lagi. Mau ya...?" Bujuk Ny. Alexander padanya.
"Hemmmmm.... kenapa ga Davit saja Tan. Kan Davit juga memiliki wajah yang Cukup tampa juga."
Ya.. Davit juga cukup memiliki wajah yang tampan seperti wajah Satria, tapi bedanya wajah Satria tingkatannya masih sedikit diatas ketampanan wajah Davit.
Wajah Satria oriental wajah indonesia tapi kalau davit agak ada kecina cinaan wajah nya.
"Tante sama Om tak setuju jika Davit jadi model. Dia nanti kan penerus keluarga Alexander satu satunya. Nanti Davit setelah lulus SMA, Tante dan Om akan kirim dia ke Amerika untuk melanjutkan sekolah disana agar lebih menguasahi ilmu bisnis yang Om dan Tante kelolah ini."
Satria hanya mangut mangut saja mendengarkan penjelasan Ny. Alexander.
"Gimana Sayang... Kamu mau ya.. mau ya.. Satria?" Bujuk Ny. Alexander lagi pada Satria.
"Ya Satria coba ajja dulu Tan. Nanti menyesuaikan juga dengan jadwal kerja part time Satria agar tak bentrokan."
"Sayang.. udah kamu berhentih saja dari kerja part time kamu. karna kamu langsung tanda tangan kontrak 5 tahun kedepan sayang. Kalau orang lain sih harus magang dulu dan masa training. Tapi kamu itu spesial, kamu udah Tante anggap anak sendiri, kamu itu sudah seperti saudara nya Davit."
"Tapi Tan.. apa kata orang orang nanti jika mereka tau kalau Satria langsung ajja tanda tangan kontrak dan juga tak mengikuti masa training ataupun magang."
"Udah nanti tante yang urus semua itu. Orang orang ga bakal tau. Kamu tetep jalani masa training cuma 2 minggu ajja biar yang lain ga curiga."
"Kamu mau kan Satria.. Tante mohon ya."
"Ya sudah Satria menerimanya agar Tante senang. Karna Tante udah seperti orang tua Satria juga."
"Makasih ya sayang." Ny. Alexander memeluk Satria dan Satria juga membalas pelukan Ny. Alexander.
"Sama sama Tante."
Davit berjalan menuruni anak tangga dan menuju ke meja makan saat melihat mamanya berpelukan haru dengan Satria.
"Ada apa nih.. aku juga mau dong berpelukan."
Davit langsung berhambur memeluk keduanya, memeluk mamanya yang masih berpelukan dengan sahabatnya.
Ya.. Davit sudah mengerti mama nya itu juga sayang kepada Satria seperti sayang kepada anaknya sendiri.
__ADS_1
"Sudah sudah.. mama sesak rasanya di peluk Davit erat sekali." Ny. Alexander melepas pelukannya itu.
"Ada apa sih ma? " Tanya Davit heran pada mama nya itu.
"Elluh nyet disuruh ambil minum malah asyik ngobrol ama nyokap. Mana minumannya?"
Davit mengambil duduk disebelah mamanya.
Satria pergi ke dapur mengambil air minum dan tak lupa dengan camilannya.
"Nih minumnya tuan." Satria meletakkan minuman dan camilan itu diatas meja makan.
"Satria mama mau jadikan dia model dimajalah ini." Ny. Alexander mengatakan pada Davit anaknya.
"Waah bagus dong. Satria emang cocok jadi model Mam... Mama jeli juga menemukan wajah tampan." Ucap Davit penuh dengan kegirangan.
"Iya lah mama... sebenernya udah lama pingin ngomong gini ke Satria, tapi ga ada waktu yang pas dan juga jarang banget kan mama ketemu Satria akhir akhir ini,dia jarang mampir kesini." Kata Ny. Alexamder dengan memakan camilan yang tadi dibawakan Satria dari dapur.
"Iya Mam.. Satria sibuk pacaran." Celutuk davit menggoda Satria Sambil menaik turunkan kedua alisnya itu.
Satria melotot ke arah Davot dan di balas dengan kekehan oleh Davit.
"Elluh ga berminat juga jadi model Pit?" Satria mencoba mengalihkan topik itu biar ga semakin jauh dibahas oleh Davit.
"Ogah.. gue ga suka kayak gitu. Emang sih gue palyboy tapi tar kan jadi ribet ga bisa punya Bucin banyak. Takut ke expos semua man Bucinya gue." Jawab Davit dengan cekikikan sambil nyeruput minumannya.
"Nih Bocah masih tetep ajja ya suka mainin cewek. Mama ga mau tahu. Pokoknya kamu harus kenalain pacar kamu yang serius. bukan yang main main. Putusin semua cewek yang dimainin ama kamu tuh. Kasian, mama kan juga perempuan pasti mama juga bisa ngerasain apa yang mereka rasain saat dipermaikan oleh kamu Bocah ingusan." Pinta Ny. Alexander pada anaknya itu.
Satria mulai terkekeh melihat perdebatan antara ibu dan anak itu. Satria sudah sering mendengar Ny. Alexander itu memanggil Davit dengan sebutan Bocah.
"Mam... Davit bukan BOCAH mam... Davit udah gedeh. Pliis jangan suka manggil bocah lagi, kan malu nanti kalau temen Davit yang lain tau. Kecuali Satria." Davit merajuk.
Davit memanyunkan bibirnya kedepan,setelah itu berdecak dan tak lupa sambil menghentak hentakan kaki di lantai bawah meja makan itu.
kayak anak perawan ajja kalau udah merajuk.
Ya.. Davit itu punya sifat manja dan muanjanya itu terlihat sekali saat di depan mama nya. Davit sebenarnya tipe cowok yang suka dimanja. Tapi ingat ya davit bukan cowok letoy atau kata lainnya cowok bencong. No.. salah besar itu. Davit tetap cowok tulen. Cowok macoh, keren, kalau di depan umum.
"Davit ga ada yang diseriusin. Ga ada yang Davit cintai Mam. Ga ada cewek yang seperti Mama."
"Laah... Tuh si Tamara.. mau ellu kemanain. Kasian tuh anak orang." Celetuk Satria untuk menggoda Davit dengan senyum jailnya.
Satria membalas dendam ke Davit karna tadi ia sempet di godain oleh Davit.
Davit langsung melotot pada Satria.
"Nah itu. Tamara ya cewek mu. pokoknya bulan depan bawa kesini kenalin sama Mam... jangan banyak alasan. Besok mama sibuk dan lusa langsung ke paris ngurusi kerjaan disana. Bulan depan mama balik dari paris udah harus bawa tamara kerumah ini." Ny. Alexander meninggalkan meja makan menuju kamar nya.
"Mam.... Plis mam.. dengerin Davit dulu. Satria bohong." Teriak Davit pada mama nya yang mulai menjauhi meja makan.
"No.. jangan buat alasan." Suara Ny. Alexander dari kejauhan menimpali Davit.
Sekarang pandangan Davit tertuju pada Satria. Davit melotot pada Satria.
"Ellu apain sih nyet.. Bawa bawa Si Tam cewek jadi jadi an itu." Davit menonyir kepala Satria.
"Gelli gue denger kata kata dari mulut Luh. Denger yah, Tam bukan tipe gue. titik. elluh harus tanggung jawab, kalau Luh ga bisa jelasin ke nyokap gue minim elluh bantu gue ngomong ke Tam ajak dia kerjasama biar jadi pacar bohongan gue untuk dikenalin ke Nyokap biar ga ditagih meluluh ama nyokap." Ucap Davit sebal dengan mengacak acak rambutnya sendiri.
"Loh kok gue sih nyet." Satria kaget dengan apa yang dikatakan Davit itu.
"Kan gara gara elluh juga tadi bawa bawa nama Tam. Kapok Luh. Senjata makan tuan. Intinya gue ga mau repot bujuk bujuk si Tam. Gue terima beres, Gue serahin semua pada Luh nyet si biang kerok."
"Ya dah deh demi kelangsungan hidup dan kebahagiaan masa depan sahabat gue bareng Tam. apapun gue jabanin deh." Ucap Satria dengan kekehan.
"Masa depan gundulmu ah. Masa depan gue ga ama Tam kampret." Davit kesal sekali melihat tingkah Satria yang semakin menjengkelkan itu.
Beberapa menit kemudian Ny. Alexander datang ke meja makan itu dan membawa Map.
Ny. Alexander duduk dikursi yang tadi beliau duduki tadi.
"Sat.. ini coba baca surat perjanjian kontrak kerja kamu dan kamu tandatangani ya." Ny. Alexander menyodorkan map yang beliau bawa ke pada Satria untuk dibaca dan ditandatangani.
Satria mulai membaca tiap kata demi kata, setiap poin poin yang tertera di isi perjanjian itu. Memcoba memahaminya dan akhirnya menandatanganinya.
"Ceileh, Sahabat gue bentar lagi jadi model terkenal.. Gue bakal dukung elluh brother." Davit menepuk nepuk bahu Satria.
"Yadah gue ke kamar dulu ya bruw. Tar elluh susulin ajja." Davit meninggalkan Satria Dan Mama nya di meja makan.
"Ini kartu nama seseorang, kamu besok sepulang sekolah pergi ke alamat itu ya, ke kantor pusat. nanti kamu bisa tanya di loby nama orang yang ada di kartu itu. Dia yang akan mengurus semua keperluan kamu kelak. Maaf tante ga bisa nemenin kamu besok karna tante sibuk mau ngurusin hal hal yang lainnya.
"Iya gapapa tante. Terima kasih untuk semua tan." Ucap Satria.
"Iya sama sama."
💞 💞 💞 💞 💞
Keesokan harinya.
Hari ini Satria berada di depan gedung yang sangat besar dan menjulang tinggi keatas. Entah ada berapa lantai gedung ini jumlah nya yang pasti sangat tinggi sekali.
Satria mulai memasuki gedung itu dan menuju ke bagian resepsionis.
"Permisi mbak, boleh saya bertanya sesuatu." Satria berbicara pada salah satu resepsionis yang cantik itu.
"Iya bisa saya bantu, mau menanyakan apa?" Resepsionis itu tersenyum ramah kepada Satria.
"Bisa bicara dengan orang ini?" Satria menyodorkan kartu nama yang diberikan oleh mamanya Davit kepada resepsionis itu.
"Ooh anda pasti Satria ya? keponakannya Miss. Alexa." Kata resepsionis itu dengan ramah dan tersenyum lagi.
Mama Davit dipanggil dengan sebutan Alexa bukan Alexander karna itu terlalu panjang dan agak ribet, itu permintaan Ny. Alexander sendiri kepada rekan bisnis dan karyawannya.
'Loh kenapa aku jadi ponakannya tante Alexander sih. Pasti ini kerjaannya Tante nih. Di iyain ajja deh biar gak ribet.' Batin Satria
"Ah iya mbak." Satria menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dan tersenyum.
"Pak Michel ada lantai 17 ruangan nya nanti ada tulisan Si Mike. Itu ruangannya Pak michel. Mas nya sudah ditunggu dari tadi."
"Oiyah terima kasih ya mbak."
__ADS_1
Satria meninggalkan lobby itu dan menuju lantai 17 untuk menemui Tuan michel.
Setelah sampai di lantai 17, Satria mencari ruangan yang bertulisan si Mike dengan tulisan yang besar.
Tok.. tok.. tok..
Satria mengetuk pintu ruangan Michel itu.
"Masuk." Suara orang dari dalam ruangan.
Satria membuka pintu itu dan mulai memasuki ruangan itu.
"Selamat siang tuan. Saya Sat...." Ucapan Satria belum selesai tapi Michel udah nyerobot memeluk Satria.
'iih bencong... Gue agak ngeri nih mau kerja sama ama nih bencong.' Batin Satria dengan takutnya.
Jelas saja Satria kaget. dan agak mendorong pelan tubuh Michel.
"Maaf ya boy... aku sukak gemess liat yang cakep cakep. Yu Satria kan boy."Dengan suara yang manja Michel berkata dan langsung mencubit pipi Satria dengan gemes.
Satria mundur satu langkah kebelakang, dia agak ngeri melihat perlakuan michel terhadapnya dan Satria mengelus pipinya sendiri yang tadi di cubit oleh michel.
"Yuu jangan takut. aku ga naksir ama yuu kok. aku masih normal."
Satria mengelus dada nya legah.
"Kenalin nama aku michel tapi aku suka dipanggil mike. panggil ajja mike jangan lupa dan jangan panggil aku dengan embel embel kata tuan, ga sukak dan ga cocok bingits buat aku boy. Yuu model baru ya, yang di bawah oleh Miss Alexa. Aku yang akan jadi manager Yuu nantinya boy, apapun yang Yuu perlukan semua aku yang sediain. Oke." penjelasan panjang lebar Mike pada Satria dengan gaya sedikit gemulainya dan suara yang tetap manja manja gimana gitu...
"Oke Mike. Tapi aku boleh ngajuin syarat?" Ucap Satria ragu ragu.
"Yeeeaahh.. apa tuh syaratnya? pakek syarat syarat segala sih boy." Mike mulai berdecak.
"Tolong kamu jangan asal nemplok nemplok ke aku ya kalau di depan umum ataupun cuma berduaan gini, maaf ya. sebenarnya aku agak takut." Ucap Satria hati hati biar tak membuat mike tersinggung
"Bukannya apa apa sih, takut nanti orang mengirah saya belok. Maaf ya. Kamu ga marah kan mike" Ucapan Satria penuh dengan permohonan yang tulus pada Mike.
"Oh sans ajja boy.. aku ga masalah. Perioritas utama aku adalah bos ku. yaitu Yu sekarang. Nanti aku akan carikan seponsor, ataupun apalah itu biar bos banyak uang dan bisa bayar gaji aku." Ucap Micky dengan penuh semangat.
"Aku bukan bos. Aku ga mau dianggap bos. kamu kan lebih tua dari aku, aku anggap kamu kakak ku dan kamu anggap aku adikmu saja ya. Jika kita berdua saja kita ini kakak adik tapi kalau di depan umum kita ini manager dan model. Kamu mau kan?" Satria mengajukan kesepakatan dengan mike yang ia anggap kakak nya sendiri.
"Oke ga masalah. Hemmm aku ga nyangka ya, selain cakep yu juga baik bingits. Model ataupun artis yang dulu aku pegang dari dulu ga ada yang sebaik yu boy, kebanyakan sombong dan angkuh. Yu bedah boy. Aku akan berjanji akan membuat Yu terkenal." Janji Mike pada Satria penuh dengan ketulusan dan sungguh sungguh.
"Oiyah aku udah tau tentang Yu dari Miss Alexa, yu udah di kontrak 5 tahun jadi yu lebih gampang nanti naiknya ga susah susah banget lah ya. Nanti setelah pemotretan pertama berhasil aku akan coba mencari produser biar yu bisa diajakin main film boy."
"Jangan buruh buruh ah Mike nanti semua orang bakal benci dan ga suka ama aku yang pendatang baru ini, lagian aku kan ga bisa apa apa, ga punya kemampuan apapun."
"Udah yu tenang ajja, nanti aku bawa guru privet buat yu belajar segalanya. yu tenang aja. yu lakuin apa yang aku katakan." Ucap mike penuh percaya diri.
"Oiya ayok yu ikut aku ke ruang makeup buat di makeup in soalnya nanti kan ada pemotretan buat majalah Remaja edisi minggu depan."
Satria dan Mike menuju ke ruang makeup dan sekarang Satria di makeup in, tak lama kemudian Satria disuruh ganti baju yang sudah di sediakan. Baju itu model pengeluaran terbaru untuk dipasarkan bulan depan, itu baju merk terkenal.
"wooooohooo.. yu sangat tampan boy. sumpah yu tuh model yang akan bersinar nantinya. Ga salah nih Miss alexa udah ngerekomendasikan yu. Yu seperti berlian yang telah lama hilang boy."
"Ah lebay deh kamu Mike. biasa ajja kale. Aku mah ga ada apa apanya."
pemotretan pun sudah selesai setelah memakan cukup lama 5 jam an. Satria tadi menggunakan 4 baju yang berbeda modelnya. Sebenarnya bukan acara pemotretannya yang memakan waktu lama, karna Satria ternyata cukup pandai bergaya didepan kamera, yang memakan waktu lama itu makeup dan ganti bajunya.
"Mike, ternyata model baru yang kamu bawa ini cukup bagus, menarik dan pandai juga bergaya. Ga ngebosenin. Ini mah selerah nya anak mudah zaman now." Kata salah satu orang yang memfoto Satria tadi.
"yuhuuuuw... mike gitu loh. Ini nih calon bintang tau gak. Bintang yang akan bersinar di kemudian hari." Mike mulai menyombongkan bakat Satria.
"Yaudah boy, yu pulang sekarang. besok harus pemotretan lagi."
"Hah, apa! lagi Mike, bukanya tadi udah selesai ya? kan tadi udah banyak Mike." Ucap Satria tak percaya padahal tadi udah memakan waktu 5 jam an.
"Kata siapa udah selesai boy. Sebenarnya ada 6 baju boy yang akan yu pakai untuk pemotretan majalah Remaja. Tadi kan udah 4 baju tadi dan tinggal 2 baju. Sebenernya sih diselesaikan sekarang sih bisa tapi aku kasian ama yu, pasti capek kan. Besok yu harus sekolah boy, udah sana pulang dan istirahat."
"Ya udah makasih ya Mike udah ngertiin aku, Aku pulang dulu buat istirahat ini pegal semua badan ku."
"Yu naik apa pulangnya boy?"
"Aku pulang naik Bus Mike. Emang kenapa?"
Mike kasian dan ga tegah melihat Satria pulang naik bus, akhirnya ia berencana mengantarkan Satria pulang.
"Aku antar ajja yu pulang Boy. Kasian udah malam."
Mereka berdua naik mobil untuk menuju ke rumah Satria.
"Oiyah boy ini 20% honor yu hari ini. Sisanya nanti setelah lihat hasil penjulan majalah yang ada wajah nya ellu dan dari hasil penjualan baju yang ellu pakai itu tadi buat pemotretan." Mike menyodorkan amplop coklat kepada Satria dan Satria mengambilnya.
"Oiyah Yu belum punya Atm ya boy. Besok aku buatin Atm deh buat Yu boy biar enak kalau management akan bayar honor yu gampang tinggal transfer aja."
Satria tidak membuka amplop itu dan langsung memasukan ke dalam tas nya.
"Besok Yu harus dateng tepat waktu ya Boy jam 4 sore mau pemotretan, jam 3 sore Yu harus udah ada di sana buat Prepare. Besok kan cuma 2 baju ajja kan Boy, setelah pemotretan aku ajak yu menghadiri peragaan busana remaja cowok buat anak milenial zaman now. Yu bisa liat tar peragaan itu dan bisa juga yu ambil tuh ilmu disana."
"Oke Mike, Makasih ya Mike kamu udah baik mau ngebantu aku." Satria tersenyum sambil memakan burgernya dalam mobil.
Tadi ditengah perjalanan Mike membelikan Satria burger karna takut Satria lapar. Mike tak mau melihat modelnya itu nanti jatuh sakit.
Satria merasa sangat beruntung dipertemukan dengan orang orang yang begitu sayang kepadanya. mempunyai Sahabat seperti saudara sendiri seperti Davit dan mama nya Davit, itu juga seperti ibunya sendiri. sekarang ia dipertemukan manager sekaligus asisten pribadi seperti Mike. Mempunyai kekasih seperti Calla yang begitu sayang kepadanya. Memiliki nenek yang begitu baik dan menyayanginya juga. Mempunyai sepupu yang begitu baik juga.
Walapun Satria tak mempunyai lagi orang tua, tapi kasing sayang ia terima begitu banyak dari orang orang sekitar nya.
Satria begitu bahagia. Satria mengucap syukur dalam hati dengan apa yang ia terima selama ini.
Bersambung 🤗
💞 💞 💞 💞 💞
**Gimana menurut kalian semua. Apa udah puas dengan episode kali ini??
Komen nya dong jangan lupa, tulis pendapat kalian..
Dan Terima kasih untuk teman teman semua yang masih berminat membaca cerita Satria.
Salam Sayang dari RedPink 😘😍 untuk kalian semua 💋💋💋**
__ADS_1