
............Happy reading🌹 ...........
Merasa dirinya tersudutkan dengan ucapan tanya sang adik perempuannya, Papi Darma pun langsung saja mengalihkan pembicaraan sakin tak ingin membahas sesuatu yang akan membuatnya sulit untuk berbicara ketika nantinya Gadis akan jujur tentang dirinya yang turut andil atas kepergian wanita itu.
"Nanti saja baru membahas itu, sekarang kita datang untuk Melihat cucu juga anak Papi." Sela Papi Darma sembari beliau melangkah melewati Gadis juga Tante Mia mendekat ke arah sang anak Melodi.
"Bagaimana keadaanmu sayang? cucu Papi bagaimana? apa dia sehat, dia perempuan kan seperti yang di katakan dokter sebelumnya?" Lanjut Papi Darma sukses membuat semua mengerubungi Melodi dan melupakan soal pertanyaan Tante Mia soal Gadis tadi.
"Sayang, nanti kita bahas lagi yah. Pokonya kamu jangan pernah lagi ninggalin Satria, atau pria itu akan benar-benar kehilangan kewaras@nnya." Ucap pelan Tante Mia pada Gadis dan langsung di angguki wanita itu dengan senyum kecilnya. Tante Mia pun beralih pada Melodi yang kini sedang di dekati Kakak lelaki satu-satunya itu.
Bukan hanya Papi Darma yang merasa lega, Gadis pun merasakan hal yang sama. Dia tak mau nanti tak bisa menjawab pertanyaan Tante Mia karena tak mungkin dia akan mengatakan sejujurnya tentang calon mertuanya itu selain kepada Satria sendiri tentunya.
"Aku baik-baik saja Pi, yah cucu Papi perempuan. Dan dia sangat sehat, ha tuh dia datang. Panjang umur kamu nak." Ucap Melodi saat boks sang bayi baru di dorong masuk ke ruangannya.
Seketika semua orang langsung menatap ke arah bayi Melodi, yang kini sudah di dorong sampai ke samping Melodi yang sedang duduk bersandar pada bantal yang di buat sang suami untuknya agar bisa bersandar dengan nyaman.
"Mami Mami." Panggil Arsyila pada Gadis membuat semua orang menatap ke arah bocah yang ada di gendongan Mami Eka karena mendengar suara lantang imutnya itu.
"Hey, kamu kenapa sayang?" Tanya Mami Eka, sembari beliau menatap sang cucu yang seperti tak nyaman dalam gendongannya.
"Cila mau tama Mami." Ucap Arsyila sembari dia melihat Gadis.
"Cila kenapa nak? Mau Dady gendong." Ucap Satria yang juga sama-sama dia dan Gadis mendekati Mami Eka karena mendengar panggilan Arsyila.
Tanpa menjawab, Arsyila langsung membuang tubuhnya minta di gendong Satria. Padahal tadi di meminta untuk di gendong Maminya. Namun setelah Satria mendekat lebih dulu, dia langsung berpindah pada sang Dady.
"Cila lapal Dady." Bisik Arsyila.
"Maaf yah, Dady sampai lupa kalau kamu belum makan nak."
"Baiklah, kita cari makan sekarang yah." Lanjut Satria, dan saat di mengalihkan pandangannya ke lain arah semua orang hendak meminta ijin, namun keningnya di buat berkerut saat Melodi dan suaminya juga Sang Tante menatap ke arahnya penuh tanya.
"Dia putriku, kami pamit sebentar yah. Putriku lapar. Dan kamu dek, selamat yah." Ucap Satria mendekati Melodi dan mencium kepala sang adik setelah itu langsung mendekati boks keponakan nomor duanya itu.
"Oh cantiknya kamu nak, sama seperti kakak kamu nih yang ada di gendongan uncel. Nanti kita balik lagi baru kamu kenalan yah sama kakakmu ini." Lanjut Satria dan dia tak menyentuh bayi itu sama sekali, karena dia sadar mereka yang dari perjalanan jauh mungkin saja ada membawa kuman bersama mereka.
__ADS_1
"Mami Papi, kami Pamit sebentar nanti balik lagi. Tante, Melodi Ki. Kita pamit dulu. Kalau ada pertanyaan, tunda dulu yah. Putriku sangat lapar sekarang." Ucap Satria dan dia langsung menggandeng Gadis bersamanya, di mengatakan tunda dulu di akhir kalimatnya di karenakan Melodi dan Tantenya itu seperti ingin menyela perkataannya. Dan itu tak bagus untuk putrinya jika harus menunggu dirinya menjelaskan pada mereka yang penasaran akan keluarga kecilnya itu.
Sementara Gadis, dia tak bisa lagi pamit karena Satria sudah menggandengnya sambil berjalan. Alhasil dia hanya tersenyum canggung pada saat matanya yang bertemu dengan mata siapapun di dalam ruangan itu.
"Tante, kami pamit pulang sebentar yah. Nanti kami balik lagi, putriku lapar soalnya." Ucap Rizki ketika dia bertemu ibu dan ayah dari suami sang adik.
"Baiklah, hati-hati di jalan yah. Jangan lupa kembali." Sahut Ibu mertua Melodi.
"Hay cantik, jangan lupa balik lagi ya. Ketemu cucu Opa." Tambah Ayah mertua Melodi.
"Tiap tate, tapi Cila matan dulu yah. Cila lapal." Sahut Arsyila membuat Ibu dan Ayah mertua Gadis gemas sendiri.
"Putri kalian gemes sekali, ayo buruan. Kasian cucu Opa udah lapar sekali ini.
Mendengar itu, Satria dan Gadis pun langsung pamit pergi.
Mereka langsung ke apartemen Satria sebab pria itu sudah meminta karyawan Cafe nya untuk membawa makanan untuk mereka di sana.
Dan benar saja, sesampainya mereka di apartemen. Mereka sudah ditunggui beberapa orang di luar apartemen mereka dengan sedikit obrolan yang menemani.
"Selamat siang." Ucap Gadis.
Setelah itu Satria membuka apartemennya dan mempersilahkan karyawannya itu masuk.
Beberapa menit mereka menyiapkan makanan, setelah itu mereka pun langsung pamit pulang.
"Makan yang banyak yah." Ucap Satria sembari dia terus menyuapi Arsyila.
"Sudahlah Dad, biarkan Cilanya makan sendiri. Nanti dia ketergantungan kalau kamu suapi begitu." Tegur Gadis untuk yang kesekian kalinya karena Satria tak mengindahkan tegurannya itu.
"Apa sih sayang, aku kan jarang kaya gini sama Arsyila. Aku mau menggantikan semua waktu sudah terlewat Sayang." Sahut Satria membuat Gadis terdiam.
"Mami juga kalau mau Dady suap juga boleh." Tambah jahil Satria, sebab dia tahu Gadis pasti menolaknya, namun ternyata Gadis malah menyambut ucapan jahilnya itu.
"Kenapa nggak dari tadi Dad, aku udah hampir selesai makannya tahu." Ucap Gadis.
__ADS_1
"Oh ya ampun, aku kira kamu bakalan nggak mau sayang."
"Yah kamu belum mencoba, udah pesimis duluan." Gerutu Gadis.
"Maaf, aku nggak tahu soalnya. Yah udah nanti makan malam aku yang suapi."
"Janji?" Tanya Gadis.
"Janji sayang, aku suka kamu yang manja ini sayang." Ucap Satria dan dia mencium pipi Gadis.
"Dadyy.." Teriak Arsyila dengan nada marahnya membuat Satria juga Gadis terkejut di buatnya.
Keduanya pun langsung beralih menatap Arsyila yang sekarang sedang bersedekap dada, menatap cemberut ke arah keduanya.
Saat Gadis hendak bertanya pada sang putri dia langsung mendengar permintaan maaf dari Satria untuk sang anak.
"Sayang, maafkan Dady." Ucap Maaf Satria saat dia sadar makanan di tangannya sejak tadi tak dia suapi untuk sang putri.
"Ini ayo, aaa. Buka mulutnya sayang." Lanjut Satria lagi membuat Gadis tersenyum setelah sadar kenapa sang anak marah.
"Enda mau." Ucap Arsyila merajuk.
"Ya udah, Dady buat Mami aja kalau Cila nya nggak mau." Kata Gadis Aryila langsung membuka mulutnya memakan suapan sang Dady.
"Hahaha, pintar." Kata Satria sembari dirinya menepuk pucuk kepala sang putri.
Mereka pun melanjutkan makan mereka hingga selesai. Arsyila dia langsung sibuk dengan mainannya yang di belikan sang Dady, sementara Mami Dady nya bersantai sejenak di sofa. Karena sebentar lagi mereka harus balik ke rumah sakit lagi.
Dengan Gadis yang dag dig dug tak tenang memikirkan apa yang akan di jelaskan dirinya jika mereka bertanya tentang menghilang dirinya empat tahun lamanya saat mereka kembali ke rumah sakit nantinya..
...Jangan lupa like komennya yah🥰...
...Terima kasih sudah meluangkan waktunya untuk membaca cerita ini🙏🤗...
...Sehat-sehat untuk kalian semua di manapun kalian berada😇...
__ADS_1