
Taxi online yang mereka naiki pun sudah sampai di depan rumah Calla. Satria mencoba membangun kan Calla yang lagi asyik tidur nyenyak di pundaknya itu. Calla terlelap, sungguh sangat nyaman. Calla terlihat Damai saat tertidur.
"Calla.. ayo bangun, udah sampe." Satria membangunkan Calla dengan mengusap - usapkan tangan di pipi Calla.
"Uda sampe ya kak." Tanya Calla dengan suara serak khas bangun tidur nya itu.
"Iya uda sampe manis." Satria menuntun Calla untuk keluar dari taxi itu dan mengantarkan ke pintu gerbang rumah.
sepersekian detik kemudian Calla terdiam dan menghentikan langkah kakinya itu.
"Aah Calla ga suka di rumah." Ucap Calla berdecak dan setelah itu bibir Calla manyun kedepan beberapa centimeter.
"Looh kenapa Call. ini kan rumah mu. kenapa ga suka?" Tanya Satria heran.
"Di rumah ga ada orang kak. Calla sendirian. Calla benci sendirian. Benci ditinggal sendirian. Sepi. Hampah. Calla sangat membenci semua itu Kak" Keluh Calla pada Satria.
"Looh Papa Mama kamu kemana memang?" Satria penasaran.
"Papa Mama lagi keluar Negri Kak ngurusin Perusahan disana karna ada masalah sedikit."
"Kalau Bibik ataupun Satpam rumah ga ada juga?" tanya Satria lagi ke Calla
"Pak Satpam ada sih, selalu ada 24 jam malah. Tapi.. kalau Bibi hanya ada pagi sampai sore ajja di rumah. Bibi ga menetap di rumah Calla. Bibi kalau udah sore pulang kerumahnya sendiri." Calla menjelaskan.
Calla masih terdiam.. Satria pun juga terdiam sejenak.
"Calla ga mau tidur di rumah. karna di dalam rumah sepi ga ada siapa - siapa." Suara Calla bergetar sedih.
"Masak Kakak yang nemenin Calla bobok di dalam." Satria dengan tergelak menggoda Calla.
"Kan ga mungkin manis, nanti kalau kita berdua saja terus orang ketiga nya setan.. hehehhe 😀😀." suara gelak Satria menggemah lagi.
"Calla boleh tidur di rumah kakak?" Pinta Calla penuh harap sambil mengerjab - ngerjabkan kedua matanya dan tak lupa juga menggoyang - goyangkan kedua tangan Satria untuk membujuknya.
Satria berfikir sejenak atas ide Calla saat ini.
'Waah gimana ini, jika Calla nginep rumah berarti nanti Calla tau dong jika rumahku Ga di daerah sekitar sini. Ah mampus aku. Gimana ini, aku harus cari alasan apa ya.' Satria mulai kelabakan sendiri dalam hati.
"Memang beneran Calla mau nginap dirumah Kakak?" Tanya Satria serius.
"Iya kak.. Calla mau. Sekalian nanti bisa kenalan ama nenek Kakak di rumah." Jawab Calla tak kalah seriusnya dengan Satria.
"Rumah Kakak sangat sederhana loh Call.. Ga semewah dan sebagus rumah Calla seperti bangunan di depan kakak ini. kasur tempat tidur di rumah Kakak ga se.empuk punya Calla di rumah ini" Tunjuk Satria ke depan. Satria mulai mencari alasan yang pas.
Ya.. Mereka masih bercengkrama di depan pintu gerbang dan masih belum masuk rumah.
"kakak.. Calla bisa kok tidur dimana ajja. Calla juga tak memandang orang dari statusnya kak, seberapa kaya nya dia, seberapa bagus rumanhnya, se.empuk apa kasur untuk ditiduri, ataupun seberapa banyak harta nya. Itu tak penting kak. Yang penting itu ini nya kak." Calla mengarahkan telunjuknya ke dada.
Bukan ke dada Calla tapi malah ke dada Satria. Ya.. tepat ke dada nya Satria. Perlu di capslock ya DIDADA SATRIA
"Yang penting punya hati nurani yang baik, yang baik seperti kakak." ucap Calla selanjutnya.
'Aah tak berhasil nih alasanku. gagal. ya mau ga mau deh kalau gitu. biarin lah kalau nanti ketahuan oleh Calla. Pasrah deh gue.' Ucap Satria pasrah dalam hatinya.
Satria hanya mengangguk tanda faham apa yang dimaksud oleh Calla.
"Oke, kalau Calla mau menginap di rumah kakak." Lagi lagi satria mengelus puncak kepala Calla.
Sepertinya itu hobby ke- 2 Satria deh setelah hobby pertama Satria yang menyelipkan anak rambut Calla di telinga diwaktu anak rambut itu jatuh menutupi pipi Calla dan menutupi sebagian wajah Calla.
"Yeey... makasih kak." Saking senang nya reflek Calla memeluk Satria sambil berloncat - loncat kegirangan.
__ADS_1
sepersekian detik kemudian, Calla menyadari apa yang telah ia lakukan. Tiba - tiba Calla melepaskan pelukannya itu. Dia malu, mukanya merah bak kepiting rebus.
"Aah maaf kak, kelepasan." Calla tiba - tiba menunduk malu dengan apa yang ia perbuat barusan.
"Ah ya.. ga.. ga.. papa kok Call." Satria juga malu dan menunduk juga tak berani memandang Calla.
Deg
Deg
Deg
Suara detak jantung Calla dan suara detak jantung Satria menggema di dalam sana. Mereka berdua gugup, malu.
"ekheemm..." Satria pura - pura batuk agak tak terlihat canggung.
"Ya udah ayuk masuk, mari mengemasi barang - barang kamu untuk menginap dirumah kakak." Ajak Satria dan pada Calla.
Mereka berdua masuk ke dalam rumah dan Calla menuju ke kamarnya. Sedangkan Satria lagi asyik nunggu di ruang tamu.
Tak berapa lama. kurang lebih 10 menitan Calla keluar dengan membawa tas Ransel yang agak besar. Di dalam tas itu berisi baju santai pakaian dalem Calla baju tidur dan seragam sekolah.
Calla semangat untuk menuruni anak tangga menuju ke ruang tamu, dimana Satria telah menunggunya disana.
Saking semangatnya, Suara kaki Calla terdengar cukup jelass ditelinga Satria.
Satria mendongak melihat kedatangan Calla yang berjalan menuruni anak tangga itu.
"Udah selesai? Apa udah di bawa semua apa yang kamu perlukan nanti. Jangan sampai ada yang tertinggal." Satria mencoba mengingatkan.
"Sip. uda semua bos." ucap Calla dengan mengacungkan kedua jempolnya pada Satria.
"Pak Darmo... Calla hari ini mau menginap di rumah teman beberapa hari. Nitip rumah ya Pak." Ucap Calla kepada satpamnya itu.
"Loh non jangan non.. gimana ini. nanti apa kata nyonya. Nanti Pak Darmo yang dimarahi jika nyonya tau enon ga tidur dirumah. Pak Darmo takut di pecat non" Satpam itu ketakutan dan mencoba melarang Calla untuk pergi.
"Pak Darmo tenang ajja ya.. itu urusan Calla. Pak Darmo ga bakal di pecat kok. Mama ga bakal tau jika Pak Darmo ga cerita ama mama. Dan Calla nanti yang jelaskan sendiri pada Mama." Calla mencoba tawar menawar dengan Pak Darmo.
"Aduuh beneran deh non Bapak Takut." Pak Darmo masih takut, takut jika nanti ketahuan dan takut di pecat.
"Udah - udah Pak Darmo ga usah takut. Pak Darmo percaya deh ama Calla." Calla mencoba meyakinkan Pak Darmo.
Pak Darmo terpaksa melepaskan Calla pergi. Pak Darmo hanya meng.angguk - angguk saja.
"Titip rumah ya Pak, dijaga baik - baik Pak. Jangan lupa bilang juga pada Bi Siti besok kalau aku nginep dirumah teman biar Bi Siti ga heboh."
"Siap Non." Kata Satpam itu.
Mereka berdua meninggalkan rumah itu dengan menggunakan Taxi online tadi yang digunakan dari sekolah tadi.
Cukup memakan waktu lumayan sih. hampir 20 menitan udah sampai di tempat pemberhentian yang ditunjuk oleh Satria Karna mobil ga bisa masuk dalam Gang rumah Satria.
@Daerah-Rumah Satria
"Sampai sini ajja pak, mobil ga bisa masuk ke dalam sana." Perintah Satria pada sang sopir.
Mereka berdua keluar dari mobil dan Satria membayar ongkos taxi itu. Satria berjalan menggandeng tangan Calla dan Tas Ransel Calla udah bertengger di bahu Satria.
"Kita jalan sebentar ya, ga lama nanti sampe ke rumah kakak."
"Iya kak.." Calla tersenyum pada Satria.
__ADS_1
"Kak ini kan jauh dari tempat daerah rumah Calla." Calla mengamati dari tadi pas awal turun dari taxi di depan Gang sana.
"Terus kenapa Kakak kok bisa ya tiap hari berangkat dari Halte 10 dan selalu turun di Halte 10? Calla kira rumah Kakak di daerah Halte 10 sana" Calla mengamati wajah Satria penuh dengan selidik dan ingin penjelasan dari Satria.
"Yah memang ini bukan daerah tempat Halte 10. Ini daerah tempat Halte 5 Call." Jelas Satria pada Calla.
"Terus kenapa Kakak ga naik dari halte 5 ajja, kenapa jauh jauh ke halte 10 dulu, itu kan memakan waktu yang ga sebentar." Ucap Calla yang masih heran dan tak mengerti dengan apa yang dilakukan oleh Satria itu.
Ternyata Calla belum peka apa yang Satria lakukan setelah tau jika rumah Satria turun di Halte 5. Malah memilih jauh - jauh berangkat dan pulang turun di Halte 10.
'Udah ketahuan deh. Biarlah nasi udah menjadi bubur. biar deh ku bongkar ajja semuanya biar Calla tau.' Gumam Satria dalam hati.
"Yaa.. cuma pingin liat kamu ajja Call.." jelas Satria lagi, dia sebenarnya malu mengatakannya.
"Kakak semenjak pertama kali ketemu kamu di dalam bus, itu kakak mulai penasaran denganmu. Terus entah ide itu datang dari mana, kakak berencana berangkat sekolah dan pulang sekolah turun di halte 10 hanya untuk melihat mu Call.. "
Calla tak percaya, tak percaya apa yang di lakukan Satria. Calla sebenarnya senang dan terharu. Tapi Calla merasa kasian terhadap Satria harus bolak balik seperti itu, pasti capek. memakan waktu yang tak sedikit. Pasti harus bangun pagi - pagi sekali hanya untuk melakukan hal seperti itu.
Tak terasa mereka berdua telah sampai di depan rumah yang sangat sederhana nan mungil. Jauh sekali bandingannya dengan rumah Calla yang sangat megah dan besar.
"Udah sampe. Mari masuk Call. Ada nenek di dalam." Ajak Satria pada Calla dan menarik tangan Calla dengan lembut.
Calla hanya mengangguk kan kepalanya saja dan tersenyum.
"Assalamualaikum nek.. Satria uda pulang." Satria menghampiri neneknya dan mencium tangan dan kedua pipi kanan - kiri dan kening neneknya itu.
"Tumben malem pulangnya Sat.. nenek kira tadi kamu ga bakal pulang dan langsung ke tempat kerja mu nak." Ucap neneknya itu.
Sepersekian detik selanjutnya mata sang nenek menemukan sosok gadis cantik yang berdiri di tengah pintu rumah.
"Gadis cantik ini siapa Sat, kenapa ga kamu persilahkan masuk. Kamu tega sekali hanya membiarkan gadis itu berdiri saja di tengan pintu Sat." Omel sang nenek pad cucunya itu.
"Gadis cantik mari.. ayo silahkan masuk nak, jangan berdiri saja disitu." nenek menghampiri Calla dan menuntunya untuk segera masuk kedalam ruangan itu.
Calla mencium tangan nenek Satria dan tersenyum
"Saya Calla nek.. " Ucap Calla.
"Dia Calla nek. Dia teman Satria." satria menjelaskan.
"Calla boleh kan nek menginap disini nek, karna dirumah Calla tak ada siapa pun nek. hanya Calla seorang. kasian Calla jika dirumah sendirian." Dengan Wajah memelas Satria menjelaskan pada sang nenek.
Sang nenek mengamati wajah Calla yang cantik itu dan nenek mulai tersenyum.
"Yah boleh dong Sat. nenek malah seneng sekali jika gadis cantik ini menginap dirumah ini." Nenek Satria kemudian memeluk hangat tubuh Calla.
Calla merasa senang telah di terimah di rumah ini dengan hangat dan penuh kasih sayang.
Bersambung... 🤗
__________________________________
•Hayoo menurut kalian, nanti Calla tidur di kamar siapa, apa tidur bareng nenek dikamarnya atau malah tidur di kamar satria??
•Coba tebak berapa lama ya nanti Calla menginap di rumah sederhana milik Satria itu?? semingu, dua minggu, 3 minggu apa satu bulan.. hehhee 😉😉 Ku tak tahu lah....
Tungguin ya lanjutannya nanti.
**Jangan lupa ya untuk pencet tombol jempolnya sayang, juga jangan lupa tinggalkan jejak komen kalian. kritik dan saran juga boleh. 🤗🤗
Salam sayang dari RedPink 😍😘**
__ADS_1