
Hai teman teman.... kemarin ada yang jawab di kolom komentar, tapi jawabannya salah 😁
Jadi maaf kemarin RedPink ga jadi update...
semoga kalian sukak ya dengan episode kali ini...
Happy reading teman teman 🤗
_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _
Pada saat Calla, Daniar dan Jason melewati koridor saat menuju ke kantin, semua mata tertuju pada Jason sang murid baru yang jadi perbincangan seantero Sekolah ini.
Belum belum si Jason udah menjadi buah bibir di kalangan murid perempuan di sekolah ini.
Banyak yang menginginkan Jason untuk jadi pacar nya. Banyak juga yang curi curi pandang saat ini di koridor.
Tapi Jason mengabaikannya saja tak memperdulikan tatapan tatapan para gadis di koridor itu.
'Gini ya ternyata cewek ibu kota, agresif sekali.' Batin Jason.
Setelah sesampainya di kantin, Mata Calla mengedari setiap sudut kantin, ia mencari keberaannya Tam sahabatnya dan juga Kak Satria.
"Calla.... sini sini." Teriak Tam keras memanggil Calla.
"Buju Buseet, kuping gue bisa budek curut." Davit mengusap usap kupingnya karna kaget dengan teriakan Tam yang berada pas di sebelahnya tadi.
Calla pun mengajak Daniar dan Jason menuju ke meja Tamara dan untuk bergabung disana.
Tam pun memeluk Calla, kangen katanya soalnya gak satu kelas lagi.
Satria kaget saat ia melihat Calla bersama murid lain menuju ke mejanya itu, yang bikin kaget lagi Calla datang bersama dengan Murid baru, cowok yang jadi buah bibir di kalangan cewek cewek sekolahnya itu.
Satria menatap tajam ke arah Calla dan sekarang ber.alih ke pada Jason.
Jason pun juga sama menatap tajam ke arah Satria.
mendadak hawa disekitaran menjadi dingin, seperti kutub utara.
5 menitan mereka berdua seperti itu tak bersuara. cukup lama menurut Calla. Cukup tegang suasananya.
'Ah kenapa jadi canggung gini. Apa Kak Satria marah ya ama aku karna ngajak Jason kesini.' Batin Calla takut.
Tiba tiba Satria menjotos pundak Jason dan mulai tersenyum.
Begitu pun Jason membalas jotosan Satria juga dan tersenyum ke arah Satria.
Mereka ber. empat yang berada disitu pun kaget dan bingung. mereka saling memandang dan geleng geleng tak tau apa apa.
"Hai Kak... lama tak jumpa." Jason menyengir ke arah Satria.
Satria meraih tubuh Jason dan memeluknya.
"Kakak kangen Jas ama kamu. Kapan kamu datang? Tau gitu kakak akan jemput kamu di Bandara kan."
Satria sungguh bahagia bertemu dengan Adik sepupunya disini.
"Jason juga kangen ama Kak Satria. udah dari 3 hari yang lalu Kak. hehe sengaja ga ngabari Kakak, mau bikin surprise. Terkejut kan tadi." kata Jason dengan senyum jahilnya.
"Dasar adik durhaka kau." Satria memukul kepala Jason tapi tidak keras dan tak menimbulkan rasa sakit.
"Aaauuww sakit Kak." Jason memegangi kepalanya pura pura kesakitan.
"Aah LEBAY deh kamu."
"Ekhemmm...." Suara Davit di buat buat.
David ber. dehem agar Satria tak lupa dengan makhluk hidup yang berada disekitarnya.
"Ga mau ngenalin nih ama sahabat luh ini." Sindir Davit.
Satria menyengir dan menggaruk tengkuk kepala nya yang tidak gatal..
"Hehe iya iya..
Jason, kenalin ini Davit Sohib Kakak yang paling the best." Satria nunjuk Davit.
"Hai gue Davit Alexander, panggil ajja Davit, Gue Sang Playboy kelas kakap di sekolah ini." Ucap Davit bangga.
"Ini Tam, Sohib nya Calla. kamu udah kenal kan ya ama Calla. Jadi ga usah dikenalin lagi." Cicit Satria
"Hai gue Tamara Azahra, panggil aja Tamara atau Tam gitu." Ucap Tam denga lemah lembut.
Ga tau kenapa Tam tiba tiba sikapnya berubah 180 derajad saat berkenalan ama Jason. Sikap yang Bar bar nya itu entah hilang kemana, malah sekrang lebih lembut. Mungkin si Tam jaim kalee di depan Jason.
"Hai salam kenal ya semua nya aku Jason, Saudara sepupu -nya Kak Satria." Ucap Jason.
"Ooh eluh punya sepupu Sat." Davit menoleh pada Satria,
"Elluh ga pernah cerita Sat kalo luh punya sepupu gantengnya mirip kayak gue. tapi masih banyakan gue dikit sih. hahaha." Ketawa Davit mengglegar di kantin.
"Iya ini saudara sepupu. Dia tinggal di Malang jawa timur selama ini. Jadi gue ga cerita ama elluh kampret." Satria menjotos lengan Davit bergurau.
"Tapi kalau Calla lihat lihat sih, Wajah Jason hampir mirip ama Kak Satria, Bedanya Jason pakek kaca mata, Jason punya mata yang lebih sipit dari mata Kak Satria dan jason ada tai lalatnya dibawah mata sebelah kanan, Tapi Kak Satria tak mempunyai tai lalat di bawah matanya dan juga tak memakai kaca mata." Ucap Calla.
"Nama nya juga saudara Call, pasti ada kemiripan lah." Timpal Tamara.
"Menurut Calla lebih cakep.an siapa, Kak Davit apa Jason?" Tanya Satria tiba tiba.
Calla pun tersipu malu atas pertanyaan Davit itu, Calla terdiam dan langsung menunduk menyembunyika wajah nya yang sekarang jadi merah bak buah tomat yang sudah matang.
__ADS_1
Karna perkataan Calla tadi itu, membuat Tam dan Davit meneliti wajah Jason ama Satria bergantian.
"Iya brow.. bener kata Calla. Cuma disini rambut Jason agak rapi soalnya dikasih cream rambut. Terkesan agak culun dikit tapi tetep ganteng. Tapi tetep banyak -an gue dikit gantengnya" Kata Davit blak blak -an di depan Jason.
Jason pun tertawa mendengar penilaian Davit pada nya, karna di bilang agak C U P U.
"Masak sih aku culun?" Jason pura pura shok...
"Enggak kok, Jason ga culun. jason keren." Puji Tam pada jason dengan mengacungkan kedua jempolnya di depan wajah Jason.
Satria pun tertawa melihat tampang Jason yang dibuat buat seperti itu.
"Call... ituh siapa?" Ucap Tam sinis.
'Sialan, Gue dari tadi di kacangin, resek.' Daniar membatin.
"Ow iya lupa, kenalin ini Daniar, dia temen sebangku aku." Calla memperkenalkan Daniar pada Tam.
"Gue Tamara sohib nya Calla yang paling buuuaaaiiiikkk buuuangget." Ucap Tam dengan jutek nya sambil memonyong monyongkan bibir nya.
"ya ampun.... tuh mulut Luh jangan di gitu -in, jelek Markonah. Sumpah jelek." Ejek Davit pada Calla, sambil menyodorkan kaca kecil ke depan muka Tam.
"Nooh.... Noooh... liat, jelek kan."
Tamara ama Davit masih asyik cek cok. Biasa lah ya kalau dua mahkluk itu dipertemukan pasti bakal berantem.
Satria tak menghiraukan keberadaan Daniar disitu, malah dia asyik bercengkrama dengan Jason karna udah lama ga ketemu ama dia. Melepas rindu lah ceritanya.
Daniar dari tadi mencuri curi pandang memperhatikan Satria. Sebenarnya ia kesal karna Satria tak memandang nya sama sekali.
'Liat sini dong, Gue udah dandan cantik nih masak ga di toleh. parah nih kak Satria.' gumam Daniar dalam hati.
Daniar pun nekat memperkenalkan diri -nya sendiri pada Satria. hah masah bodoh dengan harga diri, yang penting mah Daniar bisa ngobrol dengan Satria pikir nya.
"Kalau ga salah ini kapten basket sekolah kita ya, namanya SATRIA DIRGANTARA." Ucap Daniar agak keras agar di dengar oleh Satria dan telunjuknya di arah kan ke arah Satria.
Satria dan Jason pun menghentikah obrolannya dan menoleh ke arah Daniar.
'Yess... berhasilkan. Sekarang dia noleh ke gue kan.' Daniar senang dalam hatinya, merasa berhasil menarik perhatian Satria.
Ia pun memberikan senyuman termanisnya ke arah Satria berharap Satria bakal suka dengan senyuman nya itu.
Tapi sayang.. Satria tak tertarik sama sekali dengan senyuman Daniar.
Tapi rasa senang dalam hati Daniar tak cukup lama, hanya sebentar saja karna masih tetap sama Daniar di cuekin lagi oleh Satria.
kretek kretek.. suara hati Daniar makin sakit.
Satria pun tak menjawab nya, ia menatap datar ke arah Daniar tanpa expresi dan seketika itu juga ia melanjutkan obrolannya dengan Jason yang disampingnya.
'Brengsek. Cuek banget. awas kau ya. Pasti kau bakal jatuh ke pelukanku nanti.' Daniar membatin, ia menahan rasa marah, kesal pada Satria.
"Iya dia Kak Satria, elluh betul. Jelli juga ya mata luh itu." Ucap Tam sarkas pada Daniar.
'uh dasar nenek lampir. Sohib nya Calla bar bar juga ternyata. Mulutnya jirr tajem.' Batin Daniar lagi.
Hehehe Daniar belum tau ajja ama Davit, mulut nya davit mah lebih tajem dari mulut Tam dan lebih parah lagi dari mulutnya Netijen.
"Perasaan ga hanya Satria aja dech bintang basket disekolahan ini, Gue juga bintang basket. Apa luh ga tau apa emang pura pura ga tau?" Timpal Davit tiba tiba.
"Hehehe... " Daniar hanya menyengir dan tersenyum yang dipaksakam.
"Udah udah.. Ga pesen makanan nih. Calla kan laper." Rengek Calla dan ia memasang muka cemberut nya dan itu membuat Satria makin gemas saja.
Satria sontak menoleh pada Calla dan tersenyum.
'Anjirrr langsung noleh ajja ke Calla pake senyum segala tuh anak.' Daniar tak terima dalam hati, ia kesal sekali.
"Calla mau makan apa? Biar Kakak yang mesenin." Ucap Satria sambil mengacak acak rambut Calla.
Calla pun tersenyum.
"Calla sama ajja deh kayak biasanya."
"Oke, kakak pesenkan. tunggu ya."
Satria berdiri dan mengajak Jason untuk memesan makanan.
Davit pun berdiri dan menyenggol Tam,
"Luh apa?" Tanya Davit singkat.
"Bakso seperti biasanya... " Tam belum menyelesaikan bicara nya Davit pun meneruskan kalimat Tam yang terpotong tadi.
"Pentol jumbo ama lontong, krupuknya dua. Bener kan..? uda apal gue. terus minumnya apa?" tanya Davit lagi.
"Hari ini gue mau minum es ajja dech, es teh manis." Jawab Tam singkat.
Davit pun langsung berjalan untuk memesan makanan tadi tanpa penawari Daniar.
"Eh gue ga ditanyain nih." teriak Daniar.
"Ogah ah, emang gue pembantuh elluh. Luh siapa? pesen sana sendiri." Tolak Davit mentah mentah
'Dasar, sialan. Ga ada yang merhatiin gue. Satria juga, dasar cowok dingin. Nih satu lagi Davit mulut kasar. heran deh, kenapa temen mereka berdua ini ga ada yang bener kelakuan nya. Bar bar semua' Batin Daniar lagi dan makin kesal dalam hati.
"Ya udah ya Calla gue mau pesen dulu kesana." Daniar pergi memesan makanan.
Saat makan pun tak ada yang mengajak ngobrol Daniar. Satria asyik ngobrol sama Jason dan sesekali ngobrol dengan Calla.
__ADS_1
Begitu pun Calla lagi asyik ngobrol ama Tam ataupun ama Davit.
Kalau Davit jangan ditanya, selalu debat dengan Tam tapi tak sampai juga dengan baku hantam kok. Hanya adu mulut saja.
"Tam.. tau gak. Kalian tuh cocok tauh. eluh ama kak Davit tuh cocok sebenarnya." kata Daniar, untuk mencoba masuk ke dalam obrolan Tam dan Davit.
Tam hanya memutar kedua bola matanya ke atas tak menanggapi omongan Daniar tadi. Lebih tepatnya, Daniar udah capek capek bikin topik malah di cuekin mentah mentah ama Tam ama Davit.
Davit pun juga sama... Ga noleh pada Daniar. Davit pura pura ga denger alias membudek -an diri.
Seperti nya memang Tamara ama Davit tak menyukai kemunculan Daniar ditengah tengah mereka. Mungkin mereka berdua udah tahu dan bisa baca pikiran tentang maksut Daniar di dalam hatinya yang paling dalam.
'Sialan mereka berdua, berani nyuekin Gue. Emang mereka berdua pasangan cocok, sama sama sialan' Lagi lagi Daniar geram sendiri dalam hati.
"Gimana brow Jakarta menurut luh?" Tanya Davit pada Jason.
"Jakarta sangat panas ya Kak. Ga kayak di malang, disana adem banget hawanya" Jason kegerahan dari tadi, sampek seragamnya pun setengah basah oleh keringat.
"Emang malang adem ya? Gue ga pernah tuh ke malang. Bagus ga brow disana. Ada apa ajja?" Cerocos Davit tanpa henti.
"Kapan kapan deh kalau liburan ke malang aku ajakin keliling main di malang dan Batu Kak." Ucap Jason semangat.
"Apa Batu! Ogah ah. ngapain ke Batu. disini juga banyak batu kalee." Cerocos Davit lagi.
"Batu tuh nama kota deket malang nyet." celetuk Satria.
"Ooww gitu ya... hehehe ga tau gue. Ga paham hehehe." Ucap Davit ketawa sambil mengaruk tengkuk kepalanya yang tak gatal itu.
"Banyak Cecan ga di malang brow?" Oceh Davit lagi.
"Cecan banyak kak di malang... mbois mbois kak, alias keren keren juga." Jawab Jason sambil nyruput minumannya.
"Waah jadi pingin cepet cepet liburan ke malang nich, Sekalian hunting." Davit menyerigai tak jelas.
"Dasar Otak Luh tuh isinya cewek mulu.. dasar emang playboy gatel." celetuk Tam yang udah gedek liat tingkah Davit.
"Biarin. Serah gue dong. kok Loh yang sewot. kenapa? cemburu loh, apa panas hati Luh. hah..." Davit memajukan dagunya ke arah Tamara dengan tatapan menyelidik pada Tamara.
"Ciyeee... Ciyeee... iya kayaknya Tam cemburu kak." Daniar lagi lagi mencoba masuk dalam obrolan.
Tapi sayang.. lagi lagi ga di anggep ama Tam dan Davit. Kasian bener sih nasip mu Daniar.... hahhahaha 😂😂 (Author ketawa jahat)
Tam hanya diam melirik dengan tajam ke arah Daniar.
'Jiiirrr..... serem juga tuh lirikan mak lampir.' Cicit Daniar dalam hati
"Gue ga nanya Luh. Diem tuh mulut." kata Davit sinis pada Daniar.
• • • • • • •
Beberapa jam kemudian bel pulang sekolah pun terdengar.
"Akhirnya pulang,, huft.... selesai juga." Gumam Calla.
"Call.. pulangnya bareng gue ya, gue bawa mobil." Ajak Daniar pada Calla.
Calla diam sejenak....
"Maaf Daniar, tapi kayak nya ga bisa deh karna gue bareng ama Kak Satria pulangnya." Calla menjawab hati hati untuk menolaknajakan Daniar agar tak menyakiti hati Daniar.
"Kapan kapan boleh deh bareng ama eluh." Sambung Calla lagi dan ia tersenyum pada Daniar agar Daniar ga sedih.
"Elluh ama Kak Satria naik apa?" Tanya Daniar lagi, dia penasaran.
"Naik angkutan umum, naik bus kota." Jawab Calla singkat.
Sedangkan sekarang Satria sudah ada di depan kelas Calla, nungguin Calla keluar dari kelas.
"Gue duluan ya Daniar, tuh Kak Satria udah ada di depan kelas nungguin gue." pamit Calla pada Daniar.
Setelah kepergian Calla, Daniar mencebik kesal dan menghentak hentakan kakinya pada lanti kelas dengan keras.
'Dasar cewek MIISSSSSQQQQUUUIIINN luh Call. kaya juga kagak, masih kaya.an gue. liat apanya sih Kak Satria ke elluh. Dasar cewek penggoda.' Umpat Daniar dalam hati ke Calla.
Daniar tak tahu ajja jika Calla itu anak orang kaya, lebih kaya dari keluarga Daniar.
Udah RedPink jelasin kan di epolisode sebelumnya jika Calla itu dari keluarga kaya raya.
Memang penampilan Calla sangat sederhana, tak mencerminkan jika ia ituh anak dari orang kaya alias Calla tak suka mengumbar kekayaan orang tua nya seperti teman teman lainnya.
Bersambung.... 🤗
• • • • • • • • • • • • • • • • •
**RedPink mau nanya nich teman teman...
menurut kalian cerita Satria ini apa terlalu membosankan?
jika iya.... terus di segi mananya?
terus masukan nya dong agar lebih menarik lagi nantinya.
Apa kalian suka dengan cerita Satria..? jika suka kenapa alasannya?
Terus tokoh yang kalian suka ntuh siapa dan kenapa alasannya**?
__ADS_1
Terimakasih ya teman teman.... jangan lupa like nya ya... jangan pelit pelit tekan tanda jempol dan love.. itu gratis kok ga bayar.
Salam sayang RedPink 🤗🤗