SATRIA

SATRIA
Pertemuan Ke-dua


__ADS_3

Matahari pun mulai menampakkan diri sedikirlt demi sedikit, cahayanya mengintip bumi dengan malu malu, sinar mentari telah menyeruak masuk kedalam kamar Satria melewati cela cela ventilasi yang berada di cendela kamar itu. Pagi pun telah tiba kini saatnya memulai aktifitas seperti biasanya.


Satria sangat sangat bersemangat saat ini. Ga semangat gimana, kan mulai hari ini dia akan berusaha berkenalan dengan gadis yang ditemuinya dalam bus kemarin. hehehe apakah nanti satria akan berhasil mengeluarkan kata kata dibibirnya jika mau berkenalan nanti?..


Entahlah.. intinya saat ini satria sangat menggebuh nggebuh keinginan untuk kenal lebih dekat lagi dengan sang gadis.


"Selamat pagi satria... Semangat ya semoga hari ini ketemu ama gadis cantik itu lagi" cicit Satria kepada dirinya sendiri penuh dengan senyuman lebar dengan bertujuan untuk menyemangati dirinya sendiri agar nanti sukses misinya itu.


Waktu saat ini menunjukkan pukul 05:30 WIB.


Diruang makan telah terlihat nenek sedang mempersiapkan sarapan buat satria lalu tak lama satria datang dan duduk dikursi biasanya dia gunakan waktu sarapan.


Dreet... suara tarikan kursi dimeja makan dan satria mulai duduk diaitsu dan tak lupa satria senyum dan mengucapkan selamat pagi buat sang nenek.


"pagi.. nenek" sambil mencium pipi neneknya. memang dia itu lelaki yang penyayang, begitu sayangnya satria pada sang nenek.


"Looh.. tumbenan Sat.. pagi bener udah ada dimeja makan?" Nenek keheran melihat sang cucu itu udah rajin didepan meja makan.


"kau tak berniat berangkat sepagi ini kan? ini kan masih jam setengah enam" lanjut sang Nenek.


Satria tersenyum lagi "iya nek.. memang satria mau berangkat pagi" sambil mencomot rati panggang yang ada di atas piring saji "kalau siang nanti sering macet dan satria takut telat nanti ke sekolahnya" Satria beralasan.


Tak lama itu Satria berdiri sambil membawa roti bakar yang berada di mulutnya itu, ya.. berjalan sambil mengunyah rati bakar itu alih alih takut dia ga bisa berpapasan ama gadis cantik itu lagi.


"Satria berangkat dulu ya nek.. Assalamualaikum nek" sambil menciun tangan kanan sang Nenek dan tak lupa Satria mencium kedua pipi dan kening sang nenek (itu sudah menjadi kebiasan dikeluarga Satria dari kecil kalau sebelum meninggalkan rumah dengan cara itu berpamitannya)


"Eeh.. eeh.. habiskan dulu rotinya, jangan sambil berjalan kalau makan. ga baik Sat" Teriak Neneknya tapi tak dihiraukan saja sama satria.


"Udah siang ini, ga keburu takut telat" Teriak Satria dari pintu. Takut telat katanya.. padahal ini baru pukul setengah enam pagi. sangat pagi.


Ya memang sangat pagi tapi satria kan mau ke halte 10 dulu nungguin sang Gadis. Layaknya sang pacar lagi nunggu pujaan hatinya saja Satria udah berada di halte 10. Sungguh menggelikan kalau dilihat lihat, karna Satria saja tak mengetahui siapa nama Gadis itu tapi dengan semangatnya yang membara Satria menunggu Gadis itu.


"Mana niih gadis itu.. kenapa ga dateng-dateng sih.. apa aku kesiangan ya?" sambil melihat jam tangannya waktu menunjukkan pukal 06.00 WIB.


"aah.. masih jam enam sih, ga kesiangan menurut aku" gumam satria lagi


senyum Satria mulai mengembang di bibir nya. Sorot mata nya mulai melihat paras cantik yang mulai mendekati halte 10. Yaa.. gadis itu yang ditunggu tunggu Satria akhirnya datang.


Gadis itu mulai duduk di sisi Satria. Entah kenapa Satria mengalami apa yang dia alami kemarin didalam bus saat duduk sejajar dengan wanita itu.


'aduh kenapa lagi ini jantungku kenceng amat berdetak? jangan kenceng kenceng dong nanti gadis itu mendengarkan' batin satria..


Hahhaha 😂😂 padahal ya ga bakal kedengeran lah ya suara detak jantung Satria ke telelinga sang Gadis. ada ada saja itu tingkah Satria. Satria mulai gugup sekali, rencana mau kenalan tak bisa terealisasikan dengan lancar. Seolah-olah mulutnya tak bisa dibuka dengan lebar, suaranya mendadak tak bisa berucap.


Tak lama bus pun tiba, kedua remaja itu masuk didalam bus. Ooh ternyata didalam bus penuh dengan penumpang anak sekolahan dan tak menyisakan satu pun kursi yang kosong dan terpaksa mereka berdua berdiri.


"yaa berdiri lagi.." Gumam sang Gadis dan itu pun terdengar jelas di telinga Satria walaupun suara sang gadis cukup pelan sih.

__ADS_1


Sang gadis berdiri menghadap ke depan sambil memegang pegangan tangan yang tersedia diatas sedangkan satria berdiri didepan sang gadis itu dan sengaja satria tak menghadap ke depan malah menghadapkan tubuhnya ke samping menghadap ke cendela agar gampang dan tak kesulitan jika ingin melirik sang gadis.


Tak henti hentinya kedua mata Satria sesekali melihat wajah sang gadis itu dan yang sepersekian kalinya kedua mata remaja itu bertemu tapi lagi-lagi Satria buru buru membuang muka, bukan karna tak suka ya kedua matanya saling bertemu dengan sang gadis tapi lebih kegugupan yang tak bisa dia perlihatkan kepada gadis itu.


Akhirnya ada suara yang memecahkan keheningan itu


"kakak.. kita satusekolahn ya ternyata" Sontak suara itu membuat Satria menoleh kepada sumber suara itu dan ternyata suara itu muncul dari bibir gadis pujaan hatinya itu.


"aah.. iya" Satria menjawabnya cepat. Terkesan ketus dan cuek tapi yakinlah Satria tak bermaksut seperti itu. Karna kegugupannya saja yang reflek membuat tingkah Satria seperti itu


'aah bodoh sekali, kenapa jawabnya begitu. cuek bgt' keluh satria dalam hati.


"hehehe aku baru sadar kak dan kakak yang kemarin kan ya?" Gadis itu menatap Satria lekat lekat sambil sesekali memiringkan kepalanya ke kanan dan kekiri untuk mengamati penuh dengan seksama


"aah.. iya betul.. kakak yang kemarin yang duduk disebelah Calla" Sambil mangut mangut gadis itu dengan lugu


'ooh.. yess akhirnya aku tau. tenyata namanya Calla' batin Satria dan tak sengaja senyum dibibirnya mengembang


Satria tetep terdiam dan tak sadar dia masih tersenyum seperti orang gila dan menatap Calla..


"heloooow.." Sambil melambaikan telapak tangannya ke depan wajah Satria agar Satria sadar "kakak gpp kan ya?"


"Aah.. iya aku gpp kok" Satria sadar kalau sepersekian detik tadi dia melongo dan tersenyum melihat cantiknya wajah Calla.


"Namaku Calla kak, kalau kakak siapa?" sambil menjulurkan tangannya untuk berkenalan


Satria menerima uluran tangan Calla dan menyalaminya.


Aku Satria.. salam kenal ya. kamu berada di kelas berapa?" Saat ini Satria tak akan menyia nyiakan kesempatan yang ada.


"aah aku kelas 10 IPA 2 kak, kalau kakak dikelas apa?" Sambil tersenyum Calla menatap mata Satria


'oh ternyata adik kelas, wajar saja aku tak pernah melihatnya' batinnya


"Aku di kelas 11 IPA 1." Sambil membalas senyuman Calla.


"Oh udah sampai, ayo kita turun." Kata Satria pada Calla.


Dan diperjalan dari halte ke sekolah pun Satria tetap berjalan beriringan dengan Calla. Mereka saling mengobrol dengan asyik.


Pada saat mau sampai di gerbang lalu Satria dengan tidak sadarkan diri menawarkan mengantar ke kelasnya Cala


"Aku antar kamu sampai kelas ya.. gapapa kan ya?"


Calla pun kaget dan tak percaya seorang kakak kelas mau mengantarnya sampai kelas


"aah.. ga usah deh kak itu sangat merepotkan bagi kakak. Ga enak sendiri. Calla bisa sendiri kok." Tolak Calla tapi dengan perkatan yang lembut tanpa menyinggung perasaan satria

__ADS_1


"Gpp.. aku ga merasa direpotkan kok Calla.. itung itung ini awal bertemanan kita kan." Bujuk Satria agar Calla tak menolak dan agak sedikit modus sih kalau bilang awal dari pertemanan.. hehehe padahal kan Satria tujuannya untuk mendekati Calla untuk menjadikan nya PACAR.


"bener ya ga ngrepotin, oke deh kalau gitu ayook" Calla pun percaya saja dengan apa yang diucapkan Satria itu


'Yess' batin Satria penuh dengan kemenangan.


Tak lama kemudian sampailah di depan kelas Calla. "kita udah sampe kak". ucap Calla


mereka berdua berhenti sejenak di depan kelas "nanti istirahat ke kantin bareng ya, nanti Aku kesini tunggu Aku ya."


"oke kak, Calla tunggu ya*" Calla pun tersenyum dan Satria pun pergi meninggalkan Calla dan menuju ke kelasnya sendiri.


Calla pun masuk ke dalam kelas dengan senyum senyum sendiri bak dapat rezeky nomplok. Yaa.. memang rezeky nomplok dapat berkelanan ama cowok yang super duper cakep yang selama ini Calla kagumi pertama kali daftar ke sekolah ini.


Calla pun disambut oleh sahabatnya


"wooy siapa tadi itu, pacar baru ya.. apa gebetan?" goda sahabatnya itu sambil menjawil dagu Calla.


Tiba tiba senyum Calla mendadak berubah jadi manyun "Apa.an sih kamu Tam.. bukan pacar dan bukan gebetan tau" sanggah Calla.


ya dia Tamara sahabat Calla dari sekolah Dasar dan entah kenapa samapi sekarangpun mereka selalu milih sekolah yang sama. Tamara itu penyakit kepohnya akut parah, tapi itu tak membuat Calla risih juga.


"terus kenapa tadi abis dianter kak Satria malah senyum senyum ga jelas, kayak orang lagi kasmaran" cerocos Tamara


"Aah.. kamu tau Tam dia itu kak Satria?" ucap cala keheranan bahwa Tamara tau nama cowok yang dia taksir itu.


"Ya tau dong, kan dia mostwanted di sekolah ini dan dy cowok populer" tamara menjelaskan dengan antusias


"Sebentar-sebentar.. masa sih Kak Satria sepopuler itu Tam?" Calla tak mengirahnya itu


"Iya lah.. Tau ga aku sempet heran ajja. kenapa kamu bisa deket dengan Kak Satria ya Call.. Padahal Kak Satria itu atas sepengetahuan aku dia tak pernah deket dengan cewek sekolah ini, entah itu cewek paling cantik di SMA ini. dan juga ga pernah senyum loh kepada cewek"


penjelasan Tamara panjang lebar kepada sang sahabatnya itu.


"Aku tak percaya Tam" Calla pun keheranan dan tak percaya dengan apa yang Tamara ceritakan


"Ya udah sih kalo kamu tak percaya dengan apa yang aku ceritain. Tapi aku sempet ngira Kak Satria itu gay loh soalnya ga pernah sih denger dia pacaran ataupun deket dengan cewek manapun" Cicit Tamara dengan memutar bola matanya.


"Husss.. Kamu itu jangan menggosip yang tidak tidak kenapa. ga baik Tam. mungkin ajja Kak Satria belum nemu cewek yang pas buat ngisi hatinya"


"Yaah.. yaah.. maafken aku Call.. hehehe Aku tarik deh ucapanku tadi ya. hehehe ga akan aku jelekin Kak Satria sang pujaan hatimu itu" goda tamara sekali lagi pada cala


"udah deh jangan mulai lagi. Aku capek. tidur bentar setengah jam, nanti bangunin ya waktu bel masuk" Pinta Calla pada Tamara untuk bangunin dia watu bel masuk nanti.


Ya lumayan lah tidur setengah jam karna memang sekarang masih pukul setengah tujuh belum waktunya memulai pelajaran.


Note: hehehe maaf ya.. sekali lagi tulisanku belum sebagus dan semenarik author author lainnya.ini udah kerja keras menguras otak hehehe. Saya harap bisa menerima kritik dan sarannya dari kalian semua. sungguh aku sangat membutuhkan saran kalian semua. jangan lupa like dan coment ya kakak kakak sayang 😍😍🤗

__ADS_1


Terimakasih ya udah nyempetin baca novel aku 😍😘


__ADS_2