SATRIA

SATRIA
Menunggu.mu


__ADS_3

Hallo semua... apa kabar? πŸ˜‰


maaf ya baru update,, author lagi sibuk belakangan ini hehe


Makasih ya masih mau membaca cerita SATRIA dengan setia menunggu sampai update 😘


Sebelum membaca, author hanya mau mengingatkan saja pada kakak kakak semua πŸ€—


β€’Jangan lupa tekan tombol jempolnya ya πŸ€— makasih πŸ€—πŸ€—πŸ˜˜


β€’Jangan lupa kritik dan Sarannya ya kakak, komen kalian bisa buat amunisi semangat aku untuk lebih rajin lagi membuat novel ini πŸ€—πŸ€—


Happy reading kawan πŸ˜˜πŸ€—


____________________________________


Β 


β€’*Hanya waktu yang bisa memjawab semua, dan itu harus kita tunggu sampai waktunya tiba. Menunggu adalah bukan hal yang menakutkan bagiku apa lagi momok. Tidak.. bukan itu. Menunggu versi ku adalah keharusan, kenikmatan, dan hal yang aku lakukan tak akan pernah aku sia\-sia kan tak pernah aku sesali ataupun aku takuti. Menunggu adalah keahliannku*β€’


Β 


____________________________________


Calla lagi asyik melihat pemandangan ke luar jendela dari kelasnya ke arah lapangan basket. Hari ini JAMKOS di kelas Calla. Wah JamKos itu adalah kenikmatan yang HaQiQi buat para siswa pengguni di kelas Calla. Banyak anak-anak yang duduk-duduk saja di teras kelas, ada yang pergi ke kantin dan ada pula yang menyalin tugas PR untuk jam berikutnya.


Calla terus saja melihat ke arah luar lapangan sana, dengan khitmad memandang sesosok yang telah mengisi ruang hatinya tersebut. Dengan mata yang bebinar-binar tak lelah memandang betapa lincahnya sesosok itu memainkan bola basket. Ingin kan Calla berlari saja mendekati sosok itu untuk mengelap peluh yang menetes bercucuran di dahi dan di leher orang itu. Tapi itu hanya khayalan Calla saja, tak akan berani Calla melakukan itu.


Ya.. siapa lagi kalau bukan Satria. Satria yang telah memporak pondakan isi hati Calla. Satria yang selalu bisa membuat ritme jantung Calla cepat secepat alunan genderang yang terus bertabuh tak beraturan.


Hari ini di kelas Satria waktunya jam olahraga di lapangan basket dan dia sedang memainkan bola basket. Calla memandang nya dengan senyum-senyum kecil yang telah terukir di bibirnya.


Tamara sang sahabat melihat Calla heran karna dari tadi senyum-senyum seperti orang yang lagi kesambet setan di JamKos.


"Senyum kenapa luh Call..?" Tanya Tamara pada Calla dan mengedarkan pandangannya mengikuti pandangan Calla ke luar jendela "kayak orang kesambet ajja"


Mata Tamara berhenti saat pandangannya menemukan sosok Satria yang bermain basket dilapangan.


"Ooh itu toh" Tamara sambil mangut-mangut


"Ngeliatin Pangeran hati." sambung Tamara dengan senyum menggoda Calla.


'Ah mampus gue, ketahuan Tamara si tukang Kepoh' keluh Calla dalam hati.


"Apaan siih Tam. Ga kok... ngarang deh luuh." Calla malu dan pipinya mendadak merona merah. Dia ketangkap basah oleh sahabatnya sedang memandangi Satria.


"Siapa yang ngarang! kan bener kata aku kamu ngeliatin Kak Satria itu kan yang lagi main basket bareng tusuk konde itu." sambil menunjuk ke arah Lapangan.


"Iya betul, tapi kenapa kamu bilang pangeran hati segala. Namanya Satria bukan pangeran hati, kamu tau kan. Terus siapa lagi tuh tusuk konde?" tanya Calla penasaran.


"Hahahhahaha.... πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚." Tawa Tamara menggemah di dalam kelas dan semua mata di dalam kelas mendadak tertuju pada Tamara yang tertawa sangat keras dan nyaring di telinga.


Calla menyenggol lengan Tamara dengan sikutnya.


"Udah ah jangan ketawa." Calla menghentikan tawa Tamara dan menutup mulut Tamara dengan kedua telapak tangannya itu.


"iya memang betul.. namanya memang Satria, tapi dia kan pangeran hati mu mbak Calla cantik." Goda Tamara menjawil dagu Calla dengan menaikan kedua alisnya berulang - ulang kali dan tersenyum lebar.


"Tusuk konde itu tuuh.. si Davit." Tamara sambil menunjuk davit dengan dagunya sendiri.


"Pantes dijukuki tusuk konde, karna mulutnya tajem. kayak ujung tusuk konde."


"Kamu ada ada saja Tam." Calla menggeleng - gelengkan kepalanya.


"Kalau ngeliat dari sini mana puas sayang. Ayok sini liat lebih dekat lagi di luar." Tamara menarik tangan Calla dengan paksa mengajak ke luar kelas agar lebih dekat lagi dengan posisi lapangan basket.


"Ayok duduk sini ajja." ajak Tamara pada Calla untuk duduk dibangku sebelah lapangan.


Mereka berdua duduk di bangku sebelah lapangan itu sambil melihat keseruan para pemain basket. Sebenarnya hanya Satria ajja yang dilihat oleh mata Calla. Yang lain mah hanya bayangan bluur ajja hahaha πŸ˜‚


Satria mendapati ada Calla di bangku pinggir lapangan, ia langsung menepi sejenak meninggalkan yang lainnya untuk menghampiri Calla.


Satria tersenyum berjalan ke arah Calla dan itu membuat Calla tersenyum juga ke arah nya.


'Eeh tunggu.. kenapa Kak Satria menuju kesini. Aah aku ga siap nih. Mana ini jantung tak bisa berkompromi. jantung jangan berisik.' omel Calla pada dirinya sendiri dalam hati.


"Heey.. tumben kamu ada disini Call." Sapa Satria dengan tiba - tiba menarik tangan Calla menggunakannya untuk mengusap keringat yang ada di kening dan pipi Satria.


deg...

__ADS_1


deg...


deg...


Suara detak jantung Calla.


'Waah si abang ini... Calla ingin rasanya tenggelam bang... tenggelam dalam hatimu. Calla kagak kuat. Rasanya sesak tak dapat bernafas bang, butuh nafas buatan ini bang. Ingin ku jungkir balik bang.' Calla membatin penuh sorak juga terasa gugup yang sangat mencekam di dalam dirinya sampai sampai berkeringat dingin.


Entah kenapa Calla tak menolak ataupun risih dengan apa yang dilakukan oleh Satria tadi, malah senang dan bahagia sekali. Apa yang di angan - angankan Calla tadi waktu masih duduk di bangkunya dengan memandangi Satria dari jendela telah terkabul jadi kenyatan yaitu mengusap keringat yang menetes di kening dan pipi Satria.


"Lagi jam kosong Kak." Jawab Calla singkat.


Satria hanya ber. OH riya dan meng angguk anggukan kepalanya tanda mengerti.


Calla menggoyang - goyang kan sebuah botol air mineral dingin di depan Satria, untuk di berikan kepada Satria. Karna tadi Calla sebelum nyampe di lapangan, Dia diberi 1 botol minuman aer mineral dingin oleh Gani.


Kalian semua pada masih ingat kan ama Gani??... cowok yang muncul di episode sebelumnya. kemarin itu loh, cowok yang suka ama Calla. masih ingat kan ya?. Udah lupain Gani, mari beralih pada Calla dan Satria saja.


"Ini minum Kak." kata Calla pada Satria.


"Makasih." Satria langsung mengambil botol tersebut di tangan Calla.


"Tau ajja kalau Kakak lagi aus." Satria menghabiskan satu botol itu hingga tetes terakhir. Calla hanya tersenyum saja.


"Udah aah adegan manis - manisan nya jangan di depan aku. Kan aku jadi baper." celetuk Tamara sebal.


"Hehehhe maaf maaf Tam, kita tak bermaksut gitu." Satria tertawa sejenak.


"Emang kita lagi beradegan manis-manis an kah, perasaan tidak deh?" ucap Satria penuh heran sambil mengerutkan keningnya tanda berfikir dan memandang Calla yang lagi memandanginya balik.


Calla hanya menggeleng kan kepalanya.


"Udah Ah Aku ke kelas ajja, mau menyalin tugas PR yang belum aku kerjakan." Tamara meninggalkan Satria dan Calla dibangku itu untuk menuju ke kelasnya.


"Oiyah Call.. maaf ya nanti Kakak ga bisa bareng kamu pulangnya." ucap satria lesu tanpa semangat.


"Looh kenapa kak? ga biasanya." Tanya Calla dengan menghadapkan wajahnya kesamping ke hadapan Satria.


"Aku nanti latihan basket Call untuk pertandingan minggu depan. Seminggu kedepan ini sepulang sekolah kakak langsung latihan basket tanpa pulang terlebih dahulu. Maff ya ga bisa nemenin pulangnya." Satria tertunduk lemas.


" kapan selesai latihan basketnya itu kak?" tanya Calla lagi dengan memilin milin ujung roknya sendiri.


Yaa.. itu menjadi kegiatan yang Satria senangi akhir - akhir ini. Seperti hobby baru buat Satria. Calla pun menyukainya.


"kalau gitu Calla tungguin kakak saja ya sampai latihannya selesai terus nanti kita bisa pulang barengan seperti sebelumnya." Calla menjelaskan dengan tak lupa sunyum yang selalu tertoreh di bibir merahnya.


"Jangan Call.. nanti kamu jenuh nunggunya. lama pula... kasian kamu nya nanti." Satria melarang, ia tak mau gadis yang di kasihi itu nanti jenuh dan boring nungguin dirinya latihan.


Tetep ajja.. Calla kekeh sekalu dengan keinginannya itu untuk menunggui Satria dan akhirnya perdebatan itu di menangkan oleh Calla.


"ya udah nanti Calla kalau jenuh nunggu latihan, nungguinnya di perpus ajja ya baca baca gitu, apa kek.. atau ngerjain tugas. ke kantin juga bisa." ucap Satria memberi saran pada Calla.


Calla hanya meng angguk - anggukan kepalanya.


________________________


Bunyi bel pulang sekolah sudah berbunyi di penjuru sekolahan. Itu tandanya waktu ngajar - mengajar telah usai, waktu pulang pun telah tiba.


Calla mulai keluar meninggalkan ruang kelasnya.


Dari belakang ada suara yang memanggi - manggil Calla. Suara tak asing lagi.


Ya.. itu suara Satria memanggil Calla. Suara sang pujaan hatinya.


"Call.. jadi apa ga nih nungguin Kakak latihannya?" Tanya Satria.


"Iya jadi dong kak." ucap Calla penuh dengan semangat 45.


"Oke. kakak langsung kelapangan aja ya Call. Nanti kalau udah selesai kakak WA kamu ya." Satria meninggalkan Calla dan menuju ke lapangan untuk latihan basket.


Calla berjalan menuju perpustakaan sekolah. Di depan perpus Calla bertemu dengan Gani yang tadi memberi sebotol air mineral kepadanya.


"Call.. belum pulang." tanya Gani


"Belum kak." jawab Calla ogah - ogahan.


'Mana ini si kakak kelas resek, biasanya kan bareng terus ama Calla. Nempel terus kayak cicak pada Calla. Apa Calla pulang sendiri ya hari ini. Aku ajakin pulang bareng ah.' batin Gani dalam hati. Gani heran kenapa Calla berjalan sendiri biasa bareng Satria terus - terusan.


"Mau pulang bareng aku, mau? kamu kan sendirian sekarang." Ajak Gani penuh harap, berharap Calla menyetujui ajakan untuk pulang bareng.

__ADS_1


Calla menggeleng - gelengkan kepalanya tanda menolak. Menolak langsung tanpa berfikir dahulu.


"Calla ga pulang sendiri kok. Calla pulang bareng ama kak Satria kok." jelas Calla pada Gani.


Gani geram. lagi lagi di tolak ama Calla. seperti tak ada kesempatan untuk Gani untuk mendekati Calla. Cela sedikitpun ataupun setitik cahaya pun Gani sepertinya tak punya itu, tak punya harapan lagi. Semua harapan itu hanya untuk Satria seorang. ya hanya Satria saja. Tak ada yang lain.


'Sial... gagal lagi.' keluh Gani dalam hati.


"looh mana terus Kak Satria, kok ga bareng kamu. Katanya tadi bareng ama dia." Tanya Gani heran karna tak melihat sosok Satria dari tadi.


"Ooh.. kak satria masih latihan basket kak. Nanti setelah bubar latihan basket baru pulang bareng deh." penjelasan Calla makin membuat Gani kesal.


Gimana ga kesal. Calla malah rella nungguin Satria sampai selesai latihan basket hanya untuk pulang bersama.


'Dasar Satria licik. untuk melepas Calla pulang sendiri ajja ga mau. Dasar bajingan tengik.' emosi Gani dalam hati nya meluap. wajahnya merah menahan amarah dan rasa cemburu yang makin membakar hati.


Gani tetep berusaha senyum, senyum semanis mungkin agar amarahnya tak terlihat di hadapan Calla gadis yang ia incar di hari pertama kali masuk sekolah ini.


"Ya udah kamu hati hati ya Call. Aku mau pulang dulu kalau gitu." Ucap gani bergetar yang lagi menahan rasa cemburu dan langsung meninggalkan Calla di depan perpus tanpa menoleh lagi kebelakang.


Udah Sedari tadi jam dua siang Calla menunggu Satria hingga sekarang menunjukan jam 5 sore. Tapi Satria tak kunjung mengirim pesan wa kepada Calla. Calla tetap setia menunggu Satria di dalam perpus, duduk diatas kursi dan membaca buku buku disana.


"Semangat Calla.. kamu harus semangat. jangan patah semangat. jangan lelah untuk menunggu kak Satria." ucap Calla untuk menyemangati dirinya sendiri.


Calla pun sudah menyelesaikan 2 novel sekaligus.


"Menunggu mu adalah kenikmatan bagiku Kak. sampai kapan pun itu. seberapa lama pun itu. aku kuat" ucap Calla pada dirinya sekali lagi.


Tak terasa Calla tertidur di perpus. Seseorang mengelus - elus kepalanya hingga Calla terbangun.


"Hemmmm..." gumam Calla setengah sadar, ia mendongak ke atas dan mengucek - ucek matanya menggunakan kedua tangannya.


Hooaaammm... Calla menguap.


"Aah manisnya kalau kamu lagi tidur." Ucap Satria dengan mencubit pipi Calla.


"Aah kak Satria." Calla kaget karna Satria udah di depannya duduk berpangku tangan dengan memandanginya.


"Sejak 15 menit yang lalu." Satria tersenyum


"Maaf ya Call.. kakak agak terlambat menyelesaikan latihannya." ucap Satria penuh sesal.


"Iya.. gapapa kok kak." jawab Calla dengan suara serak habis tidur.


"Calla ga keberatan nunggu kakak kok. seberapa telatnya kakak selesai, seberapa lama pun kakak selesai. Pasti Calla tetap menunggu kakak." jelas Calla dengan senyuman termanisnya itu.


"Tapi kakak gak tega manis." ucap Satria dengan mencubit hidung Calla. Calla pun menyengir saja.


Entah kenapa jika Satria dekat dengan Calla bawaanya itu pingin pegang - pegang, pingin cubit - cubit. Ah tak taulah.. dipikiran Satria, Calla itu seperti mempunyai daya tarik yang sangat kuat, bak magnet yang menarik kuat logam yang didekatnya.


"Udah.. ayok kakak antar pulang kamu saja." ajak Satria.


Mereka memesan taxi online untuk pulang, Satria tak tega mengantarkan pulang Calla naik bus umun karna Calla udah terlihat sangat capek dengan hanya nungguin Satria di dalam perpus.


Didalam taxi Calla tertidur bersandar di bahu Satria. Satria sesekali memandangi wajah Calla yang terlihat capek.


Pak sopir pun mengamati kedua makhluk hidup yang duduk dibangku belakang.


"Pacar nya kelihatan capek banget itu mas sampai tertidur. Kasian." Celetuk Pak sopir.


Satria hanya tersenyum dengan menganggukan kepalanya saja apa yang di bilang Pak sopir itu.


'Calla... aku ga mau liat kamu lelah nunggu aku lagi. Aku tak tega sayang liatnya.' batin Satria dengan mengelus - elus puncak kepala Calla yang lagi tertidur nyenyak di bahunya itu.


Entah kenapa bersandar di bahu Satria, Calla merasa nyaman sekali sampe tertidur pulas. Tempat ternyaman kedua setelah kasur empuk di kamar.


Bersambung... πŸ€—


____________________________________


**Gimana kawan... menurut kalian...??


Mohon maaf ya jika ada banyak typo ☺


Terimakasih sekali lagi buat kalian yang masih setia membaca cerita Satria...


jangan lupa tulis kritik dan saran nya ya untuk cerita Satria ini di kolom komentar.


karna kritik dan saran dari kalian semua sangat berpengaruh untuk kemajuan menulis aku, karna ini memang pengalaman pertama aku membuat novel.

__ADS_1


Salam hangat dari RedPink πŸ˜˜πŸ˜πŸ€—**


__ADS_2