SATRIA

SATRIA
Pesta_Kemenangan


__ADS_3

Pertama tama RedPink 💗 mau ngucapin terimakasih ya untuk kakak kakak semua,


RedPink seneng banget ceritanya hari ini..


Sekarang yang baca cerita Satria lumayan meningkat,


itu semua tak lepas dari dukungan kakak kakak semua.


Wah beneran ini membuat RedPink seneng banget.


Makin semangat lagi bikin ceritanya 🤔😉.


Netizen: Ah Author lebay deh.


Biarin ah dibilang lebay, emang bener RedPink lagi seneng banget. Makasih ya untuk kalian semua. untuk semua teman setia pembaca cerita Satria. 🤗🤗


Love yuuuuuu 💗💗 peluk tium dari RedPink. 🤗😘


•** • • • • • • • • **•


Happy reading. 🤗


______________________________


"ah sayang sekali ya.. gue kira eluh ceweknya Satria." tiba tiba suara Anton menyeruak disana dan saat ini udah berdiri di belakang Calla.


Sontak membuat Calla, Satria, Davit, dan Melissa menghadap ke arah anton.


"Kenalin nama gua Anton." Anton mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Calla.


Satria geram, itu terlihat sekali dari cara satria memandang Anton tak bersahabat. Wajahnya merah menahan marah. Matanya menatap nyalang pada Anton.


Davit sang sahabat yang menyadari perubahan di Satria mulai beraksi membantu sahabatnya itu.


"Calla... "


Sesaat Calla mau menyalami tangan Anton..


Plak...


Tiba tiba tangan anton di tepis oleh tangan Davit.


"Eeh sob.. ga usah salaman juga gpp kalee, eloh penuh dengan kuman. jangan ganggu temen gue tar kenak kuman." Davit langsung berdiri depan Anton dan menarik Calla agar berpindah ke sebelah Satria.


emang dasar nya mulut si Davit tuh tajem kayak netizen ajja 😁😁😁


'Andai ajja yang menangkis tangan itu adalah Kak Satria, bukan Kak Davit. tapi itu tak akan mungkin juga karna kak Satria tidak mempunyai perasaan terhadap ku.' Cicit Calla dalam hati.


"Eh dasar tai kucing luh. luh tu yang kuman" umpat Anton kesal pada Davit.


Satria juga geram pada Anton, ia mengepalkan tangannya hingga buku buku tangannya berwarnah putih. Sekarang seakan akan dikepala Satria telah ditumbuhi dua tanduk merah dan mengeluarkan api.


"Kan dia bukan cewe elluh tai, juga bukan cewek temen luh yang belagu itu." kata Anton sambil memajukan dagunya ke arah Satria.


"Ga salah kan gue pingin kenal ama cewek populer di SMA Harapan Jaya." Anton sambil tersenyum licik melihat ke arah Satria.


Sekarang mata Anton beralih menatap kearah Calla, ya sekarang iae menatap mata Calla dan pandangan mereka berdua saling bertemu.


"Gue suka ama eluh, Calla..." Ucap Anton tiba tiba dengan tersenyum genit kearah Calla.


'ooh shiit.. berani berani nya tuh anak main tembak ajja. gue bantai loh nanti.' Satria mulai panas dalam hati.


Setelah itu ia meninggalkan Calla dan Satria beserta teman lainnya itu menuju ke gerombolan pemain basket dari sekolahannya sendiri.


Calla kaget dan hanya bisa mengerjap ngerjap kan kedua matanya masih shok dan tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Anton tadi kepadanya. Calla heran, Padahal baru kenal loh dengan yang namanya Anton itu tapi kenapa dia langsung nembak dirinya gitu ajja.


Tiba tiba ada sesuatu yang terselib di hatinya.


'kenapa bukan Kak Satria ajja sih yang nyatain cinta ke Calla. pasti bakal Calla trima. Kenapa aku terlalu mengharapkan Kak Satria. Aahh... aku udah gila dengan perasaan ini. Rasa cintaku padamu Kak, semakin besar dan semakin merasuk ke dalam hatiku. Andai kau pun tahu Kak hatiku menjerit memanggil namamu SATRIA DIRGANTARA'. jerit Calla dalam hatinya.


Satria juga tak habis pikir kenapa Anton berani berani nya nembak Calla disaat pertemuan pertamanya itu dengan Calla. Dia ajja yang bertemu Calla tiap hari belum bisa menyatakan perasaannya pada Calla, Satria masih mencoba mengumpulkan keberanian untuk menyatakan perasaan yang ia sembunyikan dalam dalam di lubuk hatinya itu terhadap Calla. Perasaan cintanya, perasaan sayangnya, perasaan kagumnya, perasaan ingin memiliki seutuhnya dan ia tak ingin berbagi pada orang lain walaupun itu hanya sekedar "bayangan" tubuh Calla saja. Tidak.... ia sangat tidak rela dan sangat tidak sanggup untuk berbagi dengan yang lain.


Pertandingan dimulai lagi. Banyak para fans anak basket terutama fans nya Satria berjejer di pinggir lapangan untuk menyaksikan ataupun memberi suport pada sang idola, ya tidak lain tidak bukan yaitu Satria sang kapten Basket kebanggaan SMA Harapan Jaya.


Siska De'Geng pun juga sudah bertengger di pinggir lapangan untuk melihat dan mendukung Satria, yang katanya RAJA di hidupnya SISKA.


"Satria sayang... semangat ya... Rajaku..." Teriak Siska semangat dengan jingkrak jingkrak.



Nie visual Satria Dirgantara Sang Kapten Basket.


Hehehe sengaja mukanya di bluurin.... 😂😂


"Kak Satria.. go kak satria go go.. " sorak cewek 1


"Aaahhh Kak satria ganteng ayok semangat kakak." sorak cewek 2


"Kak Satria satu pendukungnya banyak...


Kak Satria satu pendukungnya banyak...



Nie Satria lagi megang bola basket.


Sengaja tak kasih kembang wajahnya... hehehe


"Kak Satria satu pendukungnya banyak..." sorak beberapa cewek yang pasti para


fansnya Satria.


Saat ini Satria sangat sangat marah dengan


apa yang dilakukan Anton tadi terhadap


Calla. Itu terlihat jelas diwaktu pertandingan itu. Satria terus menerus dengan sengaja menjatuhkan tubuh Anton dengan cara menyenggol, menyikut, menjegal. Itu sama sekali bukan kelakuan Satria selama ini dengan bermain curang seperti itu. Kelakuan yang kurang gentleman.



Anggap ajja ini duel antara Satria dan Anton.


Davit sang sahabat pun heran melihatnya, karna selama ini Satria bermain dengan sangat sportif tanpa ada baku hantam seperti itu. Seperti saling dorong mendorong itu, sungguh terlihat sangat kekanakan sekali.


Anton pun tak tinggal diem, ia juga sama. Anton melakukan hal yang sama dengan apa yang Satria lakuin terhadapnya menjegal,menyikut, mendorong.


Buugh...


Sangat keras Satria terjatuh kebawah karna di jegal oleh Anton.Anton sangat puas bisa menumbangkan Satria hingga jatuh kebawah.


"Lakik kok letoiiyy, dasar L E M A H ... " ejek Anton sarkas pada Satria dengan senyum mengejek.


"Bangun wooi... jangan REBAHAN muluk. hahaha 😂😂." ejek Anton lagi dengan ketawa jahatnya dan ia sengaja memberi penekanan di kata rebahannya tadi.


"Aaaaahhhh..... Kak Satria... " teriakan para fans nya Satria


"Ah Rajaku jatuh... " Tetiak Siska... dan memdapatkan pandangan sinis dari para fans Satria lainnya.


"Sat.. ayok Satria bangun... " Sorak Melissa.


"Kak Satria jatuh.. kak satria jatuh.." teriak cewek cewek lainnya.


"Kak SATRIA Ayok bangun Kak... Kak Satria pasti bisa." Teriak Calla pada Satria.


Satria mendengar teriakan Calla dan melihat kearahnya. Satria tersenyum melihat Calla dan ia mulai mengumpulkan semangatnya lagi.


Satria pun segera bangun dan membalas kelakuan Anton hingga Anton kini terjatuh juga seperti Satria tadi.


"loh lakik ya? haha tapi tumbang. Banci loh." sambil mengacungkan kedua jempolnya kebawah Satria memberi nya pada Anton.


"Brow..." teriak Davit pada Satria


"Jangan kayak bocah gitu man kalok main malu maluin tau." lanjut Davit.



Anggap ajja ini lagi duel dilapangan basket...


Satria mendengarkan teriakan Davit, dan mencoba untuk mengontrol emosinya kembali agar stabil dan melanjutkan pertandingan sampai memenangkannya.


Akhirnya pertandingan telah usai dan telah di menang kan oleh tim basket yang dipimpin oleh Satria.


Anton malu dan sangat frustasi karna tak bisa memenangkan pertandingan ini.


lagi lagi para fans nya itu menyoraki Satria


"Kak Satria satu pendukungnya banyak...


Kak Satria satu, dialah pemenangnya..


Kak Satria satu pendukungnya banyak...


Kak Satria satu, dialah pemenangnya.."


Satria hanya tersenyum pada para fans nya itu dan tak menanggapi lebih lanjut lagi.


"Aahh... Kak Satria tersenyum ke gua... kak satria senyum ke gue." teriak cewek 1 sambil kegirangan.

__ADS_1


"Bukan. yang bener tuh ke gua senyumnya." teriak cewek dua dengan jingkrak jingkrak.


"Heey.. diem loh semua. Satria hanya senyum ke gua. Nie gua Ratu nya Satria." Siska berucap bangga.


"Huuuuhhh dasar luh Halu.... " Teriak semua para fans Satria pada Siska. Tapi semua itu tak dihiraukan oleh Siska.


"ke gua... ke gua... aahh senangnya." teria cewek cewek lainnya lagi.


Davit berdiri di depan para fans nya Satria itu, disana juga ada para fansnya Davit san playboy.


"Makasih ya cantik... tanpa kalian abang tak kan menang cantik." kata Davit sambil mengediptan satu matanya pada mereka semua dan tak lupa dengan senyuman mautnya khas ke.playboy.an-nya itu, dan meninggalkan mereka semua dengan lambaian tangan.


"Aaahhh Bang Davit, pujaanku..." teriak para fans Satria dan Davit.


"Bang Davit, Babang cute, manis manjaku." teriak cewek lainnya juga.


"helllooowwww.... Aa' Davit mah cuma ke gua ajja, ga ke kalian kalian. Jangan mimpi." celetuk Lita, teman Siska tadi.


"Aahhh.. meleleh hati adek Bang..." teriak cewek satunya dengan expresi mupengnya.


Dengan marah Anton menyepak bola basket dengan keras hingga melambung tinggi.


Karna ia tak membawa pulang kemenangan ditangannya. Dia malu dan kesal karna tak bisa mengalahkan tim basket musuh bebunyutannya itu. Ya.. tim basketnya Satria.


"yeeyyy akhirnya kita menang Man." Ucap Davit pada Satria dengan merangkul lengan Satria.


Satria dengan senyum kemenangan saat ini dengan bangga menghampiri Calla dipinggir lapangan, disitu juga ada Si tamara.


"Hai Kak.. selamat ya kak atas kemenangannya." Ucapa Calla memberikan selamat pada Satria dan mengukurkan tangannya.


Satria meraih jabat tangan Calla dan tersenyum.


"Makasih ya Call, itu semua karna kamu, karna Calla udah mau datang kesini, mau mendukung kakak disini. Suport Calla sangat berpengaruh besar untuk kakak dapat memenangkan pertandingan ini. Makasih ya Call.. sekali lagi." Satria gemas sekali dan saat ini ia sedang mengacak acak rambut Calla.


Calla cemberut, pura pura merajuk.


"Ih sebel... kan berantakan Kak. Dasar Kak Satria resek." sambil memanyunkan bibirnya.


Dari arah lain ada mata yang melihat adegan Calla dan Satria tidak suka,, ada Melisa, Siska dan Anton. Mereka semua tak suka melihat Calla tersenyum bahagia bersama dengan Satria. Mereka ingin rasanya memisahkan Calla dan Satria saat ini juga.


"Selamat ya tusuk konde, loh bisa jago juga main basketnya." Ucap Tam pada Davit.


"Yoi makasih Tam tam.." jawab Davit sambil menaik naikan kedua alisnya.


"Emang gua jago kale kellesss. eluh ajja yang baru tau. Gimana... gimana... tadi permainan Abang Davit ini. keren abis kan. Aura abang Davit gimana tadi waktu memasukan bola ke dalam Ring, menyilaukan sekali bukan." Davit mulai mengeluarkan sifat narsisnya itu dengan mengacungkan kedua jempolnya didepan Tamara.


Tamara hanya menyunggingkan satu sudur bibirnya keatas tanda eneg melihat kelakuan Davit seperti itu.


"iiiyuuuwwww Aurah jijik yang gue liat." Ucap Tam kesal.


"Hehehehhehe... 😁😁 ." Calla dan Satria ketawa bersamaan melihat kedua sahabatnya itu bertengkar.


"Jangan bilang jijik... jijik... loh Tam, gue gebet loh tau rasa tar." Davit berkacak pinggang kesal didepan Tamara.


"Emang gua mau apa.. kayak ga ada cowok lain selain kamu." Tamara mencebik.


"Ada sihhh... ada.. banyak malah... Tuuh si jono ada, dia mau tuh ngajakin loh kencan. katanya do'i cinta mati ama eluh si tam... tam... tampura hahhaha." Ejek Davit pada Tam, sengaja dia bawa bawa nama jono.


Jono itu cowok yang super super duper culun di sekolah ini, punya gigi ompong didepan, rambut klemis, item lagi, hidup pulak hahaha 😂😂.


"Ya gapapa. Mending ama jono dari pada ama tusuk konde kayak luh. Mulut tajem melebihin mulut nya netizen." Si Tam mendengus kesal...


Tiba tiba ada cewek cantik menghampiri Davit. cewek itu Tika, salah satu De'gengs nya Siska.


"Aa' Davit... " panggil Tika...


Davit pun menoleh juga diikuti Tamara, Calla dan Satria yang berada disitu.


"Aa' Davit nanti jadi kan ya ngapel kerumah, ga ngibul lagi kan kayak dua hari yang lalu." Tika bertingkah semanja mungkin didepan Davit sambil menggoyang goyang kan kedua tangan Davit.


'Eh.. nie anak muka dua, kemarin ajja galak kayak macan mau kawin, nah sekarang pasang wajah pollos sok di manja manjain di depan Davit. Manggil Aa' pulak.. iih jijai bgt gua.'


Gerutu Tam kesel dalam hatinya.


"Iya dong sayang... nanti malem ya kalo ga lupa Aa' hehehe" Davit membelai anak rambut Tika dengan manja.


"Aaachhh.... Aa' gitu." Tika menggoyang goyang kan badannya sendiri dengan manjanya.


"Pokoknya harus.... Pokoknya Tika tunggu. Yaudah Tika tinggal ya A'... Daadaah Aa' Davit .... " Tika meninggalkan mereka semua sambil melambai lambaikan tangannya pada Davit


Si Tamara E N N E G banget ngeliat tingkah laku Tika ama Davit tersebut. Sungguh J I J A I ngeliatnya.


"Eeh curut, itu cewek luh. kayak cacing kepanasan tau. hahhaha 😂😂" Ejek Tam pada Davit dengan ketawa jahatnya.


"Biar lah... kayak cacing kek.. kayak uler kek, Gua mah ga peduli, yang penting si do'i rela ngebucinin gua. hahaha 😁😁" Ketawa Davit bangga karna bisa naklukin banyak cewek.


"Bukannya eluh jalan ama Dhea' anak kelas kita entuuh." Tanya Satria.


"Apa udahan luh ama si do'i?" Tanya Satria lagi dengan heran.


"Hahhahahha.... " Suara tawa Davit menggelegar.


"Dhea' mah tetep masih jalan brow. Ini yang satunya." timpal davit dengan tengil.


"Parah loh monyong." Satria geleng geleng tak abis pikir dengan kelakuan sahabatnya ini yang hobby ngumpulin BUCIN.


Davit hanya mengedikkan bahunya saja tak peduli.


"wooy brow... ayok kita rayain kemenangan ini. Tar malem gua traktir kalian semua di kafe Bintang ya, Tar kita parti sepuasnya" Ajak Davit pada semua pemain Basket SMA Harapan Jaya itu.


Davit sering mentraktir teman temannya karna memang Davit itu anak orang kaya, butuh uang tinggal minta pada bokapnya. Tinggal menengadah tangan ajja udah dikasih uang ama bokapnya.


"Oiyah Calla ikut ya.. eluh juga Tam ikut ajja gpp." ajak Davit pada Calla dan Tamara.


Calla melihat ke arah Satria dan Satria mengangguk tanda meng-iyak-an.


"Iya... Aku usahain dateng ya." Jawab Calla.


"Tamm.. gimana?" ajak Davit meminta jawaban.


"Gue liat tar ya.. ga janji Gue." jawab Tam cuek.


"Sok sibuk loh, pakek acara bilang Ga janji segala. Belaguk." Timpal Davit.


"Eh bukannya tadi Luh mau ngapel ke Tika ya." kata Tamara tiba tiba.


"eehciyeee perhatian... ciyee..." Goda Davit.


Tamara hanya mencebik dan menghentak hentakkan kakinya di lantai.


"Yah.. Tika mah gampang. tar ngibul dikit gpp lah. Dia ga bakal marah kan di BUCIN gua." jawab Davit enteng.


"Kakak Ga kayak gitu kan ya?" Tanya Calla pada Satria.


"Maksutnya apa Call?" Satria masih bingung dan tak mengerti apa yang dimaksud oleh Calla.


"Kakak ga sejahat Kak Davit kan mempermainkan banyak cewek." Ucap Calla ragu ragu.


"Enggak Call.. kakak ga sejahat itu." Satria tersenyum dan mulai mengelus elus puncak kepala Calla.


'*Untung lah... *' ucap Calla dalam hati legah.


Davit berjalan meninggalkan tempat itu dan seketika itu Davit berhentih dan berbalik.


"Wooi jangan lupa ya tar malem jam 7 di Cafe Bintang. Jangan telat gaes." Teriak Davit pada semua.


•** • • • • • • • • • • • • • • • • • • •


@Rumah_Calla**


Calla udah pulang kerumahnya, Calla udah semingguan kemarin menginap dirumahnya Satria dan sekarang udah balik lagi ke rumahnya sendiri.


Calla lagi duduk didepan meja rias untuk berdandan, nanti malam jam 7 akan menghadiri pesta perayaan kemenangan anak basket di cafe bintang atas traktiran Davit.


Rencana Calla ke cafe bintang barengan ama Tamara, pakek mobilnya Tamara.


Sebenarnya Calla juga punya Mobil tapi sama Papa nya dilarang nyupir sendiri. kalau mau pergi harus dianterin oleh supir, tapi itu membuat Calla risih dan merasa ga bebas jika ngegunain pak supir makanya Calla lebih memilih naik transportasi umum, yaitu Bus kota.


Walaupun dari kalangan keluarga yang kaya Calla tak malu ngegunain kendaraan umum. Calla pun suka berpenampilan sederhana saja tak suka berpenampilan glamour.


Calla hari ini memakai gaun terusan atau dress sependek lutut berwarna putih. Gaun yang memperlihatkan lengannya yang putih mulus dan terkesan sexsi. Kaki jenjangnya yang putih mulus tanpa ada cacat satupun itu makin terlihat menggairahkan siapapun yang memandangnya.



anggap ajja ini Calla.


Sekarang waktu uda menunjukkan jam setengah 7 malam.


Tak lama kemudian suara klakson mobil Tam terdengar.


THIIIIIIINNN.... THIIIIINNN.....


Pasti itu si Tam udah dateng... Calla cepat cepat menuju ke lantai bawah.


"Waah cantik bener si ini Enneng Calla..." Puji bibi pada Calla.


"Mau kemana Neng...."

__ADS_1


"Mau ke acara teman bi." jawab Calla meninggalkan bibi ke depan rumah.


"Wooiii gile bener, cantik amat luh Call hari ini." kata Tam sambil geleng geleng kepala.


"Ya.. emang gue cantik dari lahir kalee, dah lama dari dulu. Emang selama ini eluh ga nyadarin ya kalok gua itu cantik." sambil mengibaskan rambutnya dengan tangan kanannya Calla mergaya.


"Yaah.. yaah sahabat gue ini emang cantik dari dulu, gua ajja yang baru nyadar hahhaha." Goda Tam.


"Elloh juga cakep hari ini. tumben pakek dress... udah mau pakek rok rok an luh sekarang. mulai kalem niye... hahahha." Ledek Calla.


Tamara hari ini pake dress selutut warna biru dengan motif bunga bunga. Tamara terlihat cantik dan lebih feminim. Karna Tam jarang dan hampir tak pernah memakai rok kalau lagi keluar.


Tamara agak tomboy soalnya anaknya tapi tetap memiliki wajah yang cantik juga.



nie anggap ajja si Tamara.


"Ya kalek gua pakek baju kasual ke pesta kan gak mungkin." Ucap Tam..


Calla memasuki mobil Tam dan ia duduk di sebelah Tam yang lagi duduk dikursi pengemudi.


"Ayok berangkat... tar telat lagi." Ucap Calla.


Mobil pun menyusuri jalanan kota yang sangat padat dengan mobil mobil.


•** • • • • • • • • • • • • • • • • • • •


@Cafe_Bintang


Waktu menunjukkan pukul 07:10 Malam.


Calla dan Tamara telat 10 menitan.


Calla dan Tamara mulai memasuki Cafe tersebut.


Semua mata tertuju pada Calla dan Tamara.


Davit melambai lambai dari kursi paling pojok.


'Gileee ternyata cakep juga di Tam kalo pakek baju cewek' Cicit Davit dalam hati dengan susahnya ia menelan salivanya.


Calla yang melihat lambaian tangan Davit pun mengajak Tam menghampiri meja Davit dan Satria.


"Men.. Calla dan Tam hari ini Cantik men." ucap Davit sambil menyenggol lengan Satria.


"Jaga mata loh kadal... jangan liat liat Calla. Nooh sana liatin Tamara." Satria menjitak kepala Davit.


Setelah Calla dan Tamara sampai di meja, Satria dan Davit menghentikan obrolannya tadi.


"Maaf ya Kak, Calla telat." Calla menyengir.


"iya tadi macet di jalan." Celetuk Calla cuek.


"ia duduk ajja sini. tumben luh berubah jadi cewek tulen." Goda Davit pada Tam.


Tam hanya mencebik tak menanggapi ucapan Davit.


Satria tak suka melihat Calla memamerkan lengan mulusnya di cafe ini karna sedari tadi Calla masuk semua mata tertuju pada Calla.


Satria langsung melepaskan jaket yang ia pakek dan langsung memakaikan ke Calla.


Calla tersentakkaget dan langsung memegangi bahunya sendiri dan menoleh ke samping, menoleh ke arah Satria.


"Kak... " Ucap Calla kaget.


"Udah pakek ajja. Dingin." jawab Satria jutek.


"Ga dingin kok." jawab Calla yang tak peka.


"Udah, diem. Tar kamu masuk angin." jawab Satria dingin dan tatapan tajam pada Calla.


Calla pun mengangguk tanda setuju.


Selama party ini pun Satria diam saja seperti tak selerah saja.


Itu jelas membuat Calla gelisah, Calla tak tahu kenapa sikap Satria berubah jadi dingin sekali dan tak seceria sebelumnya.


Biasanya banyak omong, biasanya suka mengacak acak rambutnya, biasa nya juga sering mencubit hidung Calla.


Tapi kini Satria diam saja tak berkata kata. hanya minum, mengaduk aduk gelas, makan camilan. Tak mengajak ngobrol Calla.


"Napa pas kita nonton luuh ga pakek Rok ajja Tam? kan gini cakep. lebih bagusan gini terlihat lebih cewek beneran. Ga kelihatan kalok loh cewek jadi jadian. hahhaha." ledek Davit.


"Mulai... " Tamara melotot pada Davit.


"Oke oke... ampun ampun..." Davit tak mau kenak cubit lagi oleh Tamara jika meneruskan ejekannya itu.


'Kak Satria kenapa ya, kok aku terkesan di cuekin sih... di diemin ga di ajjak ngobrol.' cicit Calla dalam hati masih memikirkan kenapa Satria hari ini dingin banget.


"Wooiiiy Sat diem diem bae'... " Davit melemparkan tissu pada Satria


"Calla tuuh.. luh anggurin, ga luh ajakin ngobrol. Tumbenan luuh.. sakit gigi apa?" kata Davit lagi.


Satria tetap terdiam saja dan tersenyum.


"Oh iya gua mau ke atas panggung brow. gua mau nyanyi" kata Satria pada Davit.


Satria berjalan menuju panggung cafe untuk menyanyika sebuah lagu.


"selamat malam semua, Gua mau menyanyikan sebuah lagu untuk kalian semua, selamat mendengarkan." ucap Satria.


Alunan musik pun mulai terdengar..


Heart beats fast


Colors and promises


How to be brave


How can I love when I'm afraid to fall


But watching you stand alone


All of my doubt, suddenly goes away somehow


*One step closer


I have died everyday, waiting for you


Darling, don't be afraid, I have loved you for a thousand years


I'll love you for a thousand more*



Anggap saja ini Satria lagi nyanyi di panggung cafe.


*Time stands still


Beauty in all she is


I will be brave


I will not let anything, take away


What's standing in front of me


Every breath, every hour has come to this


And all along I believed, I would find you


Time has brought your heart to me, I have loved you for a thousand years


I'll love you for a thousand more*


Suara tepuk tangan pun terdengar.... banyak orang bersorak sorak menyukai suara Satria.


Calla pun juga begitu sangat menyukainya.


Satria menuju ke mejanya lagi tapi tetap saja mendiami Calla.


Calla tak tau kenapa Satria tiba tiba berubah......


Bersambung.... 🤗


Nantikan kelanjutannya ya kawan 🤗


______________________________


•jika kalian suka dengan cerita Satria, jangan lupa like, tekan favorite, komen and share ya kawan... jangan lupa kasih rate bintangnya dong..... 😘


•makasih ya kalian masih setia nungguin update.annya cerita Satria.


Maaf jika banyak typo.


Salam sayang RedPink 😘😘😘 untuk kalian semua...

__ADS_1


__ADS_2