
Satria yang nampak gembira melihat reaksi Gadis yang ia sangka cemburu pun sampai tak sadar jika gadisnya itu nampak sedih dengan perkataannya tadi.
Bukan hanya lagi cemburu yang Gadis rasakan, gadis itu bahkan takut jika Satria akan kembali meninggalkan dirinya dengan adanya keberadaan Adila yang sudah jelas-jelas di pilih langsung oleh kedua orang tua pria itu.
"Tolong jangan pernah tinggalin aku lagi Om." Lirih Gadis seketika membuat Satria memeluknya sakin tak menyangka respon Gadis akan sebegitu menyedihkan nya dalam setiap kata yang di keluarkan gadis itu.
"Hey, kenapa sayang. Aku nggak akan ninggalin kamu lagi sayang. Jangan takut, jangan pikir yang aneh-aneh sayang." Ucap Satria sedikit panik dengan kecemasan tiba-tiba Gadis itu.
"Om Janji?" Tanya Gadis penuh harap.
"Janji sayang, justru aku yang takut kehilangan kamu yang." Jawab Satria menenangkan.
"Yah sudah seharusnya gitu kan, ingat yah sekali saja Om ada niatan tinggalin aku lagi. Sumpah Om nggak akan aku maafin untuk yang kedua kalinya lagi." Ancam Gadis dengan tegas sakin takutnya dia di tinggal Satria lagi.
Mendengar itu Satria tanpa sadar menelan saliva nya sakit.
"Ngeri banget kamu yang. Lagian aku nggak ada niatan lepas kamu lagi, sekalipun itu kamu yang minta." Ucap Satria.
"Aaa." Lanjut Satria membuka mulutnya mengisyaratkan Gadis untuk menyuapi dirinya lagi, sakin tak mau membahas hal yang dia takuti itu.
"Mmmmmnnn." Protes Satria saat Gadis menyuapinya namun di ujung suapan itu Gadis sedikit menjahilinya dengan di mainkan nya bibir Satria namun di akhirnya dia malah mencubitnya.
"Makan dulu, baru protes." Ucap Gadis, dia menjahili Satria karena sedikit risih di pandang intens pria itu saat dia menyuapinya tadi. Gadis sampai salah tingkah di buatnya, itu sebabnya dia memutuskan menjahili Satria.
Gadis sedikit terkekeh saat melihat wajah cemberut Satria yang menurutnya sangat manis jika Satria bersikap seperti itu.
"Sakit yang, kok nyubit enakan di usap juga. Ayo tanggung jawab, sakit tahu." Lebai Satria saat dia sudah habis memakan makanannya.
"Ah lebai."
"Beneran sakit yang ih."
Cup
"Masih sakit." Ucap Gadis sedikit malu, pasalnya dia memberanikan dirinya untuk mengecup Satria untuk pertama kalinya.
Namun dia kembali di buat terkejut karena kini Satria yang kembali mengecupnya, bukan bukan hanya kecupan tapi satu tingkat di atas kecupan.
"Nah gini baru sembuh sayang." Ucap Satria sambil mengelap bibir bengkak Gadis..
"Iya Om sembuh, tapi bibir aku yang bengkak sekarang." Omel Gadis karena Satria menciumnya begitu lama.
__ADS_1
"Hehehe, indah tahu kalau bengkak kaya gini." Jahil Satria dan dia langsung mendapat satu suapan besar daun selada dari Gadis.
"Rasain, hahaha." Ledek Gadis.
Melihat Gadis tertawa, Satria yang di jahili malah ikut tersenyum. Dia merindukan saat-saat seperti ini, dan tenyata kini kehidupannya kembali normal lagi.
***
Usai makan kini Satria sedang sibuk dengan Laptopnya, sementara Gadis sedang mencuci piring bekas mereka makan tadi.
Satria sudah melarang Gadis untuk melakukannya, karena nanti dari pihak restorannya sendiri yang akan mengutus orang untuk mengerjakan itu semua. Namun Gadis tetaplah Gadis, dia tetap dengan keras kepalanya.
Prang!!!
"Sayang.." Teriak Satria dan dia langsung berlari cepat ke arah dapur saat mendengar bunyi piring pecah.
"Sayang Kamu nggak papa?" Tanya Satria lagi saat dia sampai dan mendapati Gadis sedang ingin membersikan piring pecah di lantai.
"Hehe, Piringnya loncat Om. Nggak sempat aku nangkapnya Om, keburu nyungsep duluan nyium lantainya." Ucap Gadis dengan menunjukkan deretan gigi putihnya saat Satria memeriksa tubuhnya..
"Ada yang luka nggak?" Tanya Satria yang terlihat panik.
"Iss, kamu ini. Sudah biarin saja, bentar lagi ada yang bakalan datang beresin." Ucap Satria sambil membilas kedua tangan Gadis.
"Biar aku.."
"Nggak ada bantahan." Tegas Satria saat Gadis hendak protes.
"Ayo." Ajak Satria dan dia langsung menarik tangan Gadis mengikuti langkahnya.
"Duduk." Perintah Satria dan langsung di turuti Gadis lagi.
Saat gadis itu telah duduk, Satria langsung mengambil tempat berbaring dan menaruh kepalanya di paha Gadis.
"Kok malah tidur, Om nggak lanjut kerjanya." Tanya Gadis karena kini, Satria malah menutup laptopnya.
"Nggak, nanti malam baru aku lanjut lagi. Sekarang waktunya kita." Satria berkata sambil menuntun tangan Gadis menyentuh rambutnya.
Satria bahkan menyusupkan wajahnya dan kedua tangannya memeluk pinggang Gadis dalam rebahan nya itu.
"Nyamannya." Ucap Satria lagi
__ADS_1
Melihat Satria yang manja padanya, Gadis hanya bisa tersenyum, dan berucap syukur karena hubungan mereka kini kembali seperti semula.
Gadis itu bahkan memposisikan dirinya bersandar nyaman di sandaran sofa, sembari tangannya memainkan rambut Satria.
"Sayang, pria yang di kampus itu siapa?" Tanya Satria sambil kini dia mendongakkan kepalanya melihat Gadis yang sedang memejamkan matanya.
"Oh, itu kak Dewa kakak tingkat ku di kampus."
"Pasti dia suka sama kamu yah yang?"
"Humm, udah di lamar juga malahan." Jujur Gadis karena memang itu yang terjadi, Dewa sudah mengutarakan niatnya pada Gadis. Namun Gadis yang sedikit trauma dengan lamaran Satria padanya jadi dia menolak mentah-mentah lamaran pria itu.
"Apa!!" Kaget Satria sambil dia langsung bangkit mendadak, membuat Gadis yang sedang memejamkan matanya terkejut di buatnya.
"Beraninya dia ngelamar calon istri aku. Kamu jawab apa!!" Tanya Satria dengan emosi.
"Hah, salah lagi." Batin Gadis sambil mengusap pelipisnya.
"Berhenti berteriak Om, lagian aku nggak bisa nerima Kak Dewa karena hatiku sudah terikat dengan pria payah di depanku ini. Tapi katanya sih dia bakalan nunggu sampai aku mau nerima dia." Ucap Gadis.
"Terima kasih sayang, kalau ketemu nanti aku bakalan bilang tu bocah berhenti deketin kamu supaya dia kubur tuh keinginannya menunggu calon istri orang."
"Jangan gila Om, lagian itu juga belum tentu dia serius. Jangan buat masalah." Peringat Gadis, ini nih yang dia tak suka dengan sikap Satria yang suka sekali memutus pertemanannya dengan orang seenaknya.
"Baiklah, tapi aku minta jangan pernah dekat lagi sama dia. Awas saja kalau aku lihat kalian sama-sama lagi."
"Semangat Gadis, kamu udah tahu kan sifat kesayangan kamu memang seperti ini." Batin Gadis menyemangati dirinya sendiri.
"Hmm, iya iya Om. Siap laksanakan." Pasrah Gadis.
"Gadis pintar, sini peluk lagi." Ucap Satria dan dia langsung memeluk Gadis yang dalam duduknya.
"Om." Panggil Gadis karena bel apartemen Satria berbunyi.
Cup
"Aku dengar Sayang." Ucap Satria dan dia langsung beranjak, namun sebelum itu dia sempatkan untuk mengecup Bibir Gadis sekilas.
Satria langsung berjalan Gontai untuk membuka pintunya, Namun saat matanya melihat layar di samping pintu yang menunjukan tamu di luar seketika Satria langsung panik seketika.
"Tante Mia, Melodi." Ucap Satria saat melihat Tantenya dan Melodi juga keponakannya ada di luar sana.
__ADS_1