SATRIA

SATRIA
Muncul Saingan Pertama


__ADS_3

Haii gengss.. RedPink kembali lagi nih.. 🤗


Maafken yeeh baru update.


Author agak sibuk akhir - akhir ini.


Cuma mau ingetin, sebelum baca jangan lupa likenya ya... terimakasih 🤗🤗


_______________________________


Hari ini Calla berangkat sekolah dengan Satria seperti biasanya, tapi bedanya mereka sekarang berangkat keluar dari rumah yang sama, yaitu keluar dari rumah Satria.


Wajah semu berseri - seri sudah tergambar di permukaan wajah Satria. Dia bahagia sekali sampai senyum lebar sedari bangun tidur tadi tak pernah lepas dari bibirnya. Dia tak pernah menyangka, atau pun tak berani membayangkan bahwa mereka semalam tidur di bawah atap yang sama. Ya walaupun tak tidur disatu ruangan yang sama itu sudah membuat jiwa Satria terbang tinggi ke langit, seakan akan Satria ingin menghentikan waktu sementara saat di malam kemarin.


Begitupun juga Calla sedari tadi ia bangun tidur tak henti hentinya ia tersenyum bahagia. bisa merasakan sarapan bersama dengan nenek dan Satria pula sang pujaan hati. Biasa nya Calla tiap hari hanya melakukan aktifitas sarapan hanya ditemani sepi, sekedar piring nasi gelas yang terisi susu dan buah buahan. Mereka pun semua tak ada yang bisa diajak ngobrol, ya memang karna mereka samua benda mati dan tak bernyawa.


* * * * * *


@ Kelas_Calla (10-IPA-1)


"Ehh bener Call, apa yang Kak Satria tadi bilang jika eluh nginep di rumahnya semalem?" tanya Tamara si kepo dengan wajah tak percaya mengharapkan penjelasan dari Calla.


"yess.. betul." jawab Calla dengan suara pelan agar tak di dengar oleh Bu Fina.


Ya.. sekarang jam pelajaran Bhs. Indonesia, pelajarannya Bu Fina.


Selain terkenal dengan suka menjodoh - jodohkan siswa siwi nya, Bu Fina ini terkenal tegas dan tidak segan segan memberi nilai 5 jika mengetahui muridnya tidak mengerjakan PR dan lagi menyontek di waktu ulangan ataupun ujian mata pelajarannya.


Dan lagi beliau juga tidak menyuka disaat mata pelajarannya ada murid yang lagi asyik memgobrol, menggosip ataupun meng-gibah. Intinya tak memperhatikan pelajaran dengan baik. Maka beliau tidak segan - segan memberi sanksi (hukuman).


"Gilaaa.... dasar si Cocca Colla uda gerak cepet ternyata, langsung ajja pepet srobot terus lagi udah bobog bobog bareng." Tam masih tak percaya itu.


Tiba - tiba Tam tertawa..


"hahhahahha." gelak tawa Tamara terdengar seisi kelas, sontak semua mata tertuju pada Calla dan Tamara.


Calla langsung menutup mulut Tamara dengan kedua tangannya agar suara gelak tawanya tak terdengar Bu Fina.


Tapi sayang itu sudah terlambat, suara gelak tawa Tamara telanjur udah sampe di telinga Bu Fina dan teman - teman satu kelas nya itu.


"Tam.. Calla... kalian berani ya rumpik di mata pelajaran ibuk." Bu Fina uda bersidekap di muka kelas menatap tajam penuh dengan marah pada Calla dan Tamara.


'Gawat nih.. kenak hukuman deh.' Cicit Calla dalam hati.


Seketika Calla dan Tamara terdiam dan Saat ini mereka berdua mersakan ada hawa hawa akan ditikam oleh gurunya di depan sana.


"Aah tidak buk. Bukan Calla buk. Nih si Tamara" Elak Calla dengan wajah yang takut.


"Keluar kalian berdua. Ibu tidak terima alasan lain dan lari di lapangan saat ini juga 10x putaran." Perintah Bu Fina dengan berkacak pinggang.


Mereka berjalan lunglai ke arah pintu keluar.


Belum sampai di pintu, suara Bu Fina menghentikan langkah kedua gadis itu.


"Jangan sampai kalian malah kabur ke kantin dan jajan ya. Nanti kalau ketahuan jajan, hukumannya akan ibu tambahin banyak lagi agar kalian tak ada waktu lagi bergosip ataupun ngobrol gak jelas di pelajaran ibu." cicit Bu Fina.


Mereka berdua berbalik melihat ke arah bu Fina


"Baik bu, Siap." Kata mereka berdua bersamaan dan lalu meninggalkan kelas dan menuju ke lapangan untuk menjalankan hukuman yang diberi oleh Bu Fina.


@ Lapangan_Basket


Di lapangan saat ini cuaca sangat panas sekali. Terik matahari saat ini seperti ada di tingkat yang paling paling tinggi panasnya.


Calla dan Tamara berlarian mengelilingi lapangan itu. Mereka berdua menjadi bahan olok - olokan kakak kelas yang sedang melaksanakan pelajaran olahraga dilapangan itu juga.


"Cantik - cantik kenak hukum, kasian. mending sini ama abang." Goda kakak kelasnya itu pada Calla dan Tam.


"Manis, boleh minta nomer whattsap nya gak?" Goda cowok satu lagi.


"Diem - diem baeh.. kenapa cantik, sakit gigi ya?" Goda cowok satunya lagi


"Hahahhahahhahaha." Suara tawa para cowok penggoda tadi.


Calla dan Tamara cuek tak menanggapi godaan cowok resek tadi.


Tiba - tiba ada segerombolan cewek yang dari tadi mengamati Calla dan Tamara yang lagi asyik lari - lari mengelilingi lapangan. Mereka memandang Calla penuh dengan ketidak sukaan dan penuh benci.


"Aah ini nih cewek sok belagu yang katanya deket ama Satria. cewek udik gak modis gini." Ucap Siska pada temen satu gengnya dengan suara yang sengaja dikeras - kerasin agar Calla mendengarkan itu saat ia melihat Calla berlarian lewat di depan Siska De'gengs.


Calla sebenarnya mendengarkan semua itu tapi ia memilih diam tak mau punya masalah dan urusan dengan kakak -kakak kelas itu. Yaa.. mereka itu para fans nya Satria.


'Apaan sih, Resek banget mereka.' Calla hanya menggeleng - gelengkan kepalanya saat berlari melewati mereka semua.


"Aduuh fisik ya masih cantikan eluh lah Sis, masih sexy.an eluh parah. Jauuh banget." timpal Tika, temen satu geng Siska.


"iya lah gue tak kan tertandingi. Gue ini Ratu, Ratu di hidupnya Satria." Ucap Siska bangga. Sedikit ada kehaluan memang di ucapan Siska tadi.


"Hahhahhahah... iya betul, hanya Ratu Siska Saraswati lah di hidup Satria." Sorak Tika dan Dian (teman satu geng nya siska) dengan bertepuk tangan.


Itu spontan membuat Calla dan Tam tergelak mendengarkan apa yang diucapkan oleh Tika dan Dian tadi. Gimana gak ketawa coba, mereka semua haluu banget menyebut Siska itu Ratu di hidup nya Satria. Kocak parah. Ingin ku teriak sekenceng - kenceng nya terus berkata di depan telinga mereka bertiga Siska, Tika, dan Dian, Wanita HALU Looh (Author auto esmossii pemirsa) 😂😂😂


Siska merasa geram saat melihat Calla dan Tam tergelak tadi dan merasa di cibir. Siska marah sekali.


"Yuk gengs.. kita samperin tuh cewek udik. Kita kasih pelajaran." Ajak siska pada kedua teman nya itu.


Mereka bertiga menghampiri Calla dan Tamara untuk menghentikan mereka aktifitas berlarinya itu.


Siska berhenti di depan Calla sedangkan Tika dan Dian menghentikan Tamara.

__ADS_1


"Heeh cewek udik, sini loh." Siska menekan kata udik itu menjelaskan jika Calla hanya cewek udik di mata Siska.


satu telunjuk digerak gerakkan oleh Siska untuk mengkode Calla maju kearahnya itu.


Calla maju dan tak mengerti kesalahan apa yang ia perbuat sampai Siska kakak kelasnya itu menghampirinya dengan wajah yang sangat ber api - api di depan Calla saat ini.


'kenapa ni Kak Siska menghampiri aku. Gawat wajahnya jutek banget.' Cicit Calla dalam hati dan maju menghampiri Siska.


Tika dan Dian memenggangi kedua bahu Tamara dan mencekramnya.


Tamara merasa kesal dan tak bisa bergerak karna ada 2 orang yang memeganginya.


"Kenapa muke udik luh tadi, Luh ngejek tadi. ngejek gue ya luh tadi hah?" Tanya Siska to the point dan dengan tangan kanannya mencekram bahu kanan Calla dengan kerasnya.


Itu membuat Calla menyengir merasakan sakit di bagian bahu itu.


"Ah.. sakit kak." Keluh Calla.


"Ayok jawab dik udik. kamu juga ya tadi." Ucap Siska geram dan dengan menunjuk ke arah Tam.


Tamara juga sama merasakan kedua bahunya sakit karna di cekram oleh Tika dan Dian.


"Hellowww PD banget sih. emang luh siapa? Ratu ya.. hahahahha?" Ucap Tamara sewot dan kesal pada mereka bertiga dan seakan akan ucapannya tadi memang disengaja untuk mengejek Siska dengan diberi penekanan di kata RATU tadi.


Yah Tamara ini punya sifat yang bar barnya parah ga ketulungan. Nah itu juga bisa digunakan untuk membela Calla sahabatnya saat waktu genting seperti ini.


"Yah emang gue Ratu. Luh budak gue. hahhaha." balas Siska dengan sarkas dan diikutin suara tawa kedua temenanya itu Tika dan Dian. "Hahahahhahahaa"


"Gak kak. kita gak mengejek kakak kok. suwer deh." ucap pembelaan Calla dan menunjukan dua jari tanda damai. Calla tak mau lebih panjang lagi berurusan dengan Siska De.gengs, itu hal yang merepotkan menurut Calla.


Siska dan kedua temannya tak percaya itu.


"Eh luh yang sering berduan ama Satria ya. kemana mana berdua. Emang luh siapa nya Satria hah?" Ucap Siska dan menunjuk nunjukkan telunjuknya di dada kanan nya Calla dengan keras hingga badan Calla mundur kebelakang sedikit.


Calla hanya nunduk gak berani jawab sambil memilin - milin ujung roknya itu. Ya Calla takut sama Siska si nenek lampir itu.


"Hah.. siapa nya Satria luh. Jawab." Ucap Siska lagi sekarang agak keras dan membentak.


Sontak membuat Calla kaget dan mendongak keatas melihat wajah Siska yang saat ini mengamuk seperti mak lampir.


"Ca... Calla bu.. bukan pacar..nya Kak Satria, kita ga... gak pacaran kok Kak." Ucap Calla dengan terbata - bata takut dengan Siska yang sekarang berubah seperti singa yang mengamuk.


Seutas senyum sekarang terukir di bibir Siska. Legah.. ya dia merasa legah karena Satria sang Raja masih tetap menjadi Raja di hidupnya.


Aduuh Halu banget deh si Siska itu. Parah halu nya, melebihi Halu nya si Lucinta luna yang ada di tipi tipi.


Haha author mah jahat bilang gitu 😂😂 ngakak ketawa boleh gak gengs... 😂😂


"Ya udah asal luh tau ya, Satria itu hanya punya gue. Raja di hati gue. Jangan deket - deket dengan Raja-gue.


Luh tuh udik, kuman ga pantes deketin Satria gue. Luh tuh apa.. cuma sebongkah upil kecil." Siska langsung menjentikkan jarinya.


"kotoran kecil yang ga guna yang harus dibersihin dan dibuang jauh - jauh." ejek Siska pada Calla dan mendorong bahu Calla.


"Kotoran.. jijik... menyedihkan. " Ucap Siska sarkas.


Siska de.Gengs meninggalkan Calla dan Tamara di lapangan itu.


Calla menghentak - hentakkan kakinya di bawah dan merasa kesal dengan apa yang dikatakan Siska tadi kepadanya.


"ck... kesel gue. kenapa tuh orang halu banget sih." cicit Calla kesal.


"Ingin ku robek tu mulut mak lampir. Halunya tingkat tinggi" Tamara geram.


"Udah - udah jangan di ladenin. kita mah apa. cuma adek kelas yang gak sebanding dengan kakak kelas." Ucap Calla menenangkan sahabatnya itu.


"Luh harus cepet cepet de tembak tuh Kak Satria dan resmiin deh hubungan luh ama Kak Satria. Biar tuh lampir ga bisa halu lagi dan ga gangguin lu lagi." Ucap Tamara mencebik.


"Mana ada... gue nih cewek masak gue duluan. Gak.. gak ada ga ada. gengsi gue mah. Tar dikira cewek apa.an" Calla hanya menggeleng tak menyetujui saran konyol sahabatnya itu lalu meneruskan larinya yang tadi sempat terhentih.


"Cewek Cantik lah." Tam menjawil dagu Calla dengan tersenyum menggoda.


"gue kira sih kak Satria juga suka ama eluh. di jamin deh pasti kak Satria bakal terima eluh." ucap Tamara dengan percaya diri.


"Tuh tadi Kak Siska saingan pertama Luh yang menunjukkan rupanya. Tar bakalan banyak lagi saingan saingan elu yang masih bersembunyi. Mumpung masih satu saingan yang nunjukin giginya tadi, lebih cepet ajja eluh resmiin pacaran ama kak Satria" bujuk Tam lagi pada Calla.


"Enggak ah.. takut. gengsi. malu. Saran eluh konyol parah Tam." Calla telah menyelesaikan putaran ke-10 nya itu dan bergegas meninggalkan lapangan dan menuju ke kelas nya lagi.


"Eh tunggu - tunggu, barengan woii ke kelasnya." Tamara mengikuti Calla dari belakang menuju ke kelas.


@ Ruang Kelas (10-IPA-1)


Calla mengetok pintu ruang kelas dan di ikuti Tamara dibelakang


Tok tok tok...


"Ya masuk." ucap Bu Fina. "Udah selesai lari nya Call.. Tam?" tanya Bu Fina.


"Sudah bu." jawab Calla dan Tam bersamaan.


"Oke. silahkan masuk." perintah Bu Fina.


"Makasih bu." ucap mereka bersamaan.


Calla dan Tam menuju tempat duduk mereka untuk mengikuti pelajaran bu Fina lagi.


Belum lima menit. Bu Fina mulai menggoda Calla.


"Call kamu jangan pacaran mulu ama Satria. boleh pacaran tapi jangan sampai mengganggu pelajaran." tegur Bu Fika.

__ADS_1


Sontak itu membuat seisi ruang kelas ramai, banyak yang kesal dan kecewa mendengar perkataan bu Fina. Biasanya ucapan yang dikatakan bu Fina kebanyakan 95% benar adanya karna bu Fina kan terkenal dengan julukan GuMCom yaitu Guru Mak Comblang.


"Enggak buk. Calla dan Kak Satria gak pacaran." sanggah Calla malu.


"Alaaah.. gpp Call, Satria ganteng dan kamu cantik. Satria itu pinter, kapten basket lagi. ibuk ga ngelarang murid ibu berpacaran. Cuma pesen ibu jangan sampai kamu gak konsen jika pelajaran berlangsung. Paham?" ucap Bu Fina lagi.


Terpaksa deh Calla mengangguk angguk.


"Iya bu paham. Calla mengerti." Ucap Calla agar tak bertambah panjang lagi celotehan Bu Fina.


"Ya udah balik lagi ke pelajaran."


Tak terasa suara bel istirahat pertama berbunyi.


Sebelum meninggalkan kelas Bu Fina lagi - lagi menggoda Calla.


"Call.. salamin buat Satria ya. Jangan nakal kalau pacaran. gitu ajja." Bu Fina meninggalkan Calla dengan senyum - senyum yang menggoda Calla.


Calla hanya malu dengan apa yang dibilang Bu Fina tadi. Banyak teman satu kelas nya (hanya para fans nya Satria) yang memandang Calla tak suka. Karna idola mereka udah direnggut oleh Calla.


Menurut para fans Satria, Satria itu milik bersama, pacar bersama.


Jika Satria mempunyai pacar, pasti pacarnya bakal di musuhi dan sebisa mungkin diganggu agar minta putus ataupun biar kabur dari radar jarak deket Satria.


Calla dan Tam menuju ke pintu depan dan parah nya di depan pintu Bu Fina berpapasan dengan Satria dan Davit yang akan mengajak Calla ke kantin. Otomatis dong Bu Fina berhentih dan godain Satria.


"Eciieee.. anak ganteng mau jemput pacarnya ya." goda Bu Fina sambil senyum senyum menggoda pada Satria.


"Pacar?" Satria heran dan tak mengerti apa yang dikatakan Bu Fina tersebut.


"alaaa pura - pura tak tau. Calla tuh udah nungguin di kelas ibuk. Jagain Anak ibuk ya Sat. kalau pacaran jangan macem - macem. hehe" cerocos Bu Fina terus menerus.


Davit yang berada di sebelah Satria hanya senyum senyum melihat sahabatnya itu di godain guru yang super duper update tetang masalah percintaan para muridnya.


'Gawat.. Bu Fina ngawur deh. Dikiranya tar gue yang ngaku - ngaku jadi pacar nya kak Satria Aduh mampus gue, mau jelasin apaan nanti ya. bakalan kikuk tar menghadapi Kak Sat.' Batin Calla bingung.


Satria dan Davit saling memandang. Davit hanya menggeleng tak tau apa apa.


Satria beralih memandang Calla yang berada di belakang Bu Fina sedang terdiam kikuk.


Calla juga sama dengan Davit espresi yang tak tahu apa apa hanya menggeleng gelengkan kepala.


"Akhirnya Bu Fina besanan juga ama Pak Burhan. Salam ke besan ya sat." Bu fina hanya tersenyum dan menaikan alisnya berulang ulang.


"Ya udah ya Sat, nitip Calla dijaga, ibu mau ke kantor dulu." Pamit Bu Fina meninggalkan Satria dan Davit.


Calla hanya mematung dan malu tak beradi menatap mata Satria.


Satria dan Davit menghampiri Calla.


"Eeh tadi ada apa dengan Bu Fina?" Tanya Davit langsung kepada Calla dan Tam.


"Bu Fina mengira Kak Satria pacaran ama Calla." Jelas Tam menjawab pertanyaan Davit.


'Andai itu terjadi beneran. Calla jadi pacar gue bakal seneng gue.' gumam Satria dalam hati


Davit tertawa meledek Satria.


"Hahahhahahha tercyduk mungkin kau Sat." ejek Davit lagi


"Tercyduk selalu nempel muluuh luuh ama Calla tiap hari. hahahhaha 😂😂 kayak cicak nempel di dinding." Goda davit henti - hentinya.


Calla hanya terdiam dan malu, begitu pun juga Satria, malu. sebenarnya Satria senang sih jika di bilang pacaran ama Calla karna memang satria menginginkannya. tapi Satria tak tau dengan jelas apakah Calla juga mempunyai perasaan yang sama dengannya saat ini.


"Dasar luh tusuk konde." ucap Tam pada Davit agar diam tuh mulut nyerocos mulu.


"Enak ajja mulut loh tuh. Eluh bitingan nya lontong. hahaha." Ejek Davit balik pada Tam.


"Udah - udah mau ke kantin gak nih. jangan berantem muluu" Ucap Satria menengahi agar Tam dan Davit tak melanjutkan pertengkarannya.


"iya iya ke kantin udah laper nih gue." Davit sambil mengelus elus perut keroncongannya itu.


"iya ayook, gue juga laper banget. Cacing pada demo minta makan." timpal Tam.


"Dasar perut karet." Celetuk Davit


Tam hanya memutar kedua matanya tak menghiraukan.


Satria melihat ke arah Calla dan Calla hanya mengangguk angguk dan tersenyum manis.


"Ayok Call kita ke kantin." Satria menarik dan menggenggam tangan Calla dengan erat menuju ke kantin bersama sahabat - sahabatnya itu.


Calla hanya melipat kedua bibir, seneng banget dalam hati karna tangannya digenggam oleh Satria. Padahal juga sering Satria lakuin hal itu tapi entah kenapa itu masih membuat Calla seseeneng ini dan merasakan dag dig dug dalam dada.


"Ya elaah curut... gimana orang ga salah paham ama eluh berdua. selalu pegangan tangan kalau berjalan, selalu nempel terus kayak cicak kalau deketan. Orang yang ngeliat ngira elu berdua pacaran." Davit nyerocos terus tanpa henti.


"Apa salahnya sih pegangan tangan ama sahabat sendiri. Dimana salahnya coba?" ucap satria menimpali ucapan Davit.


"Tar para fans luh juga salah paham nyet, pasti tar banyak yang marah."


"Biarlah,, biar terserah orang mau ngirah kita berdua pacaran kek apa kek. terserah mereka ajja." Jawab Satria dingin.


'Sebenernya gue hanya dianggap sebatas sahabat doang. Ga lebih. Sadar Call... sadar. Bener kata Kak Siska jika aku ga pantes ama Kak Satria. Luuh tu upik abu ga pakalan bersanding dengan pangeran.' Ucap Calla pada dirinya sendiri dalam hati.


Bersambung... 🤗


________________________________


• Makasih ya kawan udah setia nungguin cerita Satria. Udah ngasih semangat buat author

__ADS_1


• Jika kalian suka dengan Cerita Satria jangan lupa tinggalkan jejak komen ya kawan.


• Salam sayang dari RedPink 🤗🤗🤗


__ADS_2