
Calla hari ini berangkat sekolah sendiri. biasa nya berangat bersama Satria dan ini kali pertama Satria absen untuk berangkat bersama Calla.
Calla pun tak terlalu memikirkan nya, karna memang Satria akhir akhir ini sibuk sekali.
Dia berfikir mungkin Satria kesiangan bangunnya.
Saat memasuki gerbang sekolah tiba tiba ada tangan yang merangkul pundak Calla dari belakang.
Hap
Calla kaget dan menoleh ke samping untuk melihat siapa yang merangkul pundak nya itu
"Good morning Calla... " Sapa Daniar penuh semangat dan ceria.
"Good morning to. Kirain siapa sih bikin kaget. Ceileeh seneng bener keliatannya pagi ini." Goda Calla.
"Hehehe iya dong seneng. Kita harus semangat jalanin hidup. Hidup kan cuma sekali Call harus dinikmatin penuh dengan kebahagiaan dan kecerian." Ucap Daniar
"Iya betul banget. aaachhkkk semangat Luh jadi nular ke gue sekarang." Ucap Calla tak kalah semangat nya.
'Gimana ga seneng gue, kesempatan besar buat dapetin Kak Satria udah di depan mata. Eluuh udah gue singkirin dasar wanita ular, wanita penggoda.' Daniar membatin penuh dengan kemenangan.
"Kok tumben ga bawa mobil Luh?"
"Iya Call lagi males ajja gue bawa mobil. capek ternyata nyetir sendiri." jawab Daniar.
"Terus elluh tumbenan ga bareng ama Kak Satria berangkatnya, kan biasanya selalu barengan?" Tanya Daniar pura pura penasaran.
'Hahaha tau rasa kan Luh sekarang, Satria udah ga mau deket deket elluh lagi. ga mau barengan elluh lagi.' Batin Daniar lagi.
"Ooh iya tadi Kak Satria WA gue, katanya ada keperluan jadi ga bisa berangkat bareng." Elak Calla bohong karna Satria pagi ini pun tak mengirim pesa WA kepadanya.
Satria juga absen di pagi ini untuk mengirim pesan pada Calla sekedar mengucap kan good morning.
'Ah dasar Luh alesan. Satria udah ga minat tuh ama elluh. Cewek murah.' Umpat Daniar dalam hati.
Saat melewati lapangan basket, ternyata Satria disana telah bermain basket dengan Davit dan Jason.
"Itu kak Satria." Tunjuk Daniar semangat.
'Ah ternyata udah di sekolah ya. Aku kira dy kesiangan. ternyata udah berangkat duluan.' Batin Calla sedih.
"Kak Satria... " Teriak Daniar kecentilan.
Ga hanya Satria yang menoleh, Davit dan Jason pun ikut menoleh, padahal nama mereka tak dipanggil.
"Eh mulut Toa, pagi pagi bikin kuping budek ajja Luh. Dasar kecentilan" Ucap Davit sinis pada Daniar.
Pada saat pandangan Satria menoleh ke arah Daniar dan Calla.
Calla tersenyum kepada Satria, tapi Satria tak membalas senyuman Calla malah ia membuang muka dan melanjutkan permainan nya itu.
'Mampus Luh Call. Ini hari pertama buat Luh di cuekin Kak Satria. tau kan gimana rasanya dicuekin Kak Satria.' Daniar lagi lagi senang dalam hati meliat Satria cuek terhadap Calla, senyum pun tidak.
'Lah kok tumben Kak Satria ga senyum dan cuek-in aku ya, biasa nya dia senyum dan langsung menghampiri ku. Ah sudah lah mungkin Kak Satria lagi sibuk nyiapin pertandingan Basket.' Calla membatin.
"Calla tunggu..." Teriak Jason pada Calla Saat ia melangkah meninggalkan lapangan.
"Kak, aku ke kelas dulu ya." Ucap Jason pada Satria dan Davit.
Satria hanya mengangguk saja pada Jason.
"Yoi brow." jawab Davit pada Jason.
Satria hari ini tak semangat sama sekali. Terlihat jelas di raut muka nya itu. Davit sang sahabat pun menyadari itu.
Bel pun berbunyi, tandanya jam pelajaran akan di mulai.
Satria dan Davit berjalan menuju ke kelas nya.
"Eh tumben Luh ga barengan ama Calla tadi berangkat nya?" Davit memancing omongan.
"enggak papa. Pingin aja." Jawab Satria datar tanpa expresi.
"Tumben? biasanya ajja selalu semangat." pancing Davit lagi
Satria hanya diam saja tak menjawab.
"Eh... kodok diem ajja tu mulut, sakit gigi Luh apa sariawan." Davit semakin penasaran.
"Gpp." jawannya singkat.
"Eh Luh jangan gini deh. Hiiihhh Sumpah takut gue. sikap gunung es Luh kok balik lagi. Luh berantem ama Calla?" Cerocos Davit lagi.
"Bacot Luh."
__ADS_1
"Biasa ajja kelles. jangan nyolot." Ucap Davit.
Davit semakin penasaran ama perubahan sikap Satria yang berubah jadi dingin lagi.
"Tau ah." ucap Satria dingin
Davit pun tak meneruskan niat nya untuk menanyai sahabat nya itu, dy tau saat seperti ini jika menanyai Satria terus terusan ga bakal dapat jawaban apa apa.
• • • • • • • • •
Tak tersa jam istirahat pun tiba
Tumbenan juga hari ini Satria juga tak menjemput Calla di kelas nya, tapi tetap Calla tak mau menaruh pikiran pikiran jelek terhadap Satria.
Calla, Tam, Daniar, dan Jason pun berjalan menuju ke kantin sama sama.
Di Koridor posisi jalan nya. Tamara di depan sendiri di barisan kedua ada Calla dan Jason, sedangkan Daniar di barisan paling belakang.
Daniar sengaja mengambil posisi di belakan Calla dan Jason, tak mau ambil posisi di depan mereka, agar nanti Satria dengan jelas melihat Calla jalan bersanding dengan Jason.
@Kantin_Sekolah
Tam pun mengedarkan pandangan di Kantin, matanya mencari keberadaan Satria dan Davit, mereka berdua ternyata duduk di bangku biasanya.
"Wooiy... Pid." Teriak Tam kenceng.
'Jalan pun jejeran. biasa nya jug gue yang di situ. Tapi sekarang Jason.' Satria membatin kesal.
Tam pun mengajak mereka bertiga ke bangkunya Satria dan Davit. Satria pun di sana udah memesan makanan pun begitu juga Davit.
Satria sengaja tak melihat ke arah Call pas Calla duduk di depan nya saat ini. Satria hanya fokus menikmati makananya itu.
Davit pun menyadari sikap Satria terhadap Calla hari ini. Davit semakin penasaran dan curiga terhadap sikap Satria pada Calla hari ini.
Jason segera bergegas untuk memesan makanan untuk Calla, Tam, Daniar dan dirinya sendiri.
"Kak Satria, tumben udah duluan ke kantin, cerita nya Calla di tinggal nich. Hehehe." Calla berniat untuk bergurau dengan Satria agar tak menunduk terus, karna sedari tadi Satria tak menatap ke arah Calla.
"Hemmm iya." Jawab Satria datar tanpa menoleh ke arah Calla.
'Haha mampus Luh... ga di tengokin kan. Kak Satria tak bakal negok ke arah elluh muli dari sekarang Call. Jangan ngarep lagi. Udah jijik liat Luh' Batin Daniar kegirangan.
Tam pun heran melihat sikap dinginnya Satria ini, ia memandang Davit dan miminta penjelasan tentang sikap Satria yang dingin ini.
Davit pun hanya mengedikan bahu saja tanda tak tahu apa apa.
"Laper." Jawabnya dingin.
Daniar pun diam diam senyum mengejek ke Calla, melihat Calla di cuekin oleh Satria.
Jason pun udah dateng membawa nampan makanan yang dipesan tadi.
"Call... agak geseran dong, nich pesenan kalian semua. Bakso ama jus jeruk." Davit memberikan mangkok dan gelas minuman kepada yang lainnya.
"Makasih jason. baik dech." Ucap Calla pada Jason.
"Oke sama sama."
"Jason, tolong dong kamu ambilin tuh cabe nya. jauuuh." Ucap Calla pada Jason.
"Nich cabe nya." kata Jason.
"Kamu jangan banyak banyak ambil cabe nya nanti sakit loh." Ucap Jason pada Calla saat melihat Calla menyendokan cabe ke tiga kalinys dalam mangkok baksonya.
Entah kebetul apa gimana meja itu tak ada suara perdebatan antara Tam dan si Davit. semua nya diam dan menikmati makananya masing masing, jadi hanya terdengar suara Calla dan Jason.
"Enak ajja ngelarang aku, kamu juga kan gitu pakek cabe banyak bener. suka suka aku dong" cibir Calla pada Jason sambil menjulurkan lidahnya mengejek.
Satria menyunggingkan bibirnya sedikit ke atas, ia tersenyum sinis tapi tetap posisi pandangan ke bawa melihat piring dan menikmati makanannya itu.
'Hah, panggilannya ajja udah di ganti aku kamu segala. Mau memperjelas apa jika kalian udah pacaran gitu. Pakek umbar perhatian segala di depan Gue. Dasar kekanak.an.' Batin Satria kesal.
"Dibilangin kamu mah bandel." Ucap Jason sambil mencubit pipi Calla gemas.
"Aauuww Sakit tau Jason. Kamu jahat bener." Calla mengelus pipi nya yang di cubit Jason tadi.
"Siapa suruh kamu bandel. Rasain." Ucap Jason ketawa.
Klutik..
suaranya cukup keras sehingga membuat kelima -nya melihat ke arah Satria.
Satria menaruh sendok dan garpu nya di atas piring, Gado gado nya masih ada separuh piring tapi seperti nya Satria udah tak mood melanjutkan makan nya.
Satria berdiri dan beranjak meninggalkan kantin.
__ADS_1
"Elluh mau kemana, abisin dulu." Ucap Davit pada Satria.
"Kenyang. Cabut we" Ucap Satria dingin.
"Ah ga asyik Luh. Eh tunggu Sat.. tungguin gue." Teriak Davit pada Satria yang mulai berjalan menjauh meninggalkan meja tadi.
"Eh gue cabut duluan ya. Mau nyalin PR hehe." Ucap Davit bohong pada mereka semua.
'Yess gua berhasil ngebuat Kak Satria benci ama Calla.' Batin Daniar sambil senyum senyum sendiri.
"Napa Luh senyum senyum. GaJe bgt sih." Ucap Tam sinis pada Daniar.
"Gapapa." Jawab Daniar singkat.
"Kata nya tadi Kak Satria laper, tapi gado gado nya ga di habisin. Heran deh gue. Apa Kak Satria lagi sakit gigi ya dari tadi diem mulu soalnya." Ucap Calla pada dirinya sendiri.
"Udah jangan di fikirin Kak Satria, iya mungkin benar lagi sakit gigi atau lagi ada masalah pribadi, makanya dia diam saja. Lanjutin tuh makannya." kata Jason.
"Ga mungkin lah Kak Satria Sakit gigi. Dy hari nih aneh. Sikap gunung es nya muncul lagi kayak dulu." Celetuk Tam.
"Enggak.. mungkin benar kata Jason, paling Kak Satria lagi ada masalah ptibadi." Ucap Calla.
• • • • • •
@Di Kelas_12 IPA-1
"Wooi, main tinggal ajja. Ga setia kawan Luh ama Gue." Ucap Davit yang baru datang dari kantin.
Satria diam saja tak menanggapi ucapan Davit sambil mengipasi dirinya (lebih tepat nya di depan dada nya saja) dengan buku tulisnya.
"Napa Luh. kepanasan apa lagi gerah hati?" Celutuk Davit sambil tergelak.
"GaJe." ucapnya datar.
"Eh napa Calla manggil Jason pakek aku kamu, perasaan kemarin kemarin masih eluh gue dech." Davit lagi lagi menggoda Satria.
"Tau ah, sono tanya anaknya ndiri."Jawab Satria jutek, dan ditambahkan lagi kecepatan mengipaskan buku itu ke dada nya.
"Aauuww sabar sabar jangan esmossi bung." Davit Sambil mengarahkan kedua tepakak tangannya ke arah Satria.
"Emosi. Ga tuh."
"Terus kenapa tuh kenceng bgt kipasannya?" Goda davit lagi.
"Panas." jawabnya singkat
"Iya panas hati liat Calla ama Jason. Luh cemburu yeh ama mereka berdua." Tanya Davit kepo.
"Gak."
"Dasar Luh gunung es. Ditanya panjang lebar jawabnya sekata, singkat." Davit menjitak kepala Satria kesal.
"Sakit njing..." Umpat Satria.
"Mangkanya jangan ngeselin. Gue ajja yang sahabat Luh kesel gue liatin Cara biacara Luh itu kayak gitu. Sedingin gunung Es. Apalagi Calla tadi Luh gituin. Tuh cecan punyakku persaan yang sensitif man." Omel Davit padal Satria.
Tumbenan ya gengs Davit bisa ngertiin perasaan Cewek?
Tolong jangan lupa ingetin Si Davit ya kalok dia juga gitu, Ga pekak.an mulutnya jika udah nyinyir, ga pandang tuh cewe apa cowo.
"Terserah.Gue emang gunung Es." Kata Satria datar.
'Ada apa sih sebenarnya dengan Satria ini. Gue curiga ada apa apa ini. Gue harus cari tau nih' Batin Davit.
"Dasar Luh. Awas ajja Luh ya nanti nangis nangis ke gue minta bantuan." Ucap Davit ngasal.
Ya.. ga mungkin kan Satria nangis nangis minta bantuan Davit. Gila ajja kan gaes.
"Gila." Ucap Satria datar tanpa expresi.
Davit hanya geleng geleng kepala heran melihat tingkah laku sahabatnya itu.
Bersambung..... 🤗
____________________________
•Akan kah Davit mengetahui apa penyebab nya Satria menjadi Gunung Es lagi?
•Apakah kesalah pahaman ini terus tak terselsaikan?
•Sampai kapan ya kira kira Satria mengetahui jika Calla dan Jasson tak pacara.?
Tungguin nya Cerita Satria selanjutnya 😊😊😊
Terimakasih teman teman atas dukungannya.
__ADS_1
Salam Sayang dari RedPink 😍