SATRIA

SATRIA
Menginap. 02


__ADS_3

Hai Kakak... 🤗🤗 aku kembali lagi nih..


• Oiyah hanya mau memberi info nama Calla itu di baca Kalla ya... jangan sampai keliru. ☺☺


• Author hanya mau mengingatkan saja jangan lupa sebelum dibaca ditekan ya tombol jempolnya 😊 terimakasih sayang 🤗


• Tinggalkan jejak komennya ya kakak kakak semua, kritik dan saran diperbolehkan sekali di dalam kolom komentar.


_________________________________


@Rumah_Satria


"Yah boleh dong Sat. nenek malah seneng sekali jika gadis cantik ini menginap dirumah ini." Nenek Satria kemudian memeluk hangat tubuh Calla.


Calla merasa senang telah di terimah di rumah ini dengan hangat dan penuh kasih sayang.


"kalian pasti belum makan malam ya? mari kita makan bersama." Ajak nenek pada Satria dan Calla.


Nenek menggandeng tangan Calla membawanya ke ruang meja makan dan disusul satria setelahnya dari belakang.


"Ayo mari sayang, ini makan lah.. makanan yang sederhana di rumah kami." Sang nenek menaruh nasih diatas piring Calla dan memberinya ayam kecap diatas nasi itu.


Calla tersenyum, ia sangat merindukan suasana yang manis seperti ini, suasana yang sangat hangat di meja makan. Calla sangat merindukan makan bersama di atas meja makan. Sudah lama Calla tak merasakan suasana seperti ini. Rindu canda tawa ketika di jahili ayahnya dulu ketika makan bersama, rindu kepada sang mama ketika mengomelinya diwaktu makanan dipiring Calla tak di habiskan. Sepertinya itu semua hanya kenangan, ya tinggal kenangan.


Calla sudah tak merasakan suasana makan bersama - sama di meja makan udah cukup lama sekali. terakhir kali diwaktu ia masih sekolah dasar. Ya.. semenjak perusahaan Papa nya Calla berkembang pesat dan mempunyai cabang dimana - mana dan hingga memiliki cabang perusahaan di luar negri itu awal dari kehampaan yang Calla rasakan. Calla memiliki semua nya tapi sayang kehidupannya terasa hampa.. kosong.. tak ada kehangatan ataupun kasih sayang lagi yang kedua orang tuanya itu berikan. Hanya uang, kemewahan dan fasilitas yang mereka suguhkan pada putri nya tersebut. Padahal putia hanya ingin kasih sayang, makam bersama tiap hari, bisa membagi cerita dengan sang mama yang Calla lewati sepanjang hari waktu di sekolahnya. Ataupun sekedar cerita sosok cowok yang Calla taksir di sekolahnya. Hah.. itu tak akan terjadi, tak akan pernah bisa Calla rasakan seperti teman - teman remaja perempuan yang selalu bercerita kepada mamanya.


"Terimakasih nek,, makanan ini sangat spesial menurut Calla... ini uda lebih dari cukup. Calla sudah sangat bahagia saat Calla di terimah di rumah ini dengan pelukan hangat dari nenek." Calla langsung memeluk nenek Satria "Makasih ya nek." ucap Calla lagi.


'Andai ajja mama dan papa bisa nemenin Calla tiap hari seperti ini. Pasti Calla bahagia sekali.' Jerit Calla dalam hatinya.


Ya.. Calla bisa merasa kan kembali kasih sayang yang hilang dulu dari kedua orang tuanya dengan perlakuan hangat nenek Satria lakukan saat ini kepadanya.


"Iya sama sama sayang. Nenek juga sangat menyukaimu sayang. Makasih juga ya kamu sudah mau bermain ke rumah nenek. Nenek sangat kesepian disini, cuma ada Satria, kalau Satria kerja nenek bakal sendirian dirumah." Keluh nenek dengan wajah melasnya.


"Ooh Satria kerja kah nek? kok Calla tak mengetahui nya ya." tanya Calla ke nenek sambil menoleh memandang ke arah Satria yang berada disampingnya itu.


Satria hanya menunduk, mencoba menghabiskan nasinya dipiring itu. Satria pura pura tak mendengar kan.


"Iya sayang.. Satria kerja part time tiap hari, tiap malam sayang. Tapi sekarang entah kenapa kok ga kerja. Apa kamu libur hari ini Sat? tanya nenek pada Satria.


Satria hanya ber. dehem saja.

__ADS_1


"He.em nek." Dan tetap melanjutkan makan nya tanpa menoleh ke arah nenek ataupun ke arah Calla.


Satria menyelesaikan suapan terakhir ke dalam mulutnya dan langsung menghabiskan satu gelas aer putih. Setelah itu Satria meninggalkan meja makan dan menuju ke teras depan untuk duduk duduk bersantai menikmati udara malam hari.


Tapi tidak untuk kedua makhluk hidup lainnya yang berada di meja makan tadi, Yaa.. nenek dan Calla masih bercengkrama di meja makan, walaupun mereka udah menyelesaikan acara makan malamnya, itu tak membuat mereka berdua beranjak pergi, malah asyik dengan obrolan mereka sedari tadi.


"Satria itu kerja part time Call... untuk membiayai sekolahnya sendiri itu. Ya sebenarnya sih nenek menawarinya agar biaya sekolahnya nenek yang menanggung dari uang penghasilan toko tapi Satria menolak."


Ya.. nenek Satria mempunya toko yang tak begitu besar sekali tapi memiliki karyawan 1, yaitu tetangganya sendiri, yang bertugas Membantu - bantu jika diperlukan. Tenaganya tidak digunakan satu hari penuh oleh sang nenek melainkan tetangganya itu hanya menjaga tokonya sehabis magrib hingga malam. Hanya saja jika di butuhkan saja bisa satu hari penuh dari pagi hingga malam. Seperti saat ada kiriman barang datang, ataupun saat nenek lagi sakit.


"Kenapa ga kak Satria saja yang membantu nenek jaga toko" Calla mulai penasaran dengan hidup Satria dan kali ini kesempatan untuk mengorek tentang Satria pada sang nenek.


"Satria lebih memilih berusaha sendiri, dengan kerja part time di luar nak. Padahal toko itu nenek bangun menggunakan uang peninggalan ibu Satria dulu, agar nenek bisa membiayai Satria sekolah. Tapi tetap saja Satria enggan menerima uang dari nenek. Sifat Satria itu tak mau merepotkan nenek Call." jelas nenek lagi pada Calla.


Calla hanya mangut mangut saja tanda memahami apa yang nenek ceritakan. angin malam mulai beranjak makin masuk kedalam rumah. Dingin... itu yang dirasa.


Nenek dan Calla mulai membereskan piring - piring di meja makan tadi dan mencucinya. Setelah selesai Satria muncul di dapur melihat sang nenek yang begitu dekat dengan Calla, Yaa dengan gadis pujaan hatinya. Satria sangat bahagia melihat pemandangan itu. Sangat senang bisa menyaksikan Nenek nya sangat sangat menyukai Calla gadisnya itu. Senyum di bibir Satria tanpa sadar sudah tercetak lebar dan sampai memperlihatkan rupa gigi gigi putihnya itu saking bahagianya.


"Nek.. udah malam, nenek mari istirahat." suara Satria membuyarkan obrolan Nenek dan Calla.


Nenek dan Calla bersamaan menoleh ke belakang ke sumber suara itu, ya ke suara Satria yang memanggil.


" Oiyah, biar Nak Calla tidur di kamar mu ya Sat. Kamu ngalah ya." intrupsi nenek pada Satria.


Satria terseyum dan mengangguk anggukan saja apa yang di perintahkan nenek pada nya itu.


"Terus kak Satria tidur dimana Nek?" Sontak Calla kanget dan memandang ke arah nenek dan bergantian terus memandang ke arah Satria.


Satria dan Nenek hanya tersenyum... melihat tingkah kaget Calla.


"Kakak tidur di sofa di ruang tamu Cal..." Satria diam sejenak untuk tersenyum lagi memandang kearah Calla.


"Udah biasa tidur di sofa. Kamu yang nyaman ya tidur di kamar Kakak. Anggap rumah sendiri ya. jangan sungkan." Ucap Satria lagi untuk menenangkan Calla agar tak canggung ataupun sungkan berada dirumahnya saat ini.


"Iya anggap rumah sendiri ya nak Calla." Timpal nenek dan itu membuat Calla senang dan mengangguk kepalanya tanda setuju.


"Sat.. antar Calla ke kamarmu nak. Kasian Nak Calla udah capek udah harus tidur malam ini besok pagi sekolah." Perintah sang nenek pada Satria.


Satria membawa Calla ke kamarnya. Mereka berdua masuk ke dalam kamar Satria. Satria mengambil bantal dan selimut di lemari penyimpanan di dalam kamar itu untuk digunakannya nanti tidur di sofa ruang tamu malam ini.


"Call... tidur yang nyenyak ya. kakak mau ke ruang tamu dulu mau tidur disana." Satria mengusap usap puncak kepala Calla dengan telapak tangannya.

__ADS_1


"Terimakasih ya kak untuk malam ini." Dengan suara lembutnya dan Calla tersenyum pada Satria.


Bola mata mereka saling bertemu pandang. Tangan Calla tiba tiba menyentuh tangan Satria yang masih mengusap usap rambut kepala calla.


"Good night Kak." ucap Calla kemudian.


"Good night to. have a nice dream Call." Ucap Satria lalu meninggalkan kamar itu dan menuju ke sofa yang berada di ruang tamu untuk istirahat malam alias tidur.


Calla rebahan diatas kasur Satria. Calla tak bisa tidur, badan nya sesekali diguling kan ke arah kanan dan ke kiri. Kemudian Calla duduk dan menyandarkan kepalanya di kepala ranjang itu. Mata Calla mengedar ke penjuru kamar Satria. Rapi dan bersih untuk kamar ukuran cowok.


Mata Calla sedang mengabsen setiap benda benda yang berada di sisi kamar Satria saat ini.


Tiba tiba matanya berhentih di sebuah foto yang berada di atas meja belajar Satria. Foto seorang wanita cantik menggendong anak keci. Calla bangun dari atas ranjang, dan memnuju ke meja belajar dan mengambil foto itu dan melihatnya.


"Cantik sekali wanita ini. ini siapa ya? apa mungkin mama nya Kak Satria ya? Matanya mirip sekali sama Kak Satria." gumam Calla. ia mengagumi wajah cantik yang ada di foto itu.


Lama Calla duduk di meja belajar itu sambil melihat foto itu. Tak terasa mata Calla mengantuk dan Calla tertidur dengan posisi duduk di di meja belajar itu. Jiwa nya udah melanglang buana jauh berjalan didalam mimpi.


Sedangkan di ruang tamu. Satria juga tak bisa tidur. Satria masih belum percaya jika saat jika saat ini Calla sedang tidur berada di kamar nya. Ingin rasanya Satria menghampiri Calla saat ini untuk mengecup ataupunenciumnya, tpi itu tak mungkin ia lakukan.


"Call.. andai kau tau jika saat ini aku sangat bahagia, bahagia.. sekali..dan aku masih tak percaya jika kau saat ini udah tidur pulas di atas kasurku. Apa aku sedang mimpi Call?" Satria mencubit pipinya sendiri. "Aahh sakit, ternyata bukan mimpi. ini nyata. Inginku menemanimu disana Call.. Aahh rasa yang bergejolak dalam hati ini sangat membuncah. Aku tak mengerti Call.. Mantra apa yang kau berikan padaku sampai aku tergila gila padamu, ingin ku dekat aelalu dengan mu." Mata Satria menatap langit langit rumahnya dan senyum pun sudah merekah di bibir nya sedari tadi.


"Hingga kini ku sulit tidur karna memikirkanmu sayang." Gumam satria pada dirinya sendiri.


Satria memaksakan diri untuk memejamkan mata sedari tadi, waktu sudah menunjukan jam 01.00 Dini hari, tapi Satria belum saja bisa tidur dan akhirnya Satria kelelahan sendiri dan sampainya Satria tertidur di jam sekitar setengah dua dini hari.


"Good night my lovely" gumam Satria sebelum tertidur tadi..


Bersambung..... 🤗


Tetep tungguin kelanjutan kisah cerita Satria ya gengs... 🤗


________________________________


•Gimana menurut kalaian semua sampai sejauh ini cerita tentang Satria??


•Apa yang kurang menurut kakak kakak semua di Cerita Satria ini?


•Tolong masukannya ya kakak kakak yang cantik, ganteng baik hati 😊😊


Salam sayang dari RedPink 🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2