
Bel pulang sekolah pun berbunyi dan itu pertanda jam sekolah udah berakhir. Di dalam kelas Satria pun segera membereskan buku-buku nya dan memasukannya kedalam tas, ia segera bergegas meninggalkan kelasnya dan menuju ke kelas Calla untuk pulang bersama. Dia harus melewati beberapa belok.an koridor untuk menuju ke kelas Calla.
Langkah Satria tiba-tiba berhenti dan tatapan matanya tertuju lurus ke depan sana melihat dua sosok manusia, tatapannya sangat tajam bak seperti pembunuh yang ingin menikam mangsanya. Yaa.. dua manusia itu yang salah satunya pujaan hatinya dan satunya lagi entah Siapa namannya yang tak diketahui oleh Satria. Yang terpenting Satria tak suka pada sosok cowok itu, marah, jengkel, dan campur aduk pokoknya.
Terdengar lamat-lamat percakapan kedua mahkluk itu di telinga Satria karna posisinya tak begitu terlalu dekat dengan mereka tapi memang indra pendengaran Satria sungguh tajam.
"Calla.. gimana, sabtu kamu mau ya nonton ama aku?" Tanya cowok tersebut dengan memandang calla penuh harap dan tersenyum.
'Wah nih cowok ngajak kencan calla, apa dia cowoknya ya?' Batin Satria penuh dengan rasa penasaran.
Calla hanya terdiam dan tak lama setelah itu membalas senyuman cowok itu.
'kenapa lagi tuh si Calla tersenyum pada tuh cowok." Satria jengkel dalam hati.
"Tapi maaf aku ga bisa. Aku udah ada janji ama temen." Tolak Calla dengan beralasan seperti itu agar cowok itu tak mengejar-ngejar nya lagi.
"Yakin temen? hanya temen kan?"
Cowok itu mencoba memastikan bila yang dimaksut Calla temen itu memang sekedar temen saja tak lebih.
'Aduh resek tuh cowok, nggebet banget sih ama Calla, kayak ga ada cewek lain selain Calla ku seorang' Cicit Satria dalam hatinya masih dengan perasaan aneh yang membara dan begitu panas dalam hatinya.
Calla hanya terdiam membisu, bingung mau menjawab apa lagi.
"Bukan pacar kan Call?" Tanya cowok itu lagi karna tak ada jawaban dari Calla cowok itu sepertinya agak geram, tapi mencoba untuk tetap tersenyum didepan Calla.
"Kamu tetep masih jombloh kan, belum punya pacar kan Call?" Lanjut cowok itu dengan penasaran masih menungguh jawaban dari Calla.
Ditempat yang lain, Satria sungguh geram dengan pertanyaan-pertanyaan yang bertubi-tubi dari cowok itu kepada Calla, apalagi melihat tatapan mata cowok itu pada Calla membuat hati Satria tiba-tiba panas karena tatapannya penuh dengan cinta penuh dengan harap pada Calla.
'kenapa aku jengkel sekali ya liat tuh cowok,, aah menjengkelkan membuat hatiku tak tenang saja.' Satria mulai gusar dalam hatinya.
'ah kenapa dengan ku ini. Apa iya aku lagi cemburu ya?tidak mungkin."
Satria tak mengakuinya rasa cemburu itu, padahal jelas-jelas dia cemburu melihat semua itu.
Tak membutuhkan waktu yang lama Satria pun segera bergegas berjalan menuju Calla karna takut Calla diambil oleh cowok tersebut. hehehe Satria mulai takit niih... icikiwiirrr 😂😂😂
Satria langsung memegang kedua bahu Calla dari belakang, sontak membuat Calla kaget dan menoleh ke belakang. Satria tersenyum pada Calla.
"Eh kak Satria, kirain siapa." Calla membalas senyum Satria.
"Hehehe.. katanya tadi mau pulang bareng? Ayo keburu ketinggalan bus nanti." Satria tetap tersenyum dan matanya sekarang melihat kearah cowok tadi dengan tatapan yang penuh dengan ketidak sukaannya pada cowok itu.
"ooh iya Gani maaf ya,, aku mau pulang duluan ya." Calla meninggalkan Gani seorang diri disana.
Gani geram melihat Calla bisa dekat dan lebih memilih pulang bareng dengan Kakak kelasnya ketimbang memilih dengannya yang teman satu kelasnya. Hati Gani mulai mendidih saat melihat Satri menggandeng tangan Calla penuh dengan posesif dan Calla pun tak menolaknya. Mungkin Satria sengaja menggandeng tangan Calla untuk memperlihatkan kemenangan Satria pada Gani. hehe dasar anak mudah.
@Di_Bus
Satria dan Calla sudah duduk, dengan posisi kursi yang sama pertama kali Satria bertemu dengan Calla. Tapi posisi duduknya sekarang berbeda ya, kalau dulu Satria yang didekat cendela tapi sekarang Calla yang berada didekat cendela. Mereka didalam bus sama-sama terdiam, Hening saling membisu.
__ADS_1
"Tadi siapa Call?" Satria membuka obrolan untuk memecahkan keheningan itu
"Ooh tadi Gani, teman sekelas ku kak. Kenapa kak?" Calla tersenyum dengan manisnya dan menoleh kearah Satria.
"Dibilangin kamu tuh ya bandel." Satria mencubit hidung Calla dengan gemasnya
"Jangan senyum kayak gitu.. jelek banget. tau jelek kan? J-E-L-E-K." Satria sambil mengejah kata jelek.
Satria enggan berbagi senyum Calla dengan yang lainnya, takut penumpang didalam bus bisa melihat senyim yang begitu manis nan menggoda itu. Khusus unyuk Satria seorang. Ah sangat egois, nah itulah jika orang dimabuk cinta.
"Ah masak sih kak, Orang Calla cantik kok." jawab Calla dengan mencebik.
"kak Sat belum jawab." sambil mengerjab-ngerjabkan matanya
"eemmmm... " Satria ragu tapi setelah itu meneruskan ucapannya.
"Gani itu suka kamu ya? sepertinya kalau dilihat-lihat dia suka kamu Call!"
"Aah... masak sih kak. Tapi ga tau juga ya kak, orang dy ga pernah nyatain ke Calla kok. Tapi Calla agak risih tuh ama si Gani karna dia hampir tiap malam minggu selalu ngajak Calla main ataupun nonton." calla menjelaskan Pada Satria dan Satria yang mendengarkan tiba-tiba raut wajahnya berubah.
"Terus kamu sering dong berarti main dan juga nonton ama tuh si Gani?" selidik Satria pada Calla untuk mendapatkan jawaban penuh dengan wajah yang serius.
Calla hanya menggelengkan kepalanya saja.
"Maksutnya Call?" Sepertinya Satria kurang puas dengan gelengan si Calla.
"iya.. Calla ga pernah mau diajak Gani keluar, Calla selalu menolak." Calla tersenyum lagi dan itu membuat Satria juga tersenyum membalas senyuman Calla.
Calla tersenyum dan tersipu malu. Calla hanya menganguk-angguk kan kepala dengan penuh semangat, bahwa sanya memang Calla dari dulu berharap bisa main berdua ataupun diajakin nonton oleh Satria. Jangankan nonton, pulang sekolah bareng seperti ini pun udah bikin Calla girangnya minta ampun.
"Kalau nanti Gani gangguin kamu lagi, bilang Kakak ya.. biar nanti tuh Gani ga gangguin kamu lagi."
"Emang mau diapain tuh si Gani kak?" tanya Calla dengan penasaran.
"Rahasia dong.. itu rahasia lelaki." jawab Satria singkat.
"Aah Kak Sat mah main rahasia-rahasian ama Calla." Calla tersenyum lagi dengan begitu manisnya dan membuat satria makin suka.
"kamu jangan senyum kayak gini ya didepan Gani, kakak ga suka lihatnya." Tangan Satria mengambil anak rambut Calla yang menempel dipipinya dan menyelipkan ke daun telinga Calla.
Sepertinya Calla tersipu malu karna pipinya sekarang merona merah seperi tomat.
"Janji ya Call.. kamu jangan senyum seperti itu, hanya didepan kakak saja gapapa." Satria membenarkan duduknya dan mulai menghadap ke depan.
Calla hanya mengangguk-angguk beberapa kali.
Didalam perjalanan mereka berdua pun terdiam. bukan diam karna marah-marah.an ya.. sepertinya Calla tertidur didalam bus. Calla tertidur dengan bersenderan di bahu Satria dan itu membuat Satria bangga karna bahunya berguna juga buat Calla (Merasa dibutuhkan gitu pada saat-saat seperti ini).
'Calla kamu tertidurpun sangat cantik, ingin ku mencium.mu saja.'
Satria tersenyum 'Ah aku gila.. kenapa ingin menciumnya.'
__ADS_1
Satria menjaga Calla penuh dengan hati-hati agar tidurnya tenang, sesekali Satria memegang kepala Calla agar tak terjatuh kedepan saat bus mengeREM tiba-tiba.
"Halte 10... halte 10,, ayook siap-siap... merapat ke depan." Teriakan sang kenek bus.
Satria pun mengusap pipi Calla penuh dengan kelembutan agar Calla bangun.
"Calla.. ayo bangun kita udah sampai." Calla pun terbangun dengan mengucek kedua matanya.
"aah udah nyampe ya." Ucapnya dengan cengiran tapi masih agak ngantuk sepertinya.
Satria menarik dan menggandeng tangan Calla untuk melangkah kedepan untuk turun.
"Ayok Call.. turun." Ajaknya.
Mereka pun mulai turun dari bus, mereka berdua duduk dulu dihalte karna Calla masih belum sadar 100% dari tidurnya tadi.
Tak begitu lama kemudian.
"Masih ngantuk?" Tanya Satria
"Udah mendingan, udah ga ngantuk sih kak."
"Rumah kamu dimana? Ayo Kakak antar sampai rumahmu." tawar Satria.
"iya Ayok Kak, di gang depan sana Kak." Calla Sambil nunjuk Gang didepan sana.
Sesampai didepan rumah yang begitu besar nan mewah, yaa.. itu rumah Calla yang besar bagaikan istana.
Calla mengajak masuk Satria untuk main kerumahnya.
'ini rumah apa istana, gedeh amat' batin Satria dengan takjub melihat bangunan rumah ini yang sangat megah nan besar sekali.
"Ayo Kak masuk, main kerumah Calla" Ajak Calla dengan menarik lengan Satria. Tapi Satria terdiam dan menghentikan langkahnya.
"kapan-kapan saja ya Call.. kakak belum berpamitan pada nenek dirumah,takutnya nenek khawatir." Satria menolak ajakan Calla sehalus mungkin agar Calla tak tersinggung dan tersenyum manis di hadapan Calla.
Sebenarnya itu cuma alasan Satria saja karna Satria agak minder mau memasuki rumah Calla.
"Yaah ga jadi deh main kerumah Calla. Tapi janji ya kak kapan-kapan Kakak main kesini." Dengan menggoyang-goyang kan tangan Satria Calla meminta.
"Iya cantik.. Kakak janji." Sambil menautkan jari kelingking Satria pada jari kelingking nya Calla, yaa.. itu sebuah janji.
"Kakak pulang dulu ya." Pamit Satria pada Calla.
"Kakak hati-hati ya di jalan." Sambil melambaikan tangannya Calla pada Satria dan dibalas lambaian tangan itu oleh Satria.
Bersambung...
√Mohon vote nya ya teman-teman, jangan lupa klik jempolnya tanda suka ataupun tanda favorit/ tanda love yang warnah merah 💓
dudukungan kalian itu sangat berharga dan sangat aku harapkan agar aku semangat ngebuat komiknya.
__ADS_1
√Terimakasih buat kakak2 yang masih mau membaca ceritaku.... maaf ya ceritanya kurang bagus.. tapi aku akan berusaha lagi agar ceritanya bagus.