
•Hallo... kakak kakak semua,, Apa kabar kalian?? 🤗
Ada yang kangen ama cerita Satria??
Ada yang kangen ama Calla tidak??
Atau kangen ama sifat Bar Bar nya si Tam
atau juga kangen ama mulut pedasnya Si Davit?
•Mari ikutin cerita Satria ya kawan...
tapi sebelumnya jangan lupa untuk like and komennya ya kawan.
Saya ucapkan terimakasih buat para pembaca yang masih setia nungguin cerita Satria hingga update.
•Maaf jika typo bertebaran dimana mana.
Terimakasih 🤗
Salam sayang dari RedPink 😍
Happy reading
______________________________
Bunyi bel pulang sekolah menggemah dipenjuru sekolah. Menandakan bahwa aktifitas ngajar mangajar sudah selesai. Banyak murid yang bersorak senang karna jam pelajaran udah selesai dan waktunya pulang. Ada yang berlarian keluar dari kelas meuju ke gerbang, ada pula yang masih duduk duduk di teras depan kelas. Ada juga yang langsung pergi mengikuti extra kulikuler yang berlangsung.
Seperti biasanya Satria menghampiri Calla di kelas 10 IPA 2. ya itu kelas Calla.
Calla duduk di dalam kelas sama Tam sahabatnya nungguin Satria dateng menjemput.
Satri berdiri di tengah - tengah pintu memandang ke arah Calla. Dia tersenyum melihat Calla lagi asyik ngobrol dengan si Tam.
Satria masuk menghampiri Calla yang tak sadar akan kedatangan Satria saat ini dan langsung duduk di kursi depan bangku Calla.
ya.. tetap Calla dan Tam masih tak menyadari kedatangan Satri dan duduk di depan bangku mereka.
"Call... ngobrol apa.an sih. asyik bener." Ucap Satria tiba - tiba membuyarkan obrolan Calla dan Tam.
Calla dan Tam kaget menyadari ada Satria di depan bangku mereka yang saat ini lagi duduk PeWe menghadap ke depan tanpa menoleh ke arah belakang (kearah Calla dan Tam).
"Alamaak... " ucap Calla kaget.
"Anjiir... " Bikin kaget ajja celetuk si Tam mulut Bar Bar...
"Aah Kak Satria bikin kaget nih." Calla memanyunkan bibirnya pura - pura memasang muka ngambek.
Satria menoleh ke arah Calla dan mengacak - acak rambut Calla.
"Obrolin apaan sih emangnya? sampe gak nyadar kakak udah disini."
Calla menghentikan tangan Satria yang mengacak acak rambutnya itu.
"Aah kan jadi berantakan rambut aku Kak." Calla manyun memasang wajah sebal pada Satria.
"hehehe gemes sih liat kamu Call." balas Satria dengan mencubit hidung Calla.
Yaa.. Satria sering mencubit hidung Calla, mengelus elus ataupun mengacak acak rambut di puncak kepala Calla hingga menyelipkan anak rambut ke belakang telinga Calla yang terjatuh di pipi mungil Calla.
Itu semua adalah hal hal kecil yang Satria suka lakuin kepada Calla dan hebatnya semua hal kecil itu bisa membuat Calla terbang tinggi kelangit hingga pipi Calla menjadi merah seperti kepiting rebus.
Mungkin itu semua hal yang biasa menurut kalian semua, tapi tidak untuk Calla. Itulah hal teromantis menurut Calla yang pernah ia terima dari perlakuan Satria padanya.
"Aahh sakit." rengek Calla dengan memegang hidungnya yang tak sakit.
"Hehe maaf..." Satria tertawa melihat tingkah Calla yang pura pura kesakitan.
"Ayo kakak antar kamu pulang." Seru Satria kemudian.
"iyyuuuwwww gue jadi kacang nih. Gue pulang dulu ajja Call.. ogah ganggu kalian berdua." Si Tam berkacak pinggang pura pura marah.
__ADS_1
"Daaahhhh" Tamara melambaikan tangannya meninggalkan Calla dan Satria dalam kelas tadi.
"Dadaaah.. ati ati ya Si Tam tam Maraaahh." Ucap Calla membalas lambaian tangan Tam dan sengaja di beri penekanan di kata marah biar tam ngamuk.
Tapi tidak. Tamara tak mengamuk kok. dia paham betul jika Calla hanya menggodanya saja.
"Looh kakak kenapa mau anter Calla. Emangnya ga ikutan latihan basket apa. katanya mau tanding minggu depan." ucap Calla dengan menaikan alisnya tanda kaget.
Calla sebenernya senang mendengar Satria ingin mengantarnya pulang tapi apakah Satria tak mengikuti latihan basket.
"Udah itu mah gampang. Setelah nganter Calla pulang, kakak bisa balik ke sekolah lagi buat ikut latihan." jawab Satria enteng.
"Ga ah. kasian kakak nanti bolak balik. Pasti bakal capek banget." Calla mencoba menolak tawaran Satria.
Tapi Calla kalah debat ama Satria. Dan endingnya tetap Calla dianter Satria pulang. Tapi sekarang beda, sekarang Calla pulang ke rumah Satria karna Calla masih ingin menginap di rumah Satria, mengingat Papa sama Mama Calla masih 2 mingguan atau lebih di luar negri jadi Calla memutuskan menginap di rumah Satria lebih lama lagi.
_________________________
@Lapangan-Basket SMA Harapan Jaya.
Seminggu kemudian. Hari dimana pertandingan Basket dilaksanakan. Antara SMA Harapan Jaya yaitu sekolah Satria dengan SMA Tri Sakti yaitu musuh bebuyutan anak basket dari SMA Harapan Jaya.
Pertandingannya dilaksanakan di sekolah ini. Banyak para fans anak basket (terutama fans nya Satria si kapten basket) yang hadir untuk melihat,mendukung, sekaligus meramaikan acara tanding tersebut.
Tak lupa juga pasti ada pasukan cheerleader basket sudah berada di tengah lapangan. Sebelum pertandingan di mulai para cheerleader melakukan aksinya, menari nari, meragakan atraksinya. Sungguh anggota cheerleader sangat lah cantik cantik. Apalagi yang namanya Mellisa dia sangatlah cantik dan sexsih.
"Ayook Tam.. cepat Tam.. tar kita ga keburu liat Kak Satria tanding." keluh Calla menarik tangan si Tam karna tadi Tam kebelet mau ke toilet bentaran sebelum menuju ke lapangan basket buat nemenin Calla ngeliat pujaan hatinya itu tanding.
"Uuh iya iya bentar.. jangan tarik tarik tanganku Call.. sabar." Keluh Tamara karna tangannya sakit ditarik tarik oleh sahabatnya itu.
"lagian kamu pake acara kebelet lagi." Calla sebal takut pertandingannya udah mulai.
"iya iya.. aduuh."
Calla dan Tamara udah sampai dipinggir lapangan. Calla mengajak Tam mendekat kegerombolan pemain basket sekolahnya itu dipinggir lapangan.
ya tidak lain tidak bukan agar bisa melihat Satria lebih dekat lagi.
"Calla... " panggil Satria pada Calla dan melambai lambaikan tangannya agar Calla mendekat ke arahnya.
Calla melihat Kak Satria yang memanggil manggil namanya dan melambaikan tangan dan akhirnya Calla menghampiri keberaan Satria tersebut bersama Tamara yang pasti sahabat baiknya ini.
"Kakak kira Calla ga bakal dateng liat Kakak main." ucap Satria senang akhirnya gadis pujaan hatinya datang untuk memberi dukungan padanya dan tak lupa tangannya mengelus elus puncak kepala Calla dengan lembutnya.
Calla tersenyum malu.
"Ga mungkin Calla ga dateng kak. Dia tuh yang paling semangat untuk dateng dukung kakak." Ucap Tam tiba tiba dan itu makin membuat Calla malu.
"Oh ya..." Satria sangat bahagia mengetahui Calla sangat antusias mendukung dirinya saat ini
Satria tersenyum lagi pada Calla dan Calla pun juga begitu, tersenyum yang sangat manis. Maniis sekali.
"Doain kakak ya Call untuk memenangkan pertandingan ini. Pertandingan ini penting banget buat kakak." Ucap Satria dan kedua tangannya memeganggi kedua bahu Calla.
"Iya kak.. Calla doain ya agar menang. Semangat buat Kak Satria. Pokoknya jangan sampai menyerah ya Kak. harus optimis menang." Dengan gaya mengepalkan tangannya Calla menyemangati Satria.
"Makasih cantik." Setelah ituh tangan kanan Satria berpindah ke pipi kanan Calla dan mengelus pipi itu menggunakan ibu jarinya dengan lembut. lembut sekali
Dari arah gerombolan pemain basket lawan. Ada mata yang sedari tadi memandang adegan manis Satria dengan Calla itu tak percaya melihatnya. Karna Satria musuh bebunyutannya itu adalah sosok cowok yang dingin dan tak pernah tersenyum dihadapan siapapun apa lagi itu seorang cewek.
Dia berpikir dan penasaran, seberapa spesialnya sih cewek yang lagi ngobrol dengan Satria hingga membuat Satria tersenyum seperti itu.
Satria termasuk Davit dan anggota pemain basket lainnya mulai merapat ke tengah lapangan untuk memulai pertandingan.
Tiba tiba Calla memberi semangat lagi pada Satria.
"Semangat Kak Satria. Calla diaini mendukung mu kak." sorak Calla dengan tersenyum.
'jiir pasti tuh pacarnya Satria' batin cowok tadi dari pemain basket lawan.
"Cewek luh cakep juga, manis lagi. kapan kapan ku goda ya dia" senyum serigai Anton sang kapten lawan untuk memancing amarah Satria.
__ADS_1
"Jangan macem macem kamu bangsat." Bisik Satria pada Anton.
Pertandingan pun kini berlangsung... Satria mulai memasukan bola pada Ring. Banyak suara suara sorakan dari para fans nya menyemangati satria dan tak lupa suara sorakan dari para cheerleader basket yang dipimpin oleh Melissa.
Diwaktu break pertengan pertandingan. Melissa menghampiri Satria untuk memberi nya sebotol aer minum dingin. Melisa teman satu kelasnya Satria, dia mengenal Satria udah dari sekolah dasar. Ya wajar saja kalau mereka berdua akrab.
"Di minum Sat pasti kamu haus." Melissa tersenyum pada Satria.
Pada saat itu juga dari arah lain Calla melihat itu semua dengan di tangannya membawa sebotol aer minum untuk Satria , tapi itu udah keduluan Melissa.
Calla mulai tak menyukai pemandangan di depannya, karna Melissa tersenyum ke arah Satria dan Satria juga memberi senyuman yang sama ketika Satria tersenyum pada Calla sebelumnya.
Calla sebal dengan itu, dan makin sebal di saat Calla ingat apa yang di katakan oleh Satria padanya dulu Calla tak boleh tersenyum di depan Gani pada saat itu.
'......*kamu jangan senyum kayak gini ya didepan Gani, kakak ga suka lihatnya...'
'... Janji ya Call.. kamu jangan senyum seperti itu, hanya didepan kakak saja gapapa..'
Dan ketika waktu jalan berdua ke kantin waktu itu
'.... Kamu.. jangan senyum senyum seperti itu lagi ya...'
'....Dan jangan sesekali juga senyum seperti itu didepan Orang lain kakak gak suka*....'
Dia membuat janji dengan Calla agar Calla tak tersenyum pada Orang lain malah sekarang ia tersenyum pada Melissa. Calla sungguh sebal.
Satria melihat Calla yang lagi memandang nya. Satria menghampiri Calla dan menarik tangannya untuk menghampiri Melissa.
"Mell.. kenalin ini Calla. dan Calla kenalin ini Melissa." Satria mengenalkan Calla pada Melissa.
Calla mengulurkan tangan untuk berjabat tangan dengna Melissa dan melissa menerima jabatan tangan itu.
"Call melissa ini temen ku dari sekolah dasar." Satria menjelaskan pada Calla
"Ini pacar kamu Sat.?" tanya Melissa tiba tiba...
Satria hanya tersenyum dan tak menjawabnya.
"Iya pacarnya Satria ini mah." Celetuk Davit tiba tiba yang muncul di belakang Melissa.
"Cantik kan ya mell." tuturnya lagi.
Calla hanya menunduk dan malu.
'kenapa Kak Satria takeenjawab apa yang di tanyain Kakelissa sih. kan sebel. Emang dari dasar nya aku cuma di anggap jadi sahabat doang.' Calla mulai sedih.
"Ah bukan kak. aku ama kak Satria ga pacaran kok Kak Mell." ucap Calla tiba tiba.
'Ah aku ga mau di cap cewek gampangan. kak Satria ajja ga mengharapkan aku, harus jaga image dong. Jangan diperlihat kan jika kamu tuh suka ama kak Satria. Nanti Kak Satria bisa il-feel.' Cicit Calla pada dirinya sendiri..
"ah sayang sekali ya.. gue kira eluh ceweknya Satria." tiba tiba suara Anton menyeruak disana dan saat ini udah berdiri di belakang Calla.
Sontak membuat Calla, Satria, Davit, dan Melissa menghadap ke arah anton.
"Kenalin nama gua Anton,, Gua suka ama eluh." Anton mengulurkan tangannya pada Calla...
Dan akhirnya......
Bersambung... 😊
________________________
•Gimana nih menurut kalian. apakah nanti Calla menerima jabatan tangan si Anton musuh bebuyutannya si Satria.
•Apa ya yang akan di lakuin ama Satria setelah ini ya?
•Tungguin terus ya updateannya..
•Jangan lupa Kritik dan Sarannya ya kawan tinggalkan jejaknya di kolom komentar. RedPink tunggu ya 🤗
Terimakasih ☺☺
__ADS_1
Peluk Cium dari RedPink 🤗🤗😘😘