
............Happy reading🌹 ...........
Beberapa hari terlah berlalu. Setelah perencanaan, pembicaraan, persiapan pernikahan sudah di lalui dengan baik walau ada banyak drama tangis serta tawa menyertai perjalanan menuju pernikahan.
Kini, tibalah waktu yang telah lama di tunggu-tunggu kedua makhluk Tuhan beda usia yang terpaut cukup jauh namun saling mencintai beserta pula keluarga yang kini mulau akur dan bahagia yang ikut menantikan hari bahagia ini. Yakni acara pernikahan, antara Satria Bima Kusuma pria matang berusia 31 Tahun dengan Gadis Putri Mahesa Ibu muda yang masih berusia 22 tahun namun sudah di anugrahi putri cantik akibat dari cicilan kedua pasangan itu dahulu.
Hari ini yang juga bertepatan dengan hari lahirnya Gadis, acara pernikahan keduanya pun akan di langsungkan. Sesuai dengan semua yang Satria rencanakan.
Acara pun di selenggarakan secara besar-besaran, dan cukup mewah mengingat Satria adalah pengusaha muda sukses yang kedua orang tuanya pun tak tahu seberapa kaya putra mereka itu. Apa lagi mengingat Satria juga merupakan putra pertama keluarga Bima kusuma, yang otomatis sang Papi pasti melakukan semua yang terbaik untuk penerus satu-satunya itu.
"Apa semua ini Papi yang siapkan?" Tanya Mami Eka terkagum-kagum melihat bagaimana mewahnya gedung pernikahan sang putra yang di desain sebegitu elegannya di tatap mata.
Saat ini kedua suami istri itu, sedang berkunjung iseng demi melihat tempat pernikahan sang putra yang belum sempat mereka lihat padahal tinggal dua jam lagi acara pernikahan akan di mulai. Mengingat keduanya baru saja tiba setelah dua hari perjalanan bisnis yang benar-benar tak bisa Papi Darma tinggalkan.
"Papi sudah siapkan yang terbaik, tapi ini melebihi persiapan Papa. Ah sayang putra kita dia begitu mencintai calon menantu kita, lihatlah ini sungguh luar biasa." Ucap Papi Darma pun ikut mengagumi tempat itu.
"Kau benar Pi, ini luar biasa. Bahkan pernikahan putri kita tak ada apa-apanya bila di bandingkan ini." Sahut Mami Eka membenarkan ucapan Sang suami.
"Ya sudah Pi, kita ke kamar yuk. Lihat calon mantu Mami, Mami kangen. Dia pasti luar biasa juga cantiknya." Lanjut Mami Eka.
"Ayo, tapi sebaiknya Mami siap-siap juga. Biar nggak buru-buru nanti." Saran Papi Darma dan di angguki Istrinya.
__ADS_1
Sepasang suami istri puluhan tahun itu pun, langsung bergerak pergi menuju kamar inap mereka. Karena memang acara pernikahan di selenggarakan di salah satu hotel terbesar di kota itu.
...----------------...
"Kau luar biasa sangat cantik nak." Ucap Bunda Gadis saat baru memasuki ruang rias Sang putri.
Wanita yang masih nampak sangat muda itu, berdiri terharu menatap putri satu-satunya itu nampak indah dengan gaun pernikahan simpel namun melekat elegan mewah di tubuh sang putri.
Melihat wanita 22 tahun itu memakai pakaian pengantin membuat Bunda meneteskan air mata bahagianya. Beliau sungguh menanti hari ini tiba setelah sekian lama, mengingat empat tahun lalu dimana putrinya mengandung tanpa menikah membuat hari ini terbayar lunas penantiannya panjang penuh luka itu. Akhirnya beliau bisa melihat sang putri menggunakan baju pengantin yang seharusnya sudah dia kenakan empat tahun lalu ketika mendengar kabar kehamilan sang putri.
Sementara Gadis, dia tak jauh beda bahagianya seperti sang Bunda. Bahkan dia teramat bahagia, kesabarannya kini membuahkan hasil.
Tidak di pungkiri, hamil di usia muda dan tak memiliki status pernikahan sudah cukup membuatnya tersiksa. Hingga kadang dia sering bermimpi hari ini tiba, namun dia tak berharap itu menjadi kenyataan karena kondisi yang tak mungkin memihak padanya kala itu. Membuat dia harus menelan impiannya itu walau tak rela. Namun kini Tuhan malah mengabulkan impiannya setelah empat Tahun lamanya di beri ujian panjang.
"Hey, kenapa menangis. Biar Bunda saja, jangan kamu. Ini hari bahagiamu nak, jangan merusak riasan indah ini." Lanjut Sang Bunda sambil mengambil tisu dan berjalan mendekat menghapus air mata tanpa suara dari putri cantiknya itu.
"Cubit Gadis Bun, Gadis takut ini hanya mimpi." Sahut Gadis membuat sang Bunda menggelengkan kepalanya.
"Lakukan sendiri sayang, Bunda tak akan menyakiti putri Bunda walaupun itu kamu yang minta sekalipun. Kau tahu itu kan." Sahut Bunda malah beliau hanya mengusap lengan juga pipi Gadis lembut. Seumur beliau di anugerahi status seorang Bunda, beliau tak pernah sekalipun menempelkan tangan penuh amarah untuk kedua buah hatinya itu. Itu sebabnya beliau mengatakan hal itu pada Gadis.
Gadis pun langsung mencubit sendiri pahanya membuat dia kembali meneteskan air matanya.
__ADS_1
"Doakan Gadis bahagia Bun." Ucap Gadis di seselah tangisannya, setelah sadar ini adalah nyata.
"Tak perlu kau minta nak, doa Bunda sepanjang hidup Bunda untukmu nak." Sahut Bunda membuat Gadis tersenyum hangat pada sang Bunda.
"Tahukah kau Gadis, di saat kau terluka. Bunda adalah orang yang paling merasakan sakitnya luka itu. Dan di saat kau bahagian, Bunda juga adalah orang yang paling bahagia berkali lipat dari yang kau rasakan nak." Batin Bunda saat Gadis memeluk erat Bundanya.
Dimana ada orang tua yang baik-baik saja ketika mengetahui anaknya hamil di usia yang sangat muda apalagi tanpa pertanggung jawaban.
Bunda Gadis begitu terluka saat itu, namun beliau harus apa jika itu kehendak putrinya sendiri. Marah, kecewa sudah pasti. Tapi beliau berusaha kuat demi kesehatan mental sang anak. Dan kini Semua terbayar lunas dengan kesakitan dua wanita beda usia itu. Di mana pernikahan, sudah menjemput tanpa mengemis. Datang secara terhormat menyematkan kebahagiaan yang di suguhkan dengan kesungguhan, membayar walau tak bisa lunas untuk empat tahun terluka sepanjang waktu jam detik bahkan menit yang di rasakan.
"Terima kasih Bunda, terima kasih karena selalu menerima putri nakal mu ini. Maaf jika Gadis selama ini selalu merepotkan Bunda, maaf jika Gadis tak seperti anak..."
"Berhenti, apa yang kau katakan nak. Tak ada seorangpun Bunda di dunia ini yang merasa di repotkan oleh malaikat kecil mereka. Bunda membuatmu dengan cinta, maka cinta yang akan selalu Bunda berikan untukmu nak. Bunda tak pernah merasa di repotkan biar sekecil debu pun sayang. Kau adalah bahagianya Bunda, maka jangan pernah merasa kau merepotkan Bunda sayang. Kau sudah memiliki anak, kau pasti tahu rasanya bukan." Ucap Sang Bunda setelah merenggangkan pelukan mereka dan menatap sayang Gadis.
"Bunda benar, terima kasih sudah menjadi Bunda terbaikku." Ucap Gadis sembari dia menganggukkan kepalanya membenarkan kalimat terakhir sang Bunda.
Tanpa kedua anak dan ibu itu sadari, sejak tadi Mami Eka sudah berlinang air mata di depan pintu menatap bersalah ke arah mereka. Beliau begitu di buat tersentil mendengar obrolan ungkapan isi hati yang berisi banyak luka akibat dari ke salah pahaman di masa lalu itu.
Tadinya saat beliau melihat Bunda Gadis yang memasuki kamar rias Gadis, beliau pun langsung menyusul. Namun saat masuk, malah beliau di suguhkan dengan pemandangan yang sungguh begitu menyayat hati bagi siapa saja yang mendengar dan melihat kedua wanita beda usia itu yang sedang hanyut dalam obrolan penuh kasih.
...Btw, Jangan lupa like komennya yah🥰...
__ADS_1
...Terima kasih sudah meluangkan waktunya untuk membaca cerita ini🙏🤗...
...Sehat-sehat untuk kalian semua di manapun kalian berada😇...