SATRIA

SATRIA
Bab 63


__ADS_3

............Happy reading🌹 ...........


Baru saja mereka memasuki ruang utama rumah Gadis, wanita itu langsung di buat terkejut dengan beberapa orang yang kemari baru saja dia temui di rumah sakit dan kini mereka sudah adah di rumahnya.


Bukannya meraka yang meminta untuk sang Bunda yang mengunjungi rumah mereka, dan apa ini kenapa mereka tidak memberitahunya.


"Uncle." Panggil anak kecil yang duduk anteng di apit dua wanita paru bayah, bocah itu langsung bangkit dan mendekati Uncel Satria nya.


"Hay, jangoan Uncle. Kau juga datang?" Tanya Satria sembari dia menunduk mensejajarkan tingginya dengan tinggi bocah lelaki itu, dengan satu tangannya mengusap sayang kepala ponakannya itu.


Sementara Gadis dia langsung masuk dan menyalami semua keluarga Satria yang sudah mengejutkan akan kedatangan Mereka itu. Yah yang datang adalah Keluarga calon suaminya, Satria tanpa sepengetahuannya.


"Dia cantik tidak?" Tanya Satria, saat dia melihat putri juga ponakannya itu saling tatap dalam diam.


"Yah lumayan, semoga saja dia tak secerewat Nada. Kita lihat saja nanti." Sahut Sky sok datar mengingat Nada teman mainnya, putri dari sahabat Mami Dady nya itu saat melihat Cila.


"Hey, jangan begitu. Uncle dengar-dengar kalian berdua sudah di jodohkan, jandi jangan memanggilnya cerewet. Uncle rasa, semua cewe itu sama saja. Dan cerewet itu ciri khas mereka, mereka tak akan cantik kalau tak cerewet." Bisik Satria jahil, sambil mengacak rambut Sky gemas.


Sementara bocah itu mengernyitkan keningnya mencoba memahami kalimat sang Uncle lebih teliti lagi.


"Berarti dia ini juga cerewet?" Ucap tanya Sky sambil menunjuk Cila, yang sejak tadi nampak memperhatikan Dady nya dengan bocah pria yang baru dia lihat itu dengan diam sejak tadi.


"Jangan panggil dia sayang, ini Cila putri Uncle. Ayo kenalan. Cila Sayang, ini kakak Sky." Ucap Satria pada dua bocah itu sekaligus.


"Oh, aku punya adik ternyata. Apa Uncle menyembunyikan dia seperti Nana yang sering menyembunyikan mainannya kalau aku datang berkunjung, kenapa aku baru melihatnya?." Tanya Sky dengan polosnya, mungkin bocah itu berpikir jika Cila adiknya kenapa dia tak pernah melihatnya sebelumnya.


"Hahaha, Uncle tidak menyembunyikan Cila sayang. Hanya saja, baru sekarang waktu kalian untuk bertemu." Ucap Satria menjelaskan.


"Oh baiklah, hay dek Cila. Ini kakak, oh no jangan kakak panggil saja Abang Sky. Mami selalu memanggilku Abang akhir-akhir ini. Panggil saja Abang yah." Ucap Sky membuat semua yang ada di ruangan itu hanya tersenyum melihat gaya bicara Sky yang dewasa.


"Ayo sayang kenalkan dirimu." Ucap Satria, karena putrinya hanya diam saja.

__ADS_1


"Ban Stai, atu Cila." Ucap Arsyila membuat Sky menepuk jidatnya, mendengar gaya bicara Arsyila yang sama persis seperti Nada.


"Oh tidak, kenapa semua cewe bicaranya gitu. Kau sama seperti Nada saja." Ucap Sky menggelengkan kepalanya.


"Eei jangan gitu, adik Cila mu ini kan masih kecil. Nanti kalau sudah sebesar Sky, Cila pasti sudah pintar ngomongnya." Ucap Satria sembari di mencium putrinya.


"Ya udah, ayo Uncle kita ke taman bermain belakang yuk. Main sama Cila ya Sky, mau." Ucap Satria dan di angguki Sky.


Satria pun mengandeng Sky, dia berjalan ke arah Bunda Gadis dan mencium tangan Bunda lembut.


"Pagi Bunda." Ucap Satria.


"Pagi sayang, oh iya. Bilang bibi saja yang temani mereka bermain. Dan kamu lekas kembali yah." Ucap Bunda dan di iyakan Satria.


***


Usai mengantar, kedua anaknya itu kini Satria sudah bergabung kembali di ruangan itu. Dia langsung menempatkan dirinya duduk di sebelah Gadis, mengambil tangan wanitanya itu dan menautkan kedua tangan mereka sambil tangan Satunya mempermainkan punggung tangan yang sedang di gengam itu.


Beliau tak marah, bahkan sangat bersyukur. Kini keluarga Satria benar-benar melamar putrinya itu. Dan itu sudah sangat lebih dari cukup, setidaknya putrinya itu akan mendapatkan apa yang seharusnya dia dapat sejak lama. Kalau saja tak ada Masalah di masa lampau.


Hasil dari pembahasan, acara pernikahan kini sudah di bahas sedetail mungkin. Karena memang Satria sudah menyiapkan segalanya sebelumnya, hingga mempermudahkan mereka tak harus terlalu repot dalam pernikahannya itu.


Dari, hasil pembahasan. Mereka menentukan kesepakatan jika pernikahan Satria dan Gadis akan di laksanakan satu minggu lagi dari sekarang. Karena pakaian seragam keluarga, akan selesai mungkin dalam waktu tiga sampai empat hari sesuai dengan kesanggupan Bunda yang memang memiliki butik pakaian sendiri.


Usai menemukan kata sepakat, kini kedua keluarga itu sedang makan siang bersama yang tak bisa Papi Darma tolak karena mematuhi keinginan Sang istri yang sudah mewanti-wanti dirinya dari rumah tadi.


Dan semua makanan, Satria yang mengurusnya. Karena memang ini rencananya. Dapur Gadis kini di penuhi dengan karyawan dari Restorannya yang di kirim khusus oleh manajer Restorannya itu.


"Sky, kenapa menatap Istri Uncle seperti itu." Tegur Satria yang kini sedang menyuapi Cila makan. Sejak tadi Sky terus melirik Gadis, membuat Satria langsung membuka suaranya.


Sementara Gadis, dia sudah merona malu dengan kata istri yang Satria lontarkan itu.

__ADS_1


"Aunty cantik." Ucap Sky dengan polosnya membuat Satria tersenyum.


"Hahaha, itu jelas sayang. Cantiknya luar dalam." Sahut Satria melirik Gadisnya.


"Om." Lirih pelan Gadis, membuat Satria berdecak tak suka.


"Sayang yang, Sayang." Ucap Satria, namun tak di hiraukan Gadis.


Gadis terlalu malu dengan suara Satria yang nampak tak di kontrol volumenya, padahal tadi dia hanya berucap lirih menegur Satria. Namun pria itu membalasnya dengan suara tanpa malunya.


"Cila tenyan Dady." Ucap Arsyila mengalihkan atensinya menatap sang putri.


"Oh oke sayang, tinggal dikit. Buat Dady boleh." Ucap Lembut Satria.


"bole Dady."


"Selamat siang." Ucap sapa Dimas yang baru saja pulang setelah menyelesaikan urusannya, tadinya pria itu sudah di telfon Sang Bunda untuk kembali pulang agar mewakili sang Ayah yang sudah almarhum untuk menyumbangkan suaranya dalam pertemuan ini. Namun karena kerjaannya yang tak bisa di tinggal, hingga makan siang ini baru dia sempatkan untuk kembali.


Semua mata yang sedang makan siang itu membalas ucapannya sambil melirik ke sumber suara. Papi Darma, Mami Eka dan Tante Mia terkesiap saat melihat wajah Dimas yang menduplikat seluruh wajah sang Ayah jadi terdiam melihat pria itu.


Papi Darma pun berdehem, demi menetralkan kemarahannya yang tiba-tiba muncul kala melihat wajah itu. Wajah yang sudah menyakiti hati saudara perempuannya. Tidak bukan hanya menyakiti hati, melainkan seluruh hidup sang adik hingga sampai kini tak pernah menikah lagi karena trauma yang dia terima.


Mami Eka yang sadar akan perubahan sang suami langsung memegang tangan Papi Darma, berusaha menenangkan pria itu agar tak lagi mengingat masa lalu yang sudah jauh berlalu.


"Kau sangat mirip dengan Ayahmu." Ucap Tante Mia tanpa sadar dengan senyum manisnya, Membuat semua beralih menatapnya.


...Jangan lupa like komennya yah🥰...


...Terima kasih sudah meluangkan waktunya untuk membaca cerita ini🙏🤗...


...Sehat-sehat untuk kalian semua di manapun kalian berada😇...

__ADS_1


__ADS_2