SATRIA

SATRIA
Bab 39


__ADS_3

Setelah keluar kelas Satria tak langsung pergi, dia berdiri tak jauh dari kelas sambil menerima telfon yang sejak tadi bergetar sewaktu dia masih mengajar tadi.


Tadinya dia ingin langsung mengajak Gadis bersamanya, namun dia urungkan untuk menerima telfon terlebih dahulu karena dia sudah mengabaikan panggilan itu sejak tadi waktu mengajar.


Saat menerima telfon mata Satria menangkap sosok Gadis yang keluar ruangan dengan Bunga sahabat gadis itu. Dirinya pun berjalan tak jauh di belakang mereka untuk menemui Gadis sambil dia juga tetap meladeni orang yang sedang berbicara di telfonnya itu.


Saat sampai di kantin, Satria hendak melanjutkan jalannya namun kebisingan di dalam sana membuat dia urungkan niatnya itu. Alhasil dia hanya memantau Gadis dari jauh sambil tetap fokus juga dengan ponselnya.


Namun saat matanya menatap meja Gadis yang kini di datangi orang yang dia sudah minta Gadis untuk menjauh, namun kini malah mendekati Gadisnya maka tanpa pikir panjang Satria pun langsung mengakhiri panggilannya itu sepihak dan berjalan cepat ke tempat Gadisnya itu.


"Ayo ikut." Ucap Satria dengan wajah datarnya sambil mengambil tangan Gadis untuk dia genggam.


Untung Gadis tak menolaknya, gadisnya itu langsung sigap mengikuti ajakannya.


"Nge nanti aku hubungi." Ucap Gadis sambil mengambil selembar uang dari tangan Satria dan memberikannya pada Bunga yang masih melongo menatapnya.


Sementara Dewa, Gadis tak menyapanya lagi karena takut jika Satria akan marah nantinya.


Keduanya pun langsung pergi saat Bunga menerima uang yang dia berikan untuk membayar makanan yang di makan Gadis.


Tanpa kata Satria menarik tangan Gadis membelah kerumunan Mahasiswa di kampus yang sedang menatap penuh tanya pada keduanya, di karenakan Sikap Satria yang terang-terangan menggandeng tangan Gadis kini.


"Om." Panggil Gadis pelan.


"Sebentar sayang." Balas Satria saat ponselnya kembali berdering.


"Yah temui saya di restoran sekarang juga, saya segera ke sana." Ucap Satria setelah itu dia langsung menutup panggilannya.


"Sayang, kamu ada Kelas lagi nggak?" Tanya Satria sambil dia memasukan ponselnya di saku celananya.


"Nanti sore ada Om."


"Baiklah, kita ke restoran ku dulu yah. Nanti sore baru aku antar ke kampus lagi." Ucap Satria, karena memang waktu yang baru beranjak siang dan waktu kelas Gadis yang masih cukup lama dari sekarang.


"Hmm, baiklah Om." Balas Gadis pasrah, padahal tadi dia sudah janjian dengan Bunga untuk ke mall setelah makan sambil menunggu jam kuliah mereka selanjutnya. Namun karena Satria sudah meminta maka dia dengan senang hati mengikuti mau kekasihnya itu, hitung-hitung menebus waktu lima bulan yang sudah terlewatkan mereka.


"Om." Panggil Gadis pelan, karena saat ini mereka kini sedang jadi bahan perhatian setiap mereka lewat di sepanjang koridor kampus.


"Ya kenapa Sayang?" Jawab Satria santai sambil menghentikan langkahnya melihat ke arah Gadis.


"Kenapa berhenti?" Tanya balik Gadis karena dia risih berlama-lama sini sekarang, karena malu menjadi bahan pembicaraan banyak orang sekarang.

__ADS_1


"Nanti saja." Ucap Gadis dan kini dia yang kembali melangkah kerena sempat terhenti oleh Satria tadi.


"Hmm, kamu ini." Ucap Satria tersenyum menatap Gadis yang nampak berjalan hingga dia pun ikut karena tangan mereka yang masih saling menautkan.


Sesampainya di parkiran Satria langsung membukakan pintu mobil untuk Gadis, dan tampa lama Gadis langsung masuk sambil membuat nafas nya lega.


"Akhirnya." Ucap Gadis dengan lengahnya membuat Satria yang kini hendak memasang seatbelt di tubuh gadis itu jadi mengernyitkan keningnya bingung.


"Akhirnya kenapa sayang?" Tanya Satria sambil menghentikan kegiatannya dan menatap Gadis dengan penuh tanya.


"Akhirnya terbebas dari banyak mata yang melihat kita tadi Om, Om sih kenapa segala gandeng tangan aku coba. Kita jadi bahan pembicaraan tadi Om, Om nggak dengar. Ah bukan kita, tapi aku yang pasti sedang mereka bicarakan kini." Ucap Gadis menjelaskan.


Mendengar itu Satria jadi terkekeh dan dia kembali memasangkan seatbelt di tubuh Gadis. dan setelahnya dia keluar dan menutup Pintu mobil tanpa menjawab ucapan Gadis tadi.


"Diih, Om." Kaget Gadis dengan respon Satria itu. Dia hendak melanjutkan ucapannya namun Satria lebih dulu menutup pintu mobilnya.


"Nggak usah di pikirkan, kita yang jalani bukan mereka. Dan lagi mereka nggak penting untuk mau pikirkan." Ucap Satria saat dia masuk dan duduk di kursi kemudi.


"Oh iya satu lagi, kamu yang harus bicara pada pria tadi untuk tak mendekatimu lagi atau aku sendiri yang akan mengatakan padanya." Lanjut Satria membuat Gadis yang sudah sedikit lega karena sejak tadi Satria tak menyinggung Dewa jadi menghembuskan nafasnya pelan.


"Biar aku saja." Jawab Gadis pasrah, lebih baik dia yang bicara baik-baik pada Dewa dari pada Satria yang harus turun tangan nantinya.


"Terima kasih." Ucap Satria dengan tersenyum tampan pada Gadis, tak lupa juga dia yang gemas sama Gadis yang nampak terpaksa dengan keinginannya itu jadi melampiaskannya dengan mengacak rambut Gadis gemas.


"Kamu keberatan?" Tanya Satria saat mendapat Gadis yang hanya menjawabnya sekilas.


"Nggak Om, kenapa harus keberatan. Orang pasangan aku udah kaya gini, mau marah juga percuma." Sindir Gadis.


"Hehehe, kamu bisa aja sayang. Makasih yah, gemes ih." Ucap Satria dan hendak memeluk Gadis sakin gemesnya dengan tingkah Gadis juga tingkahnya sendiri.


"Stop jangan di sini." Larang Gadis menghentikan tindakan Satria, takut saja jika ada yang melihat mereka nantinya.


"Baiklah, aku akan menagih lebih nanti. Jangan marah." Ucap Satria dengan jahilnya.


"Baiklah, terserah Om saja. Kita jadi ke restoran atau nggak ini?" Ucap Gadis kerena Satria tak kunjung menghidupkan mobilnya.


"Hehehe jadi lah, sampai lupa." Ucap Satria dan dia langsung menghidupkan mobilnya, setelah itu dia pun membawa mereka meninggalkan parkiran itu.


Selama perjalanan, Satria fokus dengan menyetir sambil sesekali melihat Gadis yang nampak fokus dengan ponselnya.


"Chatan dengan siapa?" Tanya Satria sakin kepo nya.

__ADS_1


"Bunga, nih." Ucap Gadis sambil langsung menunjukan chat mereka pada Satria.


"Oh oke, lanjut saja kalau gitu sayang." Ucap Satria dengan senyumannya, karena melihat sekilas isi chat dimana Gadis mengatakan jika dirinya pasangan serius gadis itu.


Setelahnya, mereka pun fokus dengan aktifitas masing masing mereka lagi.


***


"Ayo sayang." Ajak Satria ketika kini mereka sudah sampai di restoran miliknya.


"Ini punya Om?" Tanya Gadis cukup takjub dengan Restoran mewah yang kini ada di depan matanya.


"Punya kita sayang, ayo masuk. Kita sudah di tunggu." Ucap Satria dan dia langsung menggandeng tangan Gadis.


"Selamat siang Pak." Sapa beberapa orang yang mereka lewati dan hanya di angguki Satria.


"Silahkan Pak, Bapak sudah di tunggu di dalam." Ucap seseorang yang berdiri di depan ruangan pribadi Satria.


"Hmm." Balas Satria.


Satria pun langsung masuk ketika pintu di buka oleh orang itu, sementara Gadis hanya mengikuti langkah Satria sepanjang pria itu melangkah karena tangan mereka yang masih saling menautkan sejak tadi.


"Selamat siang Pak." Ucap orang-orang di dalam sana menyambut kedatangan Satria.


"Selamat siang." Balas Satria sementara Gadis hanya tersenyum dan mengangguk kecil menyapa orang-orang itu yang juga di balas sama oleh mereka.


"Duduk sayang." Ucap Satria pada Gadis agar duduk di kursi kerjanya. Mau tak mau Gadis hanya mengikuti saja mau Satria, karena kini di ruangan itu bukan hanya mereka berdua melainkan ada beberapa pria berjas di ruangan itu sebelum mereka datang.


Gadis pun hanya mengamati Satria yang kini sudah bergabung di sofa bersama beberapa pria di sana.


Dia sedikit tersenyum saat melihat Satria yang nampak serius saat membaca berkas di tangannya, apalagi kaca mata andalannya tak pernah terlewatkan saat pria itu sedang membaca sesuatu.



"Manis banget sih kamu Om kalau lagi serius gitu." Batin Gadis sambil tersenyum memperhatikan Satria.


Tok


Tok


"Permisi Pak." Ucap orang yang tadi menyambut mereka di depan pintu.

__ADS_1


"Ada apa Max." Tanya Satria.


"Maaf Pak, Nona Adila ingin bertemu." Ucap orang yang di panggil Max oleh Satria, membuat pria itu langsung menatap ke arah Gadis yang juga nampak menatapnya.


__ADS_2