
Hallo teman teman, RedPink hanya mau ingetin nich.
•Jangan lupa like, comment and share ya jika teman teman menyukai cerita Satria.
•Kasih rate bintang -nya jangan lupa ya teman teman
•Dan RedPink mau ucapin makasih banyak ya atas dukungan kalian selama ini buat RedPink 🤗☺
Happy reading ya 🤗
_** _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ **_
B****eberapa bulan kemudian
Tak terasa kenaikan kelas telah tiba.
Satria lagi lagi sekelas ama sahabatnya Davit di kelas unggulan lagi di kelas 12 IPA-1.
Calla dan Tam sayang sekali tak berada di kelas yang sama.
Calla di kelas 11 IPA-1, dulu itu kelasnya Satria.
Tetapi Tamara ada di kelas 11 IPA-2.
Tapi itu tak membuat tali persahabatan Calla dan Tam merapuh, malah makin erat.
Yaa bakal ga ada lagi deh yang belain Calla jika nanti ada yang nge- bully Calla lagi seperti sebelumnya.
Semoga saja ga ada ya teman teman.
Doain Calla nanti...
• • • • • •
@Kelas 11 IPA-1
Calla sengaja memilih duduk dibangku yang Satria tempati tahun lalu.
Bangku yang barisan paling belakang urutan nomer 1 dari kanan, dekat dengan jendela kaca.
"Hai... Call kita satu kelas lagi ya ternyata. Aduh senangnya." Tiba tiba suara Gani membuyar kan lamunan Calla di pagi hari.
"Oh iya." jawab Calla singkat.
"Ngapain kamu disini." Tanya Calla kaget karna Gani tiba tiba duduk di sebelah Calla saat ini.
"Gue mau duduk disini. Kan belum ada yang nempatin." Tanya Gani sambil mendekatkan mukanya pada Calla.
Calla tersentak kaget dan buru buru memalingkan muka ke arah jendela.
"Maaf Gan.. tuh kursi Gue." Suara Daniar terdengar dan membuat Calla dan Gani menoleh ke arah Daniar.
"Gue udah bilang ama Calla dari kemarin, jika kita berdua bakal duduk berdua. bener kan Call?" Ucap Daniar menatap Calla.
'Untung Daniar nyelamatin gue dari Gani. Bisa berabeh nanti jika Kak Satria tau kalo gue sebangku ama Gani. Kan kak Satria ga suka gue deket deket ama Gani.' cicit Calla dalam hatinya.
Emang kenapa ama Kak Satria? hehe Calla jadi takut sendiri gitu... ngejaga hati dan perasaan Satria banget. kan do'i belum jadi pacar Calla.
Calla lupa mungkin ya... 😅
Tolong nanti ingatkan Calla jika statusnya ama Satria belum jelas.
"Oh iyah, Elluh lama banget ga dateng dateng sih Daniar. Nih Gani main srobot ajja mau duduk disini." Ucap Calla.
"Sana pergi, Nooh yang punya bangku udah dateng." Calla mengusir Gani paksa.
"Ck... Oke oke gue bakal pindah. Ga dapat sebangku yang penting satu kelas ama Calla Aurora Azarine." Ucap Gani sambil mengedipkan mata genitnya kepada Calla.
Daniar pun duduk disebelah Calla setelah Gani pergi.
"Maaf ya Call, Gue tadi langsung ajja bilang tuh kursi punya gue tanpa permisi dulu ama eluh. Tapi boleh kan ya gue duduk ama elluh." Bisik Daniar penuh dengan wajah memelasnya.
" Iya gapapa kok Daniar. Makasih loh ya elluh dah nyelametin gue dari Gani ntuh. Ga sukak gue ama tuh anak." Jelas bisik Calla balik.
"iya sama sama. kelihatan kok dari muka luh yang ga sukak ama tuh cowok. Hehehe." kata Daniar pelan.
'Ah ini toh Calla... biasa ajja. Masih cantikan gue. apa coba yang istimewa dari dia. Ga ada apa apa -nya. N O L B E S A R.' Cicit Daniar dalam hatinya.
Entah apa yang terpendam di hati Daniar sampai membatin seperti itu.
"Mulai sekarang kita temenan ya." Kata Calla sambil mengulurkan tangannya untuk salaman dengan Daniar, teman baru sebangku nya saat ini.
Daniar meraih jabat tangan Calla
"Oke. mulai sekarang kita jadi teman yeeeeeeyyy." Sorak Daniar penuh kepalsuan.
Daniar tersenyum pada Calla dan Calla pun juga iya sama tersenyum balik pada Daniar.
'Dasar bodoh. Siapa juga yang mau temenan ama elluh. Hah eluh hanya untuk batu loncatan ajja B I T C H.' Batin Daniar lagi dengan menyerigai.
Bel masuk pun telah terdengar dan menandakan jam pelajaran pertama akan di mulai.
Tapi hingga 10 menit dari bel berbunyi wali kelas 11 IPA-1 belum juga datang.
Suasana kelas saat ini ramai, dari murid perempuan ada yang lagi rumpik ama teman lainnya. murid laki laki ada yang main mobille legends, hingga bernyanyi dan memainkan gitar.
__ADS_1
Pak Burhan pun masuk ke dalam kelas dan seketika murid murid pada diam tak bersuara. Seketika itu kelas menjadi sunyi.
"Selamat pagi anak anak, selamat datang di Kelas 11 IPA-1. ini kelas unggulan ya." kata pak Burhan.
"Iya Pak selamat pagi." Jawab mereka serempak.
Pak Burhan, dulu juga wali kelas.nya Satria dan sekarang jadi wali kelasnya Calla.
Ya.. memang Pak Burhan itu dari dulu selalu pegang kelas unggulan.
"Oiyah hari ini kita semua kedatangan murid baru, murid pindahan dari Malang jawa timur. Mohon dirangkul ya, jangan di bully." Permintaan Pak Burhan pada semua muridnya.
"Baik pak." Jawab mereka serempak.
"Ayok masuk sini." Panggil Pak Burhan pada murid Baru itu.
Sepasang sepatu Nike Air Max 270 Black mulai melangkah ke dalam kelas.
Semua mata murid kelas ini mulai menatap yang namanya murid pindahan itu.
Semua takjub. Gimana ga takjub, nih cowok cakepnya tingkat tinggi. sepadan ama Satria kakak kelas yang paling cakep itu.
Cowok itu melangkah maju ke muka kelas mendekat ke Pak Burhan sang wali kelas.
"Ayo nak perkenalkan dirimu pada teman teman baru mu ini." Titah Pak Burhan.
"Hai semua." sambil dada dengan polosnya ia di depan kelas pada semua teman teman.
"Hai juga." murid perempuan sangat antusias sekali menjawab sapaan murid baru itu.
"Kenalkan nama aku Jason Celillo. Aku pindahan dari SMA 1 Malang di jawa timur. Semoga kita bisa menjadi teman yang baik. Mohon bantuan nya ya teman teman." Ucap Jason sopan dan tak lupa dengan senyum manisnya.
Ada beberapa murid perempuan yang mengacungkan tangannya untuk bertanya pada Jason di depan, walaupun ga ada perintah untuk bertanya dari Pak Burhan, mereka sangat antusias.
"Mau nanya mau nanya..." ucap beberapa cewek.
"Ya silahkan." Jason lagi lagi tersenyum.
"Eluuh udah punya cewek belum sih?" ucap cewek 1
Jason hanya tersenyum.
"Ah ga dijawab.. berarti belum punya." sorak teman teman lainnya
"Eh elluh cakep abis, mau ga luh jadi cowok gue." suara cewek 2 sangat lantang dan itu membuat jason senyum lagi.
'Gilaaa... dihari pertama udah ada yang nyatain cinta. Gini amat cewek ibu kota.' Batin Jason heran.
"Huuuuuh.... main sosor kayak bajaj." sorak murid laki laki.
"Cakep dari mana, biasa ajja kelles." Sorak murid laki laki lainnya yang tak terima kalau Jason dibilang cakep ama murid perempuan lain.
"Ukuran sepatu luuh berapa?"
"makanan favorite luh apa.an?"
"Tipe cewek luuh kayak gimana?"
Semua pertanyaan dari murid perempuan ga ada yang jelas, semua melenceng. Semua ngawur.
Pak Burhan mulai geram.
"Udah udah jangan berisik, ini kelas unggulan dan jangan sama kan dengan kelas lainnya. Kelas unggulan tuh muridnya baik, sopan ga Bar Bar kayak kalian semua." Tegas Pak Burhan.
"Kita ga Bar Bar kok Pak. cuma lagi semangat ajja dapat Sarapan cowok ganteng." Ucap salah satu cewek dalam kelas itu.
"Huuuuhhhhh dasar." sorak semua teman nya itu.
Pak Burhan hanya menggeleng geleng kan kepalanya saja udah capek menghadapi anak anak nya itu.
"Jason kamu duduk di barisan pojok kanan nomor 2 dari belakang ya. Sana." Pak Burhan menunjuk bangku depan Calla.
Disana udah ada Gani yang duduk disebelah bangku kosong itu.
Jason mulai pergi melangkah ke bangku yang di tunjuk Pak Birhan tadi.
"Hai... boleh duduk sini." Ucap Jason sopan pada Gani.
"Silahkan, Noh sana masuk." Ucap Gani dan Gani memiringkan badannya agar Jason bisa masuk.
"Kenalkan Nama gue Gani. Gani Ganda Pati. Panggil ajja Gani" Gani memperkenalkan diri pada Jason.
"Aku jason. Salam kenal ya." Ucap Jason.
"Eh kenalin juga nama gue Daniar Supasra. Panggil ajja gue Daniar atau Niar. Se- enaknya eluh ajja deh." Srobot Daniar dari belakang.
Calla diam saja tak mengenalkan diri.
Lalu Jason ber- inisiatif untuk kenalan ama Calla.
"Kalau kamu siapa namanya?" Kata Davit ragu ragu.
"Gue Calla Aurora Azarine, Panggilannya Calla." Ucap Calla dingin tanpa senyum.
Ya.. sekarang Calla jarang senyum di depan laki laki lain semenjak Satria tak menyukai itu. Sebisa mungkin Calla tak mengeluarkan senyum mautnya itu kecuali pada Satria seorang.
__ADS_1
"iya.. Calla. Aku Jason." ucap jason dengan senyum lagi.
"Sekarang Bapak akan Nunjuk siapa yang jadi ketua kelasnya." Ucap Pak Burhan tiba tiba.
"Loh pak kok ditunjuk, Ga ada acarah milih memilih nih, Kan suara kita diperlukan." Kata salah satu murid nya itu.
Tapi sama sekali tak di gubris oleh Pak Burhan. Pak Burhan tetap dengan pendiriannya, jika pengurus kelas dipilih langsung oleh Pak Burhan. Ya.. seperti tahun tahun sebelumnya. Itu mutlak hukumnya dan wajib di ikuti.
"Udah, ga ada gitu gituan." Kata Pak Burhan.
"Yah Bapak kurang Demokratis nich." kata anak anak.
"Ga demokratis demokratis -an, Pokoknya siapa pun yang Bapak tunjuk harus mau dan wajib. Dilarang menolak. Karna Bapak tidak menerima penolak -an. Kalian Ngerti." Jawab Pak Burhan tegas dan terkesan Menyeramkan.
Hingga membuat anak anak takut.
"ketua kelasnya Calla, karna kamu nilainya yang tertinggi." Kata Pak Burhan dengan mantap.
'Lah.. kok gue sich. Apes banget dach.' Batin Calla dalam hati.
Calla hanya manyun saja, sebenarnya ia tak mau jadi ketua kelas, tapi mau tak mau dia terpaksa harus menyetujui itu karna perintah langsung dri Wali Kelasnya itu.
"Wakilnya gimana kalau Gani, ya memang sih kamu kurang pandai tapi nanti bisa lah bantu Calla ya." Lanjut Pak Burhan.
'Kenapa harus sama Gani sih. Pak Burhan nyebelin dech.' Makin Badmood ajja Calla di pagi ini.
"Sekertarisnya..... xxxxx
Bendaharanya.... xxxxx
kalian siap kan." tanya Pak Burhan pada nama nama yang beliau tunjuk tadi.
"Siap Pak.." Jawab mereka kompak.
"Oke, nanti Sekertarisnya buat jadwal piket. ingat ya. piketnya sepulang sekolah saja. Kalo pagi ga yakin bakal dateng pagi pagi ke kelas, Palingan banyak yang kesiangan. Itu peraturan dari Bapak." Perintah Pak Burhan.
Udah mari kita kembali ke pelajaran." kata Pak Burhan lagi.
Tak terasa jam pelajaran pun telah dilewati beberapa jam.
Jam istirahatpun telah tiba.
Sekarang banyak murid dari kelas lain ataupun jurusan lain yang tiba tiba berkunjung alias main ke kelas 11 IPA-1 hanya untuk melihat sesosok murid baru. mereka semua penasaran seperti apa wajah murid baru itu.
Dengar dengar murid baru itu cakep parah mangkanya mereka berbondong bondong ke kelas itu.
Satria pun yang akan ke kelas Calla tak bisa masuk karna banyak murid murid yang menghalanginya, terutama murid perempuan.
Tamara juga sama, tak dapat masuk karna terlalu sesak kebanyakan manusia yang mengisi kelas itu.
"Wah kayak liat konser ajja. Rame bener. Bussed dah." Tamara kesal.
Hape Calla berbunyi notif pesa whattsaps masuk. Ternyata pesan Whattsaps dari Satria.
Kak Satria
Call... Kakak di luar kelas kamu, Ga bisa masuk nich.
Calla
Iya kak, banyak anak anak ini. Kak Satria ke kantin ajja dulu, nanti Calla nyusul. Bilangin ya ke Tam, suruh ke kantin ajja bareng kakak jangan nunggu Calla depan kelas.
Kak Satria
Oke. Kakak tunggu di kantin. Jangan lupa ya nyusul.
Gani geram melihat pemandangan cewek cewek genit dan centil yang lagi nongkrongin kelasnya saat ini sampe susah untuk keluar kelas.
Gani mengamuk, ia sekarang memegang sapu untuk mengusir segerombolan cewek cewek yang kecentilan itu.
"Bubar gak. Apa mau gue pukul dulu baru bubar. huusss... husss... sana pergi pergi kalian. Dasar cewek kecentilan." Gani pura pura mengayunkan ganggang sapu ke arah cewek cewek itu dan syukurlah itu berhasil membuat segerombolan cewek cewek itu bubar dan pergi entah kemana.
"Oiyah Call, aku belum tau kantinnya sebelah mana. Boleh ga?" Tanya Jason pada Calla.
Hening sejenak. Tak ada yang bersuara.
"Kan kamu ketua kelasnya." sambung Jason lagi.
"Oh.. iya ayok." jawab Calla.
Akhirnya Calla ke kantin bareng ama Daniar dan Jason.
Bersambung... 🤗
_** _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _
**•*Apakah nanti di kantin Satria akan bertemu juga sama Jason?
•Apakah nanti Satria akan cemburu dengan Jason?
•Apa yang akan dilakukan Satria nanti ya kepada Calla, marah atau akan mendiami Calla seperti waktu itu di cafe bintang?
Coba kalian jawab. kalau kalian bisa jawab dengan benar minimal salah satu benar lah, hari ini langsung RedPink akan kasih update -an lagi episode selanjutknya.
_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ *_
__ADS_1
Salam Sayang dari RedPink 🤗🤗🤗