
•Haiii gengs... Apa kabar kalian semua? 🤗
•Maafkan sebelumnya ya jika banyak typo 😉
Dan aku ucapain makasih ya buat kalian yang udah mau baca cerita Satria....
•happy reading kawan... 🤗🤗
__________________________
Mereka ber.empat udah menyelesaikan makannya di cafe tadi dan sekarang masih berjalan-jalan di sekitar daerah cafe tadi.
"Uuhh lega, akhirnya perutku terisi penuh." Ucap Tamara sambil mengelus-elus perutnya yang kekenyangan karna hanya dia seorang yang memesan 2 porsi makanan dan parahnya dihabiskan sendiri.
Yaa.. memang Tamara itu hobby banget makan, dy kalau waktu setres, galau ataupun lagi putus cinta pasti bawaannya itu makan, ngemil ampe banyak sekali.
kalau pas ngeliat badan Tamara mulai gendutan berarti itu massa-massa nya ia lagi setres ataupun galau. kalau orang lain di fase setres pasti berat badannya turun, tapi itu tak berlaku dengan Tamara.
Sekarang Tamara bukan lagi setres ya karna makan 2 porsi, memang itu makanan kesukaan Tamara yang di pesan dan kebetulan Tamara itu hobby makan.
"Bused dah.. ni cewek kagak ada jaim-jaimnya ya. Dasar cewek jadi-jadian luh." celetuk Davit sambil geleng-geleng melihat kelakuan Tamara.
"Luuh tadi kesambet apa.an nyet? porsi makan luh banyak bgt. kayak kuli ajja. Malu-malu.in tau!" Ejek Davit pada Tamara dengan keheranan dan pandangan penuh jijik, baru kali ini melihat cewek makan dengan porsi yang begitu banyak menurutnya.
Tapi tidak untuk Calla, ia tak kaget dengan kelakuan sahabatnya itu, karna Calla udah hafal dengan kelakuan dan hobby makannya si Tamara itu. Calla udah mengetahui nya sejak pertama kali kenal Tamara dulu.
Satria dan Calla hanya tersenyum melihat tingkah laku sahabat mereka berdua, ribut mulu dari tadi.
"Terserah gue donk, kok luh yang sewot... gue yang makan kenapa eluh yang komen. mulut-mulut gue. perut ya perut gue yang kenyang." Calla menyunggingkan bibirnya ke atas kesal apa yang di katakan Davit padanya.
"Asal luh tau ya nyet,, gue malu banget tadi duduk semeja ama luh tuh. banyak yang ngeliatin meja kita tadi." Davit menyunggingkan bibirnya kesal.
"Nyat nyet nyat nyet... gue punya nama dan panggil nama gue jangan seenak loh ya" Tamara geram sambil menghentak-hentakkan kakinya di bawah.
"kalok loh malu ya jangan satu meja ama gue tadi, noh sono pergi sono. kan eluh sendiri yang ngajak kita ber.empat main bareng kemarin." cerocos Tamara tetap dengan amarahnya.
"Aah badmood gue, udah ga selerah buat lanjutin mainnya. Pingin pulang ajja." Dengus Tamara kesal.
Satria melotot kearah Davit, meng.isyaratkan untuk meminta maaf pada Tamara dan Davit paham apa yang dimaksut Satria.
"Iya.. iya gue minta maaf... gitu ajja baper luh." Davit menggaruk kepala yang tak gatal dan lalu mengulurkan telapak tangannya untuk meminta maaf ke Tamara.
Tapi diacuhkan saja oleh Tamara, malah tangan Davit ditangkis olehnya.
"Udah-udah jangan berantem mulu. Aku ga mau ya acara main kita jadi gagal karna kalian berantem." ucap Calla dengan menenangkan sahabatnya itu dan memeluknya agar lebih tenang serta menepuk-nepuk punggung Tamara.
Satria sedang memarahi Davit agar menjaga ucapannya, karna yang dihadapi Davit bukan cowok melainkan cewek yang punya perasaan sensitif yang tinggi.
"Mulut pedes luh bisa dijaga ga. Soplak banget sih eluh. Minimal saat ini jangan banyak omong deh, takutnya eluh keceplosan lagi. Gue ga mau acara kencan gue ama Calla gagal karna mulut eluh yang pedas itu." Bisik Satria pada Davit agar Calla tak mendengarnya, dengan menyodok kening Davit menggunakan telunjuknya yang agak keras kali ini.
"Udah.. gimana kalau kita nonton. Kan hari ini ada film baru yang bakal tayang." ajak Satria agar Tamara tak marah dan merengek minta dipulangkan, jika Tamara pulang pastinya si Calla ikutan pulang juga dan bakalan gagal deh kencan pertama Satria dengan Calla sang pujaan hati.
Tamara terdiam, masih mencerna omongan Davit barusan, sebenarnya Tamara pingin juga nonton karna udah lama dia tak nonton.
Tamara hanya memutar bola matanya, agak ogah-ogah.an gitu. Tamara tak kunjung menjawab ajakan Davit.
__ADS_1
Satria melihat ke arah Tamara dan Tamara sebenarnya agak ragu, udah badmood gara-gara mulut Davit tadi. Satria menyenggol lengan Davit agar Davit peka sedikit untuk merayu Tamara.
"Ikut ya Tam... jangan ngambek. kalok luh ngambek kan ga cantik lagi." bujuk Davit agar Tamara mau ikut.
Tamara hanya mengerutkan keningnya untuk berfikir sejenak.
"Biar gue yang traktir kalian semua deh, snack ama popcorn nya juga deh. Asal luh ikutan ya Tam." Bujuk Davit lagi pada Tamara dan menggoyang-goyangkan kedua tangan Tamara, juga iming-iming Davit akan membayar semuanya nanti.
Tamara hanya meng.anguk-angguk saja pertanda menyetujui apa yang Davit janjikan.
Yaa.. siapa lagi yang tak bakal setuju jika di gratisin. hehehe dasar Tamara..
@Gedung_Bioskop.
Mereka semua menuju ke tempat pemesanan tiket bioskop. Davit memesan 4 tiket dan membayarnya, setelah itu juga memesan minuman sekaligus popcorn nya.
Mereka masuk ruang bioskop. udah ada set kursi yng tertata berjejer jejer.
Saat memasuki ruangan, tiba-tiba tangan Davit menarik tangan Tamara untuk mencari set kursi yang dipesannya tadi dan diikuti di belakangnya Satria yang menggenggam tangan Calla dengan posesifnya, takut Calla ilang mungkin. hehehe ☺😀
Mereka ber.empat mulai duduk. Posisi duduknya berurutan, sebelah kanan sendiri Davit, terus Tamara disebalahnya ada Calla dan sebelahnya lagi ada Satria. Mereka mulai menikmati minuman dan popcorn nya sambil menonton film yang sudah mulai di putar dilayar besar didepan sana.
Mereka nonton film horor. yang paling takut dari ke empat anak muda ini hanya Calla dan Davit. Ya mereka berdua sangat panakut. Kalau Calla sih wajar kan cewek, nah ini davit men... cowok yang terkenal playboy. aah sudahlah lupakan Davit, lanjut ke cerita.
Calla dari tadi tak tenang dengan posisi duduknya, gerak-gerak muluh dari tadi dan itu membuat Satria menyadarinya.
"Call... apa kamu takut?" bisik Satria yang menoleh kepada Calla dan menatapnya begitu dalam. Dari tadi satria udah merasakan ketegangan yang dirasakan oleh Calla.
Calla menoleh pada Satria dan hanya menyengir saja. Tapi Satria tau betul jika Calla sebenarnya takut.
"Kamu jangan takut ya, ada Kakak disampingmu." Satria tersenyum melihat Calla dan mulai memegang telapak tangan Calla agar dia lebih tenang sedikit agar tak merasa tegang dan takut dengan film horor yang sedang di putar dilayar besar di depan mereka saat ini.
'aduuhh gimana ini... deket banget jaraknya ama kak Satria. ah ingin ku cium saja kau Kak' batin Calla dan tersenyum pada Satria balik.
Calla mengangguk anggukkan kepalanya tanda bahwa Calla paham apa yang satria katakan.
selama filmnya berjalan tangan Satria tak lepas sedikitpun memegang tangan Calla dan itu membuat Calla semakin gugup, salah tingkah dan deg deg-an.
'Call.. asal kamu tau aku lagi gugup banget tau megang tanganmu ini. Apakah kamu dengar Call suara detak jantungku yang begitu bergemuruh kencang di dalam sana?' gumam Satria dalam hatinya dan ia setelah itu tak berani menatap ataupun melirik ke arah Calla karna saking gugupnya.
Sebenarnya Satria ingin melepaskan genggamannya itu agar tak merasa gugup lagi tapi entah mengapa reaksi tubuhnya tak melakukan itu, malah menggenggam lebih erat lagi dari sebelumnya.
Tak tersa film yang mereka tonton udah selesai. Layar besar di depan hanya menampilkan bagroun hitam dan banyak tulisan-tulisan yang berjalan ke atas dan lampu ruangan bioskop mulai menyala terang. Semua penonton pun beranjak untuk meninggalkan ruangan itu. Ada yang bebaris berdesakkan ingin keluar, ada yang masih duduk menunggu agak lenggang oleh barisan manusia di lorong menuju pintu exit, ada juga sekelompok anak mudah yang lagi selfie di kursinya masing-masing sembari menunggu penonton yang lain keluar.
Satria pun berdiri terlebih dahulu, dan menoleh ke arah Calla. Calla masih membenarkan tas nya ke lengannya, lalu ikut berdiri. Satria langsung menarik tangan Calla dengan lembut untuk menuju pintu exit. Dibelakang ada Davit ama Tamara yang mengekor mengikuti mereka berdua menuju pintu exit.
Mereka pulang berpisah, Satria pulang dengan mengantarkan calla dan Davit pulang mengantarkan Tamara.
Satria mengantarkan Calla pulang dengan menggunakan taxi, karna sekarang udah malam lebih aman menggunakan taxi dan juga lebih efisien memakan waktu yang cukup singkat untuk menuju ke rumah Calla.
_______________________________
@Rumah_Calla
Tak terasa taxi yang mereka tumpangi udah sampe di depan rumah Calla, mereka pun turun tetapi taxi nya masih nunggu Satria untuk mengantarkannya ke rumahnya nanti.
__ADS_1
"Makasih ya Call.. buat waktunya hari ini buat Kakak." Satria tersenyum pada Calla dan tangannya mengusap-usap puncak kepala Calla dengan lembut beberapa kali.
Calla membalas senyuman Satria. Pipi Calla mendadak berubah menjadi merah merona karna perlakuan sederhana Satria yang hanya mengusap puncak kepala Calla itu udah membuat Calla deg deg-an bahagia tak karuan, gerogi, pokoknya campur aduk lah.
Kalau saja sekarang Calla lagi sendirian dikamar mungkin sekarang hal yang di lakuin Calla jingrak-jingkrak di atas kasur karna saking senengnya dia.
Yaa... begitu lah gengs jika kita di landa kasmaran, sikap apapun, perlakuan apapun orang yang kita taksir terhadap kita sesederhana apapun itu bisa bikin kita kalang kabut tak bisa menahan kebahagiaan yang muncul tiba-tiba di dalam hati, campur aduk bahagianya.
Setelah itu Calla menunduk malu tak berani natap mata Satria di depannya itu takut ketahuan olehnya jika Calla lagi gugup dan seneng banget karna usapan tangan Satria kepuncak kepala nya itu.
"Iyaa.. sama sama Kak. Calla juga makasih ya udah di ajakin jalan-jalan terus nonton juga." tetep pandangan Calla ke bawah menatap sepatu miliknya sendiri.
Tiba-tiba tangan Satria menarik dagu Calla ke atas sedikit agar Calla mendongak keatas dan menatap Satria.
"Kok nunduk,, lihat Kakak dong." mata mereka saling bertemu... saling tatap-menatap satu sama lain.
Heniiing......
Satria dan Calla Saling memandang tanpa ada suara yang terucap di bibir mereka berdua. Mereka membisu. Mereka seakan-akan berkomunikasih satu sama lain melalui tatapan mata yang dalam itu. Mengatakan isi hati masing masing.
'Calla hari ini aku anggap itu kencan pertama kita. Aku bahagia Call. Asal kamu tau sebenarnya tadi aku ga rela melihat tatapan-tatapan para lelaki memandangi cantiknya parasmu. Aku ga rela Call.. ga suka.. Aku benci pada mereka semua. Rasanya ingin Aku menyembunyikan keberadaanmu sayang biar yang lain tak melihatmu. Hanya aku seorang yang bisa melihatmu hanya aku, yang lain jangan.' Satria berbicara kepada Calla lewat matanya dan mulutnya yang masih membisu tak mengeluarkan suara satu patah pun.
Hanya saling tatap...
'Kak.. andai kau tahu kak, jika aku sangat menginginkanmu, ingin memilikimu kak. Aku sangat menyukaimu, mencintaimu, menyayangimu kak. Rasanya ingin selalu didekatmu setiap hari. Dimilikimu itu lah keinginan hatiku kak.
Apakah kau juga memiliki perasaan yang sama seperti aku kak?' Keluh Calla dalam hatinya saat ini sambil menatap dalam ke arah mata Satria.
Hening....
Dan tiba tiba suara Pak supir taxi membuyarkan keheningan mereka berdua. Membuyarkan adegan saling tatap menatap itu. Momen yang sweet.
"Mas, gimana.. jadi apa gak ini ditungguin?" Suara Pak supir itu memanggil Satria.
Satria langsung reflek kaget dan menoleh ke arah sumber suara yang mengganggu aktifitas saling tatap menatapnya dengan Calla.
"Ooh iya pak jadi, sebentar ya." jawab Satria agak kesal, tapi sebisa mungkin satria mengeluarkan suara yang lembut dan berusaha mengukirkan senyum pada Pak supir itu.
"Kakak pulang dulu ya Call. Udah kamu masuk ajja dulu sana." perintah Satria. Calla hanya mengangguk meng-iya-kan.
"Hati-hati di jalan ya Kak." Calla tersenyum pada Satria dan tak lupa melambaikan tangannya pada Satria.
Satria pun membalas lambaian dan senyuman Calla terhadapnya.
Bersambung... 😉
____________________________
√ Haii gays ikutin terus ya cerita Satria jangan sampai gak update tentang cerita Satria ya gays....
oiyah jika kalian menyukai cerita Satria mohon jangan lupa di tekan tanda jempol nya ya 👍 kak, dan jangan lupa tekan favorite atau tanda 💓biar kalian update tentang cerita Satria.
√ Tolong jangan lupa tinggalkan jejak komennya ya kakak kakak sekalian, tulis apa ajja boleh, kritik dan saran nya buat aku ya.. makin sukak aku, untuk kebaikan aku menulis cerita Satria biar lebih bagus lagi.
√Makasih ya kalian semua masih mau membaca cerita Satria.
__ADS_1
Salam hangat dari aku 😍😘🤗