SATRIA

SATRIA
Bab 74


__ADS_3

............🌹Happy Reading🌹 ...........


Usai makan bersama, Satria langsung memutuskan untuk langsung pergi tanpa menunggu lama.


Sepanjang perjalanan, Pria itu tak kunjung berhenti memamerkan senyum tampannya membuat Gadis hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah suaminya yang baru resmi satu hari itu.


"Om apa nggak capek borong senyum kaya gitu?" Ucap Gadis sedikit jahil, namun bukannya marah Satria malah meliriknya penuh rasa bangga.


"Apa sih sayang, aku hanya bahagia saja." Kata Satria membuat Gadis menatap tersenyum ke arah Satria.


"Btw sayang, tadi itu sungguh suprise buat aku yang. Aku pikir istriku ini bakalan menjambak tuh nenek lampir, ternyata kau sangat elegan sayang dalam menyikapi hal tadi." Kata Satria bangga mengingat sang istri dengan kejadian yang terjadi tadi.


"Ah apa sih Om, itu kan memang harus aku lakukan. Ngapain buat kacau di hari aku yang baru saja berstatus istri kamu, bukannya bangga malah mungkin kamu bakalan malu karena aku. Yah jadinya aku buat sedikit tahap perkenalan aja tuh sama orang." Ucap Gadis sedikit terkekeh.


Gadis jadi mengingat kembali kejadian tadi dimana hampir saja dia melabrak Larissa di hadapan Satria ketika wanita itu berulah membuat dirinya naik darah..


Untung saja, otak pintarnya itu seketika bekerja dengan begitu sangat baik dan waras tentunya.


Dimana ketika Larissa, wanita itu yang hendak memeluk dan mencium paksa Satria di hadapannya, di hadapan kedua mata kepalanya sendiri ketika mereka hendak pamit pulang.


Wanita itu, Larisa. Dia dengan pede dan tak tahu malunya melakukan gaya pamitan yang seakan menunjukkan jati dirinya yang sesungguhnya pada Gadis. Seakan membenarkan semua yang sudah Satria sampaikan tentang wanita itu sebelumnya.


Sekilas kejadian beberapa menit yang lalu..


*Flashback On*

__ADS_1


"Senang berbisnis dengan anda Pak Satria, kuharap kita bisa bekerja sama dengan baik." Kata Larissa tanpa basa-basi langsung memeluk Satria yang belum siap, dia bahkan dengan sengaja mencondongkan dada montoknya pada pria itu dengan sengaja. Tak lupa bibir wanita itu pun dengan liarnya hampir saja menyapu bibir Satria namun di cegah Gadis secepat mungkin saat melihat kejadian itu.


"Maaf Nyonya Alex yang terhormat. Bisakah anda menjaga sikap anda terhadap suami saya." Kata Gadis sembari menarik paksa Larissa begitu kuat dari Satria yang juga mendorong wanita itu ketika tersadar.


"Apa yang anda lakukan Nyonya Satria, kau menyakiti istriku." Tegur Alex ketika melihat Gadis menarik kasar Larissa dari tubuh Satria.


"Apa anda buta tuan Alex, istri anda baru saja menunjukkan sikap kurang ajarnya terhadap suami saya. Lantas kenapa anda mengatakan saya berbuat kasar padanya, sedangkan dirinya sendiri dengan lancang menyentuh suami orang di depan istrinya bahkan di depan anda sendiri suaminya." Kata Gadis menatap tajam Alex, kemudian berganti menatap Larissa tanpa melepas wanita itu walaupun Alex berusaha melepas istrinya.


"Maaf bukan saya tak sopan, tapi saya hanya tak suka ada yang mengganggu milik saya karena saya tak suka berbagi seperti anda yang dengan santainya melihat sikap tak terpuji istri anda sendiri." Tambah Gadis tegas, tak ada wajah santai atau pun main-main yang dia tunjukkan membuat Satria bergeming menatapnya. Sungguh Satria baru tahu sisi lain Gadis sekarang selain sisi manja dan marah-marahnya tenyata ada tersimpan kejutan di dalamnya.


Menghembuskan nafasnya pelan, Alex pun meminta maaf atas nama Larissa.


"Ah maafkan istri saya, dia mungkin tak bermaksud seperti itu." Kata Alex padahal dia tahu betul tadi memang sang istri sengaja melakukan hal itu dan itu bukan pertama kalinya. Sudah biasa dia mengumpan Larissa pada rekan bisnisnya agar mereka tetap bekerja sama dalam waktu lama. Dan terbukti saat Larissa resmi menjadi istrinya bisnisnya kini pun ikut melambung tinggi tentunya berkat campur tangan Larissa tentunya. Tapi dia juga sedikit terkejut, istrinya itu bisa melakukan hal itu padahal jelas-jelas ada istri rekannya di situ. Dan dia sedikit menyayangkan akan kecerobohan Larissa kini.


"Lain kali saya tidak mau hal ini sampai terjadi lagi, istri anda boleh melakukannya dengan partnet bisnis yang lain. Tapi tidak dengan suami saya. Kami permisi dan selamat sore. Ayo sayang." Kata Gadis menutupi pertemuan mereka, karena setelah itu dia langsung menarik Satria yang nampak menatapnya dengan kagum..


"Tapi itu sangat keren sayang, sungguh kamu memeng istri pilihan terbaik Tuhan untuk melindungi suami tampan mu ini." Kata Satria dan langsung mendapat tebokan keras Gadis.


"Kebalik Om." Ucap Gadis memutar bola matanya malas.


"Hehehe, becanda sayang." Kata Satria saat melihat wajah cemberut Gadis.


"Aku tahu, karena suamiku ini juga pasti akan melakukan hal yang sama. Bukan begitu Om." Kata Gadis dan dia mendapatkan senyum penuh arti Satria.


"Tentu, tapi mungkin aku nggak akan sehalus kamu sayang." Kata Satria dengan terkekeh mengingat emosinya yang selalu tak bisa di kontrol jika menyangkut Gadis.

__ADS_1


"Yah, aku tahu itu." Jawab Gadis pasti.


"Tapi sayang, aku lihat wajah mantan kamu.."


"Jangan sebut dia mantanku sayang, itu hanya kesalahan." Potong Satria tak suka Larissa di sebut mantannya. Rasanya sungguh menjijik an, jika dia mengingat pernah berhubungan dengan wanita seperti itu.


"Ya ya yah, kalau gitu kita sebut saja istrinya Tuan Alex."


"Begitu lebih baik, bajing an sama jala ng memang cocok." Kata Satria mengingat bagaimana sepak terjang Alex dalam dunia bisnis dan gaya mengikat Partner bisnisnya yang begitu sama menjijik an nya dengan Larissa.


"Hahaha kamu Om bisa aja. Tapi mengingat hal tadi kok bisa-bisanya yah wanita itu tetap santai aku katai yah. Apa memang urat malunya udah benar-benar rusak atau emang nggak berfungsi lagi dari sananya pas pembagian sama Tuhan. Kok bisa-bisanya masih tersenyum menyebalkan saat aku tatap sih. Huh, padahal aku tadi udah sebisa mungkin lo menatap intimidasi tuh orang tapi tetap saja tatapannya seperti minta di tonjok." Kata Gadis mengingat wajah menyebalkan dan tak tahu dirinya Larissa sungguh sangat ingin buat dia berkata kasar saja tadi.


"Orangnya udah gitu, yah mau gimana lagi. Udah rusak dari sananya. Buktinya udah ku peringati dulu, tetap saja sekarang balik lagi." Kata Satria yang menyayangkan sikap tak tahu malunya Larissa yang tak pernah tobat dia peringati berkali-kali.


"Hm kok ada yah orang kaya gitu sih. Sayang banget cantik-cantik ko kaya gitu. Sudahlah, lupakan saja kejadian tadi Om. Dan aku peringatkan yah, jangan sampai kejadian tadi terulang lagi ada ataupun tak ada aku. Om harus jaga diri, karena kalau sampai macam-macam. Lihat saja aku ulek kamu Om." Kata Gadis memperingati, dia pun sedikit kesal dengan Satria yang nampak oleng ketika di peluk Wanita tadi.


"Hehehe, tenang sayang. Nggak akan terulang lagi, janji deh pokonya." Ucap Satria sedikit bergidik ngeri melihat keseriusan Gadis saat berbicara dan menatapnya.


"Oke aku pengan janjinya Om. Sudah, fokus sekarang nyetirnya. Dan yah kita ke tempat tadi yang aku bilang Om, orangnya udah nungguin tuh. Nih chat lagi." Kata Gadis dan di angguki Satria..


Satria pun kembali fokus menyetir dan sesekali melirik pada sang istri yang kini sedang fokus dengan ponsel di tangannya. Kadang membalas chat, kadang juga melihat gambar-gambar yang tak terlalu jelas di lihatnya.


Sementara di tempat lain kini Larissa sedang di teriaki kesal oleh suaminya.


"Dasar bod oh kamu Risa, kau bisa merusak rencana kita dengan sikap ceroboh mu itu." Teriak Alex kesal menatap Larissa yang nampak biasa saja.

__ADS_1


...****************...


...Btw, Jangan lupa like dan komennya yah🥰. Terima kasih sudah meluangkan waktunya untuk membaca cerita ini🙏🤗. Sehat-sehat untuk kalian semua di manapun kalian berada😇...


__ADS_2