SATRIA

SATRIA
Bab Akhir


__ADS_3

......🌹Happy Reading, Akhir Kisah Satria🌹 ......


Berawal dari kesedihan perjalanan cinta yang Satria lalui mengantarkan dia menuju bahagia yang mungkin tak pernah dia pikirkan.


Pria itu tadinya ingin mengerjai Gadis saat pulang dari rumah tetangga sebelah demi menuruti keinginan ngidam sang istri itu.


Namun saat dirinya melihat dari jauh sang istri nampak mondar mandir gelisah menatap ke arah tetangga sebelah membuatnya mengurungkan niatnya yang tadi hendak mengerjai sang istri.


Di tatapnya lama-lama ibu hamil yang perutnya sudah membesar itu dengan begitu penuh cinta. Kemudian beralih di tatapnya sekantong kresek mangga yang ada di tangannya, entah kenapa itu membuat air matanya menetes seketika.


Dia membayangkan kembali bagaimana sang istri yang dulu mengidam tanpa ada dirinya di samping pria itu. Bagaimana sulitnya Gadis menanggungnya seorang diri hingga melahirkan malaikat cantik mereka ke dunia ini.


Arsyila Putri Satria, nama cantik itu nama yang diberikan Gadis untuk malaikat kecil mereka. Wanita itu sungguh memberikan nama yang penuh dengan makna pengharapan di dalamnya.


Arsyila berasal dari bahasa Arab dimana yang berarti jalan penghidupan yang tenteram, merdeka, bahagia dan sempurna.


Begitu sempurna Gadis memikirkan nama cantik itu untuk malaikat kecil itu.


Kata Gadis, wanita itu memberikan nama itu agar kehidupan sang putri selalu sempurna bahagia dan hidup penuh ketentraman. Tak sepertinya yang penuh masalah yang tak berkesudahan.


Yah, sejauh itu Gadis memikirkan semuanya. Dia bangga memiliki wanita itu sebagai jodoh yang Tuhan pilihkan untuk dirinya.


Satria pun melangkah pasti dan langsung memeluk Gadis yang membelakanginya, menghujamkan ciuman bertubi-tubi nya pa Gadis membuat wanita itu terpekik kaget namun bahagia Satria yang memeluknya.


"Dady, kau kemana saja. Aku mencemaskan mu." Kata Gadis masih dalam dekapan dan serangan ciuman bertubi Satria.


"I love you sayang." Ucap tulus Satria membuat Gadis tersenyum hangat meski bingung dengan ungkapan mendadak pria itu.


"Love you more, Dady." Balas Gadis mencium lengan Satria yang menempel di dadanya sembari mengusap sayang kepala Satria yang bisa dia jangkau dari depan karena saat ini satria memeluknya dari arah belakang.


"Berjanjilah untuk selamanya hidup bersamaku sayang." Kata Satria yang lagi-lagi membuat Gadis bingung dengan pria itu.


"Yah, itu tentu. Ada apa denganmu Dady, kenapa aneh begini? Apa kepalamu di jedotin Om botak tetangga kita, karena mau membeli mangga mereka?" Tanya Gadis membuat Satria terkekeh, padahal dia sedang asik-asiknya bersedih mengenang masa lalu. Malah Gadis mengatakan hal konyol itu.


"Lah kok ketawa, aduh gawat ini. Kayanya Dady harus di bawa ke dokter nih buat di periksa." Lanjut Gadis lagi, dan lagi-lagi Satria tertawa. Namun kali ini sampai membuat pria itu melepas pelukannya.


"Dad, kau tak apa? Jangan membuatku khawatir. Mana? mana yang dipuk*l. Biar Mami kompres takut tambah parah Dady." Ucap Gadis penuh kekhawatiran, membuat Satria menghentikan tawanya.


Di tangkupnya kedua pipi Gadis dengan kedua tangannya. Satria pun menatap wanita itu penuh kelembutan dan cinta yang benar-benar dia luapkan terpancar dari tatapannya membuat Gadis bergeming melihat tatapan penuh cinta itu.

__ADS_1


"Terima kasih sudah menungguku dan menerimaku kembali sayang. Kau tahu dicemaskan olehmu tadi membuatku tersadar. Tuhan begitu baik mengirimkan wanita sebaik mu untukku yang banyak kurang ini. Aku tak apa-apa sayang, jangan khawatir. Aku hanya sedang membayangkan bagaimana dulu kau mengandung tanpaku." Kata Satria dan terakhir tersenyum berkaca pada Gadis, membuat wanita itu pun tersenyum yang sama ke arahnya.


Tangis pun tak bisa mereka hindari, senyum itu. Mata berkaca itu, membuat keduanya larut dalam tangis bahagia.


Kedua emosi haru itu menjadi satu. Keduanya pun bersatu dengan kening yang menempel, sembari memejamkan mata masing. Memikirkan hal lalu yang sudah banyak mereka lewati bersama hingga terpisah dan kembali di satukan dalam kebahagian yang tak pernah sedikitpun mereka bayangkan akan terjadi sakin pesimisnya mereka kala itu.


"Aku tak menyangka Om pemarah yang ku tabrak mobilnya dulu kini menjadi suami sekaligus Dady dari anak-anakku." Ucap Gadis seketika membuat Satria membuka kedua matanya menatap mata Gadis yang kini juga menatapnya.


"Dan aku juga tak menyangka bisa jatuh cinta, se jatuh jatuhnya pada bocah yang bahkan dulu belum mendengar kelulusan sekolah akhirnya." Kata Satria dengan terkekeh mengingat betapa dia tergila-gilanya dengan pesona bocah yang kini sudah menghasilkan anak untuknya itu.


"Hehehe, yah kau pria tua mes*m pertama yang sudah memporak-porandakan gadis lugu sepertiku. Hmm, kenapa bisa yah, aku terpesona sama pria dingin seperti Om. Aku bahkan sangat terpesona dengan Om sampai-sampai tak berpikir panjang jika kau Om, sudah mengajarkan banyak ke mesuman untukku di umurku yang ter lalu kecil." Ucap Gadis langsung keluar jiwa mudanya dalam mengatakan hal itu, bahkan di saat mengatakan masih terlalu kecil.


Gadis mencontohnya menggunakan jari telunjuk dan jempolnya hampir di satuhkan namun tak menyatu sebagai gambaran kecil yang dia maksud.


Satria terkekeh melihat tingkah kekanakan-kanakan dan jiwa omel wanita hamil itu. Di cubit nya pelan bibir Gadis yang begitu lincah membuat wanita itu melotot menatapnya.


"Iii iiih, kenapa di cubit Dady." Cemberut Gadis.


"Imut kali ya ampun Tuhan. Ini istriku kalau dimakan terus di kunya-kunya dosa nggak yah, ini terlalu menggemaskan." Seloroh Satria seenak jidatnya.


"Ih Dady." Ucap Gadis memonyongkan bibirnya.


"Apa sayang, Om tuamu ini terlalu gemas melihat tingkah istri kecilnya ini tahu." Kekeh Satria menyebutkan panggilan sayang Gadis untuknya.


"Pelet cinta kamu Sayang, semakin kamu mencintai aku. Maka disitu wajahku akan semakin mudah. Dan yah panggil aku Om yah ketika kita hanya berdua seperti ini. Aku rindu panggilan sayangmu itu sayang." Kata Satria jujur, entah kenapa dia merindukan masa-masa dimana Gadis memanggilnya Om yang dulu teramat dia tak sukai itu.


"Hahahhaa, kesambet apa sih Om. Ko tumben mau di panggil Om, dulu aja nggak mau." Tawa lepas Gadis mendengar penuturan Satria.


"Hehehe, mungkin bawaan dede Bayinya. Aku jadi ingin di panggil itu lagi." Kata Satria dengan menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Oooooo."


"Bulat sayang."


"Hehehe, mana mangganya?" Tanya Gadis sambil menadahkan tangannya ke arah Satria.


"Tuh di sa.." Ucap Satria terhenti ketika melihat ke arah depan pintu kamar mereka yang tadi dia letakan sekantong kresek mangga sebelum menghampiri Gadis.


"Loh, kok nggak ada. Kemana kresek mangganya." Ucap Satria lagi.

__ADS_1


"Memang Dady taruh dimana?"


"Di situ, di depan pintu." Kata Satria sembari menunjuk ke arah pintu.


Keduanya pun langsung bergegas ke arah pintu dengan Satria yang menggandeng ibu hamil itu.


"Kok nggak ada sih. Siapa yang ngambil." Ucap Gadis.


"Nggak tahu, siapa yang ketawa Mi. Kok rame banget." Kata Satria saat mendengar tawa rawai dari arah lantai bawa.


"Ayo lihat." Keduanya pun langsung beranjak turun ke lantai satu dimana sudah terdapat banyak orang di bawah.


Ada keluarga besar Satria juga Gadis di sana, membuat kedua pasangan suami istri itu langsung tersenyum.


"Udah habis peluk peluknya yah." Ucap Dimas membuka suara saat melihat Satria dan Gadis.


"Kok kalian semua datang nggak ngabarin, dan kenapa mangganya Gadis kalian makan." Seru Satria ketika melihat mangga yang dia bawa sudah tersaji di atas meja makan.


"Tuh dua bocah yang ngambil. Katanya kalian nggak bisa di ganggu karena sedang asik berpelukan." Kata Melodi menunjuk Arsyila dan Sky yang nampak bermain di arema main yang Satria buat untuk Arsyila.


"Pantas, mereka kaya ngerti aja kita lagi me time." Seru Satria dan langsung memeluk dan mencium sayang Gadis tanpa malu di hadapan semua orang.


Mami Papi Satria serta Tante Mia juga Bunda Gadis hanya tersenyum menyaksikan kebahagiaan anak-anak mereka.


Banyak ucapan syukur dan doa mereka ucapkan dan panjatkan pada tuhan atas penyatuan kedua orang saling mencintai serta kedua keluarga mereka. Sementara Satria dan Gadis pun merasakan hal yang sama.


Satria memeluk Gadis dengan bahagia yang tak terkira. Melihat anak serta keluarga yang utuh berkumpul merupakan kebahagian yang terbayar dari semua patah hati serta luka yang pernah menghampirinya.


"Terima Kasih Tuhan, rencana mu sungguh luar biasa. Aku tak menyesalinya untuk bahagia yang ku terima kini. Terma kasih masa lalu, terima kasih atas pengajaran yang kalian berikan hingga aku mendapatkan hasil yang begitu berlipat seperti sekarang ini." Batin Satria menutup matanya dan menghirup aroma tubuh Gadis serta aroma kebahagiaan yang dia hirup sekarang ini.


"I love you Om Satria." Bisik Gadis.


"I love you more, Gadis istri Om Satria." Balas Satria sembari mengeratkan pelukannya.


Suara berisik kini menemani ungkapan perasaan keduanya namun bahagianya terasa semakin lengkap dengan iringan suara indah dari kedua keluarga mereka.


...SELESAI...


Jangan lupa mampir di cerita baru Author yah🤗 My Fault Too.

__ADS_1


...****************...


...Btw, terima kasih untuk kalian yang sudah setia baca sampai di akhir kisah Satria ini🤗. Author, sungguh sangat-sangat berterima kasih untuk itu. Sehat-sehat untuk kalian semua di manapun kalian berada😇. Dan sampai jumpa di karya yang lain Author, yah😁. Peluk online untuk kalian semua🤗🤗🥰🥰🥰...


__ADS_2