SATRIA

SATRIA
Bab 72


__ADS_3

............🌹Happy Reading🌹 ...........


"Apa kalian masih di sini atau bagaimana?" Tanya Mami Eka pada Satria juga Gadis, pasalnya hari ini semuanya sudah harus kembali ke aktifitas masing-masing.


Saat ini semuanya sudah berada di restoran hotel, sarapan bersama seperti kebiasaan setelah ada yang menikah demi mempererat hubungan yang baru terjalin antara kedua keluarga.


"Yah, kita langsung balik Mi. Tapi mungkin agak siangan sedikit." Jawab Satria dan Gadis hanya menyimak, membiarkan Satria yang mengambil keputusan untuk dirinya juga Arsyila tentunya.


"Mami boleh bawah Cila bersama Mami, tinggal di rumah Melodi? Kan Mami beberapa hari lagi udah balik. Dan juga biar Arsyilanya main bareng Sky sama Nana mereka pasti senang." Ucap Mami Eka sembari beliau mengusap kepala Arsyila yang duduk di antara beliau dan Bunda Gadis. Kedua nenek itu seakan tak bisa lepas dari sang cucu.


"Yah benar Bang, biar Arsyila nginap aja di rumahku. Siapa tahu ada yang kalian ingin urus dulu." Tambah Melodi yang kini sedang menyusui sang putri.


"Yah aku terserah Cilanya Dek Mi, mana mana maunya putriku saja." Jawab Satria.


"Wes berarti kalian setuju, biar cila urusan Mami. Oh yah mbak aku ijin bawa Cila yah?" Ucap Mami Eka dan setelahnya meminta Izin pada besannya.


"Iya nggak papa Mba, lagian Arsyila juga harus dekat sama saudara-saudaranya." Sahut Bunda senang, karena sang cucu memiliki tempat baik di keluarga sang menantu.


...****************...


"Kok beda jalannya Om?" Tanya Gadis membuka suara saat Satria tak melewati jalan ke apartemen pria itu.


Saat ini keduanya sedang dalam perjalanan balik setelah tadi urusan di hotel sudah usai, dan Satria mengajak Gadis untuk pulang karena keluarga mereka pun sudah balik duluan sejak usai sarapan bersama.


"Iya, kita harus ke suatu tempat dahulu. Aku punya sesuatu buat kamu sayang." Jawab Satria dan Gadis hanya mengangguk anggukkan kepalanya menanggapi ucapan Satria tanpa mau membalas ucapan pria itu.


Dia masih kesal mengingat kejadian tadi pagi yang sudah membuat moodnya buruk pagi ini, sampai-sampai dia banyak diam saat sarapan bersama pagi tadi.


"Sayang, Sore nanti suamiku ingin bertemu. Aku pikir Asisten pribadimu sudah tahu ini, tapi aku hanya mengingatkan saja takutnya lupa. Itu sebabnya aku menghubungimu sepagi ini. Jangan lupa datang yah, love you sayang by.." Kalimat Larissa wanita dari masa lalu suaminya itu terus saja terngiang berputar bagaikan kaset rusak membuat otaknya serta batinnya terasa kesal.


Yah, wanita mana yang tak akan kesal jika pria yang baru saja resmi menyandang status suaminya dengan lancangnya di panggil sayang oleh wanita lain. Terlebih wanita itu pernah begitu dekat dengan sang Suami, sungguh sangat meresahkan pikirnya.


Sementara Satria dia bukan tak memikirkan hal itu, hanya saja dia hanya menganggap Larissa angin lalu. Namun jika Larissa nantinya bertindak lebih maka jangan salahkan dirinya bisa berbuat jauh lebih dari yang tak pernah Larissa bayangkan sebelumnya. Masalah tadi pun dia tak pusingkan, karena dengan jelas dia tak merespon kegilaan wanita itu dan Gadis saksinya


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih tiga puluh menit dari yang tadi jalur apartemen, kini mobil Satria sudah memasuki kawasan perumahan yang Gadis tahu betul tempat itu. Pasalnya kawasan itu cukup terkenal dengan kawasan elit.


Tak mau banyak bertanya, Gadis pun hanya mengikuti alur saja. Sementara Satria sesekali melirik Gadis yang nampak menatap pada beberapa rumah yang mereka lewati. Dan tepat ketika Satria memasuki salah satu gerbang rumah yang sudah di buka dan cukup membuat Gadis kagum..

__ADS_1


"Ayo sayang." Ajak Satria ketika mobilnya sudah terparkirkan dengan sempurna.


"Ini rumah Pak Titan?" Tanya Gadis sembari dia melihat Satria yang sedang melepas sabuk pengamannya. Sebab kini Titan seperti sedang menyambut kedatangan mereka dengan beberapa orang wanita paru bayah di belakanganya.


"Selamat Siang tuan, nyonya." Belum Satria menjawab Titan sudah berlalu untuk membukakan pintu bagi Gadis Nyonya barunya itu setelah tadi membukakan pintu untuk Satria dahulu.


"Siang Titan, kau tidur di sini?" Ujar Satria "Yuk." Kata Satria lagi meminta Gadis untuk keluar bersamaan.


"Yah, Tuan. Habis dari restoran aku langsung bergegas ke sini semalam, sekalian membawa semua kado pernikahan sesuai perintah tuan" Ujar Titan yang mendekat di sebelah Satria.


"Oh, semuanya sudah siap kan?" Tanya Satria lagi setelah mengangguk anggukkan kepalanya atas jawaban Titan.


"Sudah Tuan." "Oh iya ini beberapa asisten rumah tangga yang sudah saya siapkan. Ini bu Saras, ini buk Kasih sama buk Mila" Ujar Titan ketika mereka tepat berada di depan tiga wanita seumuran Mami juga Bundanya Gadis.


"Selamat siang Tuan, nyonya." Sapa para Art itu bersamaan.


"Siang, oh iya ini istri saya. Kalian akan selalu berurusan dengan beliau." Ujar Satria memperkenalkan Gadis dan langsung di sambut Gadis dengan senyum manisnya, menyalami semua ibu ibu itu dengan ramah.


"Dady." Panggil Gadis yang masih belum paham dengan situasi di hadapannya.


Mendengar itu, Gadis langsung menggenggam erat lengan Satria.


"Apa tidak terlalu besar untuk kita yang cuman bertiga Dad.?" Tanya Gadis yang sebenarnya masuk akal, kerena rumah yang kata Satria rumah masa depan mereka ini terlalu besar menurutnya.


"Hey, kita akan memiliki banyak anak nanti dan aku nggak mau pindah-pindah tempat tinggal nantinya karena kekecilan. Itu sebabnya aku menyiapkan ini semua untuk kita. Tapi maaf yah, masih kosong peralatannya. Karena aku mau kamu yang mengisinya sayang seperti di apartemen kita dulu, aku suka semua pilihanmu." Seru Satria menjelaskan.


"Terima kasih." Dengan senyum manisnya Gadis mengucapkan rasa terima kasihnya karena Satria sudah memikirkan sampai sejauh itu.


"Untuk masa depan kita, aku akan selalu melakukan yang terbaik sayang." Jawab Satria sembari dia mengusap sayang puncak kepala Gadis.


"Maaf Tuan, nyonya saya izin angkat telfon sebentar." izin Titan dan Satria menganggukkan kepalanya tahu Titan akan meminta izin jika memang itu benar-benar telfon yang tak bisa dia abaikan.


"Masuk yuk, pengen rebahan." Kata Satria dan dia langsung merangkul pinggang Gadis membawanya masuk.


Sesampainya di dalam, Gadis tak hentinya mengamati setiap sudut ruangan yang mereka lewati hingga sampai tiba mereka menuju lantai atas di mana letak kamar mereka berada.


"Masih sangat kosong, kapan kita ngisinya Om." Ucap Gadis sudah dalam panggilan mode berduanya lagi.

__ADS_1


"Kapanpun kamu bisa yang, ajudan siap menemani." Ujar Satria sembari dia dengan cepat menggendong Gadis membawa masuk Gadis dalam kamar mereka yang ternyata sudah dia pindahkan isi kamarnya yang di apartemen ke kamar itu untuk sementara waktu.


"Eh, kapan pindahin ini Om?" Tanya Gadis karena saat masuk kamar, serasa mereka memasuki kamar di apartemen Satria. Hanya saja ruangan ini lebih sangat besar dari kamar di apartemen itu.


"Nggak tahu, aku hanya minta Titan beberapa hari yang lalu." Ujar Satria sembari dia menghempaskan tubuh keduanya di ranjang mereka.


"Suka sekali bau kamu yang." Lanjut Satria sembari dia mencium gemas tengkuk Gadis dengan laparnya.


"Jangan di sedot gitu Om, nanti ada bekasnya." Tegur Gadis yang merasa tengkuknya basah karena ulah Satria, namun saat Satria hendak terus melanjutkan aktifitasnya suara ketokan di pintu kamar mereka pun membuatnya harus menghentikan aktifitas favorit nya itu.


"Masuk." Malas utuk berdiri, akhirnya Satria hanya meminta orang di luar sana masuk berhubung pintunya tidak mereka kunci tadi.


Gadis pun lanjut melihat-lihat setelah pintu terbuka dan mendapati Titan yang masuk...


"Ada apa?" Tanya Satria.


"Satu jam lagi kita ada pertemuan mendadak sama Tuan Alex Tuan." Terang Titan yang awalnya keberatan dengan pertemuan mendadak ini, apalagi Tuannya kini baru saja melangsungkan pernikahan dan harusnya ini masih masa libur untuk Tuannya. Namun Rekan bisnis mereka malah tak tahu diri dengan seenaknya meminta Meeting mendadak.


Menghembuskan napasnya perlahan Satria pun menjawab ucapan Titan.


"Yah saya tahu, saya pikir kamu sudah tahu dahulu. Tadi pagi istrinya sudah beri kabar duluan."


"Saya baru tahu Tuan, telfon yang tadi. Itu dari pihak mereka." Seru Titan.


"Sudahlah, Pakaian istriku yang kamu siapkan dimana? kita akan pergi bersamanya." Tanya Satria.


"Di ruang Ganti tuan, semuanya sudah siap di sana." Kata Tian menunjuk pintu ke ruang Ganti.


"Baiklah, tunggulah kami di bawa saja. Kami akan bersiap sebentar." Kata Satria dan Titan pun pamit keluar dan Satria langsung menghampiri Gadis yang sedang di balkon kamar mereka sekarang.


"Sayang, ayo berganti baju. Kita harus bertemu mereka sekarang." Kata Satria sambil memeluk Gadis dari belakang.


"Baiklah."


"Kamu bisa Gadis, ayo tunjukkan Om Satria itu hanya milik kamu seorang. Semangat." Batin Gadis menyemangati dirinya sendiri. Dia tahu ini adalah ujian awal untuk pernikahannya, maka dia dengan senang hati akan menjalani ujian pertamanya ini.


...Btw, Jangan lupa like dan komennya yah🥰. Terima kasih sudah meluangkan waktunya untuk membaca cerita ini🙏🤗. Sehat-sehat untuk kalian semua di manapun kalian berada😇...

__ADS_1


__ADS_2